
Dewi Sukma saking gembiranya nyawanya selamat dirinya bersujud di depan Shun Land. Shun Land lalu melirik ke Dewi angin-angin dengan nada mengintimidasi Shun Land bertanya.
"Dewi Angin-angin jelaskan siapa dirimu dan proses Dewi angin-angin menjadi awet muda bila jawaban mu bisa mempunyai nilai kau akan aku ampuni".
Dewi Angin-angin menarik nafas dalam-dalam angannya melayang ratusan tahun yang lalu ketika masih muda dia adalah salah satu anak pertama yang ilmunya sangat tinggi dan bijaksana. Tetapi dirinya lupa daratan karena mencintai seorang laki-laki yang akhirnya mati dalam pertarungan dengan leluhur Ki Srengga. Sejak saat itu hatinya dipenuhi hitamnya hati oleh dendam, air matanya menetes penuh penyesalan.
"Tuan pendekar Nama asli saya Dewi Darmawati Saya adalah putri dari Leluhur Darma Yuda kakek guru Kala Durga atau guru dari Suda Paksi,....
,.....Ajian gendam mereguk Sukma adalah sari Pati dari ajian Saipi Banyu/air yang ayah Leluhur Darma Yuda ajarkan dan kami kembangkan, kalau Dewi Sukma melalui proses dalam Saya sendiri melalui proses sebaliknya yaitu langsung menyerap esensi darah perawan melalui kulit dari sana di alirkan ke setiap titik Meridian dan di proses melalui aliran darah dengan untuk memperbaiki sel yang rusak itulah yang saya ketahui,....
,..... jika saya terangkan lebih panjang saya tidak memiliki kuasa karena ayah saya leluhur Darma Yuda melarang menceritakan atau menerangkan Ajian Saipi Banyu/Air".
Shun Land mengerutkan keningnya hatinya sangat kaget ternyata Ajian gendam mereguk Sukma adalah pengembangan Aji Saipi Banyu/Air yang bisa kembali ke asalnya bila mengolahnya dengan benar.
Shun Land berjalan ke depan Dewi Sukma dan Dewi Darmawati atau Dewi angin-angin lalu meletakkan kedua telunjuknya ke Cakra mahkota Dewi Sukma dan Dewi Darmawati. Api abadi mengalir ke kepala keduanya terus mengalir sampai kejantung dan hawa panas menghilang.
Setelah Api abadi membakar segala yang rusak di Cakra mahkota keduanya, Dewi Sukma dan Dewi Darmawati merasa seperti kehilangan sesuatu tetapi perasaan dan pemikirannya lebih jernih.
__ADS_1
"Hari sudah mulai malam kalian berdua mandilah di 7 sumur yang sumber airnya asli dari bumi taburkan kembang 7 rupa yang wangi ke dalam sumur tersebut dan di sumur yang terakhir bermeditasilah minta pada sang maha Pencipta keabadian hati yang penuh welas asih,.....
,......Semua ilmu yang melalui proses iblis akan memudar, jangan khawatir semua ilmu yang baik tidak akan hilang dan kalian akan tetap akan terlihat muda karena kalian sudah mengerti Inti sari Ajian Saipi Banyu/air,......
,..... akhiri meditasi kalian di waktu Pajar menyingsing aku tunggu kalian disini besok pagi". Shun Land memberikan perintah dengan jelas.
Shun Land ingin ingin bermeditasi dan memanggil sang Garuda sahabat sejatinya melalui batinnya.
Malam mulai merayap dengan pasti Shun Land larut dalam meditasi setelah merasa malam telah benar-benar larut Shun Land mencoba mengunakan telepati batin berkomunikasi dengan sang Legenda Rajawali Api. Shun Land tidak menyadari sejak mulai malam sang Legenda Rajawali Api telah bertengkar di puncak gunung Sumbing.
"Sudah jangan memanggil ku lagi aku sudah berada di dekat mu". Dengan berakhirnya suara sang Legenda Rajawali Api Suara batu hancur dari arah pintu dan muncullah sang burung mitologi sang Garuda.
Shun Land bangun dari duduk meditasinya dan mengelus wajah yang sahabat dirinya sangat rindu pada sahabat sejatinya walaupun kadang sangat menjengkelkan.
