LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
420. Sang Garuda 21. Garuda Perkasa.


__ADS_3

Sang Legenda Rajawali Api tiba-tiba menghilang dari pandangan mata para penduduk pelabuhan Hujung Galuh, yang sebenarnya di lakukan Sang Legenda Rajawali Api hanya menarik kekuatan apinya hingga terbang cepat ke arah timur tidak terlihat. Tiba-tiba dari ufuk timur Sang Legenda Rajawali Api membentangkan sayapnya dengan api yang lebih besar terbang dengan pelan.


Pemandangan ini terlihat sangat indah seoah-olah sang Legenda Rajawali Api keluar dari sang Pajar membawa api merahnya. Pelan tapi pasti sang Legenda Rajawali Api mendekati pelabuhan hingga terlihat dari bawah menutupi seluruh ufuk timur.


Semakin dekat sang Legenda Rajawali semakin mengecilkan kekuatan apinya hingga mendarat di halaman pelabuhan Hujung Galuh hanya tinggal percikannya.


Dengan mendongakkan dadanya Sang Legenda Rajawali Api berdiri gagah di tengah-tengah halaman pelabuhan Hujung Galuh. Seluruh penduduk mengelilinginya tua muda besar kecil melihatnya, malah banyak anak-anak yang di bangunkan orang tuanya agar melihat burung mitologi Sang Legenda Rajawali Api.


Jelas saja ini menjadi semakin di gaya-gaya gerakan sang Legenda Rajawali Api. "Sudah jangan berlebihan gaya mu, malu kalau bertemu dengan permaisuri Dewi Sumayi dan Ratu Galuh Sindula gaya mu jadi menciut bisa jadi bulumu di cabuti". Terdengar suara Shun Land menggema di batin Sang Legenda Rajawali Api.


Shun Land berjalan ke depan menghampiri sang Legenda Rajawali Api para penduduk memberikan jalan pada Shun Land. Sesampainya di depan Sang Legenda Rajawali Api Shun Land bicara.


"Perkenalkan ini adalah sahabat saya Sang Garuda perkasa yang akan menemani kita berperang bila negeri ini ada yang berani mengusik dan menyerang, yakinkan pada hati kalian bahwa kalian tidak sendiri, dan kobarkan api semangat berjuang demi tanah air ini, pupuk keberanian kalian untuk kaum-kaum yang akan merampas kebebasan kita". Shun Land bicara berapi-api.


"Hidup Sang Garuda Perkasaaaaa.....!!!".

__ADS_1


Para penduduk berteriak penuh semangat. Di teriaki dan di elu-elukan membuat Sang Legenda Rajawali Api semakin bangga dan gembira saja bahwa dirinya sangat di cintai oleh para penduduk.


Ini membuat hatinya sangat teriris-iris di balik kegembiraannya karena teringat masa-masa seperti ini sama seperti waktu bersama Sanghyang Tunggal ketika setelah memenangkan pertarungan dengan Raja Manusia purba raksasa dengan taruhan siapa yang menang akan menjadi pemimpin bumi ini.


Hari berganti pagi rombongan Ketua Bangsawan Osing tuan Lembu Marunda datang bersama dua anaknya Bima Koncar dan Menak Pentor serta pangeran Sanjaya triloka dan pangeran Makkamaru.


(Semoga ada yang baca cerita legenda Banyuwangi Sri Tanjung, Lembu Mirunda, Bima Koncar dan Menak Pentor. Mereka tokoh penting di sana).


Shun Land sudah keluar dari kamar setelah membersihkan diri, kamar tersebut di siapkan oleh Kebo Ireng, kamar tersebut berada di ruang keamanan pelabuhan Hujung Galuh.


Shun Land keluar dari ruangan keamanan pelabuhan Hujung Galuh dan menyongsong kedatangan Lembu Marunda mereka semua masuk ke ruangan keamanan yang cukup besar.


Shun Land mendahului duduk di ikuti Lembu Marunda dan rombongan begitu pun Jagal Pati dan Kebo Bole, sedangkan Kebo Ireng sedang masuk ke dapur memerintahkan kepada pembantu untuk menyiapkan minuman hangat dan makan untuk para tamu.


