LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
229. Shun Land menjajal kehebatan pangeran Agam.


__ADS_3

Sang legenda Rajawali Api melintas di atas angkasa dataran Swarnabumi menuju Utara kepakan sayapnya menimbulkan suara gemuruh memecah angkasa.


Di punggung sang Legenda 3 orang duduk dengan pemikiran yang berbeda bermain di alam angannya.


"Garuda apa kau mengetahui wilayah Toba Samosir kata orang itu daerah laut kecil yang di tengahnya ada pulau Samosir".


Terdengar di batin sang Rajawali Api. "Kau ini sangat menyepelekan pengalaman ku yang sudah ribuan tahun hidup".


Jawab sang legenda dengan nada pongahnya.


"Yang aku tanyakan kau tahu tidak wilayah Toba Samosir bukan menyepelekan mu jawab saja tahu atau tidak kok ribet jawab itu saja". Shun Land bicara dengan nada tinggi.


"Semenjak kau kenal dengan gadis ini kau pemarah sekali, aku tahu bahkan sampai kedalam laut kecil itu aku tahu puas kau".


Sang legenda menjawab dengan nada yang sama.


"Kau ini cuma besar mulut ngaku tahu tapi mengapa kau melewati laut kecil itu". Shun Land bicara sambil menunjuk ke belakang.


"Kau ini cerewet sekali hingga aku tak konsentrasi dasar raja cerewet kaya nenek nenek".


"Sudah aku turun sendiri bawa mereka berdua mengikuti ku". Setelah bicara Shun Land melayang di udara lantas meluncur ke bawah.


Putri Serindang bulan jadi menjerit histeris melihat Shun Land meluncur kebawah.


"Kak Shun Land......!!!".


"Dasar tukang pamer agar para gadis bersimpatik gak jaman raja cerewet". Suara sang Rajawali Api menggema di batin Shun Land.


Sang legenda Rajawali api mengikuti arah Shun Land meluncur tapi sayang tidak karena banyak pepohonan yang tinggi dan rimbun hingga tidak mengetahui di mana Shun Land mendarat.


Shun Land mendarat di tepi hutan terlihat beberapa rumah Berdiri megah, rumah-rumah itu terbuat dari kayu besi.


Shun Land berjalan menelusuri jalan setapak menuju gerbang samping di sana ada pelataran luas beberapa orang-orangan terbuat dari jerami berdiri.


Tiga orang sedang berlatih ilmu pedang yang dua perempuan dan yang satunya laki-laki seumuran Shun Land.


"Pangeran Agam dan kedua adiknya tapi di mana Dewi langit yang datang ke istana ku". Shun Land bergumam dalam hati.


Saking seriusnya mengamati ketiga orang yang sedang berlatih pedang Shun land tidak menyadari di belakangnya ada dua pasang mata yang mengamati.


"Dasar raja mata jereng tidak boleh melihat wanita bening". Terdengar suara sangat dekat di samping telinga Shun Land.


Shun Land menengok ke kanan tapi tidak ada orang karena pemilik suara merendahkan tubuhnya.


Shun land menengok ke kiri tidak di sangka pipi Shun Land menyentuh bibir merah merekah milik putri Serindang bulan yang ikut melihat kedepan dengan badan sedikit ke belakang secara otomatis wajahnya dekat dengan Shun Land.

__ADS_1


Wajah cantik putri Serindang bulan memerah menahan rasa malu tapi hatinya sangat berbunga-bunga.


"Maaf tak sengaja". Hanya itu yang keluar dari mulut Shun land.


"Aah bisa aja raja ngeres otaknya, tidak putri pasti di sengaja". Boma yang duduk jongkok menimpali seenaknya.


"Kalian berdua diam di sini aku akan memberi kejutan pada pangeran Agam".


Setelah bicara Shun land meminta sapu tangan pada putri Serindang bulan.


Setelah menutup wajahnya dengan sapu tangan Shun Land langsung melesat ke tiga orang yang sedang latihan.


"Inikah para pendekar muda dari Bangsawan Samosir yang terkenal mumpuni itu, aku ingin menjajal kehebatan kalian, kalian harus serius kalau tidak kalian akan ku buat cacat Hahahaha". Shun Land berkata sangat keras dengan nada yang meremehkan.


Adik pangeran Agam yang pertama putri Angiat mendengar ucapan yang arogan dan nada meremehkan dirinya dan kedua saudaranya.


Tanpa pikir panjang putri Angiat menyerang dengan jurus susuk rembulan, pedangnya meluncur cepat kearah dada Shun Land.


Shun Land dengan menggeser badan ke kanan sedikit dan menghadang langkah kaki kanan putri Angiat dengan lutut.


Alhasil tubuh putri Angiat terdorong ke depan tapi putri Angiat bukan pendekar kelas teri dia bisa dengan cepat merubah gerakan pedangnya menyabet ke samping kanan kearah leher Shun land.


