
Gerbang istana kerajaan Tarumanagara di buka, para prajurit penjaga membungkukkan tubuhnya tanda hormat pada raja mereka.
Dua prajurit berlari ke dalam istana memberitahukan bahwa Sang raja telah pulang dari pengembaraan.
Seekor Singa besar berlari menyongsong sang majikan yang hampir setahun tidak bertemu.
Shun land turun dari kudanya, Lodaya sang harimau besar menaikkan kedua kaki depannya memeluk sang tuannya.
Tidak lama ketiga permaisuri keluar dari istana, permaisuri Dewi sumayi berlari kecil di ikuti kedua permaisuri lainnya.
Mereka bertiga berlutut di hadapan sang raja sekaligus sang suami tercinta. "Salam hormat dan sembah bakti mohon di terima paduka raja semoga paduka selalu dalam keberkahan sang maha Pencipta".
"Bangunlah kalian mari kita masuk ke istana"
Di saat yang sama putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru datang, sedangkan Boma, Mawinei, pangeran Jaka lelana dan Ayu Sondari tidak ada di istana tetapi mereka sedang bertandang ke perguruan Singa Perbangsa.
Tiga hari yang lalu rombongan Ratu SHI khal datang di kawal langsung oleh pimpinan tertinggi pasukan khusus senyap Antaka.
Seluruh keluarga besar Leluhur agung Khalma jaya di pindahkan oleh Antaka atas perintah langsung Shun land, yang tidak ikut dalam rombongan hanya keluarga sesepuh Khal Shan dan putranya pangeran Khal Shugal, serta pangeran Sanjaya triloka.
Tiga hari setelah Shun land kembali ke istana Sundapura seluruh pejabat tinggi di undang untuk menerima perintah langsung dari sang raja muda Shun land.
"Seperti yang sudah kita tebak istana kerajaan Kutai khal di serang oleh Kelompok Mara Deva. Maka untuk sekarang ini kita akan mengibarkan bendera perang apabila kita diam maka kita yang kalah, karena sekuat apapun kita bila bertahan kita akan kalah,....
Seminggu ladi sekarang pasukan dari Bangsawan Wajak dan bangsawan Osing dari Blambangan akan datang, kita pun dapat tambahan pasukan dari koalisi perguruan dunia persilatan,....
Saya telah mendapatkan informasi dari telik sandi bahwa pintu masuk pasukan Mara Deva dari pelabuhan labuhan di selat Krakatau,....
Kakang Shan land akan memimpin pasukan dari daratan di bantu panglima perang Sarpa di dampingi oleh pangeran Makkamaru dan yang lainnya, memimpin pasukan untuk bergerak ke barat,....
Apa kalian ada pertanyaan". Shun land mengakhiri bicara dengan pertanyaan.
__ADS_1
Semua berseru dengan semangat.
"Tidaaaak paduka raja".
Pasukan kerajaan yang berada di dataran luas Kalimantan Shun Lang di pecah menjadi separuh di tinggal di kerajaan Kutai khal sebagian bergabung di daratan luas Dwipa.
Hingga untuk saat ini seluruh pasukan di bawah kendali Shun land 6000 pasukan di tambah armada laut sekitar lima ribu pasukan.
Bantuan dari Bangsawan Wajak dan bangsawan Osing sekitar 4000 pasukan, dan di perkirakan dari koalisi perguruan Dunia persilatan sekitar 1500 pasukan tetapi kemampuan satu pasukan dari koalisi perguruan dunia persilatan menyamai 10 pasukan biasa.
Ketika rapat akan di bubarkan datang dua prajurit penjaga pelabuhan memberitahukan ada tiga kapal merapat dan ketua dari tiga kapal tersebut ingin bertemu dengan raja Shun land.
"Paman Sarpa sebagai mantan bajak laut tahukan paman dengan armada laut yang di pimpin seorang perempuan". Shun lan bertanya pada Panglima Sarpa.
Di jawab oleh Sarpa dengan cepat. "Paduka dia adalah Laksamanawati Keumalahayati dari Tanah Rencong, dia juga yang gigih menentang dan memburu saya, Laksamanawati Keumalahayati seorang laksamana yang membela kaum yang lemah di atas samudera".
"Prajurit bawa kemari suruh dia menganggap ku sekarang". Shun land tanpa banyak berpikir memerintah kedua prajurit itu.
Shun land memberitahukan apa yang menjadi rencananya.
