LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
407. Sang Garuda 08. Pernikahan politik.


__ADS_3

Di istana Rijang Renah Selawi putri Serindang Bulan belum keluar dari ruang pribadinya masih dalam ritual pingitan, calon pengantin boleh keluar setelah di jemput oleh sang pengantin pria.


Sedangkan permaisuri May Lien dan permaisuri Dewi Sumayi duduk-duduk di depan kamar tamu istana, mereka berdua membicarakan tentang keberadaan putri Serindang Bulan yang memegang peranan penting di wilayah daratan luas Swarna Bumi.


Mereka berdua di kagetkan dua orang prajurit yang datang untuk melaporkan sesuatu. "Nyonya permaisuri di depan sang prabu Jaya Sempurna sudah datang". Setelah memberikan laporan prajurit ini kembali ke tempat tugas jaganya.


Permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien berjalan untuk menyambut suaminya, Shun Land berdiri di halaman depan istana sambil mengamati suasana istana yang lengang, berbagai hiasan di sana sini umbul-umbul di pasang sekeliling halaman.


Sedang memperhatikan sekeliling Shun Land tidak menyadari di sampingnya sudah ada kedua Permaisurinya. "Apa yang kakang perhatikan...?, apa kurang mewah tatanan hiasan untuk Ritual pernikahan ini...?". Permaisuri Dewi Sumayi bertanya membuat Shun Land berjingkut kaget.


"Tidak adik, kakang sedang mengingat peristiwa itu di mana kakang meniduri putri Serindang bulan, pada waktu itu kakang merasa tidak menidurinya karena yang terlihat dan yang kakang rasakan adalah tidur bersama adik May Lien, kakang terbawa suasana pada waktu itu kakang tersadar pada waktu terbangun,....


,.... "untuk tidak mengecewakan harapan putri Serindang Bulan kakang berjanji untuk menikahinya, kakang juga tidak ingin paduka raja Rijang Renah Selawi kecewa itulah yang kakang pikirkan". Shun Land menjawab sambil berjalan menuju pendopo istana.


Merekapun duduk di sana sambil memandang bulan purnama permaisuri May Lien berkata. "Kakang sebenarnya pernikahan ini pun telah kami rencanakan bertiga, tujuannya adalah agar kakang mempunyai keturunan karena sekian lama kami bertiga tidak bisa memberikan keturunan pada kakang, pada waktu itu kakang belum mengatakan akibat dari penguasaan ajian Saipi Geni,.....


"Tapi menurut May ini adalah rencana Sang Maha Pencipta alam semesta agar kerajaan yang berada di daratan luas Swarna Bumi di bawah kekuasaan kakang yang saat ini membutuhkan banyak pendukung untuk melawan ke tidak adilan dan Angkara murka musuh utama Leluhur Raja Agung Sundaland Jatiraga dan keturunannya".

__ADS_1


Permaisuri May Lien berkata panjang lebar di iyakan oleh Permaisuri Dewi Sumayi. "Betul yang di katakan oleh adik Permaisuri May".


"Adik Permaisuri Dewi tolong kirimkan surat melalui merpati pada istana Galuh Purba perintahkan paman Bajul pakel untuk segera menemui kakang di sini besok, ada yang penting untuk kakang sampaikan pada paman Bajul Pakel, dan apakan kalian berdua sudah menjelaskan keadaan kakang yang tidak memberi kabar berita pada paduka Raja Rijang Renah Selawi selama ini". Shun Land memerintahkan permaisuri Dewi Sumayi.


"Sudah kakang kami berdua sejak pertama datang langsung membicarakannya agar tidak terjadi salah paham, kakang malam hampir tengah malam sebaiknya kakang cepat bersiap untuk ritual pernikahan ini, tadi sore paduka raja Rijang Renah Selawi menjelaskan bahwa ritual pernikahan di laksanakan tengah malam purnama, sesuai dengan nama putri Serindang bulan yang artinya bermandikan cahaya rembulan".


Permaisuri Dewi Sumayi memberi jawaban dan memberitahukan acara ritual pernikahan di majukan, mereka bertiga masuk ke dalam istana untuk bersiap ritual pernikahan.


