
Di dalam gua, pangeran Shun Land membuka matanya dari meditasi. Sengaja sudah hampir dua hari lalu pangeran Shun Land, bermeditasi, meningkatkan tenaga dalamnya.
Kini dia memiliki sembilan ribuan lingkaran, dan pemahaman tentang makna mustika api merah delima, semakin mendalam, dia lebih mengontrol kehendak yang di dasari oleh amarah dan dendam.
Pangeran Shun Land membuka kembali lembaran peta tentang keberadaan mustika air panca warna, walau pun berubah keras tetap saja ia tidak, mengetahui keberadaan tempat yang di tunjuk oleh peta tersebut.
Pangeran Shun Land merasa wajar tidak mengerti peta tersebut, karena dia tidak pernah keluar dari daratan kecil Kalimantan ini.
Dia pun ingin bertanya pada Naga bumi Sabui. Karena bila bertanya pada sang Rajawali api, itu percuma ingatannya Rajawali api belum pulih seratus persen.
Posisi duduk pangeran Shun Land bermeditasi di lingkari tubuh naga Bumi Sabui.
Tangan pangeran Shun Land menepuk leher naga bumi Sabui,
"Ada apa pangeran membangunkan saya" naga bumi Sabui bertanya tidak biasanya dia di bangunan
"Naga bumi apa kau mengerti tentang peta ini, aku ingin segera memiliki mustika air panca warna, karena tanpa mustika air panca warna aku tidak bisa leluasa menggunakan kekuatan api abadi ku, secara leluasa...
Bagai manapun tubuhku ini hanya manusia biasa, bila berlebihan menanggung beban panas, walau tak mempunyai efek yang berlebihan, tapi akan menghambat kemajuan tenaga dalam ku di masa depan"
Naga bumi Sabui melihat peta itu lalu memberi penjelasan.
"Sebenarnya peta itu di buat oleh leluhur agung, peta itu adalah lokasi mustika air panca warna, leluhur agung membuat peta itu, di satukan menjadi satu lembar dengan satu alasan, bila kelahiran tubuh papat lintang kelima pancer di manapun dia dilahirkan dapat menemukan keduanya...
Aku mempunyai kekuatan elemen air, aku bisa merasakan mustika itu walau bagai mana pun jauhnya, tanpa peta itu aku bisa mengantarmu....
Sebab itu aku di tugaskan menunggu mustika api merah delima, agar yang menemukan mustika api merah delima bisa dengan mudah mendapatkan mustika air panca warna.
Begitu juga sebaliknya bila yang lahir dengan tubuh empat lintang kelima pancer, di daratan luas Dwipa, dia akan mudah menemukan mustika air panca warna, dengan sendirinya, aku bisa merasakan dan dan pergi ke sana untuk mengantar ke tempat ini.
Begitulah sang leluhur agung merencanakan kedua mustika itu sampai pada orang yang seharusnya berhak memiliki nya" naga bumi Sabui menjelaskan panjang lebar.
"Tapi ada satu lagi, sebenarnya tempat ini harusnya di jaga oleh burung emprit itu, karena dia mempunyai kekuatan bertipe api, tapi seakan leluhur agung tahu bahwa burung emprit itu tidak akan selamat, maka aku di tugaskan menunggu di sini, sehari sebelum bencana besar yang meluluh lantakkan negri ini terjadi"
Begitulah naga bumi Sabui memberi penjelasan kepada pangeran Shun land.
__ADS_1
Pangeran Shun Land menarik napas lega setelah mendengar keterangan dari naga bumi Sabui.
"Apa pangeran sudah siap untuk mengembara, mengambil mustika air panca warna di daratan luas Dwipa" naga bumi Sabui balik bertanya.
"Sebenarnya aku sudah ingin segera pergi, satu aku ingin cepat mencari keberadaan kakak dan adik ku, kedua ingin sepat mengetahui keadaan daratan luas Dwipa, menurut ki Srengga butuh bantuan ku...
Menurut kesimpulan ku, semua kekacauan ini di lakukan oleh kelompok Niraya Sura beserta kroni kroninya....