Shun land yang telah menguasai ilmu saipi angin dengan kecepatan yang sukar di ikuti putri Angiat memutar tubuhnya ke belakang tubuh putri Angiat dengan di barengi menyodorkan kaki kanannya ke depan dan mengena kuda-kuda putri Angiat.


Putri Angiat hilang ke seimbangan tubuhnya terjengkang ke belakang, hingga badan belakangnya bersandar di dada Shun Land dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah Shun land.


Putri Serindang bulan melihat adegan itu wajahnya memerah ada rasa panas di dalam dadanya seakan mau meledak


Shun land mendorong badan putri Angiat hingga kembali berdiri tegak.


Putri Angiat merasa di remehkan amarahnya meledak langsung bersiap menyerang dengan jurus susuk rembulan tingkat ke tiga.


Sebelum serangan itu terjadi pangeran Agam melesat ke depan putri Angiat dengan membelakangi.


"Cukup adik dia bukan lawan mu biar kakak yang menghadapi".


"Ki sanak ada urusan apa ki sanak menyerang kami ada masalah apa tolong jelaskan hingga tidak saling menyerang tanpa ada alasan yang kuat".


Pangeran Agam yang kepribadiannya tenang berkata dengan nada tidak ada permusuhan.


"Hahaha pangeran Agam memang kita tidak ada masalah aku kesini hanya ingin menjajal ilmu Kanuragan Bangsawan Samosir, aku sudah lama tidak bertarung serius, sekali lagi aku hanya ingin bertarung bersiaplah aku tidak main-main".


Shun Land sengaja seperti sangat serius agar pangeran Agam mengeluarkan segenap kekuatannya.


Shun land mengeluarkan aura kekuatan airnya, Shun Land sengaja tidak mengeluarkan aura kekuatan apinya takut pangeran Agam menggenapinya.

__ADS_1


Shun Land memperagakan pembuka jurus Naga Kahyangan yang belum pernah di peragakan di kompetisi olah Kanuragan di kerajaan Kutai.


Pangeran Agam segera memasang kuda-kuda memperagakan gerakan pembuka dari sebuah jurus.


Shun Land melihat dengan seksama dengan sekali lihat Shun land bisa mengenal jurus yang di gunakan pangeran Agam.


"Jurus tapak harimau kumbang siapa sebenarnya leluhur Bangsawan Samosir ini". Hati Shun Land bergumam.


"Tahan serangan ku ini pangeran Agam"


Shun land menyerang dengan jurus Naga bertapa tingkat pertama.


Walau dengan tangan kosong jurus Naga bertapa dari kitab Naga Kahyangan sebuah jurus yang sangat mematikan.


Pangeran Agam mengimbangi dengan jurus tapak harimau penghancur raga jurus ke dua dari kitab tapak harimau kumbang.


Mereka saling serang dan menghindar sengaja Shun Land hanya mengimbangi pangeran Agam.


"Hanya segini kemampuan mu pangeran dari bangsawan Samosir sangat mengecewakan ku yang datang dari jauh hanya bertarung bagaikan latihan". Shun land memprovokasi agar pangeran Agam mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Sedikit demi sedikit pangeran Agam amarah nya bangkit juga.


Dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya pangeran mengeluarkan jurus pamungkas dari kitab tapak harimau kumbang.


Jurus tapak harimau penghancur langit dan bumi tingkat akhir di keluarkan pangeran Agam.


Shun Land masih santai dan tenang dengan senyuman tanpa beban lalu berkata.


"Sedari awal pangeran kau mengunakan Jurus pamungkas ini mungkin akan berbeda hasilnya tapi sayang jurus jurus tapak harimau mu masih mentah, baik kita akan mempercepat pertarungan ini".


Shun Land lagi-lagi mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat kedua adik pangeran Agam sangat jengkel kalau bukan karena pangeran Agam melarang ikut dalam pertempuran sudah pasti keduanya turun ke arena pertarungan.


Pangeran Agam melesat cepat dengan kedua tangan di depan lingkaran kekuatan tenaga dalam berwarna kekuningan membungkus kedua telapak tangan pangeran Agam mengarah lurus ke dada Shun Land.


Dengan santai Shun Land menghalau serangan itu dengan tangan kiri yang di dorong ke depan, tidak terlihat tangan itu mempunyai kekuatan yang dahsyat.


Tetapi ketika bertangan kiri Shun Land berbenturan dengan serangan pangeran Agam terdengar suara dentuman keras debu-debu berterbangan.


Pangeran Agam terpental sejauh lima Depa tangan orang dewasa, sedangkan Shun Land diam berdiri sambil menepuk-nepuk debu yang ada di baju depannya.


Sosok wanita berkelebat menahan tubuh pangeran Agam yang akan terjatuh ke tanah.


"Terima kasih adik Dewi". Pangeran Agam berkata setengah berdiri tegak.


Tanpa banyak bicara yang di sebut adik Dewi menyerang dengan langkah ringan tanpa beban pedang matahari pusaka tingkat langit yang di gunakan gadis tersebut meliuk-liuk menyerang Shun land tanpa jeda.

__ADS_1


_______*****_______


__ADS_2