
Pagi-pagi leluhur Ki Bagus Atma sudah bersiap berangkat ke Kawah gunung Krakatau, dia sedang duduk menunggu Ratu Shi khal dan suaminya keluar tetapi setelah lama menunggu mereka berdua tidak ada batang hidungnya.
Leluhur Ki Bagus Atma akhirnya memutuskan untuk berangkat ke wilayah gunung Krakatau ingin melihat Shun Land yang sedang berlatih jurus pedang tarian Rajawali Api.
Leluhur Ki Bagus Atma menggunakan ilmu Saipi angin untuk menyingkat waktu, walaupun usianya sudah ratusan tahun tetapi tubuh leluhur Ki Bagus Atma masih lincah dan gesit usia tidak mempengaruhi kekuatannya.
Hanya dalam waktu sehari leluhur Ki Bagus Atma sampai di lereng gunung Krakatau setelah mengetahui jalan perjalanan lebih cepat ketimbang perjalanan pertama ketika mengantar Shun Land.
Dengan ilmu Saipi angin yang hampir sempurna serta tenaga dalam yang tinggi leluhur Ki Bagus Atma dengan lincahnya naik ke atas gunung sesampainya di tepi kawah leluhur Ki Bagus Atma melihat dengan teliti di sekitar.
Terlihat ada beberapa ada lahar yang mengeras di permukaan tepian kawah "apa gunung ini telah meletus" leluhur Ki Bagus Atma bicara sendiri.
Lahar yang mengeras masih hangat menandakan belum lama meletus gunung Krakatau ini menurut kesimpulan leluhur Ki Bagus Atma.
Memang andaikan leluhur Ki Bagus Atma berangkat seminggu yang lalu dia akan menjumpai Shun Land. Leluhur Ki Bagus menuruni tebing sesampainya di dasar kawah hanya melihat batu lebar tempat berlatihnya Shun Land sedangkan orangnya tidak ada.
"Kemana Bocah itu apa yang sedang di rencanakannya". Leluhur Ki Bagus Atma bergumam. Akhirnya leluhur Ki Bagus Atma memutuskan untuk kembali ke perguruannya.
----------------
Di lain tempat tepatnya di teluk Bone dataran luas Sula tepatnya di sebuah ruangan khusus di perguruan Braja Geni duduk dua orang sedang membicarakan sesuatu, dia adalah Pancasiksa dan Mara Deva.
"Sekarang Kakaknya pemilik tubuh 4 bintang ke5 pancer sudah menjadi murid ku aku akan mengadu domba agar bertarung dengan adiknya sendiri,...
,.... tetapi kita harus memberikan sebuah pusaka yang bisa mengimbangi pedang Naga Bergola pusakanya, hanya satu pusaka yang sebanding yaitu pusaka milik kakak seperguruan ku si Jatiraga".
"Mara Deva kau kembali ke daratan luar Sunda Dwiva cari keturunan Jatiraga yang berusia panjang di sana pusaka itu berada, selain kekuatan tempur yang luar biasa pusaka itu mempunyai kesaktian lain bisa meregenerasi tubuh pemiliknya hingga berumur panjang".
"Baik guru tidak ada yang lain untuk saat ini orang yang berusia paling panjang di daratan luas Sunda Dwipa hanya si Bagus Atma" Mara Deva menjawab.
"Pergilah malam ini juga bunuh semua keluarga Bagus Atma bawa pusaka Tombak Trisula untuk kita berikan pada Shan land". Pancasiksa memberi perintah lebih lanjut.
Mara Deva keluar untuk melaksanakan perintah Gurunya.
__ADS_1
----------------------
Di Cipari lembah gunung Ceremai letak perguruan Pedang setan di ruang bawah tanah Asvaghosa sedang beradu kekuatan dengan Dewi Andita.
Mereka berdua saling tindih dengan jeritan di sertai ******* keringat bercucuran membasahi seprai dari kedua badan mereka Akhirnya pertempuran itu berakhir dengan lenguhan panjang keduanya penuh histeris.
Si pedang setan Dewi Andita merapihkan pakainya lalu keluar tapi sebelum kakinya melangkah dari belakang Asvaghosa meraih pinggang dan memeluknya.
Dewi Andita membalikkan badan lalu mendorong tubuh Asvaghosa hingga terjengkang ke tempat tidur.
"Dasar bajingan" Dewi Andita bersungut-sungut lalu melangkah menuju pintu Asvaghosa tertawa puas.
Tiga anak Mara Deva yang tinggal di dataran luas Sunda Dwiva hanya Asvaghosa bersembunyi di perguruan pedang setan sedangkan Kama Deva dan Deva Putta mengikuti Mara Deva tinggal di teluk Bone dataran luas Sula.
------------------------
Di lain tempat tepatnya di teluk Bone dataran luas Sula tepatnya di sebuah ruangan khusus di perguruan Braja Geni duduk dua orang sedang membicarakan sesuatu, dia adalah Pancasiksa dan Mara Deva.
