
"Tuan...!!! guru kami Ki Arya Teja pergi bersama seluruh muridnya menyebrang ke barat tanpa memberi tahukan tujuannya, kami hanya di tugaskan untuk membunuh siapapun yang datang". Salah satu dari murid perguruan Badak liar menjawab dengan jujur.
Shun land menatap tajam pada murid perguruan Badak liar yang bicara dan mengetahui orang tersebut tidak berbohong.
"Baik anggap saja aku mempercayai mu, panggil semuanya untuk berkumpul di sini".
Shun land memerintah, keduanya bergegas masuk ke dalam rumah tidak lama lima orang keluar tiga perempuan setengah baya dan dua laki-laki berumur 50an tahun.
Mereka berlutut di hadapan Shun land dengan ketakutan terlihat dari mimik wajah mereka yang pucat.
"Kalian jangan takut aku hanya ingin bertanya pada kalian bila di antara kalian berani berbohong aku tidak akan segan-segan untuk bertindak kasar pada kalian,.....
...Jelaskan padaku mengapa ketua perguruan kalian pergi membawa seluruh muridnya ke daratan Swarnabumi".
Shun land bicara dengan wajah serius.
"Tuan...!!! saya adalah ketua pelayan di sini, saya pernah mendengar ketua bicara dengan salah satu utusan, orang tersebut memberi informasi kepada ketua perguruan bahwa perguruan akan di serang orang-orang dari kerajaan Tarumanagara, itulah yang saya tahu". Salah satu wanita yang paling berumur menjawab apa adanya.
Sedangkan yang lainnya hanya berkata "kami tidak tahu".
Shun land terdiam sesaat hatinya berkata "Ternyata rencana penyerangan ku telah di ketahui oleh pihak Mara Deva, sebelum pasukan Kama Deva menyebrang aku akan mendahului menyerang mereka di perjalanan, pasukan khusus senyap ku akan ku tempatkan di sini sebagai benteng pertahanan".
"Kalian semuanya diam di sini ketika ada yang datang kesini maka kalian harus patuh padanya karena mereka perwakilan dari ku apakan kalian mengerti, bila di antara kalian tidak mau mematuhi perintah ku silahkan pergi dari sini, sejak saat ini perguruan Badak liar adalah milikku paham".
Shun land bicara tanda ada keraguan sedikit pun, salah satu dari ketiga pelayan perempuan yang paling muda mengangkat tangannya lalu berkata.
"Tuan bila tuan mengijinkan, saya memilih pulang kampung di sana saya masih memiliki ibu yang sudah tua, sedangkan laki-laki yang saya ikuti di sini telah meninggal karena menjalankan tugas dari ketua perguruan". Setelah bicara pelayan itu tertunduk dia merasa ragu keinginannya akan di tolak oleh pendekar di depannya.
__ADS_1
"Pergilah tetapi jangan kau ceritakan pada siapa pun kejadian ini pada siapapun". Shun land tanpa curiga mengijinkan pelan itu untuk pulang ke kampung asalnya.
"Tuan saya berjanji tidak akan menceritakan pada siapa pun apa yang saya dengan dan apa yang lihat, permisi tuan saya akan berkemas". Setelah bicara wanita itu pergi untuk berkemas barang pribadinya.
Tanpa bicara lagi Shun land membalikan badan menuju pintu gerbang dan melepaskan totokan dua penjaga.
"Kau telah mendengar semuanya tetaplah berjaga di sini jangan katakan pada siapapun kejadian ini bila tidak pusaka Sumpit raja neraka ku akan mencari mu seberapa jauh kau berada kau akan binasa". Shun Land berkata penuh penekanan.
"Baik tuan saya akan patuh pada apa yang di katakan tuan". Kedua penjaga itu berjanji dengan sungguh-sungguh mereka tidak ingin mencari masalah dalam penilaian mereka pendekar di depannya lebih ganas dan lebih tinggi ilmu Kanuragannya di bandingkan dengan ketua perguruan mereka.
