LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
34.tawaran untuk Tabib Lau Lien


__ADS_3

Tabib Lau Lien tidak bisa berbuat apa-apa, apa lagi putrinya memberi isyarat agar tidak menolak.


Mereka menaiki kereta, dalam perjalanan may Lien lebih akrab dengan putri Dewi sumayi.


Karakter putri Sari Tungga Dewi, memang pendiam tidak banyak bicara, berbeda dengan karakter putri Dewi sumayi yang periang mudah bergaul.


Secara kecantikan mereka bertiga memiliki kelebihan masing-masing,


Putri Dewi sumayi memiliki paras cantik dengan bentuk tubuh yang sedang, tidak gemuk dan tidak kurus, kulit kuning Langsat, wajah khas pribumi, hidup mancung mata yang sedikit sayu.


Putri Sari Tungga Dewi, memiliki kulit lebih bersih, dari Putri Dewi sumayi, sedangkan postur tubuh putri Sari Tungga Dewi tinggi semampai khas bangsawan Dwiva, bawaan gen dari sang ibu Dewi Iswari dari klan Wajak ,


Paras Putri Sari Tungga Dewi sangat cantik, hidung mancung dengan wajah sedikit tirus alis agak tebal, mata bening, pandangannya redup berwibawa.


Sedangkan May lien mempunyai wajah agak bulat, matanya sedikit sipit hidup mancung walau tidak seperti putri Sari Tungga Dewi,


Kulit putih mulus khas daratan Tiongkok. Postur tubuh lebih pendek sedikit dari putri Sari Tungga Dewi, tapi lebih tinggi dari Putri Dewi sumayi, badannya sedang.


Dari ketiganya sukar untuk menyebut siapa yang lebih cantik, mereka sama-sama memiliki daya tarik tersendiri sebagai wanita dewasa.


Perjalanan tidak ada hambatan, yang memang tidak terlalu jauh lokasi penginapan, dengan istana kerajaan.


Kedatangan Tabib Lau lien di sambut langsung Ratu SHI khal dan perdana menteri, serta pembesar kerajaan lainnya, hanya keluarga sesepuh agung Khal San, tidak hadir mungkin masih merasa malu, dengan perbuatan ceroboh pangeran Khal Shugal.


Dalam aula besar istana Sunda ageng, meja besar berbentuk Opal menghias di tengah tengah Ruangan.


Meja di penuhi makanan dan buah-buahan untuk menyabut penghormatan Tabib Lau Lien, yang mana anak gadisnya telah menolong pangeran Shun Land di area kontes pada waktu itu.


"Selamat datang Tuan tabib Lau Lien beserta putri May lien, kami segenap keluarga besar istana mengucapkan selamat datang, dan berterima kasih atas kebaikan putri May Lien, yang tidak memperdulikan keselamatan dirinya sendiri, demi menolong putra mahkota kerajaan pangeran Shun Land, dari marabahaya Racun Gangsa yang sangat ganas, silahkan mencicipi hidangan yang kami sediakan" sambutan pembukaan Sang Ratu SHI khal di akhiri, mempersilahkan makan kepada seluruh yang hadir

__ADS_1


"Terima kasih paduka Ratu dan perdana menteri, beserta pembesar kerajaan, atas undangan kehormatan ini, hamba merasa tidak pantas untuk menerimanya, sebagai lanjutan selain undangan makan bersama apa ?, Paduka Ratu ada yang lain untuk di sampaikan?" Tabib Lau lien menjawab di akhiri dengan pertanyaan, yang mengganjal di hatinya.


Semua manggut-manggut mengerti, karna tidak mungkin istana mengadakan jamuan besar terhadap seseorang, kecuali ada maksud penting yang akan di bahas atau di sampaikan, kepada tamu terhormat itu.


Ratu SHI khal diam sejenak lalu memulai bicara lagi.


"Untuk menyampaikan maksud kami ini, saya serahkan kepada panglima Shu khal untuk menjelaskannya" Ratu SHI khal melirik dan menjulur tangan ke panglima Shu khal.


