
pagi itu awan hitam melintas di langit kerajaan Kutai khal seakan ingin menyaksikan jalannya pertarungan pertarungan dari para pendekar muda berbakat di seluruh penjuru negeri.
hiruk-pikuk suasana kota Nusa kencana ibu kota kerajaan Kutai khal sangat padat, jalan jalan di penuhi hilir-mudik para pejabat kerajaan, para bangsawan ataupun masyarakat biasa yang ingin menyaksikan kontes latih tanding olah kanuragan,
Diantara peserta kontes yang paling menjadi daya tarik tersendiri adalah pangeran Shun land sendiri.
semuanya berduyun-duyun ingin menyaksikan putra mahkota, yang selama ini belum pernah keluar dari istana.
semua penasaran berbagai macam pertanyaan menghinggapi pemikiran mereka.
bagian mana sosoknya, bagai mana tampangnya, dan sampai sejauh mana tinggi ilmu olah Kanuragannya yang di miliki sang putra mahkota kerajaan mereka.
Di sisi barat arena pertandingan, tenda besar untuk kalangan kerajaan dan tamu terhormat kerajaan sebagian telah berisi, hanya beberapa bangsawan, keluarga besar istana dan sang Ratu SHI khal beserta Rombongan yang belum ada tanda-tanda kehadirannya.
Di samping sebelah kiri tempat Ratu SHI khal, telah hadir tetua agung khal San di dampingi sang istri Dewi Iswari yang berasal dari negeri Dwiva di daratan luas Selatan. Adik dari mahisa birawa ketua klan Wajak negeri Dwiva
ketua mahisa birawa dari negri Dwiva mengirim utusan yang di pimpin langsung anak ketiganya Sanjaya triloka di dampingi kakak tertuanya Dian Prameswari dwibuana
Mahisa birawa ketua klan Wajak dari negeri Dwiva merasa tidak enak bila tidak mengirim utusan karna bagai mana pun sesepuh agung khalma jaya dari kerajaan Kutai khal di dataran luas Utara adalah besannya.
Di samping Rombongan tetua agung Khal San ada klan Samosir dari negeri Sawarna di daratan luas barat.
ketua klan Samosir bernama Bungaran mengutus putra mahkota mereka pangeran Agam dan putri bungsu mereka putri Dewi langit, aslinya Dewi langit adalah anak angkat ketua klan Samosir Bungaran.
Di sebelah kanan dari tempat Rombongan sang Ratu ada Bangsawan Danum dari klan Dayak daratan besar khal
Bangsawan Danum Di kepalai oleh seorang kepala keluarga bernama Ampong dan istrinya Bakena, ketiga anaknya pun ikut menghadiri, anak pertama putra bernama Dehen anak kedua seorang putri Sanja dan anak ketiga putra Nanjan.
kepala keluarga Ampong mengajak istri dan seluruh anaknya untuk menghadiri
Di sebelah bangsawan Danum ada bangsawan Banjar masih dari klan Dayak, berasal dari daratan besar khal.
Dari bangsawan Banjar hanya mengutus ketua mereka Saman adyatma dan anaknya Labas Paban
Di barisan kedua ada tamu terhormat undangan kerajaan.
__ADS_1
Dari daratan luas Sula hadir bangsawan Andi dari klan Bugis,
ketua Andi labusa memimpin langsung Rombongan di dampingi dua anaknya, anak pertama Makkamaru yang terkenal dengan ilmu tarian pedang mangket. anak ketiga seorang putri dengan nama Ambo Dale yang memiliki wajah cantik jelita tapi mempunyai kekuatan olah kanuragan cukup tinggi dia menguasai ilmu kipas, jurus tarian kipas pakkarena termasuk salah satu jurus kelas tinggi.
berdampingan dengan bangsawan Andi dari klan Bugis ada klan Ambon dengan ketua Abed nego beserta istri Nony Ana yang berasal dari klan Bali di daratan kecil dekat daratan luas Dwiva, dan kedua anaknya putri Adeo dan sang adik laki-laki Abarua.
selain itu banyak lagi para bangsawan dari berbagai klan besar atau kecil,
hanya satu daratan besar yang tidak hadir yaitu daratan besar timur jauh Papua Nugini karna jaraknya yang sangat jauh.
