LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
419. Sang Garuda 20. Wisnu Wardana pelabuhan Canggu


__ADS_3

Seorang masuk ke kedai menghampiri Kebo Irang lalu orang tersebut membisikkan sesuatu. "Kakang yang berada di depan kakang adalah Raja Galuh Sindula, mungkin sedang mencari informasi tentang Tuan Wisnu Wardana, saya melihat di tepian hutan tunggangannya Sang Burung besar Rajawali".


"Terima kasih Wicakra". Kebo Ireng memanggil orang tersebut Dengan Nama Wicakra dia adalah salah satu anak buah kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana.


Wicakra duduk di dekat Kebo Ireng. "Tuan pendekar siapakah sebenarnya tuan pendekar ini". Kebo Ireng bertanya. Shun Land tersenyum karena dengan ajian Saipi Angin bisa mendengar melalui udara maupun sangat pelan.


"Tuan Kebo Ireng saya adalah Jaya Sempurna Raja Galuh Sindula, datang kemari ingin mengetahui perselisihan Lembu Marunda dengan kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana, sekarang saya sudah tahu hal yang sebenarnya ini salah paham, pangeran Sanjaya triloka yang saya tugaskan untuk mengepalai pembangunan benteng pertahanan di setiap pelabuhan tidak mengetahui pelabuhan yang ada di dalam perairan sungai Brantas".


Mereka berlima langsung berlutut dan memberi salam sembah bakti pada Raja Agung Galuh Sindula yang berkuasa saat ini. Semuanya yang ada di kedai itu mengikuti Kebo Ireng yang berlutut begitu pula pemilik kedai dan ketiga pelayan nya.


"Bangunlah ini bukan istana saya kurang senang dengan hal demikian, silahkan semuanya duduk kembali dan pesan apa yang kalian inginkan untuk malam ini saya yang membayar, sekaligus rasa permintaan maaf karena saya seorang bukan raja yang baik". Shun Land berkata dengan nada rasa menyesal.


Ini adalah berkah untuk pemilik kedai karena kedatangan Shun Land kedainya Kadi ramai, dengan singkat kedai itu penuh dengan pengunjung, para penduduk dan pendatang berduyun-duyun ingin berjumpa langsung dengan seorang pendekar Legenda Rajawali Api dan seorang raja besar.


Nama pendekar Legenda Rajawali Api sangat melekat di hati masyarakat luas sejak pertarungan mengalahkan Mara Deva yang berdampak keseluruh Negri Sundaland, dampak yang sangat jelas terlihat adalah tidak adanya pungutan pajak yang berlebihan dari kekuasaan Mara Deva dan anak buahnya yang sering semena-mena.


"Paman Kebo Ireng tolong utus anak buah paman untuk memberi tahu kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana bahwa saya akan berkunjung besok pagi agar tidak salah pengertian". Shun Land memerintahkan Kebo Ireng untuk memberi kabar pada Wisnu Wardana.


(NB.... Menurut catatan prasasti Wisnu Wardana adalah Raja Majapahit yang membangun pelabuhan Canggu). Perlu di ingat lagi bahwa cerita ini hanya fiksi belaka, dan bercerita pada jaman awal peradaban setelah Sundaland sebagian tenggelam oleh Bencana letusan gunung berapi Toba, hanya saja Author membuat nama tempat dan tokoh dari kerajaan-kerajaan yang ada, untuk sedikit mengingat pelajaran sejarah masa SMP yg sudah lama kita lupakan. )

__ADS_1


"Baik sang Prabu Jaya Sempurna saya akan mengutus Wicakra untuk memberikan kabar pada tuan Wisnu Wardana" Kebo Ireng menjawab dengan singkat lalu melirik ke Wicakra. "Kau yang paling cepat beri kabar pada tuan Wisnu Wardana segera, Jaran Abang kau temani Wicakra ke Majakarta".


Kebo Ireng langsung memerintahkan Wicakra dan Jaran Abang. Pelayan kedai sangat sibuk melayani permintaan para tamu yang terus berdatangan. Shun Land dan Kebo Ireng dan kedua anak buahnya pindah ke tengah kedai yang tadinya duduk di ujung. agar mudah di lihat".


"Paman Kebo Ireng pelabuhan ini tetap akan di bangun benteng pertahanan dan pengungsian ruang bawah tanah yang akan di mulai besok yang di pimpin oleh Kepala Bangsawan Osing paman Lembu Marunda. Tetapi tidak mengganggu pembangunan pelabuhan Canggu yang sudah di bangun kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana".


