LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
59.Perjodohan pangeran Shun Land


__ADS_3

Mendengar ini pangeran Shun Land, seakan di jebak, mau berkata tidak, takut menyinggung sesepuh agung, berkata mau, tidak ingin menyakiti perasaan putri May lien dan Dewi sumayi.


Sang Ratu sangat terkejut, pernyataan ibu sesepuh Dewi Iswari, yang terang-terangan ingin menjodohkan putrinya dengan pangeran Shun Land, anak semata wayangnya.


"Kakak Dewi kalau aku sih siap saja, terserah pangeran, malah bapaknya ingin menantu sekaligus tiga" Sang Ratu berhenti sejenak sambil melirik ke arah maha Mentri Jhasun, mengedipkan matanya penuh arti


"Lihat saja jawaban pangeran sendiri mau atau tidak" sang Ratu sengaja menekan pangeran Shun, agar menjawab permintaan ibu sesepuh Dewi Iswari.


Pangeran Shun Land, bertambah salah tingkah, tiga pasang mata gadis di ruangan itu tertuju lekat, sangat penasaran jawaban apa yang akan di berikan pangeran Shun Land.


Pangeran Shun Land tersenyum melihat ketiga gadis, yang melihatnya seperti tatapan harimau melihat mangsa.


Hanya Putri May Lien yang terlihat sedikit tidak terpengaruh oleh hal tersebut.


"Kalau aku sebagai seorang putra yang harus menjunjung tatak Rama, khususnya terhadap bunda dan ayahanda, menyerahkan jawaban ini kepada ayahanda, apapun jawabannya saya akan laksanakan sepenuh hati, dan keikhlasan"


Pangeran Shun Land, melemparkan jawaban kepada ayahandanya.


Maha Patih Jhasun, terperangah tidak menyangka, anaknya akan menumbalkan dirinya akan persoalan ini.


"Sebelum menjawab, saya ingin bertanya dulu pada putri Sari Tungga Dewi, tolong jawab dengan jujur,



Apakah putri mencintai pangeran


Sebagai nantinya memimpin negri ini, tentu memiliki banyak masalah di kerajaan dengan kerajaan lain, kadang masalah itu bisa selesai dengan pernikahan, apakah putri bersedia nantinya, apa bila dengan terpaksa atau tidak, pangeran memiliki istri lebih dari satu atau dua


Itu saja pertanyaan saya selaku ayah mewakili pangeran"



Mendengar kalimat kalimat maha Patih Jhasun, yang sangat politis, putri Sari Tungga Dewi, tidak kaget, karena sudah lumrah, para ketua klan mempunyai lebih dari satu istri


Melihat anaknya diam saja ibu sesepuh Dewi Iswari berkata.


"Jawab anak ku dengan jujur di sini semuanya adalah keluarga, jangan malu-malu"


"Paman Sari sangat menyukai adik pangeran Shun, dan Sari pun tidak keberatan kalau adik pangeran menikahi lebih dari 2 atau 3, bahkan sampai 5 6 sampai seterusnya, Sari tidak keberatan yang penting adik pangeran senang...

__ADS_1


"Sari pun punya keinginan, kalau adik pangeran setuju, waktu pernikahan dengan Sari, adik pangeran harus menikahi adik Dewi sumayi dan adik May lien, yang menurut Sari, kami bertiga menyukai adik pangeran, Sari tidak ingin karena rasa cinta, di antara kami bermusuhan hingga dampaknya pada kerajaan ini, karena kami termasuk incaran, para musuh kerajaan, untuk di jadikan bidak, penggembosan kekuatan dari dalam"


Putri Sari Tungga dewi, menjawab dan meminta sesuatu dan menjelaskan alasan permintaannya,


Sang Ratu SHI berdiri lalu menghampiri dan memeluk putri Sari Tungga Dewi dengan bangga.


"Ini keponakan bunda yang sudah dewasa, beruntunglah pangeran putra ku memiliki, rasa cinta seorang gadis yang sangat cerdas dan bijaksana" sang Ratu memeluk ponakan tercinta sambil membelai rambutnya.


"Jawablah cepat suami ku, apakah kau akan menolak seorang calon menantu yang sangat baik ini"


Suara Ratu SHI khal membuyarkan lamunan maha Patih Jhasun suaminya.


