
Sesampainya di penginapan Shun Land dan Lasmini mengganti pakaian yang lebih sederhana "neng Lasmini akan ikut dengan kakang mengunjungi suatu tempat apa akan tinggal di sini untuk jalan-jalan seperti kemarin". Shun Land bertanya pada Lasmini.
"Lasmini ikut dengan kakang kemanapun kakang pergi jalan-jalan juga tidak asik bila tidak dengan kakang". Lasmini menjawab dengan cepat.
Mereka berdua keluar dalam perjalanan ini Shun Land tidak membawa kuda yang di tuju nya sumur Kahuripan jiwa di rawa Cibuaya mengunjungi sang sahabat Naga bumi Sabui.
Setelah berjalan beberapa lama Shun Land sampai di penyebrangan sampan kecil mengantarkan mereka berdua ke sebrang timur sungai purba Citarum setelah itu Shun Land dan Lasmini berjalan kaki.
Sampai di perbatasan kota Sundapura sebelah timur Shun Land memperhatikan sekitarnya setelah yakin tidak ada yang melihat menyuruh Lasmini naik ke punggungnya.
Dengan sekali hentakan Shun Land melesat dengan sangat cepat menuju sumur Kahuripan jiwa, tidak butuh waktu lama Shun Land sudah sampai.
Di tengah-tengah rawa ada sebuah tanah datar yang sedikit tinggi di tengahnya ada sebuah sumur yang lebarnya tetap sama ketika Shun Land bersemedi dalam sumur itu untuk mendapatkan mustika panca warna pasangan mustika merah delima. (Lihat chapter 146-146).
Sumur selebar satu depa setengah tidak pernah kering walaupun di saat musim kemarau yang menjadi keajaiban lainnya tanah datar di tengah rawa tidak pernah tenggelam bila air rawa naik tanah itu pun ikut naik dan pada saat rawa itu mengering tanah itu tetap tidak terlihat tinggi.
Shun Land berdiri di pinggir sumur Lasmini berdiri di sampingnya merasa heran apa yang akan di lakukan sang suami di tengah rawa seperti ini.
"Kau mandilah di sumur itu nanti kau akan mendapatkan manfaat bukanya kau ingin belajar ilmu olah Kanuragan" Shun Land menyuruh mandi Lasmini.
Lasmini tanpa berpikir langsung menanggal seluruh pakaiannya di depan Shun Land, Shun Land memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Lasmini memegang kedua pipi Shun Land dan berkata. "Mengapa kakang memalingkan wajah tidak suka melihat tubuhku ini"
Lasmini melihat wajah Shun Land merah padam malah menempelkan tubuh tanpa busana ke tubuh Shun Land yang melangkah mundur. "Kakang tubuh dan jiwa ini milik kakang".
"Mandilah dan berendam seluruh tubuh mu di sumur Kahuripan jiwa ini cepat jangan sampai matahari tenggelam". Shun Land berkata dengan terbata-bata. Siapa yang tidak akan terpompa jantungnya bila seorang wanita cantik masih muda berkulit bak sutera tanpa selembar benangpun berdiri di hadapan tanpa penghalang membuat seluruh angan melayang tinggi.
Lasmini tersenyum melihat sang suami yang salah tingkah lalu berbalik melangkah mendekati sumur Kahuripan jiwa.
Semua itu tidak luput dari pandangan Shun Land pinggul yang bergoyang kanan-kiri seolah berkata padanya 'ikuti aku dan tangkap aku'. Andai saja dalam situasi yang berbeda niscaya dirinya sudah ******* habis istrinya yang menantang.
Tanpa ragu-ragu dan rasa takut Lasmini melompat ke dalam sumur sementara itu Shun Land memusatkan konsentrasi ke dalam ruang batinnya lalu berkata, "Dewi Ci pemilik mustika panca warna keluarlah"
"Ada apa tuan memanggil saya" ternyata suara itu roh air mustika panca warna.
"Berikanlah sedikit kekuatan mu ke Lasmini karena dia telah di pilih sang maha Pencipta sebagai pendamping diriku dalam melaksanakan Topongrame ku, berilah sedikit nasehat agar jiwa dan Batinnya kuat melaksanakan kebaikan dan kuat menahan ketidak baikan yang akan menghampiri perjalan mendampingi ku melaksanakan Topongrame". Shun Land menerangkan kepentingan memanggil roh air mustika panca warna.
Mustika panca warna terbang dan masuk ke dalam air seketika air yang putih jernih berubah kehijauan, mustika panca warna sinarnya membesar membentuk seorang perempuan cantik dengan mata biru berkulit putih kebiruan.
Lasmini berendam menenggelamkan kepalanya sambil terpejam merasakan dingin yang mulai masuk sampai ke tulangnya. Lasmini membuka matanya karena merasakan sesuatu begitu terbuka terlihat seorang perempuan cantik tersenyum bermata biru dengan pakaian gaun serba putih berada di hadapannya.
Lasmini ingin berontak keluar dari air tubuhnya kaku mematung dirinya menghirup udara dalam-dalam dan membuangnya perlahan menghilang rasa kaget dan takutnya.
__ADS_1
"Jangan takut Lasmini aku hanya ingin berkenalan dengan mu apa bila kau mau menjadi temanku aku memberikan sedikit kekuatan padamu hingga kau tidak harus bergantung keselamatan mu pada suamimu". Roh air mustika panca warna berkata sambil melayang mengelilingi Lasmini.
"Bagai mana aku percaya dengan ucapan mu bahwa kau mempunyai kekuatan mungkin kau hanya sebuah arwah yang tidak di terima oleh Sang maha Pencipta". Lasmini menjawab memberanikan diri berpura-pura menjadi wanita kuat.
"Kau sudah merasa kekuatan ku tapi kau masih menyangkalnya". Roh air mustika panca warna mengerutkan keningnya.
"Sebutkan mana kekuatan mu yang sudah aku rasakan kau jangan membual aku akan mengatakan pada suami ku niscaya kau akan di siksanya. Walaupun aku tidak mengerti tentang ilmu kebatinan tetapi aku yakin suami ku memiliki kekuatan kebatinan yang kuat". Lasmini tidak menunjukkan rasa takut karena dirinya yakin suaminya tidak akan tinggal diam bila dirinya dalam bahaya.
"Hahahaha..... Tidak salah tuan Jaya Sempurna memilih pendamping dalam perjalanan rupanya kau memiliki sesuatu yang tidak di miliki perempuan lain, kau belum sadar juga coba kau ingat apa sebelum masuk ke sumur ini kau bisa bernafas di dalam air". Roh air mustika panca warna tertawa geli melihat tingkah Lasmini.
Lasmini tertegun lalu dirinya menghirup udara dan mengeluarkannya kembali matanya melihat sekeliling tangannya di gerakkan mengibas kanan kiri, Lasmini sadar sepenuhnya dirinya masih di dalam sumur Kahuripan jiwa dan bisa bernafas seperti di daratan.
Dalam hati Lasmini merasa malu karena telah menyangkal kekuatan Roh air mustika panca warna. "Baiklah aku mau berteman dengan mu karena kau menyebut nama suami ku, sebutkan siapa namamu roh bermata biru?".
Lasmini berdalih untuk menutupi malunya, Lasmini pun berpendapat tidak ada salahnya dan tidak ada ruginya berteman dengan roh perempuan ini.
"Nama ku Ci di belahan dunia lain aku di sebut Yin tapi orang lebih mengenal ku dengan nama mustika air panca warna, untuk kekuatan yang akan ku berikan kepada mu aku mempunyai sarat yang mesti kau lakukan tenang saja syarat ku tidak berat dan tidak melanggar hukum sang maha Pencipta bagai mana kau setuju". Roh air mustika panca warna menyebut nama dan memberikan syarat.
"Baik sebutkan syaratnya aku tidak takut untuk melakukannya demi membuat diriku kuat tidak menjadi beban suamiku di masa yang akan datang" Lasmini menantang Roh air mustika panca warna.
-------------&&&&------------
__ADS_1