LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
257. Terbunuhnya Ki Srengga oleh pembunuh bayaran Ki Kala Durga


__ADS_3

"Hahahaha..... Srengga dulu kau boleh so sakti karena guru mu si penjilat Jati Purwa dan Singa lodra yang sok suci, perlu kau ketahui aku kesini bukan karena urusan pribadi tapi aku butuh kepala mu yang sangat mahal".


Ki Kala Durga berkata dengan nada yang merendahkan, Ki kala Durga adalah adik seperguruan Ki Jati Purwa gurunya Ki Srengga.


Bakat ilmu Kanuragan Ki Kala Durga melebihi Ki Jati Purwa tetapi karena tabiat Ki Kala Durga yang mengutamakan uang dari pada ajaran guru mereka Ki Suda paksi lebih mempercayai Ki Jati Purwa.


Ki Kala Durga tidak berani mengusik Ki Srengga waktu Ki Jati Purwa masih hidup dan Ki Kala Durga pun tak mudah untuk membunuh para pendekar lainnya bila tidak ada bayaran yang tinggi.


"Kau sungguh arogan Kala Durga aku, usia yang bertambah tua tidak membuat hati dan tabiat mu berubah aku akan melawan mu sampai titik darah penghabisan". KI Srengga membalas ucapan Ki Kala Durga.


Ki Srengga melirik ke kedua muridnya Narpat Maja dan Larasati lalu berkata pelan.


"Narpat Maja, Larasati kau menyingkir dari sini apapun terjadi kau jangan menengok ke belakang cepat kau pergi ke istana Sundapura ceritakan pembunuh Kakak mu Antaka adalah pembunuh bayaran kelas tinggi Tiga Raja kematian Kala Durga jangan membantah". Ki Srengga bicara dengan wajah sangat serius.


"Tapi guru aku ingin bersamamu apapun yang terjadi". Narpat Maja menjawab kukuh dengan pendiriannya karena ingin membela gurunya sampai titik darah penghabisan.


Ini membuat Ki Srengga marah besar, Ki Srengga mengeluarkan aura nya pada titik tertinggi sambil berkata cukup keras.


"Jangan membatah gurumu".


Saking besarnya kekuatan tenaga dalam yang di keluarkan Ki Srengga Narpat Maja dan Larasati yang berada di sampingnya terpental jauh.


Narpat Maja dan Larasati mengunakan ilmu meringankan tubuh nya untuk mencapai atas tebing. Namun Narpat Maja dan Larasati tidak mematuhi perintah gurunya dia dan Larasati ingin melihat pertarungan gurunya dengan empat pembuluh bayaran kelas tinggi.


Ki Srengga memasang kuda-kuda dan memperagakan gerakan pembuka jurus Naga Bumi pertama Naga bertapa.


Ki Kala Durga melihat Ki Srengga menyiapkan jurus Naga Bertapa tertawa keras.


"Srengga usia mu yang tua tidak membuat jurus mu semakin sempurna tapi kau terlalu memaksakan, tenaga dalam mu tidak memadai untuk memperagakan juru Naga Bertapa paling kau hanya mampu sampai tingkat ke dua sungguh menyedihkan murid dari keparat Jati Purwa".

__ADS_1


Ki Kala Durga memperolok Ki Srengga, memang dalam tahapan tenaga dalam Ki Kala Durga dan Ki Srengga tidak terpaut jauh tetapi pengalaman bertarung Ki Kala Durga lebih unggul juga tahapan tenaga dalamnya lebih tinggi beberapa puluh ribu lingkaran.


Ki Srengga ingin mengulur waktu untuk kedua muridnya agar lebih jauh dari area Guha Hyang Sirah hingga tidak bisa melaporkan kejadian ini pada Shun Land.


Tapi sayang kedua muridnya malah ingin melihat pertarungan gurunya dengan harapan agar bisa menolong gurunya bila terdesak.


"Ki Kala Durga biar aku yang menghadapi Srengga agar aku tidak di sebut makan gaji buta". Ki Karto pendekar tanpa wujud. Meloncat ke hadapan Ki Srengga.


Tiba-tiba tubuh Ki Karto menyerang Ki Srengga dengan menusukan tongkat hitam ujung tongkat ada bulu seperti ekor kuda.


Dari bulu tongkat senjata Ki Karto keluar asap putih menuju wajah Ki Srengga, Ki Srengga yang sudah bersiap dengan jurus Naga Bertapa menghalau jurus tersebut dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya.


