
Kota Rijang Renah Selawi menjadi heboh berita naik tahtanya seorang pendekar sakti mandraguna lebih-lebih mempunyai sifat yang welas asih kepada sesama yang menjadi booming di setiap kalangan adalah kerendahan hatinya dia mau duduk bersama dengan mereka yang hanya rakyat biasa.
 Shun Land adalah Sosok seorang raja yang sangat di inginkan sejak oleh seluruh rakyat kerajaan Rijang Renah Selawi. Sikap rendah hati dan keluhuran Budi pekerti Shun Land yang membuat keistimewaan tersendiri jangan kaum Hawa kau Adam pun sangat betah duduk bersama dengannya.
Ketiga permaisuri Shun Land dan Nyai Ratu Galuh Sindula telah kembali ke istana Galuh Purba, begitu pula Boma yang sudah lama tidak bertemu dengan anak gadis kecilnya.
Mereka semua memberikan privasi kepada pengantin baru yang mungkin akan berbulan madu, seminggu telah berlalu ketika di suatu malam Shun Land duduk di kursi di salah satu sudut ruang pribadinya.
Sedangkan putri Serindang Bulan sudah merebahkan tubuhnya di ranjang kebesaran raja dengan pakaian yang tembus pandang sangat indah untuk di pandang.
Malam semakin larut tetapi sang suami tak kunjung menghampiri putri Serindang Bulan turun dari pembaringan yang berhiaskan seprai dan kain kelambu berwarna biru muda menambah kesan romantis bagi pengantin baru.
Kaki jenjang berkulit putih bak salju menyentuh tanah berjalan semampai melenggang lenggok menghampiri Shun Land yang sedang memperhatikan dua buah peta yang di dapat dari ruang bawah tanah istana kebangsawanan Wajak.
Putri Serindang Bulan merangkul dari belakang dua buah kembar menempel lembut di bahu Shun Land, dengan kelembutan wajah yang sukar di lukisan, pipi itu menempel di pipi kanan Shun Land.
Shun Land menoleh dan merapatkan bibirnya di bibir merah jambu alami dengan lembut entah siapa yang memulai lidah mereka saling serang dengan ganasnya.
__ADS_1
Shun Land berdiri dan langsung membopong tubuh putih mulus bak tak berpakaian lalu meletakkan di pembaringan biru. Tanpa ada kata hanya bahasa gerakan mereka berinteraksi beberapa saat kemudian........
Setelah mereka berdua menyatu melepaskan rasa cinta kasih, putri Serindang Bulan berbaring memiringkan tubuhnya dengan kepala di atas dada kiri Shun Land.
"Putri kakang rasa sudah waktunya kakang berpamitan besok kakang akan pergi menelusuri peta warisan dari leluhur Sanghyang Tunggal, ini adalah sesuatu yang sangat penting, karena menurut pangeran Cakrawala warisan peta ini di khususkan buat keturunan murni yang memiliki tubuh 4 lintang ke5 Pancer yaitu kakang pribadi, maaf kan kakang tidak bisa meluangkan waktu lebih lama untuk bersama putri".
Shun Land berkata dengan matanya menerawang keatas, putri Serindang Bulan pun menjawab. "Tidak apa-apa kakang saya sudah menerima konsekuensinya bersuamikan kakang yang bukan milik putri sendiri melainkan milik rakyat seluruh negri Sundaland dan milik istri yang lainnya,...
"Putri sudah merasa sangat beruntung dan bahagia menjadi bagian dari kehidupan kakang, untuk saat ini putri sudah merasa cukup di bahagiakan oleh kakang mungkin lain waktu kita bisa melalui hari-hari bersama lagi". Putri Serindang Bulan berkata sesuai apa yang ada di hatinya.
"Putri selain pasukan khusus senyap yang di pimpin oleh Aria Wilwatikta akan ada Leluhur Harsa dan leluhur Nyai Rati akan datang kesini untuk membantu keamanan wilayah istana dan seluruh kawasan daratan luas Swarna Bumi,....
