LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
263. Kepintaran pangeran Shan land dalam berpolitik.


__ADS_3

Pangeran Jaya lelana menjelaskan panjang lebar agar pangeran Khal Shugal mengerti yang dia maksudkan.


"Dengan cara apa adik menyingkirkan pangeran Sanjaya triloka istrinya juga mempunyai kekuatan di istana ini dia juga sebagai pemegang keuangan kerajaan".


Pangeran Khal Shugal mempertanyakan bagai mana cara menyingkirkan pangeran Sanjaya triloka yang menjabat panglima pasukan khusus senyap.


"Itu mudah kakang....!!! buat keuangan kerajaan menjadi min, aku akan memerintahkan orang kepercayaan ku untuk tidak menyetor pajak pada kerajaan secara langsung tetapi mereka harus menyetor pada utusan ku dengan alasan darurat kepada setiap daerah di wilayah kita, setelah itu kita adakan musyawarah untuk mengatasi ini dan keputusannya adalah membubarkan pasukan khusus senyap untuk mengurangi pengeluaran kerajaan, semua pasukan khusus senyap untuk sementara di bawah kendali ku dengan alasan keamanan istana lebih di tingkatkan".


Walau pun belum lama menjadi Raja perwakilan Shun Land pangeran Shan land atau pangeran Jaya lelana sangat pintar bermain politik, kepintaran sang ibu Ratu SHI khal juga menurun pada pangeran Shan Shan bukan hanya menurun pada Shun Land.


Dalam hati pangeran Khal Shugal mengakui kepintaran pangeran Kaya lelana dia mengangguk mengerti kemudian berkata.


"Lalu bagai mana dengan pangeran Sanjaya, akan kau tempatkan di mana hingga rencana ini tidak menimbulkan kecurigaan".


Mendengar pertanyaan ini pangeran Jaya lelana tersenyum lalu berkata menjelaskan.


"Pangeran Jaya lelana dan istrinya akan aku utus untuk melaporkan pada adik Shun Land yang ada di kerajaan Tarumanagara di daratan luas Dwipa, dan posisi tetua keuangan akan di jabat orang-orang ku".


Pangeran Jaya lelana menerangkan dengan singkat dan jelas konspirasi untuk melengserkan pangeran Sanjaya triloka dan putri Sanja adik dari pangeran Dehen.


Akhirnya mereka berdua mencapai kesepakatan setelah itu mereka berjalan menuju ke belakang untuk latih tanding.


Pangeran Khal Shugal sudah bersiap dengan jurus cakar singa lodra sedangkan pangeran Kaya lelana mempraktekan jurus panca Braja pemberian Brajamusti.


Pangeran Jaya lelana mengeluarkan aura tenaga dalamnya, untuk saat ini berkat berlatih tehnik dari kitab Saipi pemberian Pancasiksa tenaga dalam pangeran jaya lelana meningkat drastis.


Pangeran Khal Shugal mundur satu langkah melihat perubahan tenaga dalam pangeran Jaya lelana, dengan hati-hati pangeran Khal Shugal menyerang lebih dahulu.


Jurus Cakar singa lodra ada lima, jurus pertama singa mengoyak mangsa di gunakan pangeran Khal Shugal menerjang ke arah pangeran Jaya lelana.


Dalam hal ini pangeran Jaya lelana yang telah menguasai jurus Panca Braja dengan tenang menghindar dari serangan pangeran Khal Shugal dengan mudah.


Jurus panca Braja adalah ciptaan Aji Raksa murid dari Suda Paksi, sedangkan jurus Cakar singa lodra ciptaan Singa lodra kakak seperguruan Aji Raksa, kedua jurus ini sama-sama mengunakan kekuatan api.

__ADS_1


Jurus panca Braja mempunyai arti lima Braja, Braja adalah batu meteor yang jatuh.


Lima jurus Braja adalah.



Braja jatuh ke bumi.


Braja bersinar.


Braja membelah bumi.


4.Braja Berjatuhan.


Braja Berkobar api.



Jurus panca Braja telah di kuasai oleh pangeran Jaya lelana dengan sempurna karena sebelum berlatih dengan panca Braja pangeran Jaya lelana telah mempunyai ilmu Kanuragan yang cukup tinggi dari bapak angkatnya Ki Rangga Wisesa di perguruan Cimaya.


