LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
215. Kehancuran istana Sundapura kerajaan Tarumanagara.


__ADS_3

Shun land turun dari kudanya lalu masuk kedalam hutan mencari kayu bakar di ikuti kedua kakak putri Serindang bulan.


Putri Serindang bulan membuka perbekalan dan menyodorkan makanan pada Shun land.


"Silahkan paduka". Hanya itu yang keluar dari mulut putri Serindang bulan, Shun land menerima sambil berkata.


Nona kita itu sama yang membedakan bila saya ada di istana saya seorang raja selebihnya kita adalah sama mahluk Tuhan semesta alam panggil lah saya seperti Nona pertama bertemu, Nona ini sangat Cantik apa di Rejang Renah Selawi seorang raja boleh beristri banyak ???".


Shun land memuji dan mengakhiri perkataan nya dengan pertanyaan entah apa maksud dari pertanyaan Shun Land.


Mendengar perkataan ini putri Serindang bulan sikapnya melunak sikapnya menjadi lembut dengan senyuman manis dia duduk di samping Shun land sampai bahunya bersentuhan.


Kedua kakak putri Serindang bulan duduk menjauh memberikan privasi pada adiknya yang sepertinya jatuh hati pada Raja muda tampan dan gagah.


Shun land tidak mengetahui istana dalam keadaan bahaya saat ini, dia sendiri malah duduk berduaan dengan seorang wanita.


Mendadak suhu naik yang tadinya dingin menusuk tulang kini mendadak sedikit hangat.


Putri Serindang bulan menyangka ini adalah perbuatan Shun land akan tetapi tebakan itu salah.


Bersama dengan itu terdengar di batin Shun land sebuah suara penuh tekanan menandakan pemilik suara sangat marah.


"Dasar raja muda penuh Nafsu sikapnya mementingkan kesenangan sendiri istana dalam keadaan bahaya malah merayu dengan bahasa yang lemah lembut, 'Nona sangat cantik apakah di Rejang Ranah Selawi apa seorang raja boleh beristri lebih dari satu' dasar Raja mesum".


Suara itu menirukan ucapan Shun land sambil di lebay lebaykan.


Shun land terdiam tidak langsung menjawab dia sangat hapal dengan suara sang Garuda Perkasa yang sedang marah karena sikapnya.


"Burung emprit perkataan mu sungguh tidak benar aku berkata demikian hanya untuk mencairkan suasana dan menghibur putri Serindang bulan yang sepertinya sedang bersedih".


Shun land membela diri, ini membuat sang Legenda Rajawali Api semakin marah.


Suhu bertambah naik dari hangat menjadi sedikit panas.


"Dasar Raja otak mesum cara menghibur tidak seperti itu, perkataan mu seolah memberi harapan padanya apa kau kurang mempunyai tiga istri yang rela mengorbankan jiwa dan raganya demi setia pada mu bila sikap mu seperti ini, ini melanggar sikap seorang kesatria".


Sang Legenda Rajawali Api berkata penuh dengan wibawa bagai seorang kesatria besar.

__ADS_1


Shun land mendengar ucapan sang Garuda Perkasa sahabatnya ini tertegun dia pun merasa sangat di pojokan, karena menurut dia waktu mengucapkan kalimat itu tidak ada indikasi untuk merayu dalam hatinya.


"Nanti kita selesaikan masalah ini lain waktu, cepat katakan bagai mana keadaan istana ku siapa yang berani menyerangnya".


Shun land mengalihkan pembicaraan.


"Armada laut Naga hitam di pimpin langsung Mara Deva menyerang kekuatan penuh dengan 250 kapal tempur besar".


Shun land berdiri tiba-tiba mendengar berita dari sang Garuda Perkasa sahabatnya dalam hatinya tidak mungkin sahabatnya berbohong.


"Putri Serindang bulan dan kakak semua aku akan segera mengantarmu pergi sampai ke Rejang Renah Selawi segera bawa keperluan yang penting saja, istana ku dalam keadaan bahaya".


"Garuda cepat antar aku ke Rejang Renah Selawi". Shun land meminta sang Rajawali Api untuk turun.


Putri Serindang bulan kaget karena secara tiba-tiba Shun land berkata tegas.


"Paduka saya ikut dengan paduka biar kedua kakak ku yang Pulang dulu ke Rejang Renah Selawi".


