LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
332. Jaya Sempurna 65. Basara, Bisiri si kembar dua pemuda gigih.


__ADS_3

"Saya bangga pada paman yang telah membuat keputusan dengan cepat sangat baik dan tepat terima kasih paman telah melakukan tugas yang seharusnya saya yang melakukan, mari kita menyusul pangeran Sanjaya triloka dan yang lainnya". Shun Land berterima kasih dan mengajak segera kembali.


"Tuan ini ada lima kuda sebaiknya kita bawa dan kita jual di pedukuhan Kudus sangat dekat dari sini sambil membagikan harta ini ke penduduk yang kurang beruntung". Lamsijam memberikan ide.


"Baiklah paman tapi tinggal kan satu kuda untuk si Cakar elang". Shun Land menyetujui.


Shun Land dan Lamsijam menunggang kuda dan dua kuda lainnya untuk membawa empat kotak koin emas. Di tengah perjalanan Shun Land menjumpai 3 orang berjalan kaki dan 4 gadis menunggang kuda dengan dua kuda.


"Tuan itu mereka yang saya ceritakan 4 gadis dengan 3 pemuda" Lamsijam memberitahukan Shun Land.


"Paman tungguuuu......!!!" Salah satu pemuda memanggil Lamsijam sambil berlari menghampiri. Shun Land dan Lamsijam berhenti. Pemuda itu berhenti sambil tertunduk memegang kedua lututnya mengatur nafas karena berlari sekuat tenaga.


"Ada apa Nak...? apa ada yang mengganggu perjalanan kalian ?" Lamsijam bertanya. Pemuda itu tidak langsung menjawab tetapi mengatur napasnya hingga stabil.


"Paman dalam perjalan kami berdua berbicara dan sepakat bila bertemu paman ingin ikut dengan paman mengembara sambil memperdalam ilmu olah Kanuragan, paman berikanlah kesempatan untuk saya dan teman saya satu kali ini saja bila dalam beberapa waktu saya mengecewakan paman saya dan teman saya akan kembali lagi ke pedukuhan walau pun di sana sudah tidak mempunyai siapa-siapa". Pemuda itu menghiba tidak lama rombongan pemuda itu sampai ke hadapan Lamsijam dan Shun Land.


"Maaf Nak saya tidak mempunyai kuasa itu, saya sendiri mengikuti tuan saya ini tuan Jaya semuanya terserah beliau". Lamsijam berkata sambil menunjuk ke arah Shun Land.

__ADS_1


"Tuan Jaya saya mohon, biarkan saya jadi pengikut tuan rela dan ridho walaupun menjadi tukang rawat kuda tuan". Dua pemuda berlutut dan salah satu dari mereka memohon.


Shun Land turun dari kudanya dan memegang pundak keduanya di salurkan kekuatan api abadinya untuk memeriksa struktur tulang kedua pemuda ini tetapi kedua pemuda ini tidak memiliki tubuh istimewa akan tetapi mereka berdua mempunyai aliran darah yang bagus dan struktur tulang yang lumayan. Lalu Shun Land berkata.


"Baiklah tapi kalian harus menghadapi ujian dulu kalian harus berlari mengejar paman Lamsijam yang menunggang kuda sampai batas pedukuhan Kudus apa kalian siap menerima tantangan ini". Shun Land sengaja tidak langsung menerimanya ingin tahu seberapa kuat tekadnya untuk bergabung dan belajar ilmu olah Kanuragan.


"Saya siaaap walau pun harus nyawa taruhannya". Kedua pemuda itu serempak.


"Paman Lamsijam larikan kuda paman sekencang mungkin sampai ke pedukuhan Kudus". Shun Land memberi perintah.


Jarak persimpangan itu cukup lumayan jauh berkisar kalau jaman sekarang 2km. Shun Land menaiki kudanya lagi berjalan pelan bersama para gadis tawanan di belakangnya dua kuda membawa barang mengiringi yang di ikatkan pada pelana kudanya.


Shun Land melihat kegigihan dan rasa persaudaraan yang kuat di dalam kedua pemuda belia itu, dua kali salah satu pemuda itu terjatuh tetapi yang lainnya tidak meninggalkan tapi membangunkan yang jatuh menyuruh tidak memperdulikannya agar salah satu dari mereka ada yang mempunyai kesempatan belajar ilmu olah Kanuragan agar lebih kuat tetapi yang tidak terjatuh malah berkata 'kita lahir bersama makan tidak makan bersama kita selamanya akan bersama di terima bersama di tolak bersama'.


