
Ayu Sondari di bawa ratu SHI khal ke kediamannya dan pangeran Jaka lelana di antar ayahnya menempati kediaman khusus tamu.
-------------------*****--------------------
Sore itu di hari kepergian pangeran Jaka lelana dan Boma Shun land berangkat ke kota guha pawon tanpa sang Rajawali Api Shun land ingin mencoba menggunakan ilmu saipi angin.
Setelah jauh dari keramaian Shun land mencoba dengan tiga puluh persen kekuatan tenaga dalamnya untuk berlari.
Tubuh Shun Land bagai panah yang lepas dari busurnya melesat cepat, Shun land belum puas dia menaikan kekuatan tenaga dalamnya sampai tujuh puluh persen.
Shun land melesat bagai bayangan tapi tidak sampai di situ, Shun land menggunakan seluruh kekuatan tenaga dalamnya kini dia bagaikan bagai kilat ada orang yang berpapasan ketika melewati jalan umum mereka menyangka ada angin yang lewat.
Tidak butuh waktu lama Shun land sudah sampai di penyebrangan sungai Citarum, tapi dia tidak mengunakan penyebrangan itu.
Shun land selain mengunakan seluruh kekuatan tenaga dalam dia juga mengalirkan kekuatan apinya ke seluruh tubuhnya.
Di melompati sungai Citarum dengan satu hentakan kakinya tubuhnya melesat ke atas melebihi yang dia perkiraan.
Tubuh itu melayang bagaikan terbang di udara tinggi puluhan depa dari pohon yang paling tinggi.
Setelah turun Shun land mengalirkan seluruh kekuatan apinya dan tenaga dalamnya menginjak pohon dan menghentak sekuat tenaga tubuh Shun land melesat ke udara begitu tinggi dan begitu ringan.
Shun land tidak menyadari bila dia mengunakan kekuatan Api abadinya bobot tubuhnya menjadi ringan beberapa kali lipat.
Dalam beberapa tarikan nafas Shun land sudah melewati perkampungan gunung hijau tapi ketika tubuhnya melesat di atas gunung purba sebuah benda merah menabrak tubuhnya dengan keras.
Tubuh Shun land meterpental ke samping tapi dengan cepat menguasai ke stabilan tubuhnya hingga tidak jatuh ke tanah.
__ADS_1
Shun land meluncur ke bawah dengan stabil dengan berpijak ke pohon yang besar shun land melesat ke atas menuju benda besar yang terbang kecepatannya sukar di ikuti mata biasa.
Setelah melihat bahwa yang menabraknya adalah sayap sang Rajawali Api Shun land berkata dengan kesal,. "Dasar burung emprit".
Shun pun bertengker di atas punggung sang Rajawali Api dengan gagah sang Rajawali Api sengaja tidak terbang turun dan memperlambat terbangnya.
"Andai kau sudah menguasai lima puluh ribu lingkaran tenaga dalam dan menyerap kekuatan api murni dia kali lipat dari sekarang tubuhmu bisa diam melayang di udara karena dulu aku melihat hyang Triloka bisa melayang di udara bahkan berjalan di atas air menggunakan ilmu saipi". Sang Rajawali Api berkata pada Shun land
Shun Land yang tadinya akan berkata meledek sahabatnya mengurungkan niatnya mendengar keterangan ini.
"Tanaga dalam ku baru mencapai 25 ribu lingkaran sedangkan kekuatan api abadi ku belum maksimal karena pada waktu itu aku belum mempunyai dan memahami mustika air panca warna, apa kau sudah bertanya pada Naga bumi Sabui tentang pedang naga bergola".
Shun land berkata di akhiri dengan bertanya tentang tempat di sembunyikannya pedang naga bergola oleh luluhur agung Hyang Triloka.
"Aku sudah bertanya pada naga bau tanah itu dia berkata andai kau bisa sampai ke air terjun yang ada peta menunjukan tempat pedang naga bergola, tetap saja kuncinya ada di ingatan ku, aku pun sangat kesal dengan jawaban yang sepotong-sepotong dengan naga bau tanah itu". Jawab sang Rajawali Api dengan jujur
"Apa kau tidak ingat walau sedikit tentang pedang naga bergola" Shun land Bertanya penuh dengan penasaran.
