LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
259. Keselamatan orang terdekat di utamakan.


__ADS_3

Walau pun Shun Land memiliki tubuh istimewa tubuh 4 lintang kelima pancer tetapi Shun Land tetap manusia biasa pada umumnya dalam hal ini Shun Land mempunyai 2 kepentingan yang sama bobotnya sama penting.


Satu Shun Land ingin menyempurnakan jurus-jurus dari kitab Tarian Rajawali Api, kedua Shun Land juga sangat segera mengungkap pembunuh yang menimpa guru dan ketiga saudara seperguruannya, di lain pikiran Shun Land juga khawatir dengan orang-orang terdekatnya.


Dari di lihat jejak pertarungan di depan gua Sanghyang Sirah Shun Land sangat yakin kalau pembunuh ini datang ke istana tidak ada yang akan mampu mengalahkan pembunuh ini.


Shun Land larut dalam semedinya untuk mendapatkan petunjuk dari sang maha Pencipta langkah mana yang harus dia tempuh.


Hingga di suatu saat di ruang jiwa Shun Land terdengar suara yang sangat lembut yang begitu di kenali suara Sanghyang Triloka guru batin Shun land sendiri.


"Berjalanlah ke depan jangan ragu-ragu, yakinkan hati bahwa hidup mati manusia telah di tentukan oleh Sang Maha Pencipta, tentukan sikapmu dengan pasti menurut hati dan akal mu, cari yang terpenting pokok dari segala persoalan".


Suara itu pun menghilang yang tertinggal Shun Land yang merenungkan ucapan sang Guru Batinnya, akhirnya Shun land telah mengambil keputusan untuk langkah selanjutnya tanpa keraguan.


"Aku harus ke perguruan Gajah Mungkur menemui eyang Ki Bagus Atma untuk sekarang ini hanya dia yang paling tinggi ilmu Kanuragannya untuk saat ini".


Shun Land lalu bangun dari tempat semedinya bergegas ingin menemui leluhur Ki Bagus Atma di perguruan gajah Mungkur.


Dengan ilmu saipi anginnya dan di topang tenaga dalam tinggi Shun Land dengan cepat sampai di perguruan gajah Mungkur.


Sebenarnya perguruan gajah Mungkur lebih mirip dengan pertapaan di lereng gunung Pulosari karena leluhur Ki Bagus Atma tidak mengangkat murid lagi dia hanya mempunyai satu murid Sadewa.


Ada pun murid yang sekarang adalah murid Ki Sadewa itu pun hanya beberapa puluh murid saja.

__ADS_1


Para murid yang sedang berlatih langsung memberi salam hormat pada Shun land, salah satu dari mereka bergegas lari menuju ke dalam untuk memberitahu kan guru mereka Ki Sadewa.


"Paduka raja di persilahkan masuk guru Ki Sadewa dan Leluhur sudah menunggu di dalam". Orang yang melapor ke dalam rumah utama memberitahukan bahwa Shun land untuk segera masuk.


Shun Land mengikuti murid tersebut, setelah memberi hormat pada eyangnya Ki Bagus Atma Shun Land langsung bicara pada pokok masalah.


"Eyang tujuan saya kemarin adalah ingin meminta bantuan eyang, seperti yang eyang ketahui terbunuhnya paman Antaka, sekarang menyusul guru ku Ki Srengga dan kedua saudara seperguruan kakang Narpat Maja dan istrinya nyai Larasati di bunuh secara misterius". Shun land berhenti bicara melihat eyangnya mempunyai expresi yang kaget.


"Terangkan secara lengkap cucu ku". Leluhur Ki Bagus Atma berkata seolah tidak percaya.


Shun Land menceritakan semuanya dari kedatangan kepala Pedukuhan Tjikawung sampai bisa ke hadapan leluhur Ki Bagus Atma.


Shun Land pun menunjukkan topeng yang di temukan dekat terbunuhnya Nyai Larasati, satu-satunya petunjuk tentang pembunuhan itu.


Topeng tersebutpun tertutup pakai nyai Larasati yang di lucutinya hingga luput dari pandangan Karta pendekar topeng hitam.


"Eyang hanya topeng ini petunjuk kematian guru ku, apa eyang mengenai pendekar yang memakai topeng ini". Shun Land menanyakan pada leluhur Ki Bagus Atma.


