LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
126. perjalanan panjang di mulai


__ADS_3

Sang Rajawali api tidak menjawab lagi dia merasa bila bertarung akan kalah dengan naga bumi Sabui karena kekuatannya belum pulih.


"Lusa kita berangkat". Pangeran Shun land bicara tanpa ragu-ragu.


Mereka pun membubarkan diri, pangeran Shun land kembali ke kediaman di antar ketiga permaisurinya.


Pagi itu hujan gerimis kecil, dua kereta berjalan pelan di iringi beberapa puluh prajurit di belakangnya, rombongan itu adalah rombongan istana kerajaan mengantar kepergian pengeran Shun Land dan tiga sahabatnya yang akan berlayar ke daratan luas Dwipa.


Walaupun pangeran Shun land melarang tetapi pihak ibunda Ratu SHI khal dan pihak ketiga mertuanya memaksa ikut mengantar.


Setibanya di pelabuhan setelah berpamitan ke seluruh yang mengantar, pangeran Shun land, Boma, pangeran Makkamaru dan Putri Dian Prameswari dwibuana menaiki kepal.


Nahkoda lemo-lemo memerintahkan layar segera di kembangkan kapal laut besar itu perlahan bergerak ketengah tidak lama kemudian menghilang dari pandangan para pengantar.


Di satu kereta kerajaan seorang gadis memeluk seorang wanita paruh baya, sambil terisak di sela tangisnya dia berkata.


"Bunda selama kakak Shun land pergi izinkan May lien tinggal bersama bunda, biar yang tinggal di kediaman kakak Shun di tinggali kakak Dewi dan kakak Sari boleh ya Bunda". Ucapan permaisuri May lien menggambarkan benar-benar sangat kehilangan di tinggal sang suami belahan jiwanya.


Ibunda ratu SHI khal membelai-belai rambut sang menantu yang satu ini dengan lembut, ingatannya kembali dua belas tahun yang lalu anak gadisnya berumur 8 tahun hilang tanpa jejak, mungkin bila ada sebesar sang menantu yang sangat manja ini.


Ibunda ratu menganggap permaisuri May lien bagai anaknya karena ratu SHI khal merasa dapat pengganti putrinya yang hilang, sedangkan permaisuri May lien merasa kasih sayang ibundanya yang telah meninggal kembali lagi.


Sang ratu SHI khal menjawab dengan tangis yang tertahan bagai mana pun pangeran Shun land adalah anak satu-satunya yang tersisa pergi tidak tahu kapan kembali.


"Kau boleh tinggal sesukamu kau putri ku yang lama hilang kini kembali lagi".


Sang suami maha Patih Jhasun mendengar ini wajahnya berpaling dia merasa gagal sebagai ayah karena tidak bisa melindungi putra dan putrinya.


Kapal melaju ke arah selatan sang Nahkoda Lemo-lemo memerintahkan para awak kapalnya agar selalu menjaga arah kapal dengan benar.

__ADS_1


Belum jauh ketengah samudra Sunda(yang nantinya samudera ini berubah nama laut Jawa. Author ganti nama menjadi samudra Sunda menyelaraskan cerita Sunda land).


Sang Rajawali api meluncur cepat di udara menuju kapal pangeran Shun land, di dasar samudera seekor ular besar berkaki empat bersayap lebar meluncur mengiringi sang Rajawali api terbang di udara.


Tidak berselang lama sang Rajawali api sampai dan hinggap di depan geladak kapal.


Tiba-tiba kapal melaju dengan kecepatan tinggi Nahkoda kapal Lemo-lemo sangat panik, langsung melapor ke pangeran Shun land yang di kenal Satria Nusa kencana.


"Tuan kapal melaju sangat cepat dengan sendirinya saya tidak tahu penyebabnya, sedangkan angin berhembus biasa saja". Nahkoda lemo-lemo melapor dia tidak ingin di salahkan bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Pangeran Shun land tersenyum lalu melalui telepatinya dia bicara pada naga bumi Sabui untuk mendorong tidak terlalu cepat, kapal mulai melambat sedikit.


