
Tetapi karena sudah lama menunggu perempuan muda bangsa raksasa memberanikan diri membangunkan Boma, dengan lembut perempuan cantik bertubuh besar itu membelai-belai pipi Boma, eeeh oleh Boma tangan itu di tangkap Boma tanpa membuka mata dan di letakkan di pipinya.
Ke enam teman wanita raksasa yang bernama Betari tertawa melihat kelakuan Boma yang terlihat romantis.
Betari diam saja tangannya di peluk dan di cium Boma. Boma meraba-raba tangan besar itu, dalam hatinya merasa ada yang salah, di sangka yang mengelus-elus pipinya tadi adalah Mawinei istrinya. Lebih-lebih banyak suara wanita yang tertawa.
Boma dengan pelan memicingkan mata untuk melihat tangan yang di peluknya, begitu terbuka jantung Boma di terpicu, dengan penasaran Boma memejamkan matanya kembali dan membukanya tetapi tetap saja tangan itu tidak berubah.
Pelan-pelan Boma melepaskan pelukan pada tangan tersebut, dengan rasa was-was Boma bangun perlahan, begitu melihat ke pintu kereta matanya melotot mulutnya menganga melihat wajah besar percis di hadapannya.
Boma beringsut ke belakang dan menyandar di dinding kereta, tetapi matanya terus memandang Betari hatinya mengakui wajah itu sangat cantik dan berkulit kuning Langsat dan sangat lembut.
"Kakang jangan takut dan jangan kaget nama ku Betari, aku adalah calon istri mu yang sah, itu terucap dari adik kakang Raja Agung Sunda Galuh Prabu Jaya Sempurna, kalau kakang takut pada ku aku jadi sedih sekali". Betari yang aslinya berumur 20 tahun matanya berkaca-kaca dan butiran air mata jatuh perlahan membasahi pipinya yang halus dan putih.
Boma memperhatikan Betari bicara, bibir merah tanpa pewarna membuat Boma sedikit berpantasi, Boma mendengar wanita cantik besar ini calon istrinya, lebih-lebih yang mengatakan adalah Shun Land, di sangkanya Shun Land sedang bercanda dan menakutinya, timbul niat untuk membuktikan keberaniannya mau menikah dengan perempuan muda cantik besar ini sebagai balasan candaan Shun Land.
"Jangan menangis cantik, kakang belum percaya bahwa neng Betari ini calon istri kakang karena belum ada bukti, Boleh kakang meminta bukti dengan tindakan kakang pada neng Betari..?" Boma mulai berulah.
"Tentu boleh kakang bahkan apapun yang kakang pinta Betari akan turuti". Betari berkata sambil menunduk dan mengisap air matanya.
__ADS_1
Boma tanpa ragu-ragu mendekatkan wajahnya ke wajah Betari dan tanpa sungkan mencium dan mengecup bibir Betari, Betari yang belum pernah di cium lawan jenis hanya memejamkan matanya dan menjulurkan lidahnya. Boma semakin berani.
Tetapi tindakan Boma harus berhenti dan timbul rasa kaget ketika ada suara laki-laki bertanya pada Betari.
"Betari ada apa...? Kenapa kepala mu kau masukan ke kereta apa kau ingin punya kereta seperti ini...?".
Yang bicara pada Betari adalah Maruta ayah dari Betari, Betari menarik kepalanya dari pintu kereta lalu menjawab cepat, "Ayah tadi aku di panggil sang prabu Jaya Sempurna terus sang Prabu Jaya Sempurna berkata begini, 'Apa nona sudah mempunyai Suami' aku menjawab belum lalu sang prabu Jaya Sempurna berkata lagi, 'kalau belum aku ingin menikahkan dengan kakak saya apa kau mau' aku jawab mau lalu paduka memerintahkan saya begini, 'Jaga dia..... Nanti aku akan menikahkan mu dengan nya dia kakak ku, asal kamu menjaga dan kalau bangun memandikannya dan juga memberi makan padanya' begitulah ceritanya ayah".
Betari menceritakan semuanya tidak ada yang di tutupi, Maruta menganggukkan kepalanya tanda mengerti lalu berkata.
