
Dalam keheningan, datang Boma dan Putri Dewi.
Datang-datang Putri Dewi sumayi langsung mencak-mencak, telunjuknya lurus menuding pendekar syair kematian.
"Kau sebelum ingin mencelakai kakak ku, kau harus melewati jasadku dulu''
Tapi ditanggapi oleh Antaka dan semua yang hadir dengan senyum-senyum lucu.
"Sudahlah jangan marah-marah Sini duduk di sini dan beri laporan tentang pembangunan kediaman Paman tabib Lau lien"
Shun land bicara dan menempuh kursi di sebelahnya, seraya melanjutkan bicaranya
"maafkan paman sepupuku ini"
"Tidak apa-apa pangeran wajar seorang adik marah-marah, pada saat seseorang ingin mencelakai kakaknya, ini tanda rasa cinta yang baik" pendekar Antaka menimpali ucapan pangeran Shun Land
"Kakak Ratu dan kakang perdana menteri, Aku ingin menyampaikan sesuatu hal yang menurutku sangat penting, untuk diriku dan kerajaan ini" panglima Shu khal ingin menyampaikan sesuatu kepada sang ratu dan perdana menteri Jhasun.
"bicaralah adik Shu"
begini kakak ratu dan kakang Jason, Aku ingin berhenti dari jabatan panglima perang, setelah peresmian hubungan ku dengan ibunya Dewi"
semua menatap kepada panglima Shu khal, penuh keheranan.
"bagaimana menurut Ananda pangeran"
perdana menteri Jhasun, melempar pendapat, setelah sang ratu menatap mengisyaratkan untuk menjawab.
pangeran Shun Land pun mengutarakan pendapatnya
"Paman panglima boleh mengundurkan diri tapi tak boleh lepas dari kerajaan ini, Ananda ingin Paman menjadi penasihat kerajaan" pangeran Shun Land berpikir sejenak, setelah mengambil nafas lalu melanjutkan bicaranya
"Bunda ratu dan ayahanda, persidangan kakang Khal Shugal, sebaiknya dilaksanakan setelah pengangkatan Ananda jadi putra mahkota, supaya Ananda punya kekuatan suara, karena menurut Ananda, kakang Khal Shugal, berbuat seperti itu akibat ada hasutan dari luar, itu terbukti dengan adanya racun Gangsa yang ada di tangannya, sedangkan kita tahu racun itu sangat sulit untuk didapatkan"
Pangeran Shun Land meneruskan bicaranya.
" paman Antaka untuk sementara waktu membantu paman Mantikei dan paman Djata untuk melatih beberapa prajurit apa paman tidak keberatan"
Memang dalam pemikiran pangeran Shun Land, sudah ada rencana, pendekar syair kematian ini, akan diangkat jadi panglima perang.
Dengan pertimbangan tingginya ilmu olah Kanuragan, ini bisa membuat prajurit tempur nya semakin kuat dan solid.
Tetapi dia tidak ingin terburu-buru, karena bagai mana pun pendekar Antaka, belum lama, dan belum menyesuaikan diri di lingkungan kerajaan.
Lingkungan pendekar dan lingkungan kerajaan sangat berbeda jauh.
Untuk kesetiaan pangeran shun land sangat yakin pendekar syair kematian bisa setia.
__ADS_1
karena sumpah darah ke bumi bagi seorang pendekar bukan sumpah sembarangan bila ingkar, bumi akan mengutuk dan membuahkan petaka.
Bunda ratu SHI khal, mengutarakan rencananya.
" untuk lebih singkatnya besok kita adakan peresmian pengangkatan ananda pangeran, sebagai putra mahkota, dan diteruskan sidang pengadilan pangeran Khal Shugal, dan ibu ingin ananda membentuk tim untuk membuat peraturan peraturan kerajaan, dan hukumannya yang melanggar aturan tersebut, tanpa peraturan kerajaan, keadilan sulit untuk di tegakkan"
Sebelum di dirikan kerajaan, pada saat itu masih berbentuk klan kecil memang cukup dengan musyawarah bila ada masalah.
Tetapi setelah berbentuk kerajaan, menjadi suatu kebutuhan tentang adanya peraturan kerajaan, demi kemajuan dan kemakmuran segenap rakyat kerajaan.
Putri dewi sumayi pun, ikut bicara melaporkan kegiatan selama ini, menyangkut tugasnya sebagai wakil dari ibunya.
mengurus masalah pangan dan tugas-tugas lainnya.
