LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
323. Jaya Sempurna 56. Darma bakti ke sesama.


__ADS_3

Di luar penginapan orang-orang berhamburan ke tempat lapang mereka ketakutan ada gempa susulan semuanya menghadap ke arah barat Utara yang di sana ada gunung tertinggi, wajah wajah para penduduk pucat pasi ketakutan menyelimuti hati mereka, ketakutan akan kemarahan alam yang tidak seorang pun bisa membendungnya.


Hanya mereka tidak menyadari guncangan dan ledakan ini tidak di sertai dengan dubu dan kerikil pasir berterbangan di udara. Mereka terlalu panik menghadapi kejadian yang sangat langka ini.


Setelah beberapa saat kemudian gempa dan ledakan tidak terdengar dan terasa mereka kembali dengan berbagai asumsi masing-masing.


Shun Land dan Lasmini tidak bisa menolak kebaikan Nyai Gora Sindula mereka pun sangat penasaran apa yang sebenarnya terjadi nyai Gora Sindula menyebut Lasmini putrinya yang lama tak kembali dan berbagai peristiwa aneh kejadian alam ketika Shun Land menduduki kursi megah singgasana Galuh Purba (Galuh-Sindula).


Nyai Gora Sindula menyetop pembicaraan yang berkenaan dengan peristiwa tadi karena akan ada kesempatan yang lain untuk membicarakannya, Shun Land pun mengunakan mata batinnya untuk melihat mustika biru yang ada di dalam diri Nyai Gora Sindula tetapi dirinya tidak bisa menembusnya. Nyai Gora Sindula hanya memandang Shun Land dan tersenyum.


Shun Land sendiri mempunyai kesimpulan bahwa mustika biru ini mempunyai nilai dan keagungan luar biasa mungkin keagungannya melebih dari keagungan mustika air panca warna ini terbukti pusaka cupumanik astagiana pun isinya bersumber dari mustika biru di dalam diri Nyai Gora Sindula. Shun Land pun sangat ingin mengetahui arti kalimat yang di ucapkan nyai Gora Sindula sebelum pingsan dengan suara perempuan yang berbeda.


Shun Land ingin bertanya tetapi merasa bukan waktu yang tepat karena menghadapi acara yang akan di gelar besok akhirnya Shun Land harus bersabar untuk mengetahui dan memahami kejadian ini.


Dalam kesempatan itu pun nyai Gora Sindula tidak sempat menanyakan Nama Shun Land atau memang sengaja tidak menanyakannya.


Shun Land dan Lasmini di antar pelayan ke kamar peristirahatannya yang paling istimewa yang berada paling atas. Nyai Gora Sindula memerintahkan anak buahnya yang di bagian penerima tamu untuk tidak menerima tamu yang akan menginap.

__ADS_1


Di aula tengah lantai 2 penginapan nyai Gora Sindula mengumpulkan semua anak buahnya, nyai Gora Sindula mengatur persiapan pernikahan 2 pasang pengantin pelayan-pelayan di bagi tugas dengan keahlian masing-masing.


Pelayan laki-laki pun di atur dengan berbagai tugas dan di antaranya ada yang bertugas memberitahukan atau mengumumkan kepada masyarakat setempat dan para pendatang besok akan ada makan gratis dan pembagian sedekah dari juragan dagang utusan keadilan. Dan pelayan yang bertugas memberi pengumuman meminta pada yang mendengar pengumuman ini untuk memberitahukan kepada rakyat jelata di luar pedukuhan Asemarang untuk datang.


Hanya dalam waktu singkat berita kedermawanan juragan dagang utusan keadilan tersebar luas acara besok menjadi trending topik di setiap tongkrongan. Masyarakat kecil sudah tidak sabar menunggu esok segera datang.


Hampir tengah malam Shun Land meminta Lasmini untuk menemui nyai Gora Sindula karena ada yang ingin di bicarakan dengan acara besok. Dengan cekatan dan cepat Lasmini yang biasanya agak ngeyel langsung menemui Nyai Gora Sindula.