Iring-iringan Besar Rombongan istana mulai nampak, semua pandangan mata tertuju pada Rombongan Sang Ratu SHI khal yang di dampingi perdana menteri Jhasun sekaligus suami sang Ratu SHI, di sebelah nya ada putra mahkota pangeran Shun Land.
ibu angkat Shun land ibu kameng dan Boma berjalan di belakang pangeran Shun Land.
Di belakang rombongan sang Ratu ada Rombongan tetua Sri khal di dampingi panglima Shu khal, di sampingnya ada sang putri Dewi sumayi
Di belakangnya lagi ada Rombongan tetua Saman khal beserta istri dan anak semata wayangnya pangeran kitri.
dan yang paling belakang Rombongan tetua tiga Mantikei beserta keluarga besarnya.
sedangkan mata kaum Adam semua tertuju pada Gadis cantik yang selalu tersenyum manis kepada semua yang menyapa,
Dewi sumayi mempunyai daya tarik tersendiri walau tidak mempunyai ilmu Kanuragan, tapi di kalangan istana sangat terkenal dengan kecerdasan dan ilmu perdagangan.
orang orang berdesakan di pinggir jalan, ingin melihat sang Ratu dan Pangeran, yang akan di lintasi Rombongan sang Ratu mereka,
semua mengelu-elukan Ratu mereka yang selalu adil dan bijaksana, tidak condong ke suatu golongan atau status sosial.
Rombongan memasuki tenda yang di sediakan panitia kontes semua yang hadir berdiri dan membungkuk badannya memberi hormat kepada sang Ratu beserta Rombongan.
pangeran Khal Shugal melihat semua orang memberi hormat Bangkan ada yang teriak-teriak mengelu-elukan Ratu SHI khal dan Rombongan,
Hati Khal Shugal bagai di bakar bara api, sorot mata kebencian tertuju kepada pangeran Shun Land
di antara ribuan penonton kontes, di antara mereka ada tiga orang yang selalu memperhatikan pangeran Shun Land dengan begitu teliti.
__ADS_1
dari gerak-gerik mereka nampak niat kurang baik terhadap pangeran Shun Land, entah dilandasi sebab apa mereka mempunyai niat kurang baik terhadap keluarga istana.
Niat membunuh mereka tidak merembes keluar itu menandakan mereka mempunyai ilmu olah kanuragan yang tinggi
di sisi lain ada kelompok kecil dipimpin seorang pertapa tua yang sengaja turun gunung.
tujuan mereka untuk melihat seseorang yang telah dipilih oleh leluhur agung, mewarisi ilmu kedigdayaannya,
sesuai dengan wangsit yang mereka terima bahwa dalam waktu dekat ini akan muncul seseorang yang mewarisi ilmu leluhur agung
dengan ditandai oleh dua hewan peliharaan satu seekor harimau besar dan seekor burung Rajawali beraura api.
seseorang sesepuh supranatural yang mempunyai kekuatan batin yang tidak terukur,
dia dengan sengaja menyembunyikan keberadaan dirinya untuk mempelajari makna dari hidup dan kehidupan yang diberikan dari yang maha kuasa,
wangsit yang diterimanya memaksa dia turun gunung, dia seorang wanita sepuh yang umurnya sudah tidak terhitung lagi tetapi bentuk tubuhnya terlihat seperti masih paruh baya,
Dia adalah Nyai Kunti Devanti dan dua muridnya satu perempuan bernama yu asri hariang dan satu laki-laki bernama Tian agan
tetua tiga Mantikei maju ke arena untuk memimpin kontes latih tanding olah kanuragan tersebut,
tetua Mantikai menyebutkan tiga peraturan dalam kontes olah Kanuragan
1.tidak boleh melukai lawan hingga menyebabkan kehilangan nyawa
2.tidak boleh menyerang musuh yang sudah menyerah
tidak boleh ada dendam dan tuntutan bila salah satu peserta kontes olah Kanuragan terluka
...****************...
__ADS_1
sekian dulu para Sahabat salam Nusantara 🙏🙏🙏🙏