"Tidak apa-apa paman Lemo paman ingat naga biru waktu pertama berlayar ke tana bumbu, dia yang membantu kapal kita melaju kencang". Jawab pangeran Shun land seadanya.


Pangeran Shun land dalam kesempatan ini, dia gunakan bermeditasi di dalam kamar, Boma di hari kedua dia mulai membaik dari mabuk lautnya, di hari ketiga naga bumi Sabui tidak membantu mendorong kapal tapi dia melemparkan ikan sebesar badan manusi dewasa hampir lebih dari dua puluh ekor,


Para kru kapal akhirnya merasa senang dan tenang setelah mengenal naga bumi Sabui yang tidak membahayakan kapal bahkan sangat membantu dalam perjalanan.


(Perkiraan author saja malas ngitung, kapal laut layar lajunya cuma 7 sampai 8 Knot, kalau sekarang tanjung Priuk-makassar hanya 36 jam nyampe)


Tapi karena dapat bantuan dari naga bumi Sabui menurut Nahkoda Lemo-lemo paling lama satu bulan lebih.


Setelah seminggu lebih semua yang mabuk laut sembuh. Mereka bisa bercanda ria dengan teman-teman kru kapal.


Pangeran Shun land masih larut dengan meditasinya, kali ini meditasinya di pusatkan menghimpun tenaga dalam sedikit demi sedikit pangeran Shun land merangkak naik sekarang dia bisa dua puluh tiga ribu.


"Jangan terlalu memforsir diri, dalam menghimpun tenaga dalam urat-urat mu bisa putus kecuali kau sudah mempelai tujuh titik dalam tubuh mu". Suara sang Rajawali api memberikan masukan.


Akhirnya pangeran Shun land menuruti nasihat sang Rajawali api, dia membuka matanya hidungnya mencium bau harum daging yang di bakar sontak saja selera makan pangeran Shun land melonjak.

__ADS_1


Pangeran Shun land segera membersihkan diri setelah itu berpakaian seperti nelayan, dia keluar terlihat di geladak depan Boma sedang sibuk makan daging ikan yang di bakar.


Pangeran Shun land duduk di samping Boma agak kebelakang, Boma tak menyadari pangeran Shun land keberadaannya.


"Jatah yang bermeditasi biar aku yang habiskan". Boma bicara dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Wakil Nahkoda Tana Beru memancing Boma dengan berkata. "Emang tuan Boma berani bila tuan Satria Nusa kencana bangun".


"Siapa takut bila dia bangun lalu marah tinggal lempar saja dia ke samudera biar jadi makana hiu lapar hahaha". Boma bicara tanpa beban.


"Oooh jadi begini sikap kakak angkat dan kepada adik angkatnya jika di belakang".


Boma menoleh kebelakang ke sumber suara,


Sambil cengengesan dia bicara, "itu sebuah latihan bertarung di dalam air, aku pastikan kau menang".


"Sebaiknya untuk berjaga-jaga paman Tana Beru harus mengajari Boma untuk berenang apa paman tidak keberatan". pangeran membalas.


"Maaf nak Satria saya tidak sanggup bisa-bisa saya ikut tenggelam". jawab wakil Nahkoda Tana Beru


"Paman lemo-lemo bisa membantu". tapi yang di tanya menggelengkan kepala.


"Semua tidak ada mau mengajari berenang itu berarti harus belajar sendiri bersama naga bumi Sabui". pangeran berkata dengan wajah serius.


Boma menyodorkan satu nampan kecil ikan bakar yang harum. Boma pun bicara memelas.


"Kau ini aku cuma bercanda jangan marah yaaah bila kurang ikannya aku yang masakan tentu lebih enak". Boma sedikit metayu Pangeran Shun Land.


Pangeran Shun land makan dengan lahapnya, Boma mengambilkan air minum "apa ikannya kurang aku ambilkan lagi yaaah".

__ADS_1


Pangeran Makkamaru dan putri Dian Prameswari dwibuana tertawa melihat Boma yang bertingkah bagai seorang pelayan yang baik hati


...****************...


__ADS_2