
Raja manusia purba raksasa Taksaka sudah menyimpan pusaka palu besarnya, Shun Land mengulurkan tangannya ke raja manusia purba raksasa Taksaka di sambut oleh Raja Taksaka dengan sekali tarikan tubuh Raja manusia purba raksasa Taksaka yang besar melesat ke udara dan berdiri di depan Shun Land.
Raja manusia purba raksasa Taksaka bersedeku memberikan hormat pada Shun Land dan mempersilahkan Shun Land untuk masuk ke pendopo besar.
"Leluhur saya membawa teman bolehkah dia bergabung dengan kita". Shun Land meminta izin agar pangeran Sanjaya triloka ikut bersamanya.
"Boleh lah dia anak Birawa dan Prameswari dwibuana keponakan jauhku". Raja manusia purba raksasa Taksaka melambaikan tangannya ke arah pangeran Sanjaya triloka. Dengan cepat pangeran Sanjaya triloka menghampiri dan berjalan di samping Shun Land.
Raja manusia purba raksasa Taksaka masuk dan duduk di pendopo dekat dengan pintu, Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka duduk dekatnya. Para rakyat manusia purba raksasa satu persatu masuk dan duduk bersama. Jumlah mereka sangat banyak di antara mereka sampai duduk di halaman.
Mata mereka semuanya tertuju pada Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka mereka sangat takjub dengan kekuatan manusia kecil tapi bisa mengalahkan raja mereka.
"Terima kasih tuan Raja Taksaka, kenalkan saya nama saya Jaya sempurna dari pegunungan kerinci Swarna Dwipa, maaf sekali lagi telah mengganggu ketentraman penghuni Hutan Purba ini, dan tolong jelaskan mengapa raja Taksaka dan semua rakyat bersembunyi di dalam hutan". Shun Land mempunyai inisiatif bicara dahulu.
Raja manusia purba raksasa Taksaka sebelum bicara mengambil nafas panjang seperti sedang menerima beban yang berat.
"Baik lah aku akan ceritakan sejarah bagai mana kami harus tinggal di hutan cerita ini dari nenek moyang kami dari jaman ke jaman tetapi cerita ini banyak yang menyelewengkan entah apa tujuannya dan apa maksudnya mengubah sejarah suatu bangsa kami sangat sedih, padahal cerita itu cerita kami mereka mengubahnya tanpa sepengetahuan kami, tapi biarlah waktu akan bicara tentang kebenaran,......
Di mulai dari jaman m bumi belum berpenghuni setelah beribu-ribu tahun datanglah jaman Naga, Naga ini di turunkan karena di alam surgawi mereka selalu membuat keonaran dan kerusakan dan yang membuat sang maha Pencipta murka adalah dia mempunyai rasa sombong merasa tinggi dan merasa yang paling hebat hingga di turunkan ke bumi tapi bukan di daratan tetapi di dasar lautan,....
__ADS_1
Setelah itu leluhur di ciptakan dan di turunkan ke bumi, kami Pertama di turunkan di lembah Krakatau di mana pada waktu itu daratan ini sangat luas, ribuan tahun leluhur kami mendiami wilayah ini hingga suatu ketika salah satu dari kami merasa memiliki daratan Sunda land ini miliknya dia berkuasa sesuka hati.
Hingga suatu ketika datang peringatan dari sang maha Pencipta bahwa akan ada mahluk yang turun ke bumi dari surga bersama istinya, kami pun di beri peringatan bahwa dia adalah pemimpin di bumi ini dan dia juga sebagai wakil dari sang maha Pencipta,...
Saat itu kami hidup berdampingan dengan harmonis tapi seiring berjalannya waktu Jumlah kami bertambah dan jumlah manusia biasa pun sama, akhirnya leluhur kami sering berseteru berebut wilayah bukan untuk makan dan minum tetapi demi menunjukan bahwa siapa yang paling pantas memimpin bumi ini.
Di antara kami mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda, leluhur kami mempunyai kelebihan dengan postur tubuh yang lebih tinggi dan besar sedangkan kami mempunyai kelemahan daya pikir yang lebih rendah, manusia biasa mempunyai kelebihan mereka sangat pintar dan mempunyai kekurangan tubuh yang lebih kecil dari pada kami.
