LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
183. Kitab Tarian Rajawali api dan panglima Kumbang.


__ADS_3

Mulanya terasa sakit kepala Shun land bagai di hantam palu besar tapi lama-lama rasa sakit itu hilang di barengi muncul bayangan seseorang memegang sebuah pedang sedang memperagakan sebuah jurus.


Bayangan-bayangan itu muncul begitu saja di ingatan Shun land, ilmu pedang tarian Rajawali Api ada lima jurus,


1.Jurus Rajawali Api menerjang badai.


2.Jurus Rajawali Api menahan prahara.


3.Jurus Rajawali Api menari kematian.


4.Jurus Rajawali Api menebar sayap Api.


5.Jurus Rajawali Api menyapu Angkasa.


Setiap jurus mempunyai 4 tahapan, seluruh jurus Rajawali Api masuk ke dalam benak Shun land,


"Paduka raja jangan melatih ilmu pedang tarian Rajawali Api karena harus memiliki kekuatan tenaga dalam lima puluh ribu lingkaran dan kekuatan api abadi yang besar, jurus Tarian Rajawali Api ada gabung dari jurus Tarian Naga kahyangan di gabungkan dengan gerakan-gerakan sang Rajawali Api jadi membutuhkan tenaga dalam yang besar, harusnya paduka raja menguasai dulu jurus tarian Naga kahyangan apa Naga bumi Sabui memberikan jurus tersebut pada paduka raja." Roh Naga Bergola bertanya.


"Tidak aku belum pernah belajar jurus itu dari Naga bumi Sabui" Shun land menjawab singkat.


"Paduka bersiaplah kosongkan pikiran paduka saya akan memberikan jurus tersebut langsung ke ingatan paduka, Jurus Tarian Naga kahyangan ada empat jurus,


1.Jurus Naga Bertapa.


2.Jurus Naga menyelam lautan.


3.Jurus Naga menari di angkasa.


4.Jurus Naga melindungi Bumi.


Setiap jurus mempunyai 3 tahapan." Roh Naga Bergola mengakhiri bicaranya.

__ADS_1


Roh Naga Bergola memberikan jurus tersebut satu persatu hingga selesai.


Shun land terjatuh sedeku kepalanya seperti meledak, dia pun menyarungkan pedang Naga Bergola lalu bangkit setelah kondisinya stabil kembali.


"Bagai mana nak mas, apa nak mas Satria tidak apa-apa???" Leluhur Ki Srengga penuh khawatir.


"Tidak apa-apa guru saya hanya perlu menyesuaikan diri dengan pusaka bintang ini" Shun land duduk dengan tenang.


Leluhur Ki Srengga duduk kembali di tempatnya lalu bertanya penasaran, "Apa nak mas Satria sudah mendapatkan jurus tersebut, waktu nak mas Satria mencabut pedang Naga bergola ada kilatan cahaya yang masuk pada tubuh nak mas Satria saya kira itu Roh yang bersemayam di dalam pedang tersebut."


"Benar guru itu adalah Roh Naga Bergola dia pun memberikan semua jurus Tarian Rajawali Api dan Jurus Tarian Naga Kahyangan langsung pada ingat saya, mungkin besok saya ingin mencoba melatih jurus tersebut." Shun land menjawab apa adanya.


Leluhur Ki Srengga menceritakan bahwa saudara seperguruannya Panglima Kumbang yang ada di dataran luas Swarnabumi berkunjung menceritakan ada satu kelompok bangsawan di dekat pesisir selatan Swarnabumi yang tidak terpengaruh oleh kekuasaan Mara Deva.


Bangsawan Rejang(Rhi-jang-Hiang) di pedalaman hutan Kutai Nuak dekat dengan kota pesisir Indrapura.


(Asal-usul suku Rejang diyakini berasal dari Rhe Jang Hyang, yaitu seorang leluhur suku Rejang yang berasal dari Mongolia.


Bersama kelompoknya, Rhe Jang Hiang mendirikan perkampungan di Kutai nuak yang berada di Napal Putih, Bengkulu Utara).


Panglima Kumbang pun menyarankan Shun land untuk berkunjung atau mengutus utusan ke sana yang nantinya bisa menjadi basis ataupun mendirikan suatu kerajaan bawahan di wilayah tersebut untuk mempersempit ruang gerak Kama Deva, yang sudah meraja Lela terhadap rakyat Swarnabumi.


"Baik guru saya pun telah memikirkan kesana tapi bagai mana pun saya baru membuka kekuatan di daratan luas Dwipa ini belum lama, saya juga sedang menjalin koalisi dengan perguruan-perguruan di daratan luas Dwipa ini, saya telah mengangkat sepuh Aria Natanagara untuk menjadi ketuanya saya juga mohon pada guru nanti hadir di pertemuan para guru besar di istana Sundapura kerajaan Tarumanagara."


Shun land keesokan harinya berlatih jurus tarian Naga kahyangan di pantai selatan di atas batu besar yang ada di pantai sang Hyang Sirah.


Pedang Naga bergola keluar dari warangkanya bilah pedang yang bergelombang seperti badan ular melekuk 7 lekukan warna pedang ini hitam pekat dengan corak seperti sisik ular hitam.


Pamor memancar dari pedang tersebut menyebar ke sekitar pantai sampai puluhan depa dari gagang pedang mengalir kekuatan Api murni dari lintang Braja berumur ratusan juta tahun.


Tangan Shun land bergetar hebat kekuatan Api murni lintang Braja masuk kedalam tubuh Shun land tanpa ada penolakan mungkin inilah yang di maksud oleh pencipta pedang Naga Bergola Leluhur agung Sang Hyang Triloka.

__ADS_1


Bahwa Pedang Naga Bergola di khususkan untuk pemilik tubuh empat lintang kelima pancer, hanya tubuh tersebut bisa menahan beban kekuatan besar.


Api murni lintang Braja menyatu ke seluruh tubuh Shun land, kekuatan Api murni Lintang Braja pun bisa melebur ke kuatan api abadi Shun land seketika itu juga.


Tubuh Shun land bergetar hebat, melayang di udara setinggi beberapa jengkal lalu turun perlahan.


Shun Land perlahan mempraktekan jurus pertama Tarian Naga Kahyangan perlahan-lahan sampai selesai dari tahap satu sampai tahan ketiga. Lalu di ulangi lagi sampai tiga kali.


Di setiap tebasan Pedang Naga Bergola mengeluarkan kilatan lidah lidah api, lama kelamaan gerakan Shun land semakin cepat hingga yang terlihat hanya bayangan yang di selimuti api.


Setelah merasa lancar Shun land memperagakan jurus yang kedua dari kitab Tarian Naga Kahyangan jurus Naga menyelam di laut, seperti yang pertama Shun land memperagakan dengan lambat dari tahap pertama sampai tahap ketiga.


"Sungguh tidak bisa di bayangkan andaikan pedang Naga Bergola jatuh ke tangan Pendekar yang berwatak jahat, sebesar apa kerusakan yang terjadi di bumi ini pantas saja Leluhur agung Sang Hyang Triloka membuat kunci pada pedang tersebut."


Leluhur Ki Srengga melihat dari pintu gua Sanghyang Sirah bergumam sendiri membayangkan jika pedang Naga Bergola di pegang seperti Mara Deva.


Satu hari penuh Shun land berlatih ilmu pedang tarian Naga kahyangan jurus pertama dan kedua.


Lembayung senja menghiasi ufuk barat sangat indah di lihat dari pantai selatan daratan luas Dwipa.


Shun land menyarungkan pedang Naga Bergola lantas melompat ke depan pintu gua Sanghyang Sirah.


Sang guru leluhur Ki Srengga memberikan air putih lantas duduk di samping Shun land.


"Nak mas Satria jangan memaksakan diri." Sang guru memberi nasehat.


"Tidak guru pada dasarnya saya bisa langsung memperagakan untuk bertarung walau tanpa latihan karena jurus-jurus tersebut telah ada di pemikiran saya, hanya tinggal mengatur tenaga dalam dan kekuatan api abadi kedua pedang ini mempunyai kekuatan sendiri yang melebihi kekuatan api abadi saya puluhan bahkan sampai ratusan kali lipat kekuatan api abadi yang saya miliki,...


Bila saya mengunakan kekuatan dalam pedang tersebut berlebihan bisa-bisa tubuh saya meledak.


---------------*****----------------

__ADS_1


__ADS_2