LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
78. Pengangkatan pangeran Shun Land jadi raja 2


__ADS_3

Pangeran Shun Land mengutarakan maksud memanggil ketiga putri tersebut.


Kedua putri kompak menunjuk putri Sari Tungga Dewi, karena menurut mereka berdua, bahwa putri Sari Tungga Dewi memiliki jiwa pemimpin dan ketegasan jadi bila Pangeran Shun land berada di luar kerajaan bisa mengambil keputusan dengan benar dan bijak.


Putri Sari Tungga Dewi merenggut, "kenapa kalian mengeroyok ku" merasa keberatan


"Kakak sari kita tumbuh bersama di istana, aku telah melihat dan percaya bahwa kakak bisa menggantikan posisi pangeran bila sedang berada di luar" Kata putri Dewi sumayi memberi alasan


Putri May lien pun menimpali


"Kakak putri Sari aku ini banyak tinggal di perkampungan dan tumbuh di sana, aku kurang mengerti masalah kerajaan.


"Ini pas dan pantas bila kakak putri Sari yang lebih dulu menikah dan menjadi permaisuri, hingga nanti waktu kami menyusul menikah, rakyat lebih mengenal kakak putri Sari sebagai permaisuri"


Putri May lien memberikan alasan panjang lebar.


"Pangeran kami sudah sepakat bahwa kakak putri Sari Tungga Dewi yang lebih dulu menikah, karena menurut peraturan rapat dua pertiga dari jumlah yang rapat setuju, itu di anggap saja"


Putri Dewi sumayi, tersenyum kemenangan,


Putri May lien mengangguk.


Sedangkan putri Sari Tungga Dewi hanya pasrah.


"Baiklah kalau kalian sudah memutuskan, aku menyetujuinya dan perlu diingat oleh kalian bertiga dan simpan di ingatan yang tertinggi....


Bahwa pernikahan ini jangan berlandaskan atas nafsu birahi ataupun keinginan untuk berkuasa, tapi landasan pernikahan ini atas dasar pengabdian kepada kerajaan dan perjuangan untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan rakyat negeri ini"


Pangeran Shun Land memberi wejangan kepada tiga calon istrinya dengan sungguh-sungguh.


Ketiganya menundukkan kepala, menekankan hati mereka akan mengingat nasehat calon suaminya yang mereka cintai.


"Silahkan kalian kembali ke tempat kalian masing-masing, besok kalian bantu bunda Ratu dan ayahanda untuk mempersiapkan pertanian calon suamimu di nobatkan menjadi Raja"


Dalam hati pangeran Shun Land, andai boleh memilih dia lebih memilih menjadi pendekar pengelana yang bebas kemana pun akan pergi, dari pada menjadi seorang Raja.


"Aah pangeran tak adil kami baru saja bertemu pangeran kami masih kangen, sudah di usir" putri Dewi sumayi proses


Tapi kedua putri yang lain hanya menundukkan kepala walau tidak setuju.


Putri Dewi sumayi melangkah ke arah kursi yang di duduki pangeran, setelah dekat putri Dewi sumayi memeluk tangan pangeran Shun Land, dan berkata


"Kakak pangeran kejam baiklah aku pamit" sambil pamit putri Dewi sumayi mencium pipi pangeran Shun Land.

__ADS_1


Pangeran Shun Land hanya tersenyum lucu


Putri Sari Tungga Dewi berdiri menghampiri pangeran Shun Land, lalu berujar.


"Sebelum pamit dan pergi bolehkah kakak memeluk adik Pangeran" putri Sari Tungga Dewi memiliki sikap kebangsawanan yang tinggi.


"Mengapa tidak, bukankah adik ini calon suamimu" timpal sang pangeran


Sambil memeluk putri membisikan sesuatu.


"Kakak kangen banget sama adik ingin duduk berdua suatu saat nanti"


Pangeran Shun Land hanya menganggukkan kepala seraya berucap.


"Nanti setelah selesai urusan yang penting-penting adik akan mengunjungi kakak, sekaligus meminta restu pada ayah Sesepuh dan ibu sesepuh"


Tinggallah putri May lien yang duduk terpaku badannya enggan bergerak untuk berpamitan.


"Bolehkah May tinggal beberapa saat lagi menemani pangeran" sambil tertunduk putri May lien bicara takut sang pangeran tidak mengijinkan.


Pangeran Shun Land mendekati putri May lien, bagai mana pun, putri May lien ini wanita pertama yang mengisi relung hatinya


Mendengarkan permintaan gadis yang di kasihi pangeran Shun Land jadi tak terharu.