Mereka berdua pulas tertidur di dekapan kelembutan malam, tanpa ada yang bisa menahan datangnya pagi walaupun sesaat, ini bukti dari kekuasaan dan kekuatan Sang Maha Pencipta bagai mana pun tinggi ilmu seseorang yang ingin malam menjadi panjang niscaya dia akan berakhir dengan kebinasaan.
Keesokan harinya pagi-pagi Shun Land menemui mertuanya paduka raja Rijang Renah Selawi yang sekarang hidup sendiri setelah di tinggal sang istri dua tahun yang lalu. Shun Land menjelaskan maksudnya tidak ada yang di sembunyikan sedikitpun pada mertuanya.
Paduka raja Rijang Renah Selawi sangat bangga menjadi mertua Shun Land, kesaktian dan perilakunya benar-benar cerminan untuk seluruh negri.
__ADS_1
Shun Land menemui sang sahabat di halaman belakang istana, terlihat sang Legenda Rajawali Api sedang duduk paruhnys di letakkan di benteng istana.
Shun Land membelai leher bawah sang sahabat yang mengantarkan perjalanan hidupnya sejauh ini, tetapi di saat yang sama Shun Land teringat pertemuan pertama dengan sang Lodaya, waktu itu dengan sekali pukulan sang Lodaya tersungkur.
Pemikiran Shun Land sekarang merasa heran sendiri mengapa hanya dengan satu pukulan tanpa tenaga dalam sang Lodaya tersungkur dan tidak berdaya, setelah itu hanya dengan menempelkan jarinya di kepalanya seolah dirinya telah tersambung dengan jiwa sang Lodaya.
"Selama ini aku di bodohi oleh sang Lodaya, dia itu satu hewan mitologi yang mempunyai kekuatan tenaga setara dengan kekuatan tenaga dalam 50ribu lingkaran bahkan lebih kalah oleh ku yang belum menguasai tenaga dalam, benar-benar bodoh aku ini, dia pun berasal dari daratan luas Swarna Bumi ini bisa mengarungi lautan Sunda Dwiva sampai ke daratan luas Nusa kencana kalau hewan biasa tentunya tidak mungkin sampai".
Shun Land jadi mengerti mengapa dulu dirinya mempunyai jalan yang mudah untuk menguasai ilmu olah Kanuragan, ternyata selama ini dirinya telah di bimbing oleh Sang Maha Pencipta alam semesta melalui para leluhurnya yang telah merencanakan sejak dahulu kala tentang kedatangan dirinya yang memiliki tubuh istimewa empat lintang ke5 pancer.
Sekali lagi Shun Land di tunjukan bentuk kekuasaan Sang Maha Pencipta alam semesta yang tidak seorang pun di alam semesta yang menyamainya.
Lamunan Shun Land buyar ketika badannya di dorong ke oleh sayap sang Legenda Rajawali Api, "apa yang kau pikirkan hingga tidak mendengarkan suaraku, sepertinya kau berbeda semenjak terbangun dari mati suri beberapa hari yang lalu, katakan apa yang kau lalui pada waktu itu".
"Entahlah aku sendiri tidak mengerti, yang ku kutahu aku merasa ngantuk sekali dan tertidur kemudian tiba-tiba kau memanggil ku hingga terbangun". Shun Land menjawab dengan menyakinkan dirinya tidak mau sahabatnya kecewa bahwa dirinya berbohong.
Sang Legenda Rajawali Api tidak bertanya lagi walaupun hatinya merasa ada sedikit ketidak percayaan, Shun naik ke punggung sang sahabat, "antarkan aku ke istana Galuh Purba, aku ingin berpamitan pada istri-istri ku bahwa aku akan pergi ke daratan luas Sula untuk menelusuri peta warisan dari Sanghyang Tunggal aku penasan warisan apa yang sebenarnya".
__ADS_1
Sang legenda Rajawali Api tidak membutuhkan dua kali perintah langsung melesat ke udara dan meluncur ke arah timur.
______*****______