
Di luar gerbang dua murid datang akan melaporkan tugas yang telah di selesaikan mereka adalah merpati dan Wiwin tetapi mendengar suara yang akan bertarung keduanya akhirnya memutuskan untuk melihat dari balik pintu.
Sementara para murid berlarian menuju pintu tak ayal merpati dan Wiwin terjengkang terdorong pintu yang di buka paksa oleh para murid dari dalam. Semua murid keluar semua yang tersisa hanya beberapa orang berdiri di pinggir halaman perguruan yang luas.
Asvaghosa berdiri di samping Dewi Andita si pedang setan, mengeluarkan senjata dua gelang emas dari balik bajunya gelang ini mula-mula kecil tetapi ketika berada di telapak tangan Asvaghosa menjadi membesar. Dewi Andita si pedang setan tidak ketinggalan mencabut pedang setan yang mengeluarkan bau amis yang sangat tajam, pedang ini setiap bertarung dan mendapatkan darah tidak boleh di cuci karena itu menyebarkan bau amis bila musuh yang sepadan tenaga dalamnya akan merasa pusing dan berhalusinasi inilah kelebihan pedang setan.
Shun Land turun perlahan ingin mengetahui wajah asli Asvaghosa dan menginjakan kakinya di depan mereka berdua berjarak lima depa, Asvaghosa yang telah mengenali Shun Land waktu pertarungan dengan ayahnya Mara Deva merasa shock karena menyesali keputusannya sendiri ikutan bertarung dengan Dewi Andita si pedang setan.
Shun Land sendiri merasa sedikit kaget karena wajahnya Asvaghosa mirip dengannya Shun Land tidak menyadari bahwa dirinya pun memiliki garis keturunan dari Mara Deva tapi lain ibu. Karena neneknya dari ibu adalah cucu Mara Deva.
"Kau raja Tarumanegara Shun Land" Asvaghosa menunjuk Shun Land dengan senjatanya sambil mundur satu langkah.
"Kau salah aku adalah Jaya Sempurna utusan raja Shun Land untuk memberikan keadilan kepada orang yang telah kau dizalimi, aku di bayar mahal sepuluh kali lipat kau membayar Kala Durga, Karto dan Karta".
Shun Land menyambung bicaranya.
"Dewi Andita si pedang bau hanya informasi guru mu Dewi angin-angin dan Dewi Sukma sudah menjadi bawahan ku menyerahlah aku akan memberikan kematian yang cepat bahkan sebelum kau sadar sudah mati, dan kabar baik buat Kau Asvaghosa anak buah mu Bandi dan kedua anak buahnya sudah reunian dengan Kala Durga di neraka dan juragan Tarman sudah memberikan seluruh harta mu pada ku beserta 3 kapal mu sekali lagi terima kasih Asvaghosa membuat ku kaya lebih dari upah Raja Shun Land, bila kau bisa sekarang panggil ayah mu Mara geol ke hadapan ku aku tidak takut, raja Shun Land pun sudah aku tundukkan, sebagai bukti ini pedangnya". Shun Land sesudah berkata mencabut pedang Naga Bergola.
__ADS_1
Perlahan pedang Naga Bergola mengeluarkan api biru di tengah dan api merah kehitaman di kedua bilahnya. Sesaat kemudian udara di sekitar menjadi kering dan rasa panas memulai terasa sampai ke pinggir halaman perguruan.
Asvaghosa mengeluarkan tenaga dalamnya untuk melindungi intimidasi panas, Dewi Andita si pedang setan pun melakukan hal yang sama.
"Kalian ku beri kesempatan tiga kali menyerang terserah mau bersama atau satu satu". Setelah bicara Shun Land mengangkat pedangnya di depan dada.
"Tuan Asvaghosa kita serang bersama-sama dalam tiga kali serangan pendekar sombong itu akan tumbang". Dewi Andita si pedang setan memberikan usulan dan memberikan semangat bertarung kepada Asvaghosa yang sudah kena mental mendengar Raja Shun Land telah di tunduknya. Asvaghosa hanya mengangguk lalu mengalirkan seluruh tenaga dalamnya ke kedua pusaka gelang emasnya. Gelang emas dengan sendirinya bersinar menyilaukan mata.