"Ada apa kau memanggil ku" sang Rajawali Api bertanya serius, Shun langsung berkata serius. "Ada 3 pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu, 1. Apa kau mengetahui tentang Roh tongkat sakti Ruyi Jingu Bang dari negeri Tiongkok, yang ke 2. Apakah leluhur raja agung melakukan laku Ritual Topongrame lebih singkat dari ku karena sesuatu atau karena sebab lainnya, pertanyaan terakhir apakah ada orang yang mencari ku sampai ke gua Hyang Sirah tempat mu berada". Shun Land bertanya sangat jelas.
"Pertanyaan pertama Jangan bertanya padaku tapi pada ras Naga, tapi jangan bertanya pada Naga Bergola bertanyalah pada Naga bumi Sabui adiknya". Sang Legenda Rajawali Api berhenti wajahnya sedikit jengah kalau menyangkut Naga Bergola.
__ADS_1
"Janganlah kau menyimpan ketidak sukaan pada Naga Bergola dia sudah berubah sejak bersamaku, kalian berdua akan menemaniku dalam pertarungan hidup dan mati ku, aku mewakili Rakyat ku demi keadilan bila kau mempunyai kebencian terhadapnya aku merasa perjuangan ku akan sia-sia percayalah dia mulai berubah, tanpa kekompakan kalian aku rasa kita akan gagal melenyapkan penganut ilmu sesat Rawarontek". Shun Land menundukkan kepala.
"Aku tidak membencinya tapi aku sangat menyesalkan tindakannya pada Naga bumi Sabui adiknya, jangan khawatir aku akan mencoba menghilangkan rasa ketidak nyamanan terhadap Naga Bergola". Sang Legenda Rajawali Api berkata dengan haru karena sangat simpatik terhadap sahabat sejatinya Naga bumi Sabui yang di aniaya sang kakak Naga Bergola sejak kecil.
Sebenarnya Naga Bergola bisa mendengar semuanya hanya saja dia tidak bisa keluar dan bicara karena bila pedang Naga Bergola wujud wadagnya di dalam warangka di di segel oleh kekuatan Sanghyang Triloka. Dari sini Naga Bergola mendapatkan pelajaran sesungguhnya kebaikan akan mendatangkan sahabat-sahabat setia yang bisa saling merasakan kesusahan dan kesenangan.
"Pertanyaan kedua aku tidak mengetahui dengan pasti karena leluhur Raja agung Sunda Land Jatiraga tidak pernah menceritakannya padaku secara detil, tetapi menurutku laku Ritual Topongrame tidak terbatas olah lamanya waktu tetapi lebih condong ke keadaan batiniah yang melakukannya,....
,...... Andai Sanghyang Triloka menentukan batas waktu hanya untuk menguji kesabaran muridnya untuk melaksanakan laku Ritual Topongrame demi membentuk jiwa, rasa dan perasaan serta pikiran dan alam batin yang stabil, nanti bila menurut Sanghyang Triloka sudah cukup aku akan di beri perintah langsung untuk menghentikannya,......
,.....Bisa jadi kau hanya perlu memerlukan waktu dua tahun atau kurang dari itu, untuk pertanyaan yang ketiga belum ada yang mencari mu sampai ke gua Hyang Sirah tempat ku sampai sekarang". Sang Legenda Rajawali Api mengemukakan pendapatnya tentang waktu laku Ritual Topongrame.
"Aku hampir lupa, tolong kau ke perguruan gajah Mungkur dan teliti siapa sebenarnya pelaku keji itu dan apa sebenarnya yang mereka cari dari sana hingga tega dan kejam membunuh para leluhur ku serta ibu bapak ku". Shun Land hampir saja melupakan tujuan awal memanggil sang sahabat.
"Baik setelah dari sini aku akan melihat ke perguruan gajah Mungkur milik leluhur Ki Bagus Atma, hari mulai pagi sebentar lagi Pajar akan datang sebaiknya aku pergi bila siang bisa menarik perhatian banyak orang". Sang Legenda Rajawali Api menyanggupinya.
Sang Legenda Rajawali Api keluar di ikuti Shun Land sampai ke pintu gua Dan terbang ke arah barat lalu menghilang dari pandangan mata Shun Land.
__ADS_1
*****************