Setelah itu Kebo Ireng kembali lalu duduk di sebelah Jagal Pati dan Kebo Bole. Shun menceritakan apa yang di terangkan oleh Kebo Ireng kepada Lembu Marunda. Dalam hal ini pangeran Sanjaya triloka merasa bersalah karena kurang teliti hingga langsung berkata pada Lembu Marunda.

__ADS_1


"Paman Lembu Marunda saya meminta maaf karena kesalahan saya menjadi ada kesalahan pahaman, mungkin kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana meminta kepimpinan pembangunan benteng pertahanan di pelabuhan Hujung Galuh ini karena merasa ini adalah masih wilayahnya dahulu, dan terima kasih atas kerelaan paman Lembu Marunda yang mau mengalah hingga tidak terjadi bentrokan dengan saudara sendiri". Sedikit panjang lebar pangeran Sanjaya triloka.


"Saya juga Sebenarnya berada di sini karena ketua Lembu Marunda yang menarik murid-muridnya dari pelabuhan ini, di sini tidak ada keamanan hingga Tuan Wisnu Wardana menugaskan saya di sini mengisi kekosongan keamanan yang sering di gunakan orang yang mencari keuntungan untuk pribadinya, tuan Wisnu Wardana tidak bermaksud ingin mengambil kekuasaan pelabuhan ini dari tetua Lembu Marunda begitulah yang terjadi". Kebo Ireng menambah keterangan agar ketua Lembu Marunda tidak salah paham.


"Maafkan saya, atas sikap saya yang kurang menyenangkan pada Kebo Ireng dan Jagal Pati serta Kebo Bole, terima kasih sang prabu Jaya Sempurna telah meluruskan masalah ini". Ketua Lembu Marunda meminta maaf secara kesatria walaupun kepada orang yang di bawah kekuatan tenaga dalamnya.


Tidak lama kemudian Wicakra dan Jaran Abang datang mereka lalu duduk di sebelah Kebo Ireng. "Maaf Sang prabu Jaya Sempurna saya sedikit lambat kuda saya kecapean, tuan Wisnu Wardana menunggu sang prabu, kebetulan ada ketua Lembu Marunda sekalian untuk ikut ke Majakarta, tuan Wisnu Wardana ingin menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang arogan karena terbawa emosi, itulah yang di katakan tuan Wisnu Wardana, maaf saya harus undur diri ingin ke dapur perut tidak sempat di isi, mari adik Jaran Abang kita kedapur". Wicakra memberikan laporan.


Setelah semuanya telah di bicarakan dan beramah tamah mereka segera bersiap untuk pergi ke Majakarta tempat di pelabuhan Canggu mengunakan kapal milik keamanan pelabuhan Hujung Galuh.


Shun Land selain itu melepaskan merpati untuk memberitahukan kepada kapten kapal Dewi Lasmini Barja yang sedang berada di pelabuhan Tuban untuk berlayar ke pelabuhan Hujung Galuh terus ke pelabuhan Canggu di Majakarta.


______*****_____


(NB; Dulu Mojokerto di bernama Majakarta, Coba kita buang dua huruf awal, menjadi Jakarta Ibukota RI, Dari Majapahit Lalu ke Majakarta lalu menjadi Jakarta ini menunjukkan mata rantai yang tidak terputus, semangat Ratu Gayatri dan bekel Gajahmada akhirnya terwujud menyatukan wilayah Sunda Ageng dan Sunda kecil dan lagi-lagi peradaban tinggi yang di mulai dari daerah barat pulau Jawa kembali ke barat yaitu Jakarta, secara ilmu kebatinan tidak ada yang mampu menopang beban berat persatuan wilayah yang besar kecuali asal peradaban tersebut yaitu bagian barat pulau Jawa Dwipa Jakarta sekarang, ini juga terjadi di Dunia contoh, pertemuan Adam Hawa jazirah arab, terus ke Nabi Ibrahim lalu kembali menggaungkan kembali sampai ke Nabi Muhammad membawa Al-Qur'an di daerah itu Juga).

__ADS_1


__ADS_2