Shun Land menceritakan rencananya untuk tetap membangun benteng pertahanan di pelabuhan Hujung Galuh dan pengungsian ruang bawah tanah di setiap pelabuhan besar dan kecil di seluruh pantai Utara Sunda Dwiva. Shun Land pun meminta pada para penduduk untuk membantu pembangunan ini.


Shun Land meneruskan bicaranya.


"Saya memohon kepada para penduduk untuk membantu pembangunan ini, sekarang ini kita sedang menghadapi kekuatan Mara Deva yang bangkit kembali menggunakan tangan kakak saya Pangeran Jaya Lelana atau Kakang Shan land, mereka ingin negri ini di bawah kekuasaannya andaikan ini terjadi kita akan di rampas kebebasan kita dan di perlakukan dengan kejam seperti dulu lagi, mari kita bahu membahu untuk mempertahankan kebebasan dan tanah air kita dari orang-orang bangsa kita sendiri yang mempunyai hati seperti iblis yang bertubuh manusia".


"Hidup Raja Galuh Sindula.....!!!". Shun Land mendengarkan ini dan melihat semangat para penduduk sangat terharu hatinya. Sebagai manusia biasa Dalam hati kecil Shun Land ada sedikit rasa kekhawatiran tidak bisa menghantarkan kearah kemenangan harapan seluruh negeri.


Shun Land cepat-cepat membuang kekhawatirannya dan kembali lagi ke jati dirinya bahwa manusia hanya seonggok tulang, daging, kulit dan darah yang di masuki roh-roh kehidupan lalu bersemayam roh penggerak yang disebut Roh manusia.


Shun Land yang berniat malam itu langsung berkunjung ke wilayah Majakarta tetapi di urungkannya setelah mendengar keterangan dari Kebo Ireng situasi keadaan ini, Kebo Ireng selain menceritakan masalah kekecewaan Wisnu Wardana.


Kebo Ireng juga menceritakan bahwa Kepala wilayah Majakarta Wisnu Wardana tidak bermaksud merebut pelabuhan Hujung Galuh dari Ketua Bangsawan Osing Lembu Marunda, sekarang ini dia di tugaskan menjadi keamanan di sini kerena tidak ada kemanan dari pihak Bangsawan Osing yang menjaganya hingga sering kali terjadi kerusuhan dan tindakan pemerasan bagi para pedagang dari luar daerah ataupun para nelayan setempat hingga Wisnu Wardana mengutusnya menjadi keamanan di sini.

__ADS_1


Shun Land mulai menyadari bahwa nama pendekar Legenda Rajawali Api sangat melekat di hati para rakyat sebagai simbol dari kebenaran dan keadilan sekaligus sebagai penyemangat mental rakyat yang lama di tindas oleh kekuasaan Mara Deva dan seluruh kaki tangannya.


Hari semakin malam dan Pajar kecil sudah mulai terlihat di ufuk timur bersaman itu Shun Land bicara memalalui tetepatinya ke pada Sang Legenda Rajawali Api.


"Apa kau ingin pamer maka sekarang lah saatnya, kau datanglah ke pelabuhan di depan halaman lelang, jangan lupa tunjukan pada para rakyat ku kekuatan api mu di udara pelabuhan Hujung Galuh ini".


Sang Legenda Rajawali Api yang sedang bertengkar di atas pohon tumbang terheran mendengar suara sang sahabat yang tidak biasanya tetapi Sang Legenda Rajawali Api tidak ambil pusing dirinya langsung melesat ke angkasa meliuk-liuk memutari angkasa pelabuhan Hujung Galuh dengan apinya yang berkobar di setiap bulunya.


Para penduduk pelabuhan sangat terkesan dengan pemandangan yang jarang terjadi ini, bahkan dalam seumur hidup mereka baru kali ini menyaksikan mahluk mitos menjadi kenyataan di depan mata mereka.


------*****-----


Trim's buat semua sahabat Noveltoon yang telah mengikuti cerita LRA ini. Terima kasih atas Like, Komen dan Support nya berkah dan sehat selalu Buat kalian semua.


semoga saja Cerita LRA sampai pinis sesuai yang di harapkan,


Ingat kita adalah Bangsa yang besar dan akan selalu besar di sepanjang peradaban manusia sampai akhir nanti.


Salam Nusantara

__ADS_1


Salam Garuda perkasa.


__ADS_2