Shun land melesat tujuannya kembali ke perguruan gajah Mungkur di gunung Pulosari untuk menemui leluhur Ki Bagus Atma dan panglima pasukan khusus senyap pendekar syair kematian.
-------------------*****------------------
Di sebuah kedai minuman dan makanan di pinggir kota Sundapura ibu kota kerajaan Tarumanagara, tiga orang berpakaian seperti pedagang sedang bicara serius dengan nada pelan.
Mereka bertiga adalah Ki Braja Geni dan kedua muridnya Braja musti dan Baraja Wikalpa, Ki Braja Geni memberikan nasihat pada muridnya.
Di sini Ki Braja Geni memilih bergabung dengan junjungan Mara Deva karena mendapat uang yang sangat banyak ini sangat sukar untuk menolaknya.
"Kalian juga harus menjaga jarak dengan perguruan pedang setan mereka adalah tipe orang-orang yang licik terutama ketua perguruan Nyai Andita si pedang iblis". Ki Braja Geni menambahkan.
Ki Braja Geni terdiam ketika lima wanita memasuki kedai dari pakaian mereka seperti pedagang perhiasan.
Mereka duduk di sebelah meja Ki Braja Geni.
Setelah memesan pada pelayan kedai wanita paling tua berkata tanpa menoleh pada Ki Braja Geni.
__ADS_1
""Aku tidak mempunyai permusuhan dengan mu andaikan ada di antara pelayan ku yang dekat dengan anak buah mu jangan khawatir aku tidak akan ikut campur urusan mereka".
"Terima kasih nyai saudagar perhiasan atas kebaikan mu aku hanya menjaga hal-hal yang tidak perlu demi menjaga hubungan baik kita". Ki Braja Geni bicara sambil menikmati pesanannya.
----------------------*****----------------------
Sesampainya di perguruan Gajah Mungkur Shun land di sambut leluhur Ki Bagus Atma dan Ki Sadewa tidak lama kemudian pendekar syair kematian Antaka datang dan menghaturkan sembah bakti.
"Eyang, paman Antaka saya telah mengunjungi perguruan gajah liar, perguruan itu kosong telah di tinggalkan oleh penghuninya menurut murid yang tersisa di sana ketua perguruan Ki Arya Teja dan semua muridnya telah mengetahui bahwa saya akan menyerang mereka, mereka mendahului pergi ke daratan Swarnabumi bumi". Shun land berhenti bicara.
"Selanjutnya langkah apa yang akan cucu ambil saat ini". Leluhur Ki Bagus Atma jaya menyela, sedangkan Antaka hanya diam menunggu Shun land meneruskan bicara.
"Paman pergilah ke perguruan Ciomas perintahkan paman Mahisa Taka, codet dan anak buahnya untuk menempati perguruan Badak liar paman sendiri memimpin di sana, utus beberapa orang untuk menghubungi ketua koalisi perguruan persilatan untuk segera mungkin menuju ke perguruan Badak liar, Aku sendiri akan langsung menyebrang ke daratan luas Swarnabumi ingin mengetahui kekuatan pasukan Kama Deva dan sekaligus mengunjungi Bangsawan Samosir sekaligus ingin menjemput adik ku yang lama tertunda". Shun land mengakhiri bicaranya.
"Baik paduka saya akan langsung pergi melaksanakan perintah mohon undur diri, leluhur mohon saya pamit".
Antaka pendekar syair kematian tanpa banyak berkata langsung pergi menjalankan perintah.
Shun land setelah memberikan perintah dia Berpamitan pada Leluhur Ki Bagus Atma untuk melanjutkan perjalan ke wilayah Toba sambil menghitung kekuatan pasukan Kama Deva.
-----------------*****---------------
Untuk para sahabat NOVELTOON terima kasih telah setia mengikuti LRA maaf bulan kemarin tidak bisa up karena sesuatu hal.
mohon dukungan like and komennya semoga LRA sampai pinis sesuai yang di rencanakan.
Salam Nusantara
__ADS_1
Salam Garuda Perkasa