Shun Land keluar dari kamarnya begitu di buka nyai Gora Sindula dan Lasmini berada di depan pintu. Mereka bertiga duduk di ruang tamu kamar penginapan Shun Land memulai pembicaraan.


"Maaf nyai Gora Sindula saya mengganggu istirahat nyai, saya ingin meminta beberapa pelayan laki-laki untuk membantu menurunkan barang dari kapal dan membawanya kemari, paman Lamsijam dan teman-teman kekurangan orang".


Tetapi bukankah Shun Land yang menjawab tetapi Lasmini yang menjawab. "Ibu....!!! menantu ibu ini Bernama Jaya sempurna".


Nyai Gora Sindula mendengar Lasmini menyebut nama Shun Land termenung matanya menerawang jauh seperti memikirkan sesuatu yang berat. Tapi tidak lama berkata yang jauh dari perkiraan Lasmini dan Shun Land.


"Aden Jaya ibu pernah mendengar ada seorang laki-laki dari daratan Nusa kencana menyebrang ke daratan Sunda Dwiva ini dan berubah rupa dan jiwa, apakah Aden mengenalnya tenang ibu tahu batasan larangan laku penutup itu". Mata nyai Gora Sindula menatap tajam ke wajah Shun Land hingga terasa tembus ke dalam hati sanubari.

__ADS_1


Shun Land tersenyum dan berkata dengan bahasa siloka, "ibu andai pisang di kupas kulitnya dan berada di jalan tentunya pisang itu tidak ada harganya dan terhina, lebih baik pisang itu tetap di tempatnya bersama kulitnya hingga waktunya tida akan ada yang mengupas".


Lasmini hanya bengong mendengar pembicaraan yang di luar jangkauan ilmu pengetahuannya. Nyai Gora Sindula mendengar perkataan Shun Land tertunduk ajrih dan takjub di hadapan Shun Land lalu berkata.


"Maaf kan ibu Aden Jaya, ibu Menanyakan hal tidak sepantasnya di tanyakan, nanti juga ibu akan menjelaskan pertanyaan yang ada di benak Aden dengan jelas dan gamblang tetapi di tempat dan situasi yang layak, baiklah Aden Jaya ibu akan menyuruh pelayan laki-laki berapa yang di butuhkan Aden Jaya". Nyai Gora Sindula akhirnya membelokan pembicaraan.


"Saya butuh sekitar 6 sampai 8 orang ibu, kapal saya sudah merapat ke dermaga dekat pengiriman ini, maafkan salah ngomong maksud saya Kapal juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini". Shun Land berkata sambil melirik ke Lasmini.


"Bohong ibu kapal itu milik menantu mu, tapi di berikan padaku dan Nama kapal pun namaku berarti kapal itu milik ku tapi nantinya biaya dan membayar para kru kapal aku yang membayar aku tak punya uang semua uang milik kakang, waah Lasmini yang rugi tidak mau aah". Lasmini menimpali tetapi terlalu panjang membuat pemikiran.


"Tenang putri ku ibu masih sanggup membayar dan membiayai hanya satu kapal tapi dengan syarat ajak ibu berlayar ke daratan luas Nusa kencana". Nyai Gora Sindula menyanggupi biaya.


"Aah ibu selalu ada syaratnya tapi kelihatannya seru juga berlayar jauh, kakang nanti ajak saya dan ibu berlayar ke daratan luas Nusa kencana yaaa". Lasmini berkata sambil menyenggol bahu Shun Land.


"Sudah jangan terlalu ngelantur ibu pamit mau menyuruh beberapa pelayan membantu Lamsijam dan Delay untuk mengangkut barang-barang dari dermaga". Nyai Gora Sindula bangkit dari duduknya di ikuti Shun Land dan Lasmini.


Shun Land ikut keluar mengikuti nyai Gora Sindula sedangkan Lasmini hanya mengantarkan sampai pintu kamar dan kembali ke peraduan ingin istirahat badan merasa lelah dan letih telah melalui hari yang sungguh luar biasa menghampiri kehidupannya.

__ADS_1


********************


__ADS_2