LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
43.Rencana Maasiak


__ADS_3

Tian agan dan yu asri haring, sampai di istana kerajaan ketika matahari belum meninggi


Mereka langsung menghadap Sang Ratu di ruang pribadinya.


"Bagain mana pengawal Tian, mengapa guru mu tak ikut datang" sang Ratu SHI khal memberondong pertanyaan.


"Sabarlah Dinda mereka baru saja sampai" perdana menteri Jhasun memberi nasihat


Tian agan kemudian menceritakan semua yang di ucapkan gurunya nyai Kunti Devanti,


Dia berbicara dengan hati-hati, agar tidak ada yang tertinggal atau salah dalam penyampaian


Wajah cantik alami sang Ratu SHI khal, kembali memiliki cahaya ketenangan kembali, tidak seperti sebelum mendapat gambaran kabar putranya.


Tian agan dan yu asri haring di persilahkan untuk kembali ke baraknya untuk beristirahat.


Setelah Tian agan dan yu asri haring pergi, Ratu SHI khal mempertanyakan prihal kedua pengawal barunya kepada sang suami Jhasun.


"Kakang bagai mana pendapat kakang tentang dua pengawal istana tadi"


"Menurut penelitian kakang, kedua pengawal itu, bukan orang sembarangan, dan dia mempunyai maksud tersembunyi, melamar menjadi sebagai pengawal dalam istana"


"Karena dari ilmu Kanuragan hampir menyamai kakang, tenaga dalamnya mencapai empat ribu lingkaran, menjadi pengawal dalam istana, itu suatu yang janggal, dengan kemampuan keduanya, dengan mudah mendapatkan pekerjaan yang imbalannya berkali-kali lipat, gaji seorang pengawal dalam istana"


Perdana menteri Jhasun mempunyai pandangan yang lebih teliti mengenai dua penjaga istana, Tian agan dan yu asri haring.


"Tapi aku tak melihat maksud jahat di kedua pengawal dalam istana ini"


 ---------------------


Di salah satu sudut kota Nusa kencana, ibu kota kerajaan Kutai khal.


Rumah besar di sisi pasar kota Nusa kencana, dengan berbagai hiasan dan ornamen yang Terlihat mewah.


pendopo megah, dengan tiang kayu yang berukir motif naga yang melilit, menambah kesan kemewahan pemilik Rumah.


Dua orang tamu duduk di kursi pendopo, menunggu pemilik rumah keluar.


Pembunuh bayaran Antang dan temannya Badrowi, menghadap tuan mereka.


Datang seorang pelayan perempuan setengah baya, mempersilahkan kedua tamu tersebut, untuk masuk menemui tuan Maasiak di ruang pribadinya.


Keduanya bergegas masuk, mereka tidak ingin banyak orang yang tau keberadaan mereka di Rumah saudagar pasar tuan Upiak arai.

__ADS_1


Di dalam ruangan sebuah kamar besar di ujung bangun Rumah, Maasiak sedang duduk tenang menikmati secangkir teh, teh asal negeri tirai bambu.


Pintu terbuka, Antang dan Badrowi menghadap, mereka memberikan hormat pada tuannya, dan duduk di depan Maasiak.


"Cepat katakan apa ada hasil, tentang tugas yang aku berikan" maasiak langsung ke pokok bahasan.


"Tuan orang yang kita cari, tiga hari lagi akan tiba di pelabuhan, sebaiknya tuan Maasiak, menemuinya di sana, karena kapal ini selain mengangkut orang, juga mengakut barang dagangan, jadi tuan seolah-olah sedang menerima barang dagangan" Antang memberikan keterangan tentang tugasnya


"Bagus ternyata kalian cerdas juga" Maasiak memuji dua anak buahnya, seraya melemparkan sekantong uang ke arah Antang


Dengan cepat Antang menangkap kantong uang itu, mereka tidak banyak bahasa basi, langsung keluar dan pergi dari Rumah juragan pasar, tuan Upiak arai.


 


Di salah satu sudut kamar, seorang gadis cantik berkulit putih mulus, sedang menangis tersedu-sedu, menghawatirkan seseorang yang selalu mengisi relung hatinya, menghiasi mimpi mimpi indahnya.


"Maaf kakak Shun di saat kakak membutuhkan seseorang untuk berada di sisimu untuk membantu masalah mu, aku malah berprasangka buruk pada mu...


sang maha Widi yang mengatur takdir, bila pangeran Shun Land dalam keadaan bahaya, selamatkan dia, tukar dengan nyawaku ini, demi keselamatannya"


Putri May lien sedang menyesali prasangka nya, dan do'a, demi keselamatan pangeran Shun Land, bahkan rela menukar dengan nyawanya.


