
Setelah mendengarkan cerita dari Aria Wilwatikta Shun Land jadi mengerti mengapa mereka berusaha menekan pada waktu pertama masuk ke pedukuhan ini.
Shun Land menjawab dengan santai.
"Paman Aria Wilwatikta saya akan memberi dua pilihan pada kalian semua. Pilihan pertama kalian semua menjadi abdi sang maha Pencipta dengan cara bergabung dengan pasukan ku, pilihan kedua kalian tetap menjadi musuh kerajaan ku dengan konsekwensinya kalian tahu sendiri, silahkan kalian memilih".
Walaupun bicara dengan santai Shun Land berharap mereka semua mau bergabung dengannya, mendapatkan satu kesatuan pasukan tingkat tinggi itu tidak mudah walaupun jumlah mereka kurang dari seratus orang tetapi kekuatannya dapat menghancurkan seribu pasukan bisa dengan mudah.
Kepala pedukuhan Aria Wilwatikta tidak langsung menjawab tetapi berpikir sejenak sambil matanya menyapu seluruh bawahannya, yang di tatap menganggukkan kepala, akhirnya setelah mendapatkan persetujuan dari bawahannya melalui isyarat kepala pedukuhan Aria Wilwatikta berkata.
"Paduka setelah mendapatkan persetujuan dari seluruh bawahan, saya dan seluruh pasukan rahasia Mara Deva menyatakan bergabung dengan paduka". Kepala pedukuhan bicara dengan kesungguhan hati, tetapi Shun Land tidak langsung merespon dengan baik terus menjawab pernyataan Aria Wilwatikta.
"Beri saya satu alasan bahwa kalian tidak akan mengkhianati saya dan negeri Sundaland ini".
Mendengar jawaban Shun Land kepala pedukuhan tanpa pikir panjang berkata sambil mengeluarkan pisau dan mengiris telunjuk kanannya, darah mengucur di sertai ucapan ikrar sumpah dan janji setia terhadap Shun Land, andaikan tidak mengkhianati dirinya dan tujuh keturunannya akan menerima kemalangan dari Sang Maha Pencipta.
Tindakan Aria Wilwatikta di ikuti oleh seluruh bawahannya mereka semua dengan segenap jiwa dan raganya mengucapkan ikrar sumpah dan janji setia. Shun Land melihat tindakan ini langsung menyambut baik dengan perkataan.
"Terima kasih kepada kalian yang telah mempercayai ku, menjadi bagian dari perjuangan ku untuk membela kebenaran dan keadilan, mulai sekarang niatkan di hati kalian bahwa kalian berjuang membela tanah air negeri Sundaland dan niatkan juga bahwa kalian menunaikan kewajiban sebagai hamba Sang Maha Pencipta alam semesta ini, jangan sesekali kalian semua setia dan berjuang karena diriku karena diriku sendiri berbuat demikian karena panggilan hati dari Sang Maha Pencipta alam semesta ini". Shun Land berhenti bicara menatap semua mantan pasukan rahasia Mara Deva.
__ADS_1
Mereka setelah bersumpah darah ke Bumi duduk melingkar menghadap Shun Land. Mereka mendengarkan ucapan Shun Land yang sangat berbeda dengan junjungannya.
Shun Land lalu melanjutkan bicaranya.
"Paman Aria Wilwatikta setelah ini paman akan bergabung dengan pasukan dengan pasukan khusus senyap ku yang di pimpin oleh panglima Bajul pakel, untuk itu paman Aria besok harus berangkat ke istana Rijang Renah Selawi saya akan menunggu paman di sana,.....
,.....Selain itu paman juga harus menghubungi seluruh mantan pasukan yang di bawah komando paman beri tawaran pada mereka untuk bergabung lagi dengan paman, dan ini ada sedikit uang untuk perjalan paman dan bagi kalian yang ingin ikut pergi bersama paman Aria Wilwatikta di persilahkan agar kalian bisa saling mengenal dengan komando tertinggi pasukan khusus senyap Ku".
Shun Land memberi perintah selanjutnya, kepala pedukuhan Aria Wilwatikta menerima beberapa kantong keping koin emas lalu menjawab Dengan semangat.
"Siap paduka raja, tapi tolong beri nama pedukuhan ini, karena selama ini pedukuhan ini sengaja tidak di beri nama agar tidak ketahui oleh siapapun".
Matahari sudah menyentuh ke cakrawala lembayung senja muncul dengan senyum indahnya memancarkan sinar kekuningan sangat indah di pandang di pesisir pantai Utara daratan luas Swarna Bumi.
Shun Land berpamitan lalu berjalan di iring seluruh mantan pasukan Rahasia Mara Deva, setelah sampai di tengah halaman Shun Land melesat ke angkasa menuju istana Rijang Renah Selawi.
Bekas pasukan Rahasia Mara Deva melongo tidak menyangka pimpinan mereka sekarang ini ilmunya melebihi junjungannya terdahulu.
Dalam perjalan hati dan pikiran Shun Land merasa semua tindakannya seakan ada yang membimbing, Shun merasakan ini setelah dirinya menyelesaikan Laku Ritual Topongrame. Memang sejak mendapatkan pemahaman tentang penerimaan takdir dari Sang Maha Pencipta alam semesta ini di sana menjelaskan bahwa sejatinya manusia hanya bisa berupaya tetapi segala kehendak kejadian seluruhnya di tentukan oleh tangan kehendak penguasa jagat raya ini, dalam hal ini hati, rasa, perasaan dan pemikiran Shun Land sudah stabil tidak mudah oleh perasaan atau pun terpengaruh oleh pemikiran yang tidak baik, hingga mengahasilkan seluruh tindakannya terbingbing getaran hati yang selalu tersambung ke Sang Maha Pencipta.
__ADS_1
Atas latihan yang terus menerus mengontrol perasaan, pemikiran, keinginan, dan imajinasi di alam Batiniahnya, hati Shun Land secara di sadari oleh Shun Land sendiri bahwa hatinya telah dekat dengan sang Maha Pencipta.
Pengalaman Batiniah Shun Land semakin terasah karena telah mendapatkan pondasi yang kokoh tentang kesombongan hati yang tersembunyi sehingga hatinya terbebas dari iblis hati sumber dari segala Mala petaka kehancuran jiwa yang membuahkan batin menjadi gelap gulita dan hati pun subur dengan sifat-sifat Angkara.
(Lihat Chapter 108-111 Dimensi iblis hati)
Jiwa Shun Land sudah sangat kuat malah telah berubah menjadi jiwa besar, Nafsu Angkara, nafsu marah, nafsu kehendak/keinginan, nafsu birahi dan Nafsu lainnya telah tunduk kepada kebijaksanaan hati yang di penuhi rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta alam semesta.
Dalam tubuh manusia mempunyai kebijaksanaan hati tempat menyimpan sifat sifat buruk atau pun sifat-sifat Baik. Dalam pokok sifat baik ada lima 1.Sabar 2.Rendah hati 3.ikhlas 4.Murah Hati dan 5.Dermawan.
Dari kelima sifat ini menghasil ke kebahagiaan hakiki yang bersarang pada hati dalam tingkatan yang tinggi bisa mengantarkan pada kehendak Sang Maha Pencipta alam semesta dan mendapatkan Bingbingannya.
Dalam hal ini pun ada 5 sifat yang sangat buruk dalam diri manusia sebagai cobaan dalam menjalani kehidupan, kelima sifat itu adalah 1.Sombong 2.Pemarah 3.Ria 4.Iri dan ke 5.Kikir. (lihat chapter 146. Roh mustika merah delima)
Dari kelima sifat ini bila menempel dan menguasai hati akan mendapatkan hasil lima siksaan pada hati yang kekal seperti tergambar pada kehidupan Guru Mara Deva Pancasiksa yang mempunyai arti panca artinya lima dan siksa artinya siksaan hidup.
Dalam kehidupan di dunia ini tidak terlepas oleh dua unsur yang saling melengkapi baik dan buruk, salah dan benar, dalam hal ini Shun Land menjadi bagian dari kebaikan dan Pancasiksa menjadi bagian keburukan ini sudah tercipta sejak alam semesta ini di ciptakan agar terjadi keseimbangan.
________*****________
__ADS_1