"Sekarang Kakaknya pemilik tubuh 4 bintang ke5 pancer sudah menjadi murid ku aku akan mengadu domba agar bertarung dengan adiknya sendiri,...
,.... tetapi kita harus memberikan sebuah pusaka yang bisa mengimbangi pedang Naga Bergola pusakanya, hanya satu pusaka yang sebanding yaitu pusaka milik kakak seperguruan ku si Jatiraga".
"Mara Deva kau kembali ke daratan luar Sunda Dwiva cari keturunan Jatiraga yang berusia panjang di sana pusaka itu berada, selain kekuatan tempur yang luar biasa pusaka itu mempunyai kesaktian lain bisa meregenerasi tubuh pemiliknya hingga berumur panjang".
"Baik guru tidak ada yang lain untuk saat ini orang yang berusia paling panjang di daratan luas Sunda Dwipa hanya si Bagus Atma" Mara Deva menjawab.
"Pergilah malam ini juga bunuh semua keluarga Bagus Atma bawa pusaka Tombak Trisula untuk kita berikan pada Shan land". Pancasiksa memberi perintah lebih lanjut.
Mara Deva keluar untuk melaksanakan perintah Gurunya.
----------------------
Di Cipari lembah gunung Ceremai letak perguruan Pedang setan di ruang bawah tanah Asvaghosa sedang beradu kekuatan dengan Dewi Andita.
__ADS_1
Mereka berdua saling tindih dengan jeritan di sertai ******* keringat bercucuran membasahi seprai dari kedua badan mereka Akhirnya pertempuran itu berakhir dengan lenguhan panjang keduanya penuh histeris.
Si pedang setan Dewi Andita merapihkan pakainya lalu keluar tapi sebelum kakinya melangkah dari belakang Asvaghosa meraih pinggang dan memeluknya.
Dewi Andita membalikkan badan lalu mendorong tubuh Asvaghosa hingga terjengkang ke tempat tidur.
"Dasar bajingan" Dewi Andita bersungut-sungut lalu melangkah menuju pintu Asvaghosa tertawa puas.
Tiga anak Mara Deva yang tinggal di dataran luas Sunda Dwiva hanya Asvaghosa bersembunyi di perguruan pedang setan, sedangkan Kama Deva dan Deva Putta mengikuti Mara Deva tinggal di teluk Bone dataran luas Sula.
------------------------
Saat ini di kerajaan Kutai struktur pejabat di reformasi oleh Raja Shan land atau jaya lelana, yang masih setia pada Shun Land atau Jaya Sempurna di ganti hampir seluruh posisi penting di jabat orang-orangnya Mara Deva.
Shan land terang-terangan lepas dari pengaruh Adiknya Shun Land, perlahan tatanan kerajaan dan aturan kerajaan berubah, banyak kebijakan kerajaan tidak berpihak para rakyat tapi Raja Shan land seolah tidak melihat, sikapnya tidak perduli akan keluh kesah rakyat bawah.
Aturan kerajaan yang di buat Shun Land di tinggalkan padahal secara aturan ini yang menopang kuatnya persatuan kerajaan, yang di sana rakyat rela berkorban dengan segenap jiwa dan raganya membela kedaulatan kerajaan.
Orang-orang yang tidak pro kebijakan kerajaan di singkirkan dengan secara halus mematikan tetapi di lihat dari luar kerajaan raja terlihat baik sangat baik dan bijaksana ini adalah salah satu bakat alamiah Shan land dalam berpolitik.
Kerajaan Kerajaan di luar daratan luas Nusa kencana atau Kalimantan di rongrong agar tunduk di bawah kerajaan Kutai Martadipura.
Banyak wilayah yang tadinya bernaung di bawah kibaran bendera berlambang sang legenda Rajawali Api berbelok karena peraturan kerajaan yang pro penguasa.
------------------
Pagi itu di perguruan Cimande Shun Land dan Lasmini yang berbunga-bunga karena mendapat hadiah uang koin emas sangat banyak bersiap untuk melanjutkan perjalan.
Setelah berpamitan Shun Land dan Lasmini berangkat dua kuda berjalan pelan di sepanjang jalan para penduduk melihat dengan hormat kabar Shun Land memberikan bantuan keuangan untuk perguruan Cimande tersebar sangat cepat.
Tujuan Shun Land ke ibukota kerajaan Sundapura dirinya ingin melihat keadaan kota Sundapura yang di bangunnya susah payah, perasaan rindu akan nuansa keluarga yang hangat menggelayuti di setiap penjuru hati Shun Land.
Kenangan Senda gurau bersama ketiga istrinya, kenangan bersama sang kakak angkat Boma, kenangan bersama sahabat-sahabat sejatinya terbayang di setiap sudut pangannya.
__ADS_1
-------------&&&&-----------