LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
287. Jaya Sempurna 20. Ritual Topongrame sangat berat di jiwa dan rasa.


__ADS_3

Permaisuri Dewi Sumayi menerima pasrah bagai manapun keputusan sang kakak misannya yang paling bijaksana dan penuh perhitungan.


Panglima pasukan khusus senyap Ki Bajul pakel dan pangeran Sanjaya triloka pergi meninggalkan istana untuk langsung mengawasi penginapan Kembang Tanjung.


Shun Land berjalan kebelakang istana keadaan hari yang sudah mulai gelap membuat kehadiran Shun Land tidak mudah di ketahui.


Shun Land meloncat dari atap ke atap yang satu ke atap yang lain hingga sampailah di kediaman permaisuri May Lien. Di depan kediaman Lodaya dengan setia menemani permaisuri May Lien.


Shun Land dengan cepat menghampiri sang sahabat, Lodaya berdiri dan mengeluarkan kepalanya ke dada Shun Land, dengan lembut Shun Land membelai kepala sang sahabat dengan jasanya Shun Land bisa hingga sekuat ini, andaikan pada waktu itu sang Lodaya tidak membawanya ke gua pinggir danau biru niscaya Shun Land hanya seorang manusia biasa yang tidak mempunyai kemampuan dan kekuatan seperti sekarang ini.


"Geerrrrrrrrr........."


Lodaya menggeram sedikit keras permaisuri yang sedang tiduran memikirkan orang yang di cintainya terbangun tidak biasanya Lodaya mengeluarkan suara keras hanya ketika ada orang yang datang dia menggeram keras.


Permaisuri May Lien segera keluar sekilas ada yang berkelebat ke atas, dengan segera permaisuri May Lien ke halaman dan mendongak ke atap kediamannya sayang karena hati sudah gelap tidak terlihat apapun.


Shun Land melihat permaisuri May Lien dari atap dirinya menahan nafas dan membuang pelan-pelan sekaligus membuang beban jiwa yang berat walau pun dekat dia tidak bisa merengkuh orang yang pertama mengisi relung hatinya.


Shun Land pun hinggap di atas kediaman Boma yang berada di belakang istana di dalam nampak Boma dan Mawinei yang sedang bergembira karena mendapat empat peti koin emas dari permaisuri Sari tungga dewi dan permaisuri Dewi Sumayi.


"Sehat selalu kak belum saatnya kita berjumpa maafkan aku istri-istri ku yang tidak bisa menemui kalian" suara hati Shun Land penuh beban jiwa yang berat.


Ketika Shun Land akan melesat pergi kembali ke penginapan dua orang berjalan di iring dua pelayan istana mereka berjalan sambil membicarakan sesuatu.


"Kakak permaisuri Dewi sebenarnya ada apa kakak permaisuri Sari pergi dari istana". Putri Serindang bulan bertanya pada permaisuri Dewi Sumayi.

__ADS_1


Merdeka berdua adalah putri Serindang bulan dan permaisuri Dewi Sumayi pulang dari kediaman putri Dian Prameswari dwibuana untuk membicarakan kerajaan-kerajaan kecil yang bernaung ke kerajaan Tarumanegara.


Hati Shun Land bagai di tarik keluar dan di iris-iris kecil mendengar suara putri Serindang bulan yang masih setia menunggu dirinya.


Shun Land segera melesat pergi ke penginapan pada saat itu Lasmini pulang dari berkeliling sambil membawa beberapa kotak belanjaan.


Lasmini membuka pintu pelan-pelan takut mengganggu Shun Land yang beristirahat pikir Lasmini Shun Land berada di dalam. Begitu pintu terbuka mata Lasmini terbelalak melihat tempat tidur yang di hias begitu indah di atas kasur bertabur berbagai bunga yang harum semerbak di tengah pembaringan ada dua buah kotak kayu indah.


Kedua pelayan yang mengantar Lasmini ikut takjub dan merasa iri akan keberuntungan Lasmini mempunyai suami yang kaya dan sangat romantis.


"Nyai Lasmini sangat beruntung mempunyai suami yang gagah, tampan juga sangat romantis selain kaya raya dan memperlakukan nyai bak seorang putri, andai aku di tawari menjadi yang kelima atau yang ke enam saya tidak keberatan". Seorang pelayan yang masih muda berkata menggoda Lasmini.


