LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
37.peta rahasia


__ADS_3

"Itu juga aku tau, maksud ku letak gunung itu, apa di daratan luas ini apa daratan Dwiva apa di daratan Sula, apa di daratan Swarna, apa di daratan Papua" pangeran Shun Land agak emosi.


Sang Rajawali api, terdiam lantas dia melihat sekeliling memeriksa dengan seksama secara garis besar, ruangan itu persegi empat, lantas melihat batu yang di duduki untuk bermeditasi, lantas ia bicara dengan angkuh dan sombong.


"Aku telah membuka teka-teki peta itu, apa hadiah nya bila aku tunjukkan padamu''


Shun Land loncat kegirangan.


"Memang kau burung Rajawali api yang gagah perkasa, cepat katakan padaku" pangeran Shun Land sedikit memuji biar sang Rajawali sedikit senang hatinya.


"Apa imbalannya bila aku katakan padamu" Rajawali tetap ingin imbalan.


Gaya tak acuh di terapkan oleh raja wali.


"Baik kalau kau ingin imbalan, besok kau boleh ambil apa saja dari ku, tapi nama mu ku ganti dengan burung emprit kudisan mau"


"Aaah kau ini serius san sekali aku cuma bercanda" sang Rajawali jadi kalah mental


"Coba kau pikirkan tempat ini dengan seksama Lalu kau bandingkan, adakan kesamaan dengan gambar peta itu, dan kau ingat-ingat tempat aku tersegel dengan telur bayi ragaku ini" Rajawali melihat pangeran Shun Land dengan tajam, menunggu reaksi Shun land, atas teorinya itu.


Mendengar keterangan ini Shun Land, segera memeriksa, tapi tidak menemukan benang merah antara ruang penyimpanan harta leluhur agung, dengan peta itu.


"Di tempat ku tersegel ada batu altar berbentuk segi empat, di sini ada batu altar berbentuk lingkaran, aku berspekulasi bahwa, batu itu pintu masuk menuju lorong itu, kau perhatikan posisi kita ini di lereng gunung, bukankah istana mu di sisi sebuah gunung" sang Rajawali memberikan penjelasan.


Pangeran Shun Land, mulai mengingat kejadian kejadian yang menimpanya dari pertama bertemu Lodaya sang harimau besar, sampai dia bertemu dengan sang Rajawali api, semuanya di luar nalarnya, tapi rangkaian kejadian kejadian itu seolah-olah menjadi kesatuan, yang di skenario sang maha pencipta,


"Di dalam tempat ku tersegel ada hawa murni panas yang tak habis-habis, dari mana hawa murni panas itu, kalau bukan dari dasar gunung Merapi" sang Rajawali api menambah argumentasi


"Sepertinya semua argumen mu masuk akal" mari kita buktikan kebenarannya" pangeran Shun Land memutuskan untuk membuktikan teori sang Rajawali api.

__ADS_1


Pangeran Shun Land memperhatikan batu altar melingkar, dengan garis tengah setengah Deva tangan dewasa,


Sang Rajawali api mematuk matuk sisi dekat lantai, pangeran Shun Land Mengusap sisi batu altar itu sampai kebawah, dia membersihkan lantai dekat dengan batu altar tersebut, yang tertutup debu.


Tangan Shun land meraba sebuah permukaan yang tidak rata, di sebelah sisi yang dekat dengan dinding, dengan semangat Shun Land membersihkan permukaan itu, di pemikirannya mungkin ada kunci, seperti pintu masuk ruang itu.


Setelah bersih dari debu terlihat permukaan tidak rata itu, membentuk tiga gambar, sisi kanan gambar kepala burung Rajawali, sisi kiri gambar kepala ular naga, keduanya persis seperti yang ada di sisi pintu masuk, kunci Ruangan itu.


Perbedaannya gambar ini di pahat kedalam sedangkan di pintu masuk menjorok keluar, di antara gambar kepala burung, dan gambar kepala naga, ada gambar telapak tangan, di tengah gambar telapak tangan ada simbol api menyala.


Shun land menempelkan tangannya kegambar telapak tangan itu dan menekan dengan kuat, tapi tak ada apa-apa yang terjadi.