"Berdirilah tatap aku jangan malu-malu, hingga rasa kangen mu hilang"


Kepalanya di letakan pada dada bidang sang pujaan hati, sepertinya dia tak ingin melepaskan pelukan itu untuk selamanya.


"Aku akan mengantarmu, bagai mana pembangunan kediaman mu sudah selesaikah" pangeran mengantar putri May lien.


"Belum kakak pangeran, tinggal proses akhir" jawab putri May lien yang berjalan di sisi pangeran sambil berpegangan tangan.


Setelah mengantar putri May lien, pangeran Shun Land, keluar istana menuju markas Bhayangkara.


------------***------------


Pandangan mereka bertemu, Dewi lerna tertegun sangat kaget ada rasa curiga di hatinya, jangan-jangan dia akan di jebak untuk di eksekusi.


Di saat suasana canggung, kedua bekas musuh lama saling berhadapan, keduanya saling berhati-hati, masing-masing takut di serang secara mendadak.


"Kenalkan ini ketua kami pendekar syair kematian, tangan kanan pangeran Shun Land" ketua divisi telik Sandi, memperkenalkan ketua mereka.


"Aku sudah mengenalnya, apakah pendekar Antaka masih meragukan kami, kami sudah melakukan sumpah darah, kami akan mengabdi dan setia pada pangeran Shun Land" Dewi lerna berkata menyakinkan pendekar Antaka.

__ADS_1


Suara familiar terdengar santai meluncur dari lisan seorang pemuda.


"Sepertinya paman Antaka dan Bibi lerna ini sangat berjodoh di masa depan aku menggelar pernikahan besar di istana, Dari namanya jelas ada kesamaan, Dewi kematian dan syair kematian"


Semuanya menengok asal suara, pangeran Shun Land berdiri di depan pintu masuk aula utama rumah besar itu.


Keduanya melengos mendengar ucapan pangeran Shun Land, tapi tidak berkata sepatah kata pun.


Dewi lerna menghampiri pengeran Shun land, Dan berujar dengan ciri khasnya sedikit genit dan manja.


"Bolehkah bibi ini memeluk sang ponakan sebagai tanda kebahagiaan telah lepas dari cengkeraman tua Bangka Niraya Sura, Antaka kau jangan ngiri, kau pun dulu ingin dalam pelukan tubuh cantik ini hahahah"


Dewi lerna memeluk pangeran Shun Land dengan erat.


Pangeran Shun Land hanya bernafas panjang tak berdaya, tak tega bila menolak tentu akan melukai perasaan dan harga dirinya di depan Pendekar syair kematian.


Kedua Dewi kematian hanya diam saja tak melakukan apapun.


Semuanya duduk di Aula ruangan rumah yang besar.


"Paman Antaka bibi Dewi lerna, saya mohon mulai sekarang kalian Bekerja sama, membangun peradaban negri ini, saya dan negri ini, membutuhkan uluran tangan kalian, sekarang kalian berjabat tangan di depan saya sebagai tanda bahwa kalian, bersatu di bawah naungan kerajaan Kutai khal ini"


Pangeran Shun Land memulai pembicaraan, Dewi lerna mendahului mendekati Pendekar syair kematian, lalu mengulurkan tangannya seraya berkata.


"Antaka maaf kan aku selama ini sering membuat mu, marah dan pernah karena aku, nyawa mu hampir hilang di tangan tua Bangka Niraya Sura, mulai sekarang aku mohon kau melupakan dendam yang ada di dalam hati mu terhadapku"


Dewi lerna memohon maaf dengan tulus kepada Pendekar syair kematian, mendengar ucapan yang tidak di buat-buat dari Dewi Lerna, menandakan bahwa dia telah berubah haluan, hati pendekar Antaka tersentuh.


Keduanya berjabat tangan, pendekar Antaka berucap sambil menggenggam erat tangan Dewi lerna.


"Aku juga meminta maaf dengan ucapan ku ketika itu, mungkin ucapan kasar dan kata-kata kotor ku, membuat melukai hatimu"


keduanya saling memaafkan, kedua adik Dewi lerna mengikuti tindakan kakaknya menyalami pendekar Antaka dan meminta maaf atas perbuatan mereka, sewaktu masih jadi musuh.


...****************...


jangan lupa like dan support nya, kritik dan saran di kolom komentar.


Demi pertumbuhan tulisan ini


🙏🙏🙏


jagalah kesehatan karena sakit itu lebih mahal

__ADS_1


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2