Akhirnya kami berseteru secara terang-terangan kami saling menyerang satu sama lain dan datang lah peringatan kepada kami, peringatan itu lebih menjurus ke pertanyaan sangat maha pencipta kepada leluhur kami, sang maha Pencipta bertanya. "Mengapa kalian semua mempermasalahkan yang memimpin di bumi ini, sudah ku tentukan bahwa yang memimpin di bumi adalah manusia biasa bukan manusia raksasa". Itu pertanyaan sang maha Pencipta kepada leluhur kami, leluhur kami pun menjawab dengan mudah.
"Wahai sang maha pencipta yang maha adil beri kesempatan kepada kami untuk membuktikan bahwa kami lebih kuat lebih baik dan lebih pantas memimpin bumi ini".
Dan akhirnya sang maha Pencipta pun menjawabnya.
Kami pun mencari informasi apa manusia biasa juga mendapatkan peringatan dari sang maha Pencipta ternya mereka pun sama hanya dengan kalimat yang berbeda.
Sang maha Pencipta bertanya kepada manusia biasa begini bahasanya. "Kalian sudah aku tinggikan derajatnya dari bangsa lain tapi mengapa kalian masih saja mengganggu mereka dengan peraturan yang kalian buat yang membuat mereka merasa keberatan dan merasa di intimidasi oleh kalian hingga mereka melawan dan memerangi kalian". Manusia biasa pun menjawab dengan lantang.
"Yaaa sang maha pencipta kami membuat peraturan agar mereka sadar bahwa kami yang di beri kekuasaan dari mu untuk memimpin bumi ini, agar mereka tidak menganggap kami lemah dan tak berdaya".
__ADS_1
"Baik aku akan mengabulkan keinginan kalian pilih salah satu dari kalian untuk bertarung dengan mereka yang menang itu membuktikan kepantasan untuk memimpin bumi ini, ku beri waktu 500 tahun untuk kalian bersiap".
Dalam 250 tahun itu kami berlatih mengolah ilmu Kanuragan hingga mempunyai kekuatan ratusan ribu lingkaran tenaga dalam, leluhur kami pun merasa sudah kuat latihan pun berhenti hanya menunggu masa pertarungan datang.
Sedangkan manusia biasa leluhur kalian tidak merasakan puas dengan hasil latihannya, mereka pun tidak malu atau pun gengsi bertanya pada sang maha pencipta bagai mana dan rahasia apa yang di milikinya hingga sang maha Pencipta menurunkan perintah dan kepercayaan untuk pemimpin di muka bumi ini.
.
Sang maha Pencipta mengajarinya dengan dua kalimat. "Belajarlah dan berpikirlah". Manusia biasa walau pun kecil badannya tetapi mempunyai kelihatan dalam berpikir sehingga kekuatan mereka terus berkembang hingga tanpa batas kewajaran.
Hari pertarungan pun tiba pada saat itu yang mewakili Manusia biasa Bernama Sanghyang tunggal, dan wakil dari bangsa raksasa, kami tidak di beri tahu namanya oleh leluhur kami,.......
,....... Kami merasa kecewa dan malu hingga kami tidak perlu mengenang namanya karena alasannya dia mempunyai kepercayaan diri yang berlebihan dan merasa memiliki tubuh lebih besar jadi merasa kuat, itulah awal petaka kekalahannya dan kami pun merasakan imbasnya sampai sekarang,.....
,..... Pada saat akan bertempur keduanya membuat pertaruhan siapa yang menang menjadi pemimpin selamanya dan siapa yang kalah menyingkir dari bumi ini. Semua leluhur kami yang sudah merasa memiliki kemenangan yang mutlak hingga menyanggupinya,.......
Pertarungan pun terjadi berbulan bulan lamanya, tapi lama kelamaan pemimpin leluhur kami terdesak kalah dalam segala hal hal kekuatan dan hal kepintaran.
Akhirnya pemimpin leluhur kami kalah tetapi Sanghyang tunggal tidak membunuhnya. Selain itu Sanghyang tunggal penuh welas asih hingga tidak mengusir kami dari bumi tetapi mempunyai persaratan, kami boleh mendiami bumi tapi tidak boleh menampakkan wajah dan tubuh kami ke manusia biasa, memang andaikan Sanghyang tunggal tidak memperbolehkan kami tinggal kami akan tinggal di mana,....
__ADS_1
,....... Begitulah cerita sebenarnya tentang manusia pertama di Sunda Land ini dan alasan mengapa bangsa kami hidup di dalam hutan, kami tidak berani melanggar sumpah leluhur kami". Raja manusia purba raksasa Taksaka mengakhiri ceritanya.
************************