Sang Rajawali api hanya diam sambil menggelengkan kepala, di sangka tuannya ini cerdas ternyata biasa saja.


Pangeran Shun Land melirik ke arah Rajawali yang sedang memandang dirinya dengan sorot mata mengejek.


"Mengapa kau memandang ku begitu, bukan mencari solusi kunci pintu ini" Shun Land bicara dengan nada agak tinggi.


"Maksud mu aku ini bodoh" pangeran Shun Land, sambil menunjuk wajahnya sendiri.


"Baguslah kalau sudah mengaku" sang Rajawali api seolah tidak menghiraukan kemarahan pangeran Shun Land.


Perdebatan panjang terjadi, setelah keduanya capek pangeran Shun Land duduk bersandar di dinding, memandang gambar gambar itu yang adabdi depannya.


Setelah emosinya keluar dengan berdebat, pemikirannya mulai jernih.


dalam pikiran pangeran Shun Land meraba-raba, di gambar itu ada tangan di dalamnya ada api, lalu melihat telapak tangannya dengan spontan mengalirkan kekuatan api abadinya ke telapak tangan, ada tangannya mulai berubah menjadi merah mengeluarkan hawa panas.


Pangeran Shun Land menganggukkan kepala mulai mengerti.

__ADS_1


Sang burung Rajawali hanya diam tak perduli sebenarnya dia mempunyai gagasan, tapi dia sengaja diam, sang Rajawali api ingin tuanya belajar berpikir dengan cermat.


"Ketika orang dalam keadaan emosi maka akalnya akan tumpul, pemikirannya buntu, tapi bila orang tersebut selalu tenang tidak terburu-buru, tidak mudah emosi, dan bisa mengendalikan emosinya, maka orang tersebut akalnya dan pemikirannya akan jernih, dan bisa mengambil keputusan dengan benar dan bijak" sang Rajawali api bicara seolah-olah, seorang guru memberikan nasihat kepada muridnya.


Shun land termenung mendengar ucapan sang Rajawali api, ucapan itu seolah menghantam rasanya, rasa dan pikir menerima dan membenarkan ucapan sang Rajawali api.


"Cobalah tekan gambar telapak tangan itu, dengan telapak tangan mu, dan alirkan kekuatan api abadi mu, karna pencipta peta itu seperti mempunyai hubungan erat, dengan ku, dan takdir yang kau jalani" sang Rajawali api memberikan penjelasan.


"Mengapa kau tak mengatakan dari awal" pangeran Shun Land bertanya.


"Aku ingin kau belajar di setiap waktu, terutama belajar mengendalikan emosi, dan pikiran mu, agar kau lebih baik mengambil keputusan di masa depan'' sang Rajawali api menegaskan lebih jelas, maksudnya


Di pemikiran sang Rajawali api, Shun land masih muda butuh penempaan mental dan cara berpikir yang benar, guna menghadapi perjalan hidupnya yang tidak mudah di masa depan, bagai mana pun dia akan berhadapan dengan persoalan yang besar, menuntut ketenangan berpikir dan mental yang tinggi.


Pangeran Shun land, menempelkan tangan kanannya ke gambar telapak tangan, lalu menyalurkan kekuatan api abadinya ke telapak tangannya,


Semakin lama semakin memerah telapak tangan Shun land, suhu ruangan itu semakin tinggi.


Di bawah batu itu ada sesuatu yang mendidih menghasilkan uap, mendorong sebuah bola batu untuk membuka pelatuk Roda bergigi, Rotor penggerak pintu tersebut.


Terdengar suara berderit keras, ruangan itu bergetar seperti terjadi gempa.


Perlahan batu lantai altar, selebar satu Depa persegi turun kebawah, ternyata batu altar tersebut pijakan pertama menuju lorong panjang tersebut.


...****************...


Chapter ini hanya berisi membuka pintu lorong, sebenarnya ingin di singkat tapi di sini alur utama cerita dan perjalan MC tentang mentalnya


terima Kasih yang telah mengikuti tulisan ini.

__ADS_1


terima buat pihak NOVELTOON telah memberikan Ruang buat penulis kampung yang jauh dari kata bagus.


salam Nusantara 🙏🙏🙏


__ADS_2