LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
27.kontes latih tanding 6.


__ADS_3

Dalam putaran ke dua kontes latih tanding menyisakan enam peserta


1.pangeran Khal Shugal



Putri Adeo


3.pangeran Agam


4.pangeran Makkamaru


5.Putri Ambo Dale


6.pangeran Shun Land



Hari itu matahari telah condong ke barat, tetua Mantikai sebagai pemimpin kontes latih tanding mengumumkan bahwa kontes latih tanding akan di lanjutkan besok,


Rombongan istana mendahului meninggalkan tenda kehormatan di ikuti para kerabat istana dan tamu kehormatan.


Seluruh penonton pun berangsur angsuran meninggalkan halaman arena.


Di sela-sela pintu keluar seorang pemuda celingukan mencari seseorang.


Sedang asyik mencari, bahunya di sentuh seseorang, dengan kaget pemuda itu membalikan badannya hingga wajahnya sangat dekat dengan yang menyentuh, pandangan mereka bertemu, wajah gadis yang menepuk bahu memerah,


''Sepertinya pangeran Dehen sedang mencari seseorang'' tanya putri Adeo kepada pangeran Dehen, pangeran Dehen segera menjawab


''Sengaja saya menunggu putri karna ada dua keperluan, pertama ingin mengajak mengunjungi putra mahkota dan ada yang ingin saya sampaikan tentang masalah kontes latih tanding''


''Baik lah, tapi Pangeran yang akan menjemput saya apa, saya yang mengunjungi pangeran Dehen'' tanya putri Adeo


Pangeran Dehen tersenyum merasa lucu, dengan kepolosan putri Adeo, pangeran Dehen lalu berujar sambil bercanda


''Masa perempuan secantik bidadari harus menjemput laki-laki, nanti saya yang menjemput putri''


merekapun meninggalkan arena kontes latih tanding, kembali ke tempat istirahat yang di sediakan pihak istana.


 Kejadian pertarungan pangeran Shun Land dengan pangeran Sanjaya menghebohkan kota Nusa kencana sampai ke kota pelabuhan,

__ADS_1


Di kedai-kedai di penginapan menjadi buah bibir, terutama bagi kaum hawa ketampanan pangeran Shun Land menjadi daya tarik tersendiri,


Di kalangan penjudi tidak kalah ramainya, dari enam peserta kontes urutan pertama pangeran Khal Shugal menjadi urutan yang teratas, kedua pangeran Makkamaru, ketiga pangeran Shun Land, keempat pangeran Agam, kelima putri Ambo Dale dan yang paling terakhir putri Adeo.


Tapi ada juga yang memberi taruhan keempat pangeran imbang,


Di sebuah penginapan seorang bapak dan putrinya sedang menikmati makanan, dari pakaiannya terlihat keduanya berasal dari negeri jauh.


Di sela-sela makan sebuah obrolan terjadi, sang putri menanyakan pendapat bapaknya siapakah yang akan menjadi pemenang.


Bapak itu berpendapat, bahwa empat pangeran semua memiliki kesempatan menjadi pemenang karena dari tenaga dalam mereka cukup berimbang, hanya pangeran Khal Shugal yang memiliki tenaga dalam yang lebih tinggi sedikit, tapi di arena tenaga dalam tidak bisa menjadi faktor kemenangan,


Seorang petarung yang baik adalah, yang bisa mengunakan sekecil apapun kelemahan lawan menjadi kesempatan meraih kemenangan.


''Ayah berapa persen kesempatan pangeran Shun Land untuk menjadi pemenang'' sang gadis bertanya dengan serius, seakan sangat ingin tahu kesempatan pangeran mahkota itu


''Pangeran Shun Land kalau melawan Pangeran Makkamaru dan pangeran Agam mempunyai kesempatan enam puluh persen kesempatan menang, sedangkan untuk melawan pangeran Khal Shugal kemenangannya lima puluh, lima puluh'' sang ayah memberi penjelasan.


Di lantai dua di penginapan yang sama anak saudagar pasar di datangi tiga pembunuh bayaran.


Yah dia maasiak anak saudagar pasar Upiak arai, dia sedang makan dengan tenang, sebenarnya tampang Maasiak cukup tampan kalau di bandingkan pangeran Shun Land, pangeran Shun Land di atas sedikit, kalau di bandingkan dengan Boma sangat jauh, ini yang membuat sakit hati maasiak, mengapa mawinei memilih Boma yang hanya seorang anak pelayan istana dalam, dugaannya pasti karena pangeran Shun Land mempengaruhi Mawinei, atau di iming-iming hadiah besar hingga hati Mawinei berbelok arah, Padahal ini prasangka yang keliru, maasiak tidak tahu bahwa sebelum acara pertunangan Mawinei sudah berhubungan dengan Boma.


Tiga orang tampang sangar dan tak ada tatak Rama datang dan langsung ikut makan, tapi maasiak seolah sudah tau dan merasa tak terganggu,


maasiak tidak merasakan ketakutan sama sekali, sebenarnya Maasiak sendiri seorang pendekar, ilmu tenaga dalamnya pun hampir tiga ribuan, tapi maasiak tidak suka pertarungan andai ia bertarung kalau dalam keadaan darurat tidak ada jalan lari dan membahayakan nyawanya.


