LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
158. Bertarung dengan pendekar Pedang setan dan Pendekar Badak liar


__ADS_3

Pendekar macan putih dan Dewi bulan merah mundur kebelakang bergabung dengan pendekar golok Ciomas Mahisa Taka.


Mereka berdua sebenarnya ada rasa khawatir tetapi melihat pendekar golok Ciomas yang tenang Akhirnya menurut mundur.


"Mahisa Taka sebenarnya pemuda dia siapa ??". Wirantaka bertanya kepada pendekar golok Ciomas.


"Dia itu murid dari sepuh Ki Srengga dari perguruan ujung kulon, sebenarnya aku sendiri belum tahu banyak tentang dia". Mahisa Taka berkata jujur.


"Pantas dia mempunyai kitab ilmu saipi angin". Dewi bulan merah berkata. Mereka berdua menjadi percaya Shun land mempunyai kitab ilmu saipi angin.


"Siapa dulu yang akan maju atau kalian berdua maju sekaligus". Shun land sengaja memancing emosi kedua pendekar di hadapannya.


Badak liar dan pendekar pedang setan wajahnya merah padam di sepelekan oleh pendekar muda yang menurut mereka baru tumbuh bulu.


"Dasar anak muda belum tahu luasnya dunia persilatan ingat kau akan menangis meminta di bunuh dengan cepat". Dewi Andita berkata dengan suara keras.


"Mundurlah pedang setan aku yang akan merobek mulut pemuda sombong ini". Pendekar Badak liar Arya Teja melompat ke depan Dewi Andita si pedang setan.


Badak liar langsung memasang kuda-kuda untuk menyerang, dengan jurus badak mengamuk tingkat ke tiga.


Kampak maut melesat dengan cepat mengarah menyilang menerjang ke arah bahu kanan Shun Land.


Shun land tidak bergerak tapi ketika sejari lagi sampai ke bahunya dia bergerak ke samping setelah kampak maut melewati badannya kembali ketempat semula.


Saking cepatnya gerakan tersebut seolah-olah dia tidak bergerak, yang terlihat Pendekar Badak liar yang hampir tersungkur terbawa tenaganya sendiri.


Dewi Andita si pendekar pedang setan merasa terkejut dengan kecepatan Shun Land.


Arya Teja menyerang dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya mengunakan jurus badak mengamuk tingkat 6.


Kuda-kuda kaki kanan dan kaki kiri sejajar badan di condongkan ke depan, tangan kanan memegang Kampak maut dengan mata kapak di depan kepala mengarah ke lawan.


Shun Land tetap tenang dia sudah mengukur tenaga dalam Pendekar Badak liar.

__ADS_1


Tubuh pendekar badak liar melesat bagai kilat dengan kapak di depan. Tapi lagi-lagi Shun land diam tak bergerak.


Tetapi kali ini Pendekar Badak liar tidak berhenti menyerang dia langsung menyambung serangannya terus-menerus.


Tubuh Shun land bagai bayangan menghindari serangan pendekar badak liar hingga melewati sepuluh jurus.


Melihat sahabatnya di permalukan oleh pendekar pemuda baru di kenal Dewi Andita si pedang setan yang sangat licik mencabut pedang menyerang dari arah belakang.


Melihat ini secara spontan Ayu Sondari melesat menghalau pedang setan Dewi Andita.


Shun land yang melihat sekilas posisi Ayu Sondari yang sembrono melempar sumpit raja neraka kearah pedang setan dan melompat dan menangkap tubuh Ayu Sondari hingga berguling-guling ketanah.


Tapi sayang dua jarum beracun menusuk bagian dada atas Ayu Sondari, seketika kulit di bagian yang terkena racun membiru.


Shun land dengan cepat menotok bagian dada dan mengeluarkan pusaka kendi manik astagina dan meminumkan langsung ke Ayu Sondari.


Kejadian itu sangat cepat semuanya berdiri tertegun melihat kejadian itu.


Shun Land membopong tubuh Ayu Sondari dan memberikan ke Dewi bulan merah. "Bibi tolong jaga dia".


"Kau sungguh licik", Shun land menuding dengan sumpit raja neraka ke arah Dewi Andita.