Tidak lama kemudian seorang Laksamanawati Keumalahayati datang menghadap dan Segera di tanya oleh Shun land.
"Tolong jelaskan apa yang bibi mau sampaikan ingin bertemu dengan ku". Shun land tidak banyak bahasa basi.
"Paduka raja perkenalkan saya Keumalahayati saya dari tanah rencong ujung barat dataran luas Swarnabumi, saya kemari ingin bergabung dengan Armada laut yang paduka pimpin, saya mempunyai 15 Armada laut jumlah keseluruhan ada 3000 pasukan siap tempur membela keadilan dan kaum yang lemah semoga paduka raja bisa menerima saya".
Laksamanawati Keumalahayati mengatakan apa yang menjadi tujuan menghadap ke Raja Shun land.
Laksamanawati Keumalahayati di pertemukan dengan laksamana Tarpa adik kembarnya Sarpa mantan bajak laut Karimun.
Dengan bergabungnya Laksamanawati Keumalahayati Armada laut Naga biru menjadi lebih kuat, walau pun belum bisa menandingi Armada yang di pimpin Asvaghosa.
__ADS_1
Laksamanawati Keumalahayati pun menceritakan bahwa di perjalanan ke kerajaan Tarumanagara dia berpapasan dengan iring-iringan armada laut Naga hitam. Dia juga menceritakan jumlah armada tersebut lebih dari 120 kapal besar, di setiap kapal ada 200 prajurit dan 20 kru kapal.
Total prajurit Asvaghosa 20.000 lebih, Laksamanawati Keumalahayati memberikan keterangan yang detail.
Sedangkan Laksamanawati Keumalahayati mempunyai armada laut, 21 kapak 15 kapal untuk para Prajurit yang sebagian besar wanita, yang tujuh kapal berisi bahan perbekalan dan senjata.
Laksamana Sarpa sendiri memimpin 35 armada laut, 30 Kapal untuk para prajurit sisanya peralatan perang dan bahan makanan.
Jadi keseluruhan Shun land memiliki 56 Kapal perang separuh dari jumlah armada laut Naga hitam yang di pimpin Asvaghosa.
Tapi dalam hal mental prajurit kerajaan Tarumanagara memiliki mental yang lebih tinggi.
Mantan pimpinan bajak laut Karimun Sarpa dan Tarpa serta Laksamanawati Keumalahayati berembug untuk mengatasi bagai mana caranya untuk menghadapi Armada laut Naga hitam yang di pimpin Asvaghosa.
Akhirnya mereka memutuskan untuk mengunakan membuat panah yang besar di Pasang pada sisi kanan dan kiri kapal mereka dengan jumlah tiga panah di setiap sisi.
Armada laut Laksamanawati Keumalahayati yang ber pos di semenanjung Malaka di pindahkan ke pelabuhan Cilamaya yang lebih besar.
(Konon menurut ahli kali Cilamaya yang sekarang berada di antara kabupaten Karawang dan Subang, konon dulu lebarnya lebih dari 150 meter hingga masuk puluhan kapal besar. Di muara ini juga asal suku Betawi berasal menurut ahli sejarawan suku Betawi, sebagi bukti masih ada beberapa desa yang mengunakan dialek Betawi walau sudah bercampur dengan dialek Jawa dan Sunda).
Keesokan harinya Shun land di temani Boma menuju ke barat yang di tuju pelabuhan Labuan di perairan selat Krakatau.
Ratu SHI khal dan maha Patih Jhasun beserta para permaisuri berangkat ke perguruan Singa Perbangsa untuk melamar Ayu Sondari, yang rencananya setelah menikah akan memimpin kerajaan Kutai khal di dampingi oleh pangeran Khal Shugal sebagai Maha Patihnya dan pangeran Sanjaya triloka menjadi panglima besar di sana.
Sedangkan putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru mempersiapkan pertemuan koalisi dunia persilatan, yang di adakan di ibukota Sundapura.
Setelah kematian Niraya Sura dan kematian Maasiak yang di hukum langsung oleh Boma, menepati janji Shun land bahwa yang menghukum Maasiak adalah kakak angkatnya.
Para perampok dan pembuat onar menjadi sepi karena setiap ada laporan Segera di tindak lanjuti oleh pasukan keamanan kerajaan, dan bila ada yang berilmu tinggi pasukan khusus senyap yang membasminya.
------------------*****------------------
__ADS_1