Maasiak mempunyai kecerdasan yang lebih serta kelicikan, bicara dalam perdebatan maasiak sukar untuk mencari tanding, mungkin ini keahlian temurun dari Gen ayahnya, yang pintar dalam berdiplomasi.


Karakter Maasiak memang pemikir ulung, setiap masalah maasiak jarang turun langsung dia selalu meminjam tangan yang lain, hingga nama baiknya terjaga, Di permukaan sangat sopan penuh tatak rama, tapi aslinya sangat kejam dan tanpa belas kasihan, dia tidak mau citra baiknya tercemar hal-hal tidak baik, hingga tidak berimbas pada bisnis perdagangan keluarganya.


Setelah makan selesai, maasiak mendahului bicara


''Ada apa kenapa kalian kembali sebelum tugas di lakukan''


Antang melirik dua temannya Badrowi dan mayit, meminta persetujuan, Badrowi dan mayit menganggukkan kepala tanda setuju.


''Begini tuan Maasiak, tugas tuan berikan pada kami sangat tidak sesuai dengan kenyataan dengan keterangan yang tuan berikan, target tuan berilmu tinggi'' Antang memulai protes.


''Sebentar pendekar Antang tidak sesuai bagai mana'' maasiak bertanya pura-pura heran, aslinya dia tau arah lari dari ucapan Antang, dalam hati maasiak tertawaan,


''Saya berkata di pertemuan awal -target tidak pasti tinggi rendahnya ilmu Kanuragannya tapi melihat latih tanding dengan panglima dia sepertinya jauh di bawah panglima- dan saya pun membayar mahal kalian bertiga karena tahu lawan belum bisa di prediksi ilmu kanuragannya'' diam sejenak lalu melanjutkan

__ADS_1


''Kalian saya bayar seribu keping emas satu orang bila berhasil, dan di bayar lima ratus keping emas di muka, itu sangat besar, itu bisa membiayai hidup satu tahun lebih'' lanjut maasiak menjelaskan


''Dimana letak kesalahan saya'' Maasiak menegaskan bahwa dia tak bersalah


Mendengar ucapan maasiak ketiganya diam mengiyakan itu, tapi di dalam hatinya merasa ada yang salah tapi tidak bisa di buktikan.


''Sekarang bagai mana, apa kalian akan menyerah dan mengembalikan uang, koneksi ku banyak yang lebih tinggi ilmu dari kalian'' maasiak menggertak balik,


Mendengar ini ketiga kaget, kalau diteruskan resikonya nyawa kalau harus mengembalikan uang, uang itu sudah habis separuh untuk minum minum dan main perempuan.


Ketiganya terdiam seribu bahasa, tidak bisa melawan cara diplomasi maasiak. maasiak tersenyum licik lalu berkata


''Kalian kebingungan setelah melihat pertarungan tadi, tenang aku mempunyai solusi'' maasiak berhenti berkata memberikan celah bicara untuk ketinya


''Solusi bagai tuan'' ketiganya hampir berbarengan berkata.


''Kalian bingung mengembalikan uang, tidak apa-apa uang segitu bagiku tak ada artinya. tapi sebagai gantinya kalian menjadi anak buah ku dan menjalan tugas rahasiaku, tenang masalah biaya hidup kalian aku yang tanggung, bagai mana?''


Ketiganya tidak langsung menjawab karna intinya mereka harus menjadi bawahan maasiak yang tidak tau pasti upahnya, mereka terikat oleh uang yang telah dia terima, sedang untuk mengembalikannya uang mereka tidak mencukupi, akhirnya setelah mereka satu sama lain memutuskan untuk jadi bawahan maasiak karna tidak terlalu rugi, melihat kelihatannya Maasiak orangnya loyal


''Kami bersedia tuan, tugas apa yang harus kami lakukan berikutnya'' ketiganya kompak


Maasiak memberi kode agar ketiganya mendekat lalu tengak-tengok dan berkata pelan.


''Kalian harus mencari pendekar pilih tanding yang sekiranya bisa membunuh pangeran Shun Land kalian mengerti, ingat jaga rahasia ini dengan nyawamu, atau keluarga kalian jadi jaminan'' kembali Maasiak mengakhiri perintahnya dengan mengancam


Ketiganya manggut-mangut tanda mengerti, Antang kemudian berkata


''Ada pangeran tapi tidak bisa di bicarakan di sini takut ada yang mendengar ini bahaya untuk kita semua''


Mendengar ini maasiak mengerlingkan matanya, ragu-ragu tapi Antang langsung menyakinkan.


''Percayalah pada saya tuan, saya sudah banyak pengalaman menggeluti sebagai pembunuh bayaran, bahkan sampai ke daratan sebrang''


Maasiak membenarkan ucapan itu, karena dulu waktu ingin menyewa jasa Antang pun sangat sulit, tidak kaya merekrut jagoan pasar


Akhirnya mereka bubar dan akan bertemu setelah kontes berakhir, agar perbuatan mereka tersusun rapih, tak mencurigakan pihak lawan,


''Aku harus mencari tahu hubungan pangeran Shun Land dan pangeran Khal Shugal, sepertinya mereka ada konflik ini bisa di lakukan untuk keuntungan ku'' setelah ketiganya keluar maasiak memikirkan langkah selanjutnya


...****************...

__ADS_1


samping jumpa lagi lain waktu jangan lupa like, share and komennya, bay bay 🙏🙏🙏


__ADS_2