Putri Serindang bulan berkata dengan tegas pemikirnya kalau menuju ke Rejang Renah Selawi dulu akan memakan waktu.


Sang Legenda Rajawali Api turun dan hinggap di dekat perapian, Shun land langsung loncat naik di atas punggung sang Rajawali Api putri Serindang bulan tidak banyak berpikir dia pun ikut naik ke punggung sang Rajawali Api di belakang Shun land.


Putri Serindang bulan berkata pada kedua kakak nya.


Sang Legenda Rajawali Api dengan sekali hentakan tubuh nya melesat ke angkasa, Putri Serindang bulan yang pertama kali naik di punggung sang Rajawali Api begitu kaget secara teplek memeluk Shun Land dengan erat dari belakang.


"Dasar raja otak mesum". Suara sang Garuda Perkasa bergema di batin Shun land.


"Apa aku harus melempar kan dia dari punggung mu". Shun land menimpali karena jengkel.


Sang Legenda Rajawali Api tidak menjawab karena kehabisan bahasa.


-------------------*****--------------------


Malam itu suasana pelabuhan Tarumanagara menjadi mencekam ibukota kerajaan Tarumanagara kota Sundapura menjadi mencekam, suasana sunyi sepi.


Dugaan Mara Deva dan anak buahnya mereka sangat ketakutan jadi tidak ada yang berani keluar rumah.

__ADS_1


30 kapal menyandar di pelabuhan Tarumanagara di atas kapal yang menyandar melayang sang Naga Api hitam, Mara Deva berdiri dengan angkuhnya di punggung Sang Mahluk mitos lalu berkata dengan tenaga dalam suaranya menggema kemana-mana ke seluruh kota Sundapura.


"Raja Shun Land berlututlah di hadapan ku dan serahkan pedang Naga Bergola pada ku, aku akan mengampuni mu tapi bila dalam hitungan sepuh kau tidak muncul akan ku ratakan istana mu yang megah ini".


Deva Putta yang mendengar ucapan sang junjungan geleng-geleng kepala, dalam hatinya sudah tahu Shun Land tidak ada di istana masih di sebut juga.


6000 ribu tentara turun dari kapal berbaris rapi siap menyerang, 30 kapal keluar dari pelabuhan di ganti kapal yang lain separuh membawa pasukan tempur separuh lagi kapal yang di persenjatai panah besar di depannya.


"Serang hancurkan dan ratakan istana kerajaan Tarumanagara dengan tanah bakar seluruh kota".


Suara Mara Deva menggema memberi perintah pada pasukannya.


Sepuluh ribu pasukan dengan baju perang bersenjata lengkap siap menyerang.


Sebuah busur besar meluncur ke pintu gerbang kota di ikuti 9 busur yang menyusul dengan ujung yang menyala.


Pintu gerbang yang kokoh tembus oleh busur tersebut tidak lama pintu gerbang kota berkobar.


Seribu pasukan maju menggedor pintu dengan sebuah kayu besar yang panjang.


Pintu gerbang kota yang rapuh karena telah di terbakar roboh, tiga ribu pasukan masuk mereka membabi buta menyerang kota.


Mereka membakar seisi kota Sang Naga Api hitam melayang sambil sesekali menyemburkan api hitam yang panas membara membakar setiap yang di laluinya.


Dalam waktu yang singkat kota Sundapura ibu kota kerajaan Tarumanagara menjadi lautan api.


Para pendekar yang bergabung dengan Mara Deva sudah berkumpul di depan gerbang istana merdeka tidak memberi tahukan bahwa kota dan istana kerajaan Tarumanagara sebenarnya kosong.


Asvaghosa dan Kama Depa mengeluarkan kemampuannya dengan sekali pukulan pintu istana hancur berkeping-keping.


Sedangkan Deva Putta diam di dalam kapal atas perintah junjungan Mara Deva, dalam pemikiran Mara Depa lebih baik kehilangan Kama Deva dan Asvaghosa dari pada Dava Putta.


Mereka masuk ke dalam istana, Kama Deva dan Asvaghosa meraung kesal karena istana tersebut tidak berpenghuni.


Naga Api Hitam dengan kemarahan yang tiada tara mengeluarkan separuh kekuatan apinya membakar istana Sundapura.


Api membungbung tinggi bahkan bisa terlihat dari jarak ribuan Depa.

__ADS_1


----------------------*****----------------------


__ADS_2