Dengan sekali pandang leluhur Ki Bagus Atma mengenali pemilik topeng tersebut karena pemilik topeng tersebut seangkatan pada masa mudanya.


"Pantas guru mu tidak berdaya, pemilik topeng tersebut mempunyai dua sebutan Si topeng hitam atau muka setan biasanya mereka selalu berdua dengan kembarannya Ki Karto pendekar ilusi, keduanya pembunuh bayaran, keduanya tidak akan turun gunung bila tidak ada hadiah yang sangat besar".


Leluhur Ki Bagus Atma menjelaskan pemilik topeng tersebut yang tidak lain adalah Ki Karta pendekar topeng hitam atau si muka setan.

__ADS_1


"Eyang dari jejak pertarungan guru di keroyok lima orang dan yang duanya adalah pendekar wanita, mungkin eyang bisa menerka ketiga pembunuh bayaran kelas tinggi ini". Shun land mengharap leluhur Ki Bagus Atma bisa menerka yang ketiga pendekar yang lainnya.


"Satu lagi petunjuk eyang sebelum terbunuh, paman Antaka di datangi seorang wanita di perguruan Singa perbangsa, yang mengaku menjadi korban murid palsu Ki Aria Wirasaba. Perempuan itu mempunyai dua pengawal satu pendekar laki-laki dan satu lagi pendekar wanita, anehnya Ki Aria Wirasaba tidak bisa mengingat perempuan itu seperti terkena sihir".


Shun Land memberikan keterangan lebih lanjut.


Leluhur Ki Bagus Atma mengerutkan keningnya lalu berkata.


"Cucu ku setelah mendengar keseluruhan kejadian ini, eyang berpendapat bahwa pembunuh panglima Antaka adalah orang yang sama, satu kemungkinan 3 pembunuh bayaran yang lain adalah Kala Durga dan kedua wanitanya satu kekasihnya Dewi Sukma dan satunya lagi adalah adik iparnya Dewi Sukma yang bernama Dewi angin-angin, sejak dulu mereka bertiga selalu bersama menjadi pembunuh bayaran, ilmu Kanuragan Kala Durga sangat tinggi dia adalah murid murtad leluhur Jati raga, kakak seperguruan guru ku Leluhur Darma Yuda".


Leluhur Ki Bagus Atma berhenti bicara matanya nanar terkenang masa muda yang begitu keras pada waktu itu, Shun Land hanya diam fokus mendengarkan keterangan leluhur Ki Bagus Atma, Shun land sadar walaupun ilmu Kanuragannya untuk saat ini tidak ada yang mengalahkan tetapi untuk pengalaman dunia persilatan Shun Land masih di bilang pemuda bau kencur.


Leluhur Ki Bagus Atma lalu melanjutkan bicaranya.


"Sekarang bantuan apa yang cucu ku harapkan dari tulang kering tua ini". Leluhur Ki Bagus Atma bicara sambil tersenyum dia tahu beban berat yang di tanggung cucunya ini.


"Eyang rencana saya untuk saat ini adalah memperdalam ilmu Saipi saya terutama Ilmu Saipi Api dan Saipi angin agar bisa menggunakan jurus-jurus dari kitab Tarian Rajawali Api hanya itu jalan satu-satunya untuk mengakhiri ilmu sesat Ajian Rawarontek milik Pancasiksa dan Mara Deva, saya rasa semua kejadian ini dalangnya adalah mereka, andaikan saya langsung mencari mereka sekarang ini juga percuma karena saya tidak bisa menghancurkan mereka, Eyang untuk sementara saya berlatih dan meningkatkan tenaga dalam saya meminta Eyang untuk tinggal di istana bersama para sepuh lainnya, hanya Eyang yang bisa meladeni para pembunuh bayaran ini".


Shun Land menjelaskan tujuannya datang, leluhur Ki Bagus Atma hanya manggut-manggut mengerti akan kekhawatiran Shun Land dengan orang-orang terdekatnya.


"Kalau masalah ini tidak usah di pinta juga Eyang akan lakukan sebagai orang tua mempunyai kewajiban melindungi anak keturunannya". Jawaban leluhur Ki Bagus Atma sangat melegakan hati Shun Land.


______*****______

__ADS_1


__ADS_2