Tapi sayang jurus Naga Bertapa Ki Srengga menghantam tempat kosong.


"Jurus ilusi jangan-jangan dia si Karto dari lembah Dieng" hatinya Ki Srengga bergumam.


Belum sempat Ki Srengga membetulkan kuda-kudanya dia bayang menyerang dari arah kiri dan kanan Ki Srengga mundur satu langkah ke belakang hingga dua serangan itu beradu di depan Ki Srengga berjarak beberapa jengkal.


Secara spontan Narpat Maja dan Larasati berteriak keras melihat gurunya terjatuh tersungkur dengan wajah ke tanah mulut mengalir darah segar.


Ki Kala Durga mendongak ke atas baru menyadari kedua murid Ki Srengga yang terpental keatas.


"Karto urus dua murid Srengga jangan sampai ada jejak sedikitpun". Suara Ki Kala Durga berkata pada Karto.


Tanpa banyak bicara Karto melesat ke atas tebing ke sumber suara seperti menghilang dari arena pertarungan.


"Dasar murid tak patut kalian menggagalkan kesempatan untuk mengungkap pembunuh kakak seperguruan mu". Walau pun sudah terluka dalam cukup parah Ki Srengga masih tersadar dan mengetahui keadaan.


Narpat Maja dan Larasati baru menyadari perintah gurunya karena ingin menyelamatkan nyawanya dan ingin menyampaikan pesan untuk mengungkap pembunuh kakak seperguruannya Antaka.

__ADS_1


Keduanya segera hendak berlari mengunakan ilmu saipi angin tapi sayang satu buah pukulan keras bersarang di ulu hati keduanya dengan kecepatan yang sukar di hindari oleh keduanya.


Keduanya roboh ke tanah dengan tangan saling berpegangan dari mulut keduanya terucap lirih sebelum nyawa lepas dari raga.


"Maaf kan aku guru.....!!!".


Ki Karto kembali ke arena pertarungan tetapi pertarungan telah berakhir kepala Ki Srengga sudah terpisah dari tubuhnya.


"Kita bawa ke kepala Srengga dan kita tancapkan di gerbang pedukuhan terdekat agar berita kematian mereka sampai pada istana Sundapura kerajaan Tarumanagara". Ki Kala Durga memerintah Ki Karta si Bayangan seribu.


"Bagai mana dengan tubuh kedua murid Srengga yang di atas tebing, terus tubuh Srengga kita apakan". Ki Karto bertanya pada Ki Kala Durga.


"Kau ini sangat bodoh, potong menjadi beberapa bagian tubuh Srengga dan lempar ke laut darahnya akan memancing ikan pemangsa, kedua mayat muridnya kita bawa taruh bersama kepala Srengga". Ki Kala Durga menjelaskan pada Ki Karto.


Tanpa banyak bicara Ki Karta pendekar Bayangan seribu segera mengeluarkan pedangnya dan memutilasi mayat tanpa kepala dan membuangnya ke laut selatan.


Ki Kala Durga mendahului ke atas tebing di ikuti ketiga yang lainnya tidak lama Ki Karta menyusul dan membawa jasad Larasati.


"Sayang sekali wanita secantik ini harus mati di usia muda waduh kulit nya sangat halus dan masing hangat sayang kalau tak di manfaatkan dulu". Berkata Ki Karta berkata dalam hati lalu berkata sedikit keras.


"Aku segera menyusul, aku akan menghias wanita ini dulu".


"Dasar pecundang wanita, doyannya sama yang tak bernyawa". Ki Karto berkata sambil menggelengkan kepalanya lalu melesat menyusul Ki Kala Durga dan kedua wanitanya.


Ki Karta mempunyai wajah yang cacat karena terbakar waktu remaja hingga kepercayaan dirinya hilang bila bercinta dengan wanita, hingga setiap wanita yang berhubungan akan di bunuh dahulu tanpa meninggalkan bekas luka pada tubuhnya.


Ki Karta membuka topengnya terlihat sangat mengerikan untuk di ceritakan, lalu mempreteli seluruh pakaian jasad Larasati yang masih lemas dan hangat.


Tanpa ragu-ragu Ki Karta menciumi wajah jasad Larasati yang cantik dan meraba-raba seluruh tubuh mayat Larasati yang putih mulus dan kemudian melakukan.................

__ADS_1


(Stop jangan sampai kebablasan hihihihi).


____*****_____


__ADS_2