
Akhirnya semua bubar, bertepatan dengan waktu menjelang sore.
Semuanya kembali penuh kebagian terpancar dari wajahnya.
Di kediaman tetua Sri khal.
"Apa kau bahagia putri ku" tetua Sri khal bertanya penasaran, keadaan perasaan anaknya.
"Aku seneng banget bunda, tapi aku penasaran, benarkah Putri manja itu tulus mau berbagi dengan ku, kalau adik May lien, aku percaya" putri May lien, masih meragukan ketulusan putri Sari Tungga Dewi.
"Kau jangan begitu, dia juga masih kakak sepupu jauh mu" tetua Sri khal memperingati putrinya, bahwa kebencian tanpa sebab, akan merugikan diri sendiri.
Putri Dewi sumayi terdiam hatinya, mulai membaca kembali, dan mengingat, apakah putri Sari Tungga Dewi, pernah berbuat tidak baik terhadapnya, hatinya berkata, tidak putri Sari Tungga Dewi, selalu berbuat baik padanya, walau sering kali dirinya sedikit jahat padanya.
"Bu kakak sari tidak pernah, berbuat jahat padaku, malah diri ku, yang sering berbuat sedikit jahat padanya, tetapi dia, tak pernah membalas perlakuanku"
"Itu membuktikan kakak sepupu mu, menganggap diri mu adiknya...
"Andai tadi putri Sari, tidak meminta, pangeran untuk menikahi mu, apa kau yakin, pangeran tertarik padamu...
"Bukankah sedari dulu pangeran Shun Land, sangat baik padamu, dan menganggap diri mu adiknya...
"Belajarlah dewasa, walau kau hebat dalam perdebatan tetapi masalah ini, kau harus banyak belajar"
Tetua Sri khal memberikan nasihat.
"Aku akan memperbaikinya hubunganku, dengan kakak sari Buu, aku akan meminta maaf padanya, aku telah di butakan rasa cemburuku, hingga bersikap tidak baik pada kakak sari"
Putri Dewi sumayi berkata pada ibunya, penuh penyesalan, selama ini orang yang dia benci ternyata sangat baik padanya, bahkan dia rela berbagi kasih untuknya.
Di lain sisi putri May Lien, setelah pulang dari istana, langsung memasuki kamar, perasaannya campur aduk, ada rasa senang, ada rasa khawatir, ada rasa di kasihani.
Tapi setelah lama merenung, putri May lien merasa sangat beruntung, dan bahagia sekali.
Ternyata pangeran Shun Land, sangat memperhatikan dirinya dari sejak awal.
Dari awal dirinya bukan siapa-siapa di istana ini, tapi Pangeran Shun land, mengatur dan mengarahkan dirinya, agar hidup di lingkungan istana, dengan caranya sendiri.
Semua orang tidak merasa bahwa dirinya, benar benar di beri perlakuan lebih, oleh pangeran.
Setelah memikirkan ini, dengan benar, putri May lien, merasakan bahwa pangeran sangat memperhatikan dirinya, dan benar-benar sangat menyayangi dirinya, dengan cara yang sangat halus dan tersembunyi.
Dia tak pernah merasakan ke khawatiran berlebih, pangeran Shun Land, terhadap yang lain.
__ADS_1
Tetapi terhadapnya sampai memberi peringatan, agar dia jangan terlalu dekat dengannya, demi memastikan keselamatan dirinya.
Perasaan putri May lien seakan di tarik keluar, apabila mengingat semua, kebaikan dan Perhatian pangeran Shun Land terhadapnya.
Perasaan cinta putri May lien, semakin dalam, dia tidak perduli, pangeran Shun land itu, seorang putra mahkota atau rakyat biasa, Rasa cinta putri May lien, tidak akan pernah hilang.
Tujuan putri May lien semakin mantap, ingin hidup bersama, apa pun ke adanya, biarpun harus bertaruh nyawa, dia akan melakukannya, demi hidup dengan pangeran Shun Land.
Pagi-pagi sekali sinar mentari tidak ada yang berani menghalangi, di bumi kerajaan Kutai khal.
sinarnya yang hangat menyapa seluruh hamparan bumi yang bisa di jangkaunya, pagi itu mentari ingin menyaksikan dua insan lain jenis, mengikat janji merangkai asa, untuk hidup bersama saling, mengasihi saling mencintai..
Dua insan yang saling mencintai yang telah lama di pisahkan oleh tragedi memilukan, kini akan mengucapkan ikrar janji di hadapan sang maha pencipta, bahwa mereka akan mengarungi lautan kehidupan bersama selamanya.
Istana kerajaan telah di hias sedemikian rupa, terlihat susunan bunga warna warni menghiasi setiap sudut ruangan.
Semua pejabat kerajaan dan kerabat hadir di aula istana yang luas dan megah.
Sebelum kedua mempelai memasuki keruangan istana untuk mengikat janji.
Kedua mempelai harus melalui satu prosesi tata cara turun temurun dari para leluhur.
Yaitu prosesi Ritual #Lawang sakepeng.
Setelah prosesi pernikahan para tamu di sajikan tarian #jepen di iringi musik tingkilan.
Semua ikut bahagia, di sela-sela para tamu ada seorang perempuan yang terlihat sangat cantik walau usianya bukan di sebut muda lagi. Wanita itu datang dengan juragan pasar. Dan mencoba berbaur dengan tamu lainnya.
Perempuan itu mendekati tetua Mantir dan berbicara sebentar, lalu perempuan itu di perkenalkan dengan tetua Menteng dan istinya, oleh tetua Mantir.
Mereka asik menikmati pertunjukan tari dan irama musik yang indah.
Perempuan itu adalah Dari tiga Dewi kematian. Dewi Lerna mencoba masuk ke lingkungan istana, melalui juragan pasar tuan Upiak arai.
Di kesempatan itu dia memberi sebuah hadiah perhiasan, kepada istri tetua Menteng. Ibu tetua Sari jati, sangat senang sekali, atas kebaikan Dewi Lerna.
Memang sudah menjadi tabiat para kaum hawa sangat senang, bila mendapat perhiasan, apa lagi ini terbuat dari emas dan berhias batu berlian.
hampir semua tamu undangan, memberi selamat dan memberi hadiah pernikahan.
Maasiak pun datang, entah dari mana dia, mendapat undangan.
Kalau juragan pasar tuan Upiak arai, memang mendapat undangan, karena dia mendapatkan hak istimewa dari pangeran Shun land, yang berjanji akan menjalin kerjasama yang saling menguntungkan, di waktu menyelesaikan masalah Boma dan Mawinei.
__ADS_1
Di sela-sela pesta Boma berpapasan dengan Maasiak musuh bebuyutannya, dalam kesempatan itu Maasiak bersama dengan salah satu pelayan perempuannya, yang di solek sedemikian rupa menjadi seperti putri bangsawan.
Mata permusuhan Boma, tidak bisa di sembunyikan, Mawinei menarik tangan Boma, agar tidak terjadi adu mulut, apa lagi terjadi perkelahian.
Tetapi bukan namanya Boma kalau mudah di kendalikan.
"salam tuan Maasiak pangeran patah hati" Boma memberi hormat tapi sambil memprovokasi.
Maasiak membalas salam dengan menangkupkan tangan dan membungkuk hormat, setelah itu menghampiri ke arah Boma.
Setelah dekat berbisik di telinga Boma
"Sebentar lagi kau menangis bagaikan anak kecil yang ingin menyusu pada ibunya" setelah itu Maasiak tersenyum misterius pada Boma dan Mawinei.
Maasiak menarik pasangannya menjauh dari Boma menghindari keributan yang bisa mencoreng nama baiknya.
"Rasakan sebentar lagi kau akan merasa orang yang paling tidak berguna di dunia ini, engkau telah salah memilih musuh" hati Maasiak berujar, penuh dendam membara.
Boma tertegun mendengar bisikan Maasiak, dia tahu, itu bukan sekedar ucapan bualan belaka, ucapan ini pasti mempunyai suatu makna, tapi Boma tidak bisa menebak, maksud dari ucapan itu
Pesta pun berakhir para tamu mulai berpamitan satu persatu.
Yang tersisa di istana hanya keluarga besar istana, pangeran Shun Land berjalan keluar.
Berpapasan dengan Mawinei,
"Kapan kau akan segera mengikuti paman panglima, jangan sampai Boma di gaet wanita penjaga pasar yang ehem"
Pangeran Shun Land memberi candaan pada Mawinei, Mawinei tersenyum malu,
"Pangeran yang duluan, kasihan putri May lien tuuh, tapi mau kemana pangeran ini" Mawinei menjawab di akhiri dengan pertanyaan
"Aku ingin berjalan-jalan sebentar ke depan istana'
Pangeran Shun Land menjawab sambil berlalu.
...****************...
like end komennya serta support
🙏🙏🙏
SALAM NUSANTARA
__ADS_1
SALAM GARUDA PERKASA