LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
321. Jaya Sempurna 54. penginapan Kalingga.


__ADS_3

Rombongan Shun Land akhirnya sampai juga di perbatasan pedukuhan Asemarang. Shun Land dan Lasmini berserta Rombongan merasa tertipu dengan sebutan pedukuhan, setelah sampai di hadapan mereka adalah sebuah kota yang cukup besar Delay yang sudah mengenal kota ini menjadi penunjuk jalan menuju penginapan yang paling besar dan paling mewah.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah berada di gerbang Sebuah kedai dan di sampingnya sebuah penginapan yang berlantai tiga Delay turun duluan bersama Lasmini mereka berdua mendatangi tempat pemesanan kamar.


"Paman diam saja aku yang bicara". Lasmini memperingati Delay, Delay hanya membuang nafas panjang. Sesampainya di depan penjaga penginapan Lasmini langsung bicara tegas dan sopan.


"Kakak saya ingin bertemu dengan pemilik penginapan ini perkenankan nama saya Lasmini pedangan utusan keadilan, keperluan saya ingin bicara langsung ingin membahas suatu urusan bisnis dengan pemilik penginapan ini ooh iya apa nama penginapan ini kakak". Lasmini berkelakar agar cepat di pertemuan dengan pemilik penginapan.


"Baik nyonya Lasmini mari ikut saya kebetulan beliau baru pulang dari kediamannya di wilayah pegunungan Gora". (Nama gunung selamet dulu adalah gunung Gora).


Pelayan itu beranjak dari duduknya dan mempersilahkan Lasmini untuk mengikutinya. Lasmini berjalan mengikuti pelayan tersebut sebelum berjalan Lasmini berpesan pada Delay. "Paman jangan kemana-mana sebelum aku keluar menemui pemilik penginapan".


Sampailah pelayan itu dan Lasmini di sebuah ruangan yang cukup besar ada satu kursi panjang dan ada keanehan di dalam ruangan itu di sudut ruangan sana ada dua kursi saling berhadapan satu kursi ada yang tertutup oleh kain putih di depannya ada meja kecil pembatas dengan kursi yang satunya.


Dari balik pintu ruangan keluar seorang wanita yang sudah berumur usianya seumuran Nyai Marni ibunya Lasmini tetapi kecantikannya masih melekat dan tumbuhnya masih sangat bagus di balut dengan pakaian berwarna biru sangat anggun dan berwibawa.


Lasmini terbengong melihat pamor wanita tersebut sangat berwibawa dan matanya sangat teduh mendamaikan hati, baru melihat saja Lasmini langsung ingin memanggil Ibu.


"Ibuuuu ..". Suara keluar dari bibir Lasmini tanpa di sengaja hatinya mendorong dengan kuat hingga mulut keluar suara tanpa perintah otak.


"Aku sudah lama menunggu mu putri sini duduk dekat ibu". Pemilik penginapan berkata sambil menepuk kursi panjang di sisinya, sedangkan pelayan yang mengantar kembali lagi ke tempat tugasnya.

__ADS_1


Sementara itu Shun Land dan Semua rombongan turun dari kudanya para pelayan laki-laki berdatangan mengatur kereta dan mengikatkan kuda, mereka pun masuk semuanya ke kedai di samping penginapan.


Begitu duduk Shun Land terperanjat kaget karena ruang batinnya ada yang memanggil dan hilang kembali, suara itu terdengar jelas memanggilnya dengan nama Kedigdayaan sempurna.


"Ada apa adik Jaya sampai terperanjat begitu". Aji Wijaya yang disebelahnya bertanya. Shun Land langsung menjawab "Tidak apa-apa kakang hanya kaget seperti ada hewan di kursinya ternyata tidak ada".


Mereka pun memesan makanan dan minuman Bibi Karmia dan Kasmia gugup itu terlihat olah Shun Land dan yang lainya. "Bibi berdua santai saja mulai sekarang bibi berdua biasakan berhubungan dengan orang banyak". Shun Land memberikan dorongan kepercayaan diri pada mereka berdua.