" bunda ratu dan ayahanda perdana menteri, untuk pembangunan kediaman tabib istana, telah ditentukan tempatnya, yaitu dekat dengan kediaman bunda Sri khal, dan kerjasama pembuatan kapal laut dengan bangsawan bugis dari daratan besar sula, sudah dalam proses akhir sekitar satu atau dua bulan lagi rampung, untuk masa kedepannya kita akan diadakan pertemuan, dengan bangsawan button, untuk pembelian bahan dasar senjata, melengkapi persenjataan prajurit kita yang kurang memadai"
Dalam hal ini putri dewi sumayi mempunyai kepiawaian dalam diplomasi.
Akhirnya di dalam kesempatan itu pula diputuskan tim pembuat peraturan-peraturan kerajaan.
ketua tim di berikan kepada sesepuh spiritual, Badewa Tjilik Riwut.dan Sesepuh Khal San.
anggotanya ada 5
Ketua ampong dari bangsawan ot Danum
tetua Saman Adyatma dari bangsawan Banjar
pangeran kitri sebagai pencatat pelaporan
pangeran Shun land sendiri mengawasi langsung proses pembuatan aturan-aturan tersebut.
acara jamuan penyambutan bergabungnya pendekar pilih tanding pendekar syair kematian berakhir.
pendekar antaka diantarkan boma ke peristirahatan di ruang tamu kerajaan
semua kembali ke kediaman masing-masing.
pangeran Shun Land berjalan menuju kediaman sementara tabib istana, tabib Lau lien.
sesampainya di sana, tabib Lau lien sedang mengerjakan catatan-catatan pengobatan, dan menyusunnya dari tahap dasar sampai akhir.
catatan ini dipersiapkan untuk bahan pelajaran calon-calon tabib istana.
__ADS_1
melihat kedatangan pangeran Shun Land, tabib Lau lien langsung menyambut dan memberi hormat pangeran Shun Land.
pangeran Shun Land, duduk di teras pendopo sedangkan tabib Lau lien, masuk ke dalam, untuk memerintah putrinya May lien, membuat teh racikan khas negeri tirai bambu, untuk dihidangkan buat sang pangeran Shun Land.
Putri May Lien sangat senang dikunjungi pangeran Shun Land, Dia segera menyiapkan teh spesial untuk sang pujaan hatinya.
walaupun Putri May lien sendiri belum bisa menebak isi hati pangeran Shun Land, apa dia menyukainya atau hanya sekedar menganggap teman atau sahabat.
Putri May Lien keluar membawa nampan berisi teh dan gelas keramik, bersama Lodaya Lodaya sang harimau besar.
harimau besar ini seakan tak mau berpisah dengan gadis cantik yang memiliki kulit giok ini
(aah dasar Lodaya tau saja barang bagus hiiiihiiihiiii)
berbeda dengan sang Rajawali api yang sangat akrab dengan Putri Dewi sumayi.
mereka berdua duduk berhadapan dipisahkan meja kecil di depannya.
Sang Lodaya melihat sang tuannya langsung menaikkan kaki depannya ke sisi kursi pangeran Shun Land.
dia menggesek-gesekkan sisi wajahnya ke pipi pangeran Shun Land.
pangeran Shun Land membelai-belai leher Lodaya sang harimau besar.
Putri May Lien melambaikan tangan dan menunjuk ke sisi kursinya.
Lodaya sang harimau besar itu mengerti isyarat Putri my Lien, Dia segera turun dan berjalan ke arah sisi putri may lien.
pangeran Shun Land hanya tersenyum senang melihat keakraban itu, dan memulai bicara
"Putri maksud kakak mengunjungimu adalah, kakak ingin Putri akrab dengan Putri Sari Tungga Dewi"
pangeran Shun land ingin mengajari Putri May Lien, bergaul di lingkungan istana.
dia ingin Putri May lien, bisa menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpengaruh di kalangan istana.
Putri Sari Tunggak Dewi ini mempunyai bakat menjadi pemimpin, karakter dia tidak gampang terpengaruh dengan orang-orang di sekitarnya.
mendengar ini Putri May lien, sedikit tertegun, tapi langsung mengiyakan,
dia tidak ingin mengecewakan orang yang sangat dia kagumi.
bukan karena dia seorang pangeran, Putri May lien, mengagumi dan menyukainya.
Putri May lien mengetahui kecerdasan dan tindakan pangeran Shun Land, penuh perhitungan.
dia yakin pangeran Shun Land, sedang merencanakan sesuatu yang besar, dan menginginkan dirinya terlibat di dalamnya.
__ADS_1
...****************...
jangan lupa like dan support nya 🙏🙏🙏🙏