"Paman Tabib kami mendapatkan saran dari pangeran Shun Land, putra kami ingin Tuan Tabib bekerja di istana, sebagai tabib istana, tapi penawaran ini, tidak harus tuan tabib merasa terpaksa, bila Tuan Tabib tidak menyukainya tuan tabib boleh menolaknya, masalah tempat tinggal dan seluruh keperluan tuan Tabib, beserta putri tuan, kami yang akan menyediakan, mohon dengan kerendahan hati tuan tabib, tidak menolaknya" panglima Shu khal sengaja mengunakan nama pangeran Shun Land, karena melihat ada ketertarikan dari putri May lien, kepada pangeran Shun Land.


Mendengar penawaran ini Tabib Lau Lien tidak langsung menjawab, tapi kemudian menjawab dengan tenang dan santai.


"Paduka Ratu, tuan panglima dan seluruh pembesar kerajaan, saya berterima kasih atas kepercayaan yang kalian berikan, tapi saya tidak bisa langsung menjawab, kami butuh waktu berpikir, saya akan menjawab setelah tiga hari dari sekarang, kami akan mempertimbangkannya dengan seksama"


Mendapatkan jawaban Tabib Lau lien semua merasa puas,


Acara makan besar di selingi dengan Senda gurau, Boma sebagai bintang bahasan lelucon.


Ruangan besar itu hanya tinggal para penjaga dan pelayanan istana membereskan meja makan.


Pangeran Shun Land kembali ke ruangan pribadinya, dia ingin segera mengetahui apa isi gulungan yang di berikan wanita itu


Dengan hati-hati pangeran Shun Land membuka simpul tali yang terbuat dari kulit tipis.


Ada tiga lembar kulit binatang, lembar 1 tertulis, surat pribadi dari pengirim, lembar 2 berisi peta menunjukkan suatu alamat, lembar 3 berisi orang memperagakan sebuah jurus dengan kobaran api di tubuhnya. Tapi di tengah-tengah tubuh terdapat sebuah simbol air.


Pangeran Shun Land membaca lembar pertama.


''aku mengutus murid perempuan ku. Untuk menyampaikan, dua gulungan amanat dari leluhur ku......

__ADS_1


.......telah ratusan tahun telah berlalu, dari beberapa generasi, akhirnya aku mendapatkan petunjuk, seperti yang telah di ceritakan leluhurku......


.....bahwa aku harus menyampaikan gulungan itu, bila di suatu masa atau jaman lahir anak laki-laki, dengan tanda-tanda.....


.....1.mempunyai hewan peliharaan Rajawali, yang kepakan sayapnya mengeluarkan hawa panas, 2.mempunyai hewan peliharaan harimau, dan yang ke 3.mempunyai tubuh 4 lintang ke5 pancer, Aku harus memberikan dua gulungan ini......


.....Siapa pun yang mempunyai tiga pertanda itu, berhati-hati lah, selain berkah yang besar, bisa menampung kekuatan besar, tapi mempunyai tantangan yang sama besar.....


.....lahirnya kekuatan di sisi baik maka di sisi lain juga lahir kekuatan besar yang menjadi lawannya......


......sebagai keseimbangan alam ini,


Jangan mudah menyerah, yakinkan diri bahwa kekuatan sang maha pencipta selalu bersama, orang yang berusaha berbuat kebajikan kepada orang banyak.....


.....Ingat, kau mau tak mau harus menghadapi musuh kuat, yang mencari kematian mu, karna menurut mereka kau adalah orang yang menghalangi tujuan mereka......


.....Pelajarilah peta itu di sana ada mustika api merah delima dan mustika air panca warna....


.....Sedangkan gulungan terakhir, adalah cara mengunakan 2 kekuatan api dan air, yang saling pertentangan, tapi selalu bersandingan.....


......pelajarilah dengan hati-hati walau kau memiliki tubuh 4 lintang ke5 pancer, tapi bilah terjadi kesalahan bisa membuat dirimu cacad. Bila kau ingin menemui ku....


.....naga bumi akan mengantar mu. Yang sebentar lagi akan berjumpa dengan mu.


Shun Land tercengang setelah membaca isi dari gulungan pertama, segera dia menyimpan gulungan itu dengan hati-hati.


Shun land bermaksud mempelajari gulungan itu di penyimpanan harta leluhur, yang sangat aman tidak akan ada sembarangan masuk, kecuali dirinya, pamannya dan ibundanya.


...****************...

__ADS_1


like end komennya jangan lupa support nya 🙏🙏🙏


__ADS_2