
Perjalan Shun Land dan Boma mengambil jalan rute pesisir selatan menuju Daerah Rijang Renah Selawi dua penunjuk jalan Geto dan Tago memilih rute ini agar Shun Land melihat kemajuan pedukuhan-pedukuhan di sepanjang pantai.
Dalam seminggu perjalan akhirnya sampai di daerah Rijang Renah Selawi.
(Sekarang menjadi kota Bengkulu, yang sekarang menjadi kota Rejang Lebong adalah kota dari sub suku Rejang daerah pertama yang di injak oleh bangsa Mongolia pimpinan koloni ini bernama RHI JANG HIANG, yang sekarang jadi nama suku RIJANG di perkirakan koloni Rhi Jang Hiang pertama kali mendarat di muara sungai Bangka hulu sekitar 2000 SM).
Putri Serindang bulan menyambut dengan gembira, walau pun istana kerajaan Gendis ada di lembah hitam dekat gunung kerinci tetapi seluruh kekuatan pemerintahan berada di daerah Rijang Renah Selawi.
Putri Serindang bulan berlari menghampiri Shun Land tanpa ragu-ragu memeluk tubuh Shun Land dengan erat.
Boma melihat ini berdehemm sambil berkata tapi wajahnya ke arah yang lain.
"Pantas saja ngotot ingin ke sini dulu sedangkan tujuan pokok ke daerah Toba Samosir di tunda ternyata ada udang di balik istana Rejang".
Boma berjalan masuk ke gerbang istana Rejang Renah Selawi mendahului Shun land yang sedang di peluk putri Serindang bulan.
"Maaf paduka saya terlalu senang paduka mengunjungi Rejang Renah Selawi".
Putri Serindang bulan menggandeng Shun Land masuk ke istana.
Terlihat di dalam istana Raja Rejang Renah Selawi segera berdiri seluruh isi istana mengikuti Berdiri.
Mereka semua berlutut ketika Shun Land memasuki istana, "Bangunlah kalian tuan Rejang tidak usah berlebihan saya hanya manusia biasa seperti kalian semua".
Raja Rejang Renah Selawi mengantar Shun land ke kursi singgasana tertinggi Shun Land dengan berat hati duduk dengan berat hati tetapi tidak bisa menolak karena sudah menjadi tradisi kerajaan.
Putri Serindang bulan duduk di sebelah kiri, dan raja Rejang Renah Selawi duduk di kanan para permaisuri raja Rejang Renah Selawi duduk di sebelahnya lagi.
"Paduka raja maaf saya tidak memberi tahukan bahwa kekuatan kerajaan Gendis saya pindahkan ke Renah Selawi karena di sini pintu masuk musuh bila menyerang, alasan ke dua adalah di sini lebih strategis untuk menempatkan armada laut kita".
Raja Rejang Renah Selawi mengawali bicara.
__ADS_1
"Tidak apa tuan Rejang saya memberikan kekuasaan ini agar semua rakyat mendapatkan keamanan dan kesejahteraan semoga kedepannya peradaban kita lebih maju lagi". Shun land menjawab seperlunya.
Separuh dataran Swarnabumi di bawah kekuasaan kerajaan Gendis yang berpusat di kota pelabuhan Renah Selawi.
Seluruh pelosok negeri Swarnabumi menawarkan diri bergabung ke dalam kerajaan Rejang Renah Selawi karena yang masuk kedalam kekuasaan Rejang Renah Selawi daerah mereka jadi aman kemasyhuran dan kesaktian Raja Shun Land jadi buah bibir di setiap penjuru daratan luas Swarnabumi.
Perguruan-perguruan silat bermunculan di setiap daerah, Shun Land memerintahkan kepada Raja Rejang Renah Selawi untuk membantu perkembangan perguruan perguruan silat hingga di suatu saat mereka bisa membantu bila ada yang mengganggu keamanan kerajaan.
Di malam hari Shun Land menghabiskan waktu dengan bermeditasi kali ini Shun Land mengubungi Sang Rajawali Api melalui Batinnya.