-----------------------


Lasmini seperti anak kecil di suruh oleh ibunya menurut tanpa bicara tetapi matanya tidak lepas memandang wajah pemilik penginapan.


Lasmini langsung meminumnya setelah tentang dan menguasai dirinya lalu berkata. "Nama Saya Lasmini Nyai, Maaf saya Nyai menyebut Nyai ibu padahal kita baru bertemu saya jadi malu, yang cantik itu Nyai sudah berumur seperti ibu saya juga masih terlihat sangat menarik, untung suami saya tidak melihat nanti saya ada saingan".


Lasmini membalikan pujian dan di akhiri candaan.


"Mengapa tidak menyebut ibu lagi, awas kalau tidak ibu akan merayu suami putri ibu yang sangat cantik, sebagai tanda pertemuan ibu dan putrinya tolong beri ibu pelukan seorang putri boleh ya putri". Nyai Pemilik penginapan merentangkan kedua tangannya.


Lasmini tidak bisa menolak dirinya pun merasa seolah sudah lama sekali kenal dan dekat dengan nyai pemilik penginapan entah mengapa hatinya merasa tentram dekat dengannya.


Lasmini mendekati dan memeluk nyai pemilik penginapan tanpa ragu-ragu, "Ibu Lasmini senang bertemu dengan ibu".

__ADS_1


"Ibu juga senang bertemu dengan Putri ibu tahu di dalam tubuh putri ada sesuatu yang sangat istimewa, nama ibu Gora Sindula terserah putri mau menyebut apa pada ibu".


Nyai Gora Sindula menyebutkan namanya. Lalu melanjutkan bicaranya setelah melepaskan pelukan kepada Lasmini. "Sekarang sebutkan apa keperluan putri ingin menemui ibu, untuk membicarakan hal lain nanti kita akan bicarakan".


"Begini ibu saya kemari ingin menyewa penginapan ibu yang paling mewah untuk mengadakan pernikahan keluarga kami dua pernikahan sekaligus selama 3hari 3malam, Lasmini ingin tahu berapa harganya, selain itu Lasmini juga ingin mengadakan sedikit sedekah dan membagikan makan pada masyarakat di sini dengan gratis sebagai wujud berbagi kebahagiaan dari pedagang utusan keadilan". Lasmini menjelaskan panjang lebar.


"Sudahlah jangan bicara harga sama ibu, semuanya gratis buat anak ibu yang baru kembali, dengan sarat putri harus memanggil ibu selamanya". Nyai Gora Sindula menatap Lasmini dengan teduh.


"Jangan lah nanti ibu rugi". Lasmini menolaknya. Lalu nyai Gora Sindula menimpali ucapan Lasmini dengan cepat.


"Tidak ada kata rugi untuk seorang ibu memberikan sesuatu pada putrinya, sudah jangan berpikir lagi cepat panggil suami mu dan rombongan keluarga mu biar ibu dan pelayanan bisa mengurus semuanya". Nyai Gora Sindula mendorong pelan Lasmini agar tidak bisa berkata untuk menolak.


Meraka berdua keluar dari ruang pribadi Nyai Gora Sindula menuju ruangan tengah penginapan yang di sana ada ruangan besar lengkap dengan perabotan dan banyak kursi yang tersusun rapi.


"Panggil semua kesini untuk menemui ibu". Nyai Gora Sindula bicara lalu duduk di salah satu kursi dengan meja yang paling besar. Seorang pelayan wanita datang berbisik di telinga nyai Gora Sindula, nyai Gora Sindula berkata pelan "jangan di terima". Setelah itu pelayan wanita bergegas pergi buru-buru.


Sementara itu Delay masih menunggu Lasmini di dekat pendaftaran penginapan walaupun perutnya lapar tidak berani pergi, melihat yang lain masuk ke tempat makan Delay hanya mengusap perut.


Delay tidak berani membantah ucapan Lasmini walau pun terlihat cantik imut dengan senyuman yang sangat manis tetapi di balik itu ada karakter keras dan tegas. Delay bisa melihat ini karena cara bicara dan cara bersikap Lasmini selama ini.


********************

__ADS_1


__ADS_2