Yang di khawatirkan padahal sedang asyik berada di punggung Lodaya sang harimau besar, menikmati perjalanan pulang, sambil merenungkan kejadian demi kejadian , yang merubah seluruh garis besar kehidupannya, itu berawal dari bertemu dirinya dengan Lodaya harimau besar.


Sampailah pangeran Shun Land di perbatasan istana bagian belakang.


Lodaya mengaum keras, mengucapkan salam jumpa kepada seisi istana


Auman khas Lodaya sudah menempel di setiap isi kepala penghuni istana.


Sontak saja seluruh istana berhamburan, memburu asal Auman itu, semua menebak, setiap ada Lodaya sang harimau besar, di sana pangeran Shun Land juga ada.


Tidak terkecuali putri May lien.


Mendengar Auman Lodaya yang familiar, dia langsung melompat dan menghambur keluar.


Dia tidak memperdulikan, pakaian dan rambutnya yang kusut, berlari menuju asal suara Auman Lodaya, dia sudah hapal Auman itu, bahkan sampai ke bau sang Lodaya, walau jarak, sedikit jauh.


Sedangkan sang Rajawali api, segera terbang menuju kediaman putri Dewi sumayi, di mana salah satu jendela tidak pernah tertutup, tepatnya di kamar pribadi putri Dewi sumayi.


Putri May lien Sampai di pintu gerbang belakang istana, di sana terlihat pangeran Shun Land berdiri keheranan, melihat semua isi istana memandang penuh haru.


Sang Ratu SHI khal, perdana menteri Jhasun, panglima Shu khal, tetua Sri khal, Boma dan sang ibu angkatnya, kepala pengawal istana Djata dan Mawinei putrinya.

__ADS_1


Semua menatap penuh haru, dan penuh seribu pertanyaan di setiap tatapan mereka.


Ketika semua terdiam, dan kebingungan melanda pangeran Shun Land.


Tiba-tiba......


Seorang gadis cantik berkulit putih mulus, berlari dan langsung memeluk pangeran dengan tangisan meledak di dada sang pangeran.


Pangeran Shun Land, masih dalam kebingungan, tapi tidak berbuat apa membiarkan tangisan itu mereda, hanya tangannya membalas pelukan itu, dan mengusap punggung yang sesenggukan.


"Jangan lagi tinggal aku dalam kecemasan, aku rela menukar nyawaku demi memastikan keselamatan kakak" hanya itu yang keluar dari mulut putri May lien, di sela tangisnya yang mulai mereda


Semua mendengar ucapan putri May lien,


Sang Ratu saling pandang dengan perdana menteri Jhasun, panglima Shu khal dengan tetua Sri khal, Boma saling tatap dengan mawinei walau sedikit ada jarak.


"Hey hey sudah lah aku tidak apa, aku sudah ada di depan mu tidak kurang sesuatu apa pun, lagian aku hanya pergi beberapa hari, bukan pergi satu windu lamanya" pangeran berbicara sambil memegang kedua bahu putri May lien, dan menatap menyakinkan.


"Lihat tuh putra mu, dia begitu lembut dan perhatian, juga begitu romantis, menghadapi seorang perempuan, tidak seperti mu, lembut kalau ada maunya saja" sang Ratu bicara spontan, membuat mata semua tertuju padanya dan perdana menteri Jhasun.


"Sini sayang apa kau ingin aku gendong" perdana menteri Jhasun sambil membentangkan tangan.


Semua tertawa keras melihat kejadian seperti ini, yang jarang terjadi.


Tetua Sri khal berujar....


"Kasihan keponakan ku tidak ada yang menyambut, untuk masuk, mungkin perutnya sangat lapar"


Ucapan tetua Sri khal menyadarkan semua orang.


Pangeran Shun Land, menghampiri bunda Ratu dan perdana menteri Jhasun, lantas berlutut hormat.


"Maaf bunda dan ayahanda, Shun land selalu membuat kalian khawatir" lalu berbalik ke kiri menghampiri ibu kameng sang ibu angkatnya, lantas memeluk erat dan berkata.


'ibu maafkan Shun, Shun ingin di pelukan ibu, Shun lelah" anak itu menangis di pelukan ibu susunya sekaligus ibu angkatnya, terlihat kuat hubungan mereka.


Ini terjadi karena, air susu yang di minum saat bayi, di saat itu proses penting pertumbuhan anak, menjalin rasa dan perasan kefamili di alam bawah sadar, anak tersebut dengan sang ibu.


Melihat itu sang Ratu SHI ada rasa iri di hatinya.


...****************...


like and komennya, untuk pertumbuhan tulisan ini.

__ADS_1


terima kasih para sahabat NOVELTOON.


Salam Nusantara 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2