"Kau mengganggu ku saja raja semprul apa yang kau inginkan". Terdengar di batin Shun land suara sang Rajawali Api.
"Apa kau sudah merasa aman sedangkan Naga Api hitam masih hidup sekarang ini aku berencana mencari keberadaan Mara Deva dan gurunya yang bersembunyi di suatu tempat, bila kau tidak ikut juga tidak apa-apa biar aku dan Naga Bumi Sabui yang mengejarnya". Shun land berkata dengan nada tinggi.
Tidak berapa lama hewan legenda Rajawali Api bertengkar di atas istana Rejang Renah Selawi.
Ke esokan harinya Shun Land berpamitan ingin melanjutkan perjalanan menuju ke daerah Toba Samosir yang menjadi tujuan utamanya.
Shun Land dan Boma hendak melangkahkan kakinya keluar dari pintu gerbang istana tetapi putri Serindang bulan mengejar dengan sebuah buntelan dan berpakaian seperti pendekar.
"Aku ikuuut....!!!" Putri Serindang bulan berteriak sambil berlari.
Setelah dekat putri Serindang bulan sungkem pada ayah dan ibunya.
Sang raja Rejang Renah Selawi berkata.
"Jaga sikap mu jangan kembali kalau belum memberikan cucu untuk ku".
Rona wajah putri Serindang bulan memerah matanya melirik ke arah Shun land yang kaget dengan ucapan sindiran sang Raja Rejang Renah Selawi.
Shun Land pada dasarnya ingin menolak putri Serindang bulan tetapi dia tidak kuasa menolaknya karena menghargai sang Raja Rejang Renah Selawi yang berharap putrinya di nikahi.
__ADS_1
Mereka bertiga di antara sampai gerbang kota selanjutnya mereka menuju pinggir hutan.
Boma mencibir ke arah Shun land tapi Shun land tidak memperdulikan.
Boma berlari melihat sahabat yang lama tidak bertemu, sang Rajawali Api sedang duduk bertengger di pohon yang tumbang.
Putri Serindang bulan sangat senang bisa merasakan kembali terbang bersama sang Rajawali Api.
Tanpa di perintah putri Serindang bulan langsung meloncat ke atas punggung sang Rajawali Api sambil berkata.
"Aku kangen banget semoga kau juga tidak melupakan aku sang Rajawali". Sambil berkata putri Serindang bulan mengelus bulu leher sang Rajawali Api dengan lembut.
Kepada sang Rajawali Api menengok ke belakang dan mendekatkan wajahnya ke putri Serindang bulan dengan lembut Putri Serindang bulan mengelus wajah sang Rajawali Api.
Shun land meloncat ke punggung sang Rajawali Api duduk di belakang putri Serindang bulan di ikuti Boma.
Setelah mereka bertiga berada di atas punggungnya, dengan sekali hentakan sang Rajawali Api melesat ke udara tubuhnya melayang menuju ke arah barat Utara.
"Kita terbang rendah ke arah gunung Kerinci aku ingin melihat istana Naga hitam di kaki gunung Kerinci". Shun land berkata melalui Batinnya.
"Baik apa perlu kita singgah dulu dan memeriksa kedalam istana mungkin di sana ada petunjuk keberadaan Pancasiksa murid durhaka leluhur agung Hyang Triloka".
Sang Legenda Rajawali Api menjawab, Shun Land mendengar jawaban sang Rajawali Api tertegun tapi yang di ucapkan sang Rajawali Api ada benarnya.
"Tumben kau secerdas ini biasanya kau hanya bisa menggerutu mungkin karena kemarin kau di jatuhkan oleh Naga Api Hitam pemikiran mu jadi jernih". Shun land meledek sang sahabat.
"Aah kau selalu begitu bukannya berterima kasih mendapat petunjuk dari ku". Sang Rajawali Api merajuk.
Tidak lama kemudian terlihat sebuah istana megah yang di dominasi warna hitam nampak dari atas udara di samping istana air terjun lembah hitam menambah keindahan istana itu.
Sang Rajawali Api menukik ke bawah menuju gerbang istana yang di jaga ketat pasukan putri Serindang bulan.
__ADS_1
________*****_______