"Menurut falsafah leluhur kita berkata 'ucapan ning Raja Sabda ning nyata, ucapan ning Raja hukum kang nyata' jadi kau benar mau tidak mau Prabu Jaya Sempurna harus menikahkan kakaknya yang berada di dalam kereta itu dengan mu, nak menantu ku yang ada di dalam kereta keluarlah".
Boma keluar dengan wajah biasa saja padahal dalam hatinya bergemuruh tak menentu. "Tadi menantu telah membuktikan kebenaran dari anak gadis saya Betari, secara tidak langsung nak Menantu sudah bersedia menjadi suami anak saya, masalah tubuh kalian yang tidak sama bukan suatu hal menjadi penghalang, dahulu leluhur Ratu Prameswari Dwibuana pangeran Cakrawala seperti nak menantu menikahi Dewi Sapta dari ras ayah yang bertubuh besar,....
,..... Sekarang kalian harus menghadap ke paduka raja Taksaka untuk meresmikan ini, nak menantu tidak bisa menolaknya".
Maruta menarik tangan Boma menuju Raja Taksaka yang duduk berada di tengah-tengah lapangan bersama yang lainnya untuk makan bersama, Batari dan ke 6 temannya mengikuti Maruta yang menuntun Boma.
Sesampai di hadapan Raja Taksaka Maruta menceritakan semuanya seperti perkataan Betari, Raja Taksaka lalu berkata. "Nak siapa nama mu". Boma langsung menjawab.
__ADS_1
"Boma paduka". Suara Boma pasrah. Raja Taksaka lalu menyambung bicaranya. "Nak Boma sudah siap". Boma secara spontan menjawab "siap paduka raja".
"Maruta berikan kalung singa mu pada nak Boma membantu mu, dan kau Betari kemari bersimpuh lah di depan calon suami mu". Raja manusia purba raksasa Taksaka memerintah Maruta dan Betari.
Maruta mencopot Kalung taring harimau yang dia pakai dan memberikannya pada Boma, Boma menerima walaupun hatinya kebingungan apa yang sebenarnya terjadi. Betari mendekat dan duduk bersimpuh di depan Boma.
Para rakyat raja manusia purba raksasa Taksaka dan para prajurit yang sudah duduk berbaris akan makan bersama semuanya melihat kejadian itu tanpa berkedip. Para rakyat manusia purba raksasa yang sudah tahu apa yang akan terjadi tersenyum-senyum penuh kegembiraan akhirnya sejarah terulang kembali pernikahan ras murni manusia biasa dan ras murni manusia purba raksasa.
"Nak Boma pakaikan kalung itu pada calon istri mu Betari setelah itu cabutlah tujuh rambut Betari dan berikan pada Betari". Raja manusia purba raksasa Taksaka memberi perintah.
Boma bagaikan kerbau yang di tutup hidungnya menurut saja tanpa ada penolakan dan pertanyaan.
Boma memakaikan kalung pemberian Maruta pada leher Betari lalu mencabut rambut panjang Betari tujuh lembar dan memberikannya pada Betari. Betari dengan cepat menerima rambut itu dan langsung mengikatkan pada leher Boma.
"Matahari menyaksikan para leluhur menyaksikan dan yang ada di sini juga menyaksikan sebagai saksi telah di laksanakan nya pernikahan Nak Boma dengan Betari, kalung taring singa adalah simbol keberanian dan tanggung jawab telah di terima olah Betari dari nak Boma, dan 7 rambut telah di ikatkan pada leher nak Boma, rambut adalah mahkota kehormatan, di sini menjadi simbol bahwa kehormatan Betari telah menjadi kehormatan Nak Boma, dari sekarang kalian Sah menjadi suami istri apakah kalian menyaksikan". Raja manusia purba raksasa Taksaka mengakhiri ritual perkawinan adat manusia purba raksasa di akhiri dengan bertanya pada yang hadir.
"Kami menyaksikaaaaaan........!!!".
Suara dari rakyat raja manusia purba raksasa Taksaka dan para prajurit menggelegar memenuhi lapangan hingga sampai ke belakang istana. Bersamaan dengan itu sang Legenda Rajawali Api terbang meliuk-liuk di atas lapangan dengan mengeluarkan percikan api terlihat sangat indah di saat sinar matahari tertutup awan hingga percikan api di bulu sayapnya terlihat jelas.
__ADS_1
*****************