Jurus tarian pedang iblis tingkat akhir di siapkan Dewi Andita si pedang setan dan Asvaghosa pun mengikuti seluruh kekuatannya di kerahkan dengan tujuan agar musuh tumbang dalam sekali serangan.
"Tuan Jaya izinkan saya ikut bertarung, Naga Bergola sahabat baik ku beri kesempatan aku kali ini untuk bersenang-senang badan ku kaku kurang hiburan, keduanya bertarung dengan kelas keroco jangan terlalu serius". Suara roh Ruyi Jingu Bang memelas dan memuji-muji Naga Bergola.
"Baik Ruyi Jingu Bang aku pun tidak ingin statusku semakin terexpos". Shun Land mengalah, pedang Naga Bergola di masukan kendalam warangkanya tiba-tiba muncul Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang berputar di telapak tangan kanan Shun Land.
Dewi Andita si pedang setan dan Asvaghosa menyerang bersamaan tubuh mereka melesat cepat, pedang setan menebas dengan kekuatan penuh bersama dengan itu ratusan jarum beracuk Raja kala berterbangan menuju setiap titik pital tubuh Shun Land.
Jurus pedang ini yang membunuh Wirantaka semua jarum bisa di hindari tetapi ada 3 jarum yang lolos mengenai titik pital secara otomatis racun raja neraka mematikan separuh badanya dan di tebasan ke dua pedang setan Dewi Andita membelah miring tubuh Ki Wirantaka dan Ki Wirantaka mati seketika.
__ADS_1
Shun Land tidak bergerak sedikitpun tetapi tubuhnya di bungkus api tipis tapi itu tidak berguna karena Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang dengan cepat membungkus tubuh Shun Land.
Benturan keras terjadi pedang setan dan dua gelang-gelang emas membentur Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang.
"Duuuaaaaarrr.......!!!.
Percikan api pun menyambar ke sekeliling. Pedang setan milik Dewi Andita si pedang setan hancur berkeping-keping. Tetapi pusaka gelang-gelang memantun keras menyerang pemiliknya.
Asvaghosa dengan cepat menangkap pusakanya tetapi sebelum sampai pada telapak tangan Asvaghosa Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang menghantam gelang-gelang hingga gelang-gelang itu terbang keatas dan di kejar Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang.
Gelang-gelang di giring turun oleh Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang hingga kedua gelang-gelang itu masuk ke tubuh Asvaghosa dan berhenti di pinggang dan lutut, tentu saja Asvaghosa seperti di ikat dengan Pusakanya sendiri. Setelah itu Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang menggantung di atas kepala Dewi Andita si pedang setan. Setiap mau mendongak Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang memukul kepala Dewi Andita si pedang setan.
Akhirnya Dewi Andita si pedang setang berguling-guling di tanah dengan memegang kepala, Asvaghosa melompat lompat menjauh dari arena pertarungan tanpa di ketahui Asvaghosa Tongkat sakti Ruyi Jingu Bang memukul kepalanya dengan keras berkali-kali hingga Asvaghosa duduk berjongkok sambil menangis, kepalanya penuh benjolan sebesar telur.
"Tuan Jaya kedua orang ini walaupun mendapatkan siksaan tubuh yang begitu sakit tetapi hatinya tidak berubah atau pun memiliki rasa penyesalan telah berbuat begitu banyak kerusan di bumi ini". Suara roh Ruyi Jingu Bang terdengar di batin Shun Land.
Shun Land mencabut pedang Naga Bergola dan berkata pada roh Naga bergola keluarkan kekuatan api mu dengan cepat Shun Land mengayunkan pedang Naga Bergola ketubuh Asvaghosa dan Dewi Andita si pedang setan begitu bilah menyentuh tubuh kobaran api langsung membakar habis tubuh tersebut, tidak cukup sampai di situ Shun Land langsung melayang ketas dan menebaskan pedang Naga Bergola kerah bangunan perguruan pedang setan.
__ADS_1
Pedang Naga Bergola apinya membesar dan menghantam tiga bangunan utama begitu menyentuh bangunan bangunan itu meledak dan terbakar dahsyat seketika seluruh bangunan hancur tidak berbekas.
***************