
Shun Land duduk di ujung meja yang dekat dengan jendela. "Paman Lamsijam ada berapa penduduk di sini apa koin emas kita cukup untuk membantu mereka".
"Sangat cukup tuan jaya, saya akan menghubungi kepala pedukuhan yang mengetahui percis keadaan penduduk sini". Lamsijam menjawab.
"Paman biar saya yang menemui kepala pedukuhan kebetulan dia adalah kerabat saya" Basara mengulurkan jasa. Lamsijam dengan wajah senang menyetujuinya.
"Bawa kemari kepala pedukuhan dan suruh membawa seluruh penduduk ke sini kita akan adakan Darma bakti sesama" Shun Land berucap tanpa menoleh memperhatikan orang yang lalu lalang di jalan.
Basara dan Bisiri bergegas keluar untuk menemui kepala pedukuhan, Lamsijam memanggil pemilik kedai.
"Apakah kedai ini bisa menyiapkan dengan cepat untuk menjamu seluruh penduduk sini ?". Lamsijam bertanya pada pemilik kedai.
"Bisa tuan cuma kami butuh bantuan tenaga untuk memasaknya" pemilik kedai makan menjawab. "Kami bisa membantu paman" ke4 gadis menjawab bersamaan.
Para gadis dan satu pemuda berjalan mengikuti pemilik kedai di pedukuhan Kudus ke dapur kedai. Tidak lama kemudian datang Basara dan Bisiri bersama kepala pedukuhan pak Sukirno membawa beberapa bawahannya.
Shun Land mempersilahkan pak Sukirno duduk lalu berkata. "Pak saya ada sedikit rezeki dan ingin berbagi dengan penduduk pedukuhan ini, berapa jumlah keseluruhan penduduk pedukuhan ini sekarang". Shun Land tidak banyak berbahasa basi.
"Perkenalkan saya Sukirno Nak Jaya, seluruh penduduk pedukuhan ini kurang lebih ada 32 keluarga keseluruhan tapi yang berdekatan ada 24 keluarga semuanya ada 104 penduduk dengan anak-anak" pak Sukirno menjawab apa adanya.
"Pak Sukirno tolong kumpulkan semua tapi yang sudah jompo tidak usah berangkat nanti tolong pak Sukirno mengantarkannya". Shun Land meminta tolong kepala pedukuhan pak Sukirno untuk melaksanakan Darma bakti sesama.
__ADS_1
"Terima kasih tuan Jaya atas kebaikan tuan, memang untuk saat ini saya sendiri sudah kehabisan harta dan benda untuk membantu penduduk yang sangat membutuhkan bantuan, penyebab utama kami gagal panen dan yang paling utama adalah gangguan keamanan kelompok Bangau putih dan kelompok Cakar elang yang sering datang memeras saya dan para penduduk malah di pedukuhan sebelah sekarang ini ada empat gadis belia yang di bawa secara paksa, saking kejamnya kelompok ini sering kali ketika datang meminta harta benda dan yang tidak memberi di bakar rumahnya padahal mereka tidak memberi karena memang tidak mempunyai apa-apa". Kepala pedukuhan pak Sukirno berterima kasih dan bercerita keadaan pedukuhan dengan kepala menunduk.
"Pak Sukirno jangan khawatir kedua kelompok itu telah lenyap dari bumi ini, dan saya pun akan memberikan sedikit uang tambahan untuk membangun rumah yang tidak mempunyai tempat tinggal dan memperbaiki rumah yang sudah sangat memprihatikan, nanti beberapa anak buah pak Sukirno untuk mengikuti saya mengambil peralatan pertanian". Shun Land memberikan kabar gembira dan akan membantu berupa peralatan pertanian yang pada saat itu sangat sulit untuk mendapatkannya karena yang ada pandai besi hanya di kota-kota besar.
Lamsijam di beri pengarahan oleh Shun Land untuk menghabiskan satu kotak koin emas yang di dapat dari harta Ki Sarwana di Bangau putih.
Dalam kesempatan itu satu penduduk mendapatkan 10 koin emas sedangkan isi dari satu kotak koin emas sekitar 25ribu koin emas, sisanya di serahkan pada pak Sukirno untuk di manfaatkan untuk membantu membuat rumah bagi penduduk yang tidak mempunyai rumah atau pun rumah yang sudah sangat memprihatikan.
Selain itu Lamsijam juga menasehati ke empat gadis yang mendapat koin emas untuk membagi dengan kerabat dan saudara mereka di tempat tinggalnya karena memiliki harta terlalu banyak akan Banyak mengundang bahaya bagi keselamatan mereka.
Basara dan Bisiri di perbolehkan untuk ikut bersama Shun Land dengan catatan harus giat berlatih dan menjaga sopan santun dan perilaku baik, karena ilmu olah Kanuragan sejatinya untuk mengantar kebaikan kepada sesama.
Empat orang bawahan pak Sukirno mengikuti Shun Land untuk mengambil peralatan pertanian yang rencananya akan di beli di pedukuhan maju Asemarang.
Shun Land berangkat memacu kudanya bersama rombongan Lamsijam mengawal kedua pemuda kembar Basara dan Bisiri agar tidak tertinggal hingga sore hari barulah mereka bisa mengejar Rombongan Lasmini dan pangeran Sanjaya yang memenang berjalan pelan karena banyak membawa barang.
