
Shun Land yang sepenuhnya memutus kehidupannya seratus persen sebagai raja atau pun sebagai keluarga besar kerajaan merasa terlahir kembali.
Selain itu Shun Land mengamati perilaku kehidupan rakyat bisa yang serba pas-pasan bahwa bisa di bilang kekurangan dalam segala hal, tetapi mereka mempunyai suatu hal yang tidak di miliki oleh seorang Raja atau pun oleh seorang bangsawan yaitu rasa gembira dan kebahagiaan walau pun dengan hal-hal yang sangat sederhana.
Contoh hati mereka merasa gembira dan bahagia hanya dengan makan bersama walaupun cuma ikan asin dan sayuran lauk pauknya.
Mereka sangat senang dan merasa cukup hanya mendapatkan beberapa keping emas. Pola pikir mereka pun sangat sederhana asal bisa makan beserta keluarga mereka sudah merasa tenang dan damai ini membuat pemikiran Shun Land terbuka.
Ternyata beban hidup yang terasa berat di pikiran dan hatinya hanya buah dari pemikiran yang rumit di buat sendiri itu semua berangkat dari pola pikir yang salah.
Persoalan-persoalan yang berat selama ini membebani jiwa dan hatinya sekarang terasa ringan dengan sedikit merubah pola pikir yang sederhana.
Sesekali Shun Land menatap punggung Lasmini istrinya sungguh ini sesuatu yang di luar dugaan dan pemikirannya, kejadian ini seperti mimpi hanya dalam hitungan hari kehidupannya berubah.
Setelah setengah hari sampailah Shun Land di tepi sungai yang dangkal berbatu airnya mengalir jernih Lasmini yang berjalan di depan menghentikan kudanya.
"Kakang bolehkah kita beristirahat dulu saya ingin mencuci muka dan makan perut sudah terasa lapar".
Shun Land terhenyak dari lamunannya mendengar perkataan Lasmini langsung menghentikan kudanya saking seriusnya dengan pemikirannya Shun Land tidak memperhatikan istrinya.
"Baik kita istirahat dulu kakang juga terasa lapar". Shun Land menjawab pertanyaan Lasmini.
Lasmini mencari tempat yang pas untuk mencuci muka di temukan batu besar yang rata. Lasmini menyingsingkan pakaian bawahannya sebatas lutut lalu duduk dengan kaki terjuntai ke air yang sangat jernih.
Terlihat kaki putih mulus terkena air seakan keluar sinar berkilau di terpa sinar mentari yang malai condong ke barat.
Shun Land secara tidak sengaja melihat dari samping istrinya yang duduk sedang mencuci muka. Shun Land tertegun melihat keindahan kecantikan