Shun Land sangat kagum dengan keteguhan rasa persaudaraan mereka berdua dirinya jadi teringat akan kakaknya Shan land, Bagai mana kabarnya apa baik-baik saja atau sedang kesulitan dalam memimpin kerajaan mewakilinya Hati Shun Land sangat rindu Akan kakak satu-satunya ini tidak ada di hati Shun Land buruk sangka atau pun terbersit di hati bahwa kakaknya Shan land akan mengkhianatinya. Yang ada merasa menyesal telah menugaskan kakaknya dengan tugas yang berat memimpin satu kerajaan besar.


Shun Land tidak mengetahui bahwa kakaknya sudah membelot dan menjadi murid Mara Deva dan Pancasiksa musuh utamanya, andai Shun Land mengetahui ini hatinya akan seperti serpihan gelas yang jatuh dari ketinggian di lantai batu.

__ADS_1


Melihat kedua pemuda yang seperti kejar mengejar Shun Land menjadi teringat ketika dirinya dan Kakaknya Shan land lari bersama sekuat tenaga mengindari kejaran kakak sepupunya khal Shugal, Shun Land tersenyum sendiri mengingat masa indah sebelum prahara menyapu dan membuat terpisah dengan Kakak dan adik tercinta.


Tanpa terasa ingatan Shun Land pun sampai pada ibunda Ratu Shi khal dan ayahnya perdana menteri Jhasun, tetapi kali ini hati Shun Land tidak merasakan kepedihan sekan mati rasa, rasa dan perasaan serta hatinya juga pikirannya sudah tidak perduli lagi akan keadaan dirinya yang ada hanya penderitaan Rakyatnya, pemikiran perasaan dan hati Shun Land merasa bahwa penderitaannya tidak ada apa-apanya dengan penderitaan Rakyatnya yang sangat mengganggu rasa dan perasaannya hampir-hampir setiap malam terbangun terbayang di matanya seorang ibu memangku kedua anaknya yang masih kecil dari mulut anak kecil itu keluar kalimat 'mak aku lapar bapak kok lama tidak pulang" padahal bapaknya mati karena menjadi pengawal, dan ibunya hanya di beri uang beberapa keping koin emas oleh juragannya.


Bila malam sudah menjelang dan sepi menyelimuti di pikiran Shun Land terpampang jelas seorang kakek yang memangku istrinya yang sudah sama-sama tua dengan tubuh hanya tulang di balut kulit di sampingnya sang cucu berkata. 'nek bangun masak saya lapar' sang kakek tidak bisa berbuat apa-apa hanya linangan air mata berjatuhan ke pipi sang istri yang sudah tak sadarkan diri.


Pada saat-saat itu mata Shun Land memerah air mata tak terasa berjatuhan Batiniahnya menjerit. "Sang maha Pencipta ambilah kehormatan ku, ambilah kekayaan ku, ambilah kekuatan ku, ambilah semua yang ada di diri ku tapi cabutlah penderitaan rakyat ku". Setelah itu Shun Land tergeletak seluruh tubuhnya lemas dan tidak ingat apa-apa. Paginya terbangun seperti biasa.


Lamsijam melihat tuannya menunggang kuda dengan mata memerah dan pandangan kosong segera menghampirinya lalu berkata.


"Tuan kita sebaiknya mampir di kedai di seberang jalan kita makan bersama mereka yang sudah terbebas dari penderita". Lamsijam mengetahui kesengan hati Shun Land ketika di acara Darma bakti sesama melihat wajah wajah yang lesu penuh penderitaan hidup bisa tertawa dan gembira.


Shun Land malas bicara hanya mengangguk lalu mendahului menyebrang jalan menuju kedai makanan. "Kalian berdua jangan banyak bicara yaaa tentang di terima atau tidak makan dengan banyak dengan gembira, untuk semua hormat lah dan berterima kasihlah kepada tuan jaya karena dia yang sebenarnya membebaskan kalian saya hanya seorang pelayannya". Lamsijam memberikan arahan.


Kedua kembar yang bernama Basara dan Bisiri tidak bisa membayangkan betapa tinggi ilmu tuan jaya, Lamsijam saja sudah sangat tinggi menurut ukuran mereka.


****************

__ADS_1


__ADS_2