Lasmini dan pangeran Sanjaya triloka serta yang lainnya telah sampai di pedukuhan Bintoro mereka sengaja berhenti menunggu Shun Land karena menurut pangeran Sanjaya triloka akan lebih dekat ke Sangiran lembah Begawan Solo bila belok ke selatan. Akan lebih memakan waktu bila kembali ke pedukuhan Asemarang.
Shun Land memberikan uang koin emas seribu keping kepada ke empat bawahan kepala pedukuhan Kudus untuk membeli peralatan pertanian di pedukuhan Asemarang, mereka pun di beri amanat untuk menemui nyai Gora Sindula untuk membantu mendapatkan berbagai peralatan pertanian.
Pangeran Sanjaya triloka dan putri Sanja memimpin membuat tenda untuk bermalam di pinggir pedukuhan Bintoro sengaja agar tidak menggangu penduduk setempat. Shun Land memberikan perintah kepada Lamsijam besok agar memberikan beberapa ribu keping koin emas kepada kepala pedukuhan untuk di bagikan kepada penduduk pedukuhan Bintoro yang nasibnya tidak jauh berbeda dengan penduduk pedukuhan Kudus imbas dari kekejaman kelompok Bangau putih Ki Sarwana dan kelompok Cakar elang Ki Maliwa.
__ADS_1
Delay yang mempunyai keahlian untuk mencari informasi ke kelompok-kelompok golongan hitam malam itu di perintahkan untuk mencari informasi, Delay di temani Pramuja berangkat ke selatan menyusuri jalan yang akan di lalui Shun Land berikutnya.
Malam itu perasaan Shun Land sedikit lega karena telah selesai menumpas tuntas sampai ke akar-akarnya kelompok Raja tengkorak dan Tapak besi, hingga untuk saat ini untuk beberapa tahun mendatang jalur Alas Roban akan aman di lalui para pedagang dan pengelana serta keperluan lainnya yang menggunakan jalur Alas Roban. Jalur ini sangat penting dan penting untuk kemajuan ekonomi dan keamanan di daratan luas Sunda Dwiva yang notabene semuanya menggandakan pesisir dan muara-muara untuk bertransaksi peradangan.
Basara dan Bisiri sangat akrab denga Lamsijam juga istrinya mereka sangat senang dengan kedua kembar belia ini, Lamsijam yang tidak pernah merasakan mempunyai keluarga seakan memiliki keluarga kecil dengan hadirnya kedua kembar Belia Basara dan Bisiri.
Berbeda dengan pangeran Sanjaya triloka dirinya merasa sangat dekat dengan Shun Land karena hati kecilnya merasa sangat yakin bahwa Jaya Sempurna adalah Shun Land tetapi pangeran Sanjaya triloka sangat tidak mengerti akan tindakan Shun Land sekarang ini, tetapi kesimpulan ini pangeran Sanjaya triloka tidak di kemukakan kepada siapa pun walaupun kepada istrinya putri Sanja yang berasal dari Bangsawan Dayak Danum. Putri Sanja rela meninggalkan daratan luas Nusa kencana daerah kelahiran demi mengikuti suaminya tercinta.
"Putri apakah kau menyesal mengikuti kakang hingga hidup mu terlunta-lunta sampai tidur di kedalaman hutan belantara". Pangeran Sanjaya berkata sambil menyandarkan badannya di pohon dekat tenda.
"Tidak kakang saya sudah berjanji dan bertekad menemani kakang sampai akhir hayat saya semoga kakang tidak merasa terbebani oleh saya, saya juga merasa senang mengikuti tuan Jaya Sempurna yang menurut saya kepribadiannya dan ilmunya 80persen mirip dengan sahabat kita Raja Shun Land cuma yang berbeda Tuan Jaya Sempurna sangat kejam tidak bertoleransi bagaikan seorang pembunuh berdarah dingin". Putri Sanja menjawab sambil mengomentari Shun Land.
"Sudah jangan bicarakan itu mungkin tuan Jaya Sempurna mempunyai alasan tersendiri yang tidak di ketahui oleh kita karena dia lebih mengetahui di segala hal dari pada kita". Pangeran Sanjaya menimpali dengan bijak. Di pemikiran pangeran Sanjaya tindakan Shun Land begini karena mempunyai rencana yang besar yang di luar kemampuan ilmu pengetahuannya.
*****************
Maaf untuk Penyebutan Demak Bintoro tidak ada data lagi yang lebih tua kecuali nama pedukuhan Bintoro baru setelah Raden patah menjabat Adipati Namanya berganti Demak Bintoro yang aslinya kota di pesisir tidak kaya sekarang sekarang yang agak kedalam dari pesisir. Dan pedukuhan Bintoro menjadi cikal bakal kerajaan besar bercorak Islam.
Data tertua dari kota Demak Bintoro hanya sekitar tahun 1500 Masehi sebelum itu tidak ada data.
Maaf bila penataan bahasa sangat jauh dari kata baik, tetapi kecintaan Sahabat NT(Noveltoon) akan Nusantara membuat setia pada LRA. Trim's buat like dan Support nya, sehat selalu beserta keluarga Aamiiin.
__ADS_1
Salam Nusantara.
Salam Garuda perkasa.