Tapi ke ingin ku tertahan masalah di sini, semoga Paman Antaka bisa membuat kemajuan mengatasi masalah ini"
Pangeran Shun Land berdiri lalu berkata
"Naga bumi antarkan aku keluar, biarkan Rajawali api bermeditasi menyerap kekuatan hawa murni api di sini"
Sambil berada di punggung naga bumi Sabui pangeran bertanya tentang Sang Rajawali api
"Aku sebenarnya penasaran, seberapa besar tubuh Rajawali api itu, pada waktu dia bertarung bersamamu melawan naga api hitam"
"Rajawali itu badannya pada waktu itu bisa mengangkat tiga sampai empat orang, badanku sendiri kalah besar dengannya, sayapnya sangat lebar....
Sayang leluhur agung tidak bisa menyempurnakan jurus tersebut bila memaksakan mengunakan tubuhnya akan terluka dalam....
Pada pertarungan terakhir dengan naga hitam dan majikannya, jurus itu tidak bisa digunakan, pertarungan itu pun tidak bisa dimenangkan secara mutlak, andaikan naga hitam dan majikannya tidak pergi kemungkinan kami pun akan binasa pada waktu itu"
Naga bumi Sabui sambil bercerita dia sangat terkenang-kenang dengan pertarungan itu, dia masih mempercayai bahwa naga api hitam dan majikannya masih hidup karena majikan naga api hitam mempunyai ilmu iblis yang bisa menyatukan kembali badannya bila di antara tubuhnya ada yang terpotong.
Tapi hal ini tidak diceritakan kepada pangeran Shun Land, naga bumi sabui takut mental pangeran Shun Land, belum siap mendengar hal-hal yang di luar batas akal kewajaran manusia.
Tidak terasa mereka Akhirnya sampai juga di mulut gua, pangeran menyuruh naga Bumi Untuk kembali, dia ingin membersihkan tubuhnya di dalam danau yang airnya biru
Setelah mandi dan mengenakan pakaiannya, pangeran Shun Land melesat menggunakan ilmu saipi angin,
Tidak butuh lama hanya sekitar dua kali waktu menanak nasi pangeran Shun Land sampai di gapura belakang istana.
Insting pangeran Shun Land, mengatakan bahwa persoalan keamanan kerajaan sudah diatasi, dia pun secara pribadi telah bisa menguasai perasaan kehilangan ditinggalkan oleh sang ibu angkat.
__ADS_1
Yang menumbuhkan rasa dendam kepada sang pembunuh sekarang telah mereda.
Setelah dalam meditasinya Pangeran merenungkan tentang makna mustika api merah delima secara mendalam, mendapatkan pencerahan dalam jiwanya tentang memahami makna dari hakikat rasa dendam itu.
Itulah gunanya manusia mempelajari tentang apa yang ada pada dirinya, diantaranya adalah amarah yang yang dilambangkan dengan warna merah.
Penjaga gerbang belakang istana segera berdiri dan membungkukkan badan dan kepalanya tanda hormat kepada putra mahkota pangeran Shun Land.
Pangeran Shun Land segera menuju ke istana kerajaan, dia sana sedang di adakan sidang kelanjutan keamanan yang sedang berkembang di kerajaan saat ini.
Begitu sampai di pintu gerbang istana, para prajurit penjaga segera membuka pintu, setelah memberikan hormat.
Salah satu prajurit berlari memberi tahukan kepada sang Ratu SHI khal dan maha Patih Jhasun, bahwa pangeran Shun Land telah kembali.
Semua mata tertuju pada pintu gerbang istana depan,
Dengan santai pangeran melangkah masuk, yang di sambut oleh putri Dewi sumayi yang berlari menyongsong kedatangan pangeran Shun Land.
Tampa malu-malu lagi putri Dewi sumayi memeluk putra mahkota kerajaan dengan erat.
Setelah sampai pangeran Shun Land memberi hormat pada bunda Ratu SHI khal dan ayahandanya.
Putri Sari Tungga Dewi dengan malu-malu menghampiri dan berlutut di depan Pangeran Shun land lantas bicara.
"Salam hormat dan sembah bakti calon istri pada putra mahkota kerajaan, mohon di diterima"
Melihat ini putri Dewi sumayi segera mengikuti putri Sari Tungga Dewi.
"Bangunlah kalian" jawab pangeran Shun.
Panglima perang Tian agan dan yu asri haring, memberi hormat.
"Panglima segera panggil paman Antaka"
...****************...
__ADS_1