"Bila kau berani menggoda suami ku, aku akan membuat diri mu menjadi jangkrik hahahaha". Lasmini menimpali candaan pelayan dan tertawa renyah.


Lasmini berjalan ke arah kamar mandi Shun Land yang tidak kelihatan dia pun melihat ke bawah ke depan penginapan melalui jendela tetapi tidak menemukan Shun Land.


Lasmini cemberut sambil melangkah mendekati dan duduk membelakangi Shun Land sambil berkata. "Tadinya Lasmini ingin menunjukkan sesuatu pada kakang tapi tidak jadi aah kakang membuat jantung ku jatuh, Lasmini rasa kakang meninggal Lasmini".


"Ayolah jangan merajuk kakang cuma bercanda jangan marah Doong, kalau marah nanti cantiknya hilang". Shun Land menjawab sambil mencolek pinggang Lasmini.


"Iiih kakang genit emang Lasmini wanita apaan di colek-colek". Lasmini bicara tanpa memalingkan wajahnya.


"Emang neng Lasmini maunya di apakan oleh kakang" Shun Land pura-pura bloon.


"Lasmini maunya di peluk kakang tidak peka". Sambil bicara Lasmini menyandarkan badannya ke dada Shun Land yang duduk bersandar di pembaringan.

__ADS_1


Shun Land memeluknya dengan lembut walau pun hatinya yang terbayang permaisuri May Lien.


"Kakang Lasmini sangat mencintai kakang jangan meninggalkan Lasmini yaaa, Lasmini tau kakang belum bisa mencintai Lasmini tapi Lasmini tidak perduli yang penting Lasmini selalu di samping kakang. Berjanjilah kakang tidak akan meninggalkan Lasmini" Lasmini berkata sambil mendongak menatap Shun Land dengan wajah sendu.


Shun Land menarik nafas dalam-dalam sambil mengangguk mengiyakan apa yang Lasmini katakan. "Awas kalau bohong Lasmini kejar sampai ke liang belut yang lain". Lasmini berkata sambil tertawa bahagia.


Kejadian selanjutnya silahkan pembaca merangkainya sendiri hihihi.


Malam berlalu cepat tengah malam telah terlewat di dalam kamar Lasmini tidur dengan pulas sehabis berolahraga dengan suaminya, Shun Land masih terjaga tapi matanya terpejam.


Seorang pendekar wanita mengendap-endap masuk ke kamar Shun Land entah dari mana mendapatkan kunci gandanya. Pendekar itu langsung menempel pedang ke leher Shun Land sambil berkata pelan.


"Bangunlah jangan berpura tidur ikuti aku atau perempuan mu ini akan mati sebelum bangun dari tidurnya".


"Aku akan menuruti apa mau mu tapi jangan kau sentuh istriku atau aku ratakan penginapan ini dengan tanah". Shun Land menjawab sambil mengeluarkan aura air yang sangat dingin.


Pendekar wanita itu sedikit mundur merasakan aura sangat dingin menusuk tulang lalu berkata "baik cepat pakai pakaian mu".


Shun Land dengan santai berpakaian walau hatinya menjerit setelah mendengar suara pendekar itu dan melihat wajahnya, sekilas terlihat di sudut mata pendekar wanita itu ada butir air mata.


"Ikuti aku.....". Pendekar wanita itu melesat keluar melalui jendela di ikuti Shun Land. Pendekar wanita itu berhenti di pinggir kota dekat hutan tempat biasa sang Rajawali Api turun.


"Apa sebenarnya maksud adik Shun Land menyiksa kami bertiga begini apa karena wanita itu" pendekar wanita itu berkata sambil membelakangi Shun Land.


"Hahahaha apa maksud mu berkata demikian apa jangan-jangan karena wajah ku yang kokon sangat mirip raja Shun Land yang kaya orang ganteng tapi sedikit sotoy". Shun Land menjawab dengan logat bahasa yang berbeda dari biasanya.

__ADS_1


Permaisuri Sari tungga dewi mengerutkan dahinya mendengar gaya bicara pendek yang mirip dengan Shun Land, tetapi hati panas orang yang di sanjung dan dia hormati serta cintai disebut sotoy.


-----------&&&&----------


__ADS_2