Dewi Andita si dewa pedang sedikit bergidik dan mundur dua langkah merasakan aura kekuatan Shun land walau hanya sebentar.


Arya Teja yang sudah merasa kalah di hatinya mundur tiga langkah dari arena pertarungan memberikan ruang untuk Dewi Andita si pedang setan.


"Hiiiihiiihiiii anak muda dalam pertarungan tidak mengenal licik atau tidak, yang di ingat hanya yang menang dan kalah, bersiaplah aku akan mengalahkan mu dalam lima jurus.


Shun land sudah menguasai amarahnya. Dia mempunyai pemikiran yang lebih panjang, bila dia membunuh dua ketua perguruan ini takut membuat kelompok Maasiak dan Niraya sura akan mencium keberadaannya.


"Buktikan ucapan mu wanita jangkus". Shun land berkata sambil menahan amarahnya.


"Apa kau katakan jangkus apa artinya itu pendekar muda sombong". Pedang setan berkata, dia tidak menyadari bahwa dia sendiri yang sombong.

__ADS_1


"Kau ingin tahu artinya wanita jangkus, baik aku orang yang baik hati kan mengatakan dengan gratis". Shun land bicara agak keras biar orang di sana mendengar semua.


"Wanita jangkus itu adalah wanita jangkung kurus hahaha". Dengan keras Shun land berkata di akhiri dengan tertawa keras.


Semua yang di sana tertawa menertawakan pendekar pedang setan yang mempunyai julukan baru.


Terang saja Dewi Andita si pedang setan sangat marah matanya menatap sekeliling yang tertawa, di tatap penuh kebencian Si pedang setan semua terdiam hanya Wirantaka dan Mahisa Taka yang masih tertawa.


Dewi Andita menatap keduanya dengan kebencian yang membara. "Sekarang kau bisa tertawa suatu waktu kau akan menangis meminta penawar racun dari ku". Gumam dalam hati Dewi Andita.


Ke empat murid pedang setan ingin tertawa tapi di tahan takut amarah gurunya.


Tanpa bicara lagi si pedang setan menyiapkan jurus tarian pedang setan yang sangat di takuti di Daratan luas Dwipa karena jurus ini selain kekuatan pedang tetapi mengandung serangan jarum beracun yang mematikan.


Ayu Sondari yang terkena dua jarum beracun Dewi Andita, setelah meminum air dari kendi manik astagina tubuhnya berangsur-angsur stabil nafasnya, Kula kebiruan di kulitnya berhenti, perlahan-lahan kebiruan itu kembali berkumpul di kedua bekas lukanya.


Kedua jarum perlahan keluar dengan sendirinya perlahan-lahan, setelah jarum keluar darah hitam kekuningan keluar dari luka tersebut.


Dewi bulan merah sangat keheranan baru kali ini ada orang mampu selamat dari racun raja kala milik Dewi Andita si pedang setan.


Setelah darah hitam kekuningan keluar cukup banyak Ayu Sondari membuka matanya memandang ke arah wajah Dewi bulan yang memangkunya tanpa sadar dia berucap.


"Ibuuuu...." dia memeluk Dewi bulan merah dengan erat, jiwa Ayu Sondari sangat kaget dan bersyukur bisa selamat, dia menduga Dewi bulan merah yang menyelamatkannya.


Dewi bulan merah perasaannya merasa sangat dekat dengan gadis yang ada di pangkuannya.


Pendekar wanita pedang setan menyerang dengan ganasnya ke arah Shun Land setiap gerakan pedangnya menebarkan jarum-jarum halus meluncur lebih cepat dari gerakan pedang tersebut.


Shun land sudah bersiap dengan serangan jarum halus beracun dari Dewi Andita si pendekar pedang setan, Shun land melapisi kulitnya dengan kekuatan api abadi.


Ada beberapa jarum beracun yang mengenai tubuhnya tapi tidak bisa menembus kulit Shun land.


Dewi Andita si pendekar pedang setan melihat Shun land bisa menghindar dan tidak terpengaruh serangan jarum beracunnya hatinya mulai cemas. Dia menghentikan serangannya.

__ADS_1


"Kenapa berhenti pendekar jangkus ini baru empat jurus apa kau sudah menyerah". Shun land meledek.


...****************...


__ADS_2