Pangeran Khal Shugal meningkatkan kecepatan menyerangnya tetapi lagi-lagi pangeran Shan land menghindar dengan tenang dan mudah di sini perbedaan tenaga dalam yang jauh berbeda.


Pangeran Khal Shugal yang hanya mencapai tenaga dalam 30.000 lingkaran, sedangkan pangeran Shan land telah mencapai 50.000 lingkaran.


Pangeran Khal Shugal merasa peningkatan tenaga dalam pangeran Shan land sangat luar biasa ini membuat ketertarikan yang lebih ingin berguru bersama pangeran Shan land.


Perlahan-lahan kedua lengan pangeran Shan land merah membara dalam satu kesempatan pangeran Shan land menyerang balik secara tiba-tiba kearah ulu hati pangeran Khal Shugal.


Pangeran Khal Shugal yang dalam posisi menyerang dengan jurus cakar singa lodra jurus yang ke tiga sulit untuk menghindar mau tidak mau dia harus menahan dengan jurus cakar singa lodra.


Benturan keras terjadi efek benturan sampai bumi bergetar di sekitar area latih tanding.


Tetua Khal San ayah pangeran Khal Shugal dan sang ibu Dewi Iswari yang berada di dalam kediamannya tidak jauh dari kediaman pangeran Khal Shugal terkejut dengan suara dentuman dua kekuatan tenaga dalam dan getaran yang di timbulkan dua kekuatan itu berbenturan.

__ADS_1


Mereka berdua segera melesat ke luar kediaman lalu menuju asal suara tersebut.


Saat itu pangeran Khal Shugal terpundur 4 depa dan pangeran Shan land terpundur satu Depa.


"Saya rasa latihan ini cukup sampai di sini adik Shan land sungguh luar biasa hanya beberapa bulan kekuatan tenaga dalam telah melewati kakang mu ini".


Pangeran Khal Shugal memuji sang adik sepupu pangeran Shan land dengan pakta yang ada.


"Ini lah yang ingin saya tunjukkan pada kakang Khal Shugal berkat Bingbing sang guru baru kita akan meningkatkan ilmu olah Kanuragan mencapai titik tertinggi, kakang ingat kita sama-sama dari keturunan sang Leluhur Raja agung Jatiraga saya yakin kita bisa maju berkembang dengan pesat bersama".


Pangeran Shan land berkata penuh berapi-api menyemangati sang kakak sepupu pangeran Khal Shugal.


Tetua Khal San dan istri Dewi Iswari bertepuk tangan sambil berjalan perlahan mendekati mereka berdua, Dewi Iswari memberi pujian lebih dulu.


"Ibu sangat senang melihat kalian berdua akur dan kompak untuk maju bersama kerajaan Kutai Martadipura sangat bangga mempunyai pangeran-pangerannya seperti kalian".


Keduanya melirik ke asal suara setelah melihat siapa yang datang keduanya lantas berlutut dan memberikan salam hormat pada tetua Khal San dan istri Dewi Iswari.


"Bangunlah kalian memang harus seperti itu bisa saling menjunjung satu sama lain, teruskan kami akan kembali, mari nyai kita teruskan minum teh kita".


Tetua Khal San berkata dan langsung membalikkan badannya sambil meraih tangan sang istri Dewi Iswari.


Tetua memilih langsung menjauh dari mereka berdua dia dan sang Istri tidak mau mengganggu mereka berdua yang sedang berlatih ataupun pembicaraan tentang pemerintahan.


Tetua Khal San sudah pensiun dari masalah pemerintahan mereka berdua menyerahkan sepenuhnya pada yang lebih muda.


Daratan luas Nusa kencana (Kalimantan) setelah berdirinya kerajaan Kutai Martadipura wilayahnya semakin meluas bahkan sampai semenanjung Malaka.


Kebesaran ini semakin meluas ketika geger pertarungan antara raja muda Shun Land dan junjungan Mara Deva yang di menangkan Shun Land.


Wilayah yang berdekatan dengan kerajaan Kutai Martadipura segera merapat menyatakan ikut bergabung kepada kerajaan Kutai Martadipura mereka ikut bergabung dan sumpah setia karena merasa kerajaan Kutai Martadipura di bawah kekuasaan Raja Shun Land.


_____*****_____

__ADS_1


__ADS_2