"Baik lah aku setuju, pangeran harus menikahi putri Sari Tungga Dewi, dan menanyakan kedua gadis cantik di dekatnya, mau kah menikah menemani putri Sari Tungga Dewi"


Pangeran Shun Land, sekarang yang di landa di lema,


Putri Dewi sumayi melirik putri tabib May Lien,


Putri May Lien hanya mengangguk, mengerti isyarat Putri Dewi sumayi.


Putri Dewi Sumayi yang duduknya dekat dengan pangeran Shun Land, merangkul tangan pangeran Shun Land dengan manja.


Melihat ini panglima Shu khal, menengok kearah tetua Sri khal, yang ada di samping kanannya. Seraya mengucapkan beberapa kalimat


Panglima Shu berujar sambil nyengir kuda.


Di balas oleh tetua Sri khal, dengan cubitan di pinggang yang keras,


"Tua tua ingin kaya anak gaul saja" tetua Sri komat Kamit, suaranya pelan sekali.


"Kakang kami berdua tidak keberatan asal nikahnya bareng, tidak ada yang tua, dan tidak ada yang muda"


Putri Dewi Sumayi bicara tanpa malu-malu, sambil melirik ke arah putri May Lien, yang menganggukkan kepala, dengan senyum malu-malu,


Ibu sesepuh Dewi Iswari yang berada dekat Dengan pangeran Shun Land merangkul seperti kepala anaknya yang masih kecil.


"Anak ku jawab ya, tapi jangan menolak, ayah mu sudah membuat keputusan"


"Baik lah ibu sesepuh ibunda Ratu kakak putri Sari, adik Dewi sumayi dan adik May lien, jawaban ku ingin di saksikan ibu kameng, yang telah memberikan air susu padaku, dan mengorbankan kesenangannya demi kesenangan ku, bukan aku membandingkan dengan ibunda Ratu, tapi aku menganggap ibu kameng sebagai ibuku sendiri"

__ADS_1


.setelah bicara pangeran bergegas pergi, memanggil ibu angkatnya.


Pangeran Shun Land, tak seperti memanggil yang lain, dengan memerintah, para pengawal atau kepala pengawal istana Djata,


Tetapi dia sendiri yang menjepitnya.


Tidak berselang lama, pangeran Shun Land datang di iringi dengan ibu angkatnya beserta Boma di belakangnya.


Pangeran Shun Land menjelaskan semuanya


Ibu kameng hanya manggut-manggut,


"Apa pun keputusan mu, Restu ibu selalu berada bersama mu" hanya itu yang keluar dari bibir, yang selau ada di hati pangeran Shun Land,


matanya berkaca-kaca betapa tidak, seorang pelayan istana di perlakukan bagai seorang Ratu oleh putra mahkota kerajaan.


"Baik aku memutuskan akan menikahi kalian, setelah aku memastikan masih hidup atau sudah mati, kakak dan adik ku, karena ibuku Kamen sering bermimpi berjumpa dengan mereka, walau tidak meminta ku untuk mencarinya, aku sebagai putranya wajib melakukan yang dia tidak mampu lakukan"


Pangeran berbicara dengan berlinang air mata, tapi tidak menghilangkan ketegasannya.


Sang Ratu SHI khal tertegun dia sebagai ibu kandungnya tak pernah bermimpi sekalipun, walau hati seorang ibu tidak bisa di bohongi bahwa dia sangat merindukan, kedua anaknya yang hilang sepuluh tahun lalu.


Andaikan dia bicara kerinduannya, itu hanya kepada sang suami, di saat menjelang tidur.


Semua terdiam, dalam kesunyian itu, tiba-tiba ibu sesepuh Dewi Iswari berkata,


"Apa pun keputusan pangeran, semua yang di sini, selalu mendukung pangeran"


Semuanya mengiyakan ucapan Ibu sesepuh Dewi Iswari.


Panglima Shu khal, ikut bicara


"Resmi tidak resmi, perjodohan ini kita anggap resmi, Putra mahkota pangeran Shun Land, di pertunangan kan dengan, Putri Sari Tungga Dewi, putri Dewi sumayi, dan putri May Lien, kakang Khal San, paman tabib yayi Sri khal, kakak ratu SHI dan kakang Jhasun, ibu kameng, semua menjadi saksi"


Akhirnya semua bubar, bertepatan dengan waktu menjelang sore.


Semuanya kembali penuh kebagian


...****************...

__ADS_1


SALAM NUSANTARA


SALAM GARUDA PERKASA


__ADS_2