Shun land tidak bisa memaksa sang Rajawali api karena dia tahu sang Rajawali Api tidak akan berbohong padanya.
"Aku masih ingat ketika kau menyerap kekuatan api murni di gua mustika api merah delima, sejak saat itu ingatan mu sedikit demi sedikit pulih menurut ku kita harus mencari gunung yang mempunyai sumber api abadi, apa kau mempunyai ingatan tentang gunung itu di daratan luas Dwipa".
Shun land berkata di akhiri pertanyaan pada sang Rajawali Api. Sang Rajawali Api tidak langsung menjawab dia mengingat ingat kejadian dulu waktu bersama Hyang Triloka.
"Aku ingat dulu gunung itu tidak jauh dari sini aku bersama Hyang Triloka menyerap kekuatan api abadi, untuk melebur batu bintang untuk di jadikan dia buah senjata tombak trisula dan pedang naga bergola".
Sang Rajawali Api memberikan keterangan yang sedikit kurang jelas mungkin ini karena ingatannya belum kembali seratus persen.
__ADS_1
"Ketika aku mengikuti kompetisi pendekar muda persilatan kau mencari gunung itu dan kau ajak naga bumi Sabui untuk mencari lokasi peta pedang naga bergola, beritahu aku setelah kau temukan tempat itu, aku ingin segera mengumpulkan para ketua perguruan untuk membahas meslah dunia persilatan yang kacau ini menjadi satu kekuatan untuk melawan kekuatan Mara Deva di daratan Swarnabumi".
Shun land panjang lebar menerangkan rencananya nalurinya mengatakan akan ada kekacauan yang lebih besar dalam waktu dekat.
Shun land menginginkan segera pergi ke daerah timur daratan luas Dwipa membentuk aliansi pasukan kerajaan dengan para anggota perguruan dari timur sampai ujung kulon atau barat dataran luas Dwipa.
Shun land mempunyai pemikiran sekuat apa pun musuh bila di hadapi secara bersama akhirnya dia akan tumbang juga.
Shun land sangat yakin akan kekuatan persatuan dia sudah menyadari bahwa sekuat apa pun sepintar apa pun seseorang akan ada kekurangan tetapi kekurangan itu dapat dapat di tutupi dengan keberadaan orang lain yang mempunyai visi dan misi yang sama.
"Garuda sebelum kau pergi menemui naga bumi Sabui untuk mencari keberadaan gunung yang ada Api abadi dan air terjun peta pedang naga bergola ada tugas untuk mu sebelum berangkat aku lupa memberikan perintah kepada paman Antaka untuk menyebar telik sandi ke seluruh daratan luas Dwipa dan daratan luas Swarnabumi". Shun land berkata.
Sang Rajawali Api sangat merasa senang tuannya memanggil nama kebanggaannya lalu berkata.
"Kau sudah menulis surat itu, atau aku bicara dengan bahasa manusia pada Antaka".
Shun land sangat geram mendengar pertanyaan ini lalu bicara dengan nada sedikit tinggi.
"Kau ini sangat menjengkelkan aku masih di punggung mu di mana waktu untuk menulis, nanti setelah sampai di penginapan baru aku menulisnya dasar empriiit".
"Kau ini sangat pemarah aku sudah sangat senang kau panggil nama kebesaran ku jadi merasa sedikit sedih" sang Rajawali Api bicara dengan nada merajuk.
"Maafkan aku sampai di penginapan kau tunggu di tepi hutan sementara aku menulis surat kepada paman Antaka". Shun sedikit menyesal bicara keras pada sahabat sejatinya.
"Kenapa aku tidak menunggu di penginapan aku kan bisa bertengger di atas suhunan penginapan, aku juga tidak akan merusak rumah penduduk". Sang Rajawali Api mempertanyakan harus selalu di hutan.
"Hadeeeh kau ini, baik kau boleh menampakan di tempat umum tapi kau sudah sanggup melawan naga api hitam Mara Deva" Shun land jadi sangat geram".
__ADS_1
Sang Rajawali api diam dia segera mengetahui kesalahannya.
--------------------*****------------------