Dua jam sebelum tengah malam suasana istana menjadi ramai di sibukkan persiapan terakhir ritual pernikahan. Shun Land memakai pakaian kebesaran Kerajaan Rijang Renah Selawi yang nantinya setelah selesai ritual pernikahan Shun Land langsung akan di nobatkan sebagai Raja Rijang Renah Selawi mewakili putri Serindang Bulan.


Ritual pernikahan berjalan dengan lancar di teruskan dengan penobatan Shun Land sebagai raja Rijang Renah Selawi setelah itu acara di tunda, dan akan di teruskan esok hari dengan mata acara menerima tamu undangan istana yang berkunjung untuk memberikan selamat dan pengumuman resminya Shun Land sebagai raja Rijang Renah Selawi.


Di ruangan pribadi raja Shun Land dan putri Serindang Bulan duduk berdampingan di tepi ranjang besar dan megah. "Putri apakah perasaan putri saat ini". Shun Land bertanya pada istrinya.


"Kakang saya sangat bahagia bisa menjadi bagian kehidupan kakang walaupun adik bukan satu-satunya yang kakang nikahi, tatapi kakang maafkan adik untuk saat ini adik merasa lelah sekali mohon waktunya pada kakang untuk saat ini adik tidak bisa melaksanakan kewajiban sebagai istri, perlu kakang ketahui sebenarnya adik ingin sekali segera melakukan kewajiban itu". Putri Serindang Bulan bicara sambil menundukkan kepalanya di hadapan Shun Land.


"Tidak apa-apa putri kakang juga entah mengapa merasa sangat mengantuk tidak seperti biasanya yang kuat tidak tidur berhari-hari". Shun Land menjawab dengan menguap.

__ADS_1


Shun Land sendiri merasa sedikit heran dengan keadaannya yang merasa berat untuk membuka matanya ini di luar kendalinya. Shun Land pun langsung merebahkan tubuhnya di tengah ranjang dan langsung tertidur tanpa di sadarinya.


Putri Serindang Bulan pun merasa heran karena tidak biasanya Shun Land tertidur sedemikian cepatnya biasanya sebelum tidur dia melakukan meditasi, putri Serindang Bulan pun memperhatikan suaminya dengan seksama dan mencoba untuk menyentuh wajah Shun Land.


Tetapi ketika tangannya sesenti lagi ke kulit Shun Land terasa panas luar biasa andaikan putri Serindang bulan tidak memiliki tenaga dalam tentunya tangan akan terbakar setidaknya kulitnya akan melepuh.


Dengan cepat putri Serindang bulan menarik tangannya dengan cepat dan mengalirkan tenaga dalam ke tangannya untuk meredakan rasa panas.


Perlahan tubuh Shun Land di penuhi kilatan-kilatan Api tetapi tidak ada yang terbakar pakaian ataupun tempat tidurnya.


Putri Serindang Bulan lalu menjauh dan mempunyai kesimpulan mungkin ini suatu hal biasa yang terjadi pada suaminya ketika waktu tidur. Dirinya pun keluar menuju ke ruang pribadinya sendiri untuk istirahat.


Malam berlalu pagi pun menjelang sejak pagi-pagi sekali para pelayan istana sudah sibuk baik pelayan wanita ataupun pelayan laki-laki begitu juga dengan prajurit istana sudah sibuk menata ulang hiasan istana untuk menyambut para tamu undangan.


Bekas Ritual pernikahan di rubah menjadi tempat perjamuan istana, permaisuri Dewi Sumayi dan permaisuri May Lien sudah bangun mereka berdua segera bersiap-siap untuk menyambut para tamu undangan istana yang sebentar lagi datang.


Putri Serindang Bulan pun sudah bangun di bantu dua pelayan wanita putri Serindang Bulan berdandan mengenakan pakaian kebesaran sebagai permaisuri Raja baru Rijang Renah Selawi.

__ADS_1


Putri Serindang bulan keluar dari kamarnya di iringi empat orang pelayan wanita menuju peristirahatan Raja, putri Serindang Bulan langsung masuk terlihat Shun Land masih tertidur pulas dengan kilatan-kilatan api yang samar.


_______________


__ADS_2