
Pangeran Sanjaya triloka mendapatkan serangan tiba-tiba. dia hanya bisa menaruh telapak tangan di depan dada untuk menghalau serangan pangeran Shun Land.
Semua ikut menahan napas, sorot mata penonton semua tertuju pada satu titik yaitu tengah arena....
Jurus tapak harimau penghancur jiwa bertabrakan dengan jurus cakar singa merobek udara,
Dua kekuatan dahsyat bertabrakan menghasilkan dentuman dan percikan api,
Seyogyanya kedua ilmu ini mempunyai karakter yang sama mungkin dulunya dari sumber yang sama, karna secara garis keturunan Shun land dan Sanjaya triloka satu garis keturunan.
Debu debu berterbangan efek dari benturan tersebut.
Shun Land terpental dan bersalto lalu berdiri tanpa luka dan bersiap melancarkan berikutnya, dia ingin mencoba jurus yang ke empat dari tampak harimau kumbang,
Jurus pamungkas dari ilmu tapak harimau kumbang, jurus tapak harimau menggetarkan langit dan bumi, Shun land menyalurkan tenaga dalamnya hampir delapan puluh persen, di gabungkan dengan kekuatan api abadi melapisi kulitnya, menjaga pihak lawan memiliki serangan balik
Suhu udara naik perlahan menjadi panas di sekitar arena pertandingan walau tak sampai ke penonton.
s.edangkan pangeran Sanjaya triloka terdorong hampir enam Depa orang dewasa,
''Terpaksa aku menggunakan ilmu panca braja walau mempunyai resiko aku terluka Parah,
Pangeran Sanjaya triloka dalam penempaan tulang diranah tulang Raja puncak, sedangkan sarat menggunakan ilmu panca braja harus di ranah tulang Brahmi, keputusan pangeran Sanjaya triloka, memang berlebihan karna pertarungan ini hanya pertarungan latih tanding bukan pertarungan hidup mati
Ilmu panca braja jurus pertama Braja musti di siapkan, pangeran Sanjaya triloka menggembos tenaga dalamnya sampai titik tertingginya,
Suhu udara bertambah panas karena keduanya mempunyai sama-sama mengunakan jurus dengan pondasi kekuatan api.
Perdana menteri Jhasun kaget bukan kepalang dia hapal kekuatan yang di gunakan pangeran Shun Land sama dengan kekuatan yang ada padanya, tapi menjadi suatu keheranan pangeran Shun Land bisa mengontrol kekuatan apinya, sedangkan dia belum bisa mengontrolnya, timbul pertanyaan di hatinya siapa yang mengajarkan ilmu tingkat tinggi ini.
Suasana arena hening semua merasa tegang, entah siapa yang akan menjadi pemenangnya.
Putri Dian Prameswari dwibuana Merasa sangat khawatir siapapun yang terluka itu membuat hatinya sakit, Diam-diam putri Diana Prameswari dwibuana menaruh hati pada pangeran Shun Land.
Sedangkan putri Dewi sumayi dan putri Sari Tungga Dewi merasa sangat yakin pangeran Shun Land bisa menjadi pemenangnya Tampa terluka,
Pertimbangan mereka karena melawan panglima Shu khal saja pangeran Shun land hampir bisa mengalahkan, waktu di saat mereka berdua latih tanding.
__ADS_1
Shun Land mempunyai inisiatif menyerang duluan, dia melesat dengan kecepatan tinggi menerjang dengan kedua tapak di depan dada.
Melihat lawan telah menyerang pangeran Sanjaya triloka siap menyongsong dengan ilmu panca braja jurus pertama, jurus baraja musti.
Tapi sedetik sebelum menyongsong lawan sebuah kelebatan menyambar Pangeran Sanjaya triloka hingga penggunaan jurus panca braja di urungkan
Sedangkan serangan pangeran Shun Land dengan jurus pamungkas tapak harimau menggetarkan langit dan bumi menghantam lantai tanah, debu berterbangan tanah rata pun terdapat lubang satu Depa dengan dalam selutut kaki anak-anak.
Pemua yang menyaksikan sangat terkejut siapa gerangan yang menyelamatkan pangeran Sanjaya triloka.
''pemenang latih tanding ini pangeran Shun Land dari istana Nusa kencana''
(Nusa kencana adalah nama lain Kalimantan menurut serat Jayabaya}
suara perempuan di aliri tenaga dalam menggema di arena
Setelah debu-debu menghilang tampak Dewi Iswari istri tetua agung khal san berdiri di samping pangeran Sanjaya triloka dan tidak jauh dari sana pangeran Shun Land.
Seluruh penonton bergemuruh gemuruh mengelu-elukan pangeran Shun Land putra mahkota kerajaan mereka menjadi pemenang.
Pangeran Shun Land menjura hormat, sambil hatinya sedikit kaget, dia pun tidak yakin akan memenangkan latih tanding ini, tapi mengapa uwa perempuannya menggagalkan pangeran Sanjaya triloka mengeluarkan jurusnya.
''Maaf Bibi saya terlalu bersemangat'' Pangeran Sanjaya menyanggah.
Setelah pangeran Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka menghaturkan salam hormat ke seluruh penonton, mereka segera meninggalkan arena
Ke tiganya berjalan bersama sambil berbincang-bincang karna tempat mereka berdekatan.
Putri Dian Prameswari dwibuana sangat gembira hatinya karena kedua orang yang di khawatirkan keduanya tidak ada yang terluka.
Berbeda dengan Dewi sumayi yang bersungut-sungut kecewa dengan ibundanya putri Sari Tungga dew.
''Curang andai pangeran Shun Land yang di posisi terpojok, ibunya putri manja itu belum tentu mau menyelamatkan''
berbeda dengan putri Sari Tungga Dewi, dia hanya agak kecewa kepada pangeran Sanjaya yang telah ceroboh. dia sudah tau apa yang terjadi hingga ibunya bertindak
Di salah tribun penonton tiga orang yang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik dari Shun Land, di antara mereka yang menjadi pemimpin bernama Antang berbisik ke kedua temannya,
__ADS_1
''Untung kita belum bertindak hingga kita selamat, setelah mengetahui ini, ternyata sasaran tugas kita ilmunya sangat tinggi, walau kita bertiga menyerang bersama belum tentu kita bisa menang''
''Benar kakang, ternyata putra saudagar pasar, memberikan informasi yang tidak benar, seolah menjadikan kita menjadi umpan'' salah satu teman Antang menimpali
''Bagai mana dik, menurut kamu'' Antang menanyakan pendapat temannya yang satu lagi. dia pun lalu memberi pendapat
''Kita harus meminta uang kompensasi pada anak juragan itu karena telah menipu kita''
Di sudut Tribun timur penonton, Sesepuh supranatural Nyai Kunti Devanti sekilas merasakan pamor agung yang di keluarkan pangeran Shun Land, hatinya jadi menebak-nebak apakah dia orang yang terpilih menjadi penerus ilmu leluhur agung, hatinya bertambah yakin ketika melihat Shun land mengunakan ilmu saipi angin dan melindungi badannya dengan kekuatan api abadi.
Nyai Kunti Devanti pun bisa melihat semua ilmu dan kekuatan batin pangeran Shun Land dengan akurat,
Tapi satu yang menjadi ganjalan hingga keyakinannya tidak seratus persen, pangeran Shun Land tidak mempunyai dua hewan peliharaan harimau dan burung Rajawali.
Pangeran Khal Shugal setelah melihat pertarungan pangeran Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka, hatinya bertambah panas, karena pertarungan itu membuat popularitas pangeran Shun Land naik melebihinya popularitas dirinya di kalangan istana.
Pertandingan selanjutnya pangeran Dehen dan putri Adeo dari klan Ambo
Tetua Mantikai memanggil kedua peserta tersebut
Pangeran Dehen klan Dayak Danum daratan luas khal atau di sebut juga daratan luas Alengka.
(nama lain dari Kalimantan, Alengka menurut serat Palawa, saya tidak mengunakan sebutan Borneo karna sebutan tersebut di berikan Portugis tertuju ke kesultanan Brunai}
#maaf lagi sedikit belajar sejarah, makanya nama kerajaan MC nya kerajaan Kutai khal,
nama aslinya kerajaan Kutai Martadipura, kerajaan tertua kedua setelah kerajaan Cipunagara di pesisir Utara Jawa, sekilas info hiiiihiiihiiii#
Lanjut aaaah sampai lupa sampai mana....
cerita pertarungan pangeran Dehen dan putri Adeo, di chapter depan,
Ingin sekelumit curahan author pengangguran,
MOHON IZINNYA KEPADA PEMANGKU SELURUH SUKU YANG ADA DI TULISAN INI, DENGAN KERENDAHAN HATI SAYA MEMBERANIKAN DIRI MENULIS DENGAN LATAR BELAKANG SUKU-SUKU DI SELURUH TANAH NUSANTARA,
NIAT HATI INGIN MENGUNGKAPKAN BETAPA CINTA DAN BANGGANYA SAYA MEMILIKI NEGRI NUSANTARA,
__ADS_1
SALAM NUSANTARA NEGRI TERCINTA, DARI DULU BESAR DAN AKAN SELALU BESAR
aaah jadi keterusan jaga kesehatan lain waktu sambung pay pay sahabat sahabat 🙏🙏🙏🙏