
Di kediaman tetua dua Sri khal, dua pelayan sedang sibuk mempersiapkan makan dan menatanya dengan seindah mungkin, tetapi mereka bertanya-tanya tamu siapa yang akan datang hingga mereka di perintahkan memasak yang banyak dengan masakan kelas istana.
''mungkin yang datang calon menantu tuan Sri khal hiiiihiiihiiii'' salah satu pelayan bergosip
''huuus sembarangan kalau ketahuan bisa di hukum'' yang lainya menimpali
tiba-tiba tetua dua Sri khal masuk ke ruang makan dan merasa heran dengan banyaknya makanan yang sedang di tata, lalau bertanya
'' siapa yang menyuruh kalian menyediakan makanan sebanyak ini''
kedua pelayan saling memandang, mereka heran mengapa tuannya tidak tahu
''kami di beri tugas oleh tuan putri'' hampir berbarengan kedua pelayan itu menjawab
tetua kedua Sri khal kembali lagi ke ruang pribadinya pikirnya paling teman-teman putrinya yang akan datang
tidak sampai lamanya waktu menanak nasi seekor burung Rajawali terbang dan masuk kekediaman tetua dua Sri khal melalui jendela kamar Dewi sumayi.
Dewi sumayi berlari menuju kamar pribadi bundanya sambil berteriak teriak
''bunda ada tamu istimewa coba tebak siapa yang datang''
mendengar teriakannya Putrinya yang tak biasa tetua Sri keluar dengan keheranan
Dewi sumayi mengandeng ibundanya menuju ruang tamu yang di sana sudah ada panglima Shu khal, pangeran Shun Land dan Boma
ketika masuk dan tatap matanya bertemu dengan panglima Shu khal, tubuhnya terasa lemas dan segera kembali ke ruang pribadinya, tanpa mengindahkan putrinya,
Dewi sumayi mengejar dan berdiri di depan pintu kamar sambil menangis sambil bicara.
''bunda untuk kali ini temui paman panglima, jangan menyiksa perasaan paman panglima dan perasaan bunda sendiri, adinda sangat merasa bersalah karena kelahiran adinda kalian berdua yang menderita, bila bunda tidak keluar menemui dan memperbaiki hubungan kalian adinda akan pergi dan tak akan kembali lagi''
pintu pun terbuka pelan tetua Sri khal memeluk putrinya dengan derai air mata
''jangan tinggalkan bunda, bunda akan melakukan apapun untuk mu''
''bunda temui paman panglima sudah cukup bunda menyiksa batinnya puluhan tahun, paman tak bersalah bunda juga tidak bersalah'' Dewi sumayi membujuk bundanya
''Baiklah bunda akan menemuinya tunggu dulu, bunda mau ganti baju dulu
setelah ganti baju dan merapihkan rambut dan hiasan wajahnya,
__ADS_1
keduanya kembali keruangan tamu
''maaf pangeran dan tuan panglima saya harus merapikan pakaian duru, salam hormat buat pangeran dan tuan panglima'' tetua Sri khal memberi hormat dan beralasan.
mata Shun land dan Boma terbelalak melihat kecantikan tetua Sri khal walau sudah berumur kecantikannya tidak luntur, selama ini tetua Sri khal tak pernah berdandan dan memakai pakaian yang menunjukkan kecantikannya, tetapi panglima Shu khal tidak merasa heran karena dia sudah tahu kecantikan pujaan hatinya tidak ada yang menandingi kecuali sang Ratu SHI khal yang sebanding dengannya.
''bibi tak perlu spormal ini, kami datang hanya menjenguk bibi sudah lama ponakan tak berkunjung'' Shun Land membalas ucapa tetua Sri khal
di suasana yang canggung Boma berdiri dan berkata
''pangeran Tuan putri Dewi sebaiknya kita kebelakang mendahului makan cacing dalam perut ku sudah ngamuk''
mereka bertiga keluar menuju ruang makan tinggal panglima Shu khal dan tetua Sri khal duduk terdiam canggung
''adik Sri bisakah kita bicara sebentar'' panglima dengan ragu-ragu memberikan memulai bicara, tetua Sri khal dengan malu-malu menjawab.
''baiklah tapi kita berbicara di taman saja kakang''
tetua Sri khal tidak menunggu jawaban berdiri melangkah ke arah taman yang berada di belakang kediamannya, panglima Shu khal mengiringi di sampingnya
keduanya berhenti di pinggir kolam, mata mereka memandang ikan yang berenang dalam kolam
setelah sekian lama mereka bermain dengan pikiran mereka masing-masing, panglima Shu memulai pembicaraan
mendengar ucapan panglima yang menghiba seakan dia yang bersalah, Hati dan perasaan tetua Sri khal bergetar ternyata, selama ini keputusannya yang sepihak telah membuat seorang yang dia cintai tersiksa selama ini.
tetua Sri khal berbalik dan memeluk panglima Shu khal cinta pertama dan terakhirnya, dengan derai air mata dia berkata terbata-bata penuh penyesalan selama ini dia telah salah mengambil keputusan hingga mereka berdua menderita batin.
''tidak kakang aku yang bersalah aku yang harus meminta maaf karena telah menyiksa perasan kakang tanpa alasan yang jelas, aku akan memperbaiki bila oleh kakang di beri kesempatan dan tolong anggap putriku menjadikan putrimu''
mereka berdua menumpahkan perasan kerinduan mereka yang selama berpuluh tahun terpendam dalam dada mereka.
mereka berdua memutuskan untuk bergabung makan bersama Shun land, Dewi sumayi dan Boma
mereka bertiga senyum bahagia melihat orang tua yang merecintai datang dengan wajah yang berseri-seri mendakan kebahagiaan di hati mereka.
''kayanya kita akan mengadakan pesta besar di istana'' Boma berkata dengan wajah memandang dinding seakan berbicara dengan dinding
Rona wajah tetua Sri khal memerah tapi tersenyum bahagia
''paman panglima tinggal di sini saja biar Dewi bisa belajar ilmu Kanuragan dan Dewi punya laki-laki yang bisa di panggil ayah'' Dewi sumayi bicara sambil mengelayut di panglima Shu khal manja
__ADS_1
''huuus jangan bicara begitu'' tetua Sri khal memperingati
''perlu kalian ketahui kami berdua akan membicarakan pernikahan kami dengan kakak Ratu dan kakang Jhasun terlebih dahulu'' panglima Shu khal bicara dengan pasti dan melirik ke arah tetua Sri khal meminta pendapat.
tetua Sri khal menjawab dengan sebuah anggukan
Shun land berdiri dan memberi hormat lalu berkata
''Bibi tetua adik Dewi saya memohon pamit karna besok akan menghadiri acara kontes akan beristirahat''
akhirnya acara makan berakhir, mereka bertiga kembali ke istana
tinggal tetua Sri khal dan putrinya dan kedua pelayan yang sedang membereskan meja makan
''Bunda cantik banget, aku bahagia banget hari ini'' Dewi sumayi mengungkapkan kebahagiaannya.
''kamu pun tak kalah cantik ibu sayang kamu'' tetua Sri khal menjawab sambil membelai putri tercintanya
...----------------...
Di sebuah kamar Shun Land duduk bermeditasi memulihkan kembali tenaga dalamnya
karena besok akan bertanding melawan para peserta kontes latih tanding.
setelah penetapan tulangnya mencapai Ranah tulang Brahmi dan organ damamnya telah di tempa kekuatan api dari segel api abadi leluhur agung tuan dari sang Rajawali.
kecepatan menyerap hawa murni yang ada di sekitarnya menjadi sangat mengerikan, Shun land pun telah bisa menggunakan kekuatan api tersebut setelah di beri tehnik oleh sang Rajawali sahabatnya.
shun Land telah mampu menyimpan tenaga dalam lebih dari tiga ribu lingkaran.
penguasaan jurus Saipi anginnya pun bertambah dalam lebih sempurna, sekarang bisa mengunaka jurus yang kedua dari jurus Saipi angin
Dengan kekuatan api abadi yang di milikinya secara langsung ilmu saipi bagian kedua.
yaitu ilmu saipi Geni/api yang telah di pahaminya bisa di kuasai dengan mudah.
ilmu tapak harimau kumbang pun telah di kuasai dengan sempurna sampai jurus pamungkas, jurus tapak harimau penggetarkan langit dan bumi
jurus jurus tapak harimau ini begitu mengerikan dalam kecepatannya karena Shun land menggabungkan dengan jurus jurus Saipi angin.
Shun Land tak begitu khawatir sekarang melawan kakak sepupunya yang dari kecil mengibarkan bendera perang padanya, sudah waktunya Shun land mengembalikan keadaan dengan ilmu ilmu olah Kanuragan tingkat tinggi, serta memiliki tenaga dalam yang cukup besar
__ADS_1
...****************...