LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
304. Jaya Sempurna 37. Pelabuhan Cilamaya pencarian pendekar Topeng hitam


__ADS_3

Shun Land dan Lasmini tidak turun dari kapal sengaja kapal menjadi tempat tinggalnya, Shun Land berencana akan keluar hanya malam hari untuk menyelidiki keberadaan pendekar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud.


Lasmini tadinya menolak tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari Shun Land dia mau untuk tinggal di atas kapal. Shun Land masih memeras otaknya bagai mana caranya mencari informasi kedua pendekar kembar pendekar topeng hitam dan pendekar tanpa wujud.


Tidak terasa malam mulai datang menjelang Shun Land berpamitan pada Lasmini ingin mencari udara segar di luar kapal selain itu Shun Land beralasan ingin mencari sesuatu yang ingin dia beli.


Shun Land berpakaian seperti nelayan pedang Naga Bergola di tidak di bawahnya dan pesan pada Lasmini agar tidak menyentuhnya andai terpaksa menyentuhnya jangan memegang gagangnya karena pedang itu akan menolak tangan siapapun kecuali pemiliknya.


Shun Land berjalan menelusuri dermaga banyak para nelayan yang pulan dan pergi berlayar banyak juga kapal pedagang yang baru datang, malam tidak bisa membatasi kesibukan pelabuhan.


Shun Land berjalan semakin ke selatan banyak kapal berjejer yang sudah tidak terpakai sekilas Shun Land melihat dia antara kapal yang berjejer ada dua kapal besar mirip kapal armada Mara Deva, kapal tersebut berada di sebrang sebelah timur. Walaupun hanya di terangi sinar rembulan Shun Land masih bisa melihat dengan jelas.


"Besok siang aku akan memeriksa kapal-kapal itu". Shun Land bergumam sendiri. Sambil berjalan pelan mata Shun Land berhenti di sebuah kedai dari sekian kedai yang dia lalui kedai ini yang paling ramai hingga malam sampai larut.


Shun Land penasaran hingga timbul niatnya untuk singgah dengan harapan bisa bertemu dengan orang yang bisa memberi informasi tentang juragan yang tahun lalu merekrut pembunuh bayaran.


Memang mencari informasi ini sangat sulit karena sangat tertutup tetapi Shun Land mempunyai pemikiran informasi seperti ini harus mencari orang-orang yang bergelut di lembah hitam. Salah satunya dari tempat hiburan malam.


Shun Land sengaja mampir di kedai yang kelihatannya bukan kedai biasa, memang di lihat dari depan terlihat biasa saja, tetapi di lihat dari pengunjung yang keluar masuk sangat banyak dan semuanya dari kaum Adam hanya beberapa orang saja dari kaum hawa.


Begitu masuk ke dalam kedai belum juga Shun Land duduk satu orang wanita muda berpakaian kurang bahan menghampiri dan dengan senyum manis bertanya.


"Tuan muda silahkan duduk saya siap melayani tuan muda butuhkan".

__ADS_1


Shun Land duduk sambil matanya menyapu ke seluruh ruangan. "Terima kasih nona jangan panggil tuan muda saya hanya seorang nelayan yang kebetulan kapal saya mampir di pelabuhan ini".


"Tuan muda bisa saja mana ada nelayan yang kulitnya bersih dan tampan seperti tuan setidaknya tuan adalah pemilik kapal atau seorang juragan kapal yang singgah untuk melihat harga ikan di lelang pelabuhan Cilamaya ini". Pelayan muda ternyata teliti.


Shun Land hanya membalas dengan senyuman dan memuji akan ketelitian dan wawasan pelayan ini.


"Nona ini sangat cerdas tadinya saya hanya ingin singgah sebentar tatapi bicara dengan nona jadi ingin berlama-lama disini, nona bawakan minuman yang enak tapi tidak memabukkan dengan satu syarat nona menemani saya, dan bila nona menginginkan sesuatu ambil saja biar saya yang bayar kebetulan kapal saya lagi dapat banyak tangkapan".


Shun Land berkata dengan wajah gembira, Shun Land ingin mengunakan pelayan ini menjadi sumber informasinya.


"Siap tuan muda dengan senang hati" pelayan itu berkata dengan senyum menggoda lalu berbalik badan tidak lama kembali sambil membawa nampan minum dan berbagai makanan.


"Silahkan tuan muda, sepertinya tuan muda ini baru kesini karena selama saya di sini hampir semuanya saya kenal, tetapi saya baru kali ini melihat tuan muda". Pelayan itu menaruh minuman dan makanan setelah duduk memulai percakapan.


"Enak sekali minuman ini membuat hangat badan, Nona sudah lama bekerja di sini, dan ada pertunjukan apa di dalam sepertinya ramai sekali maaf yaaa maklum saya baru kesini". Shun Land memulai bertanya dengan hati-hati.


"Saya sudah dua tahun lebih disini penghasilan di sini lebih baik dari tempat saya kerja dulu dan yang di dalam itu pertunjukan spesial untuk laki-laki tuan, apa tuan ingin melihatnya biar saya antar tetapi ada uang masuknya, . Pelayanan itu menjawab pertanyaan Shun Land tanpa curiga.


"Sungguh malam ini malam keberuntungan saya bertemu dengan nona yang asiiik untuk di jadi teman bicara, Nona bisakah saya meminta tolong pada Nona karena selain menjual ikan saya lagi mencari informasi yang agak rahasia". Sebelum bicara Shun Land memastikan tidak ada yang melihat.


"Tenang tuan saya saya akan membantu tuan tetapi tuan juga mengerti bahwa informasi itu ada nilainya, semakin tinggi nilainya semakin mahal harganya saya rasa tuan paham akan hal ini". Pelayan itu berkata dengan tenang.


"Apakah Nona bisa di percaya, masalah bayaran jangan khawatir saya mampu bayar, andai pemilik kedai ini ingin menjualnya saya mampu membelinya". Shun Land bicara sedikit tinggi untuk menarik kepercayaan pelayan itu, Shun Land mempunyai pandangan pelayan ini bukan sesederhana kelihatannya.

__ADS_1


"Tenang tuan rahasia tuan aman bersama saya, karena tuan berbicara dengan orang yang tepat, sebutkan informasi apa yang tuan inginkan". Pelayan itu berkata dengan pelan.


Shun Land merogoh sakunya dan mengeluarkan satu kantong kecil koin emas lalu menyodorkan pada pelayan itu sambil berbisik di telinganya. "Saya ingin mengetahui perekrutan pembunuh bayaran setahun yang lalu di pelabuhan ini".


Pelayan itu mengambil kantong koin emas dengan cepat menimbang dengan tangannya di bawah meja, lalu melirik kanan kiri lalu menjawab dengan santai.


"Ini cukup tatapi tempat ini sangat tidak cocok bila tuan ingin di pijat seluruh tubuh, banyak nyamuk matanya tajam, bagai mana jika tuan ke rumah saya di sana lebih nyaman di jamin tuan akan puas". Pelayan itu bicara dengan bahasa isyarat sambil mengerlingkan mata genitnya.


"Nona ini sangat menggairahkan saya jadi tidak sabar untuk di pijat seluruh tubuh lama berada di atas kapal badan jadi pada kaku, apakah ini cukup untuk membayar minuman ini". Shun Land memberikan koin emas untuk membayar minuman dan makan yang di pesan.


"Cukup tuan" pelayan itu menerima uang tersebut lalu berjalan menemui Bos di dalam kedai dan memberikan uang sambil berkata.


"Nyai saya pamit dapat pelanggan yang ingin layanan khusus". Yang di panggil nyai tersenyum sambil menjawab.


"Kau sangat pintar mencari mangsa, Ajeng belajar tuh kaya teman mu ini jangan duduk saja pas dapat pelanggan yang sudah bau tanah". Yang di sebut Nyai berkata bersungut-sungut.


Pelayan itu kembali menghampiri Shun Land lantas menggandeng tangan Shun Land berjalan keluar dari kedai itu. Shun Land tanpa bicara mengikutinya.


Di pintu kedai pelayan berpapasan dengan temannya, "Kalau dapat yang berkilau tidak ngajak-ngajak". Teman pelayan berkata candaan sambil mengedipkan mata pada Shun Land.


Pelayan itu berjalan ke arah selatan menjauhi pelabuhan tidak sampai waktu satu kali menanak nasi terlihat dua rumah panjang terdiri beberapa pintu, rumah itu saling berhadapan.


"Maaf tuan sedikit jauh mari tuan masuk jangan malu-malu saya tinggal sendiri". Pelayan itu membukakan pintu mempersilahkan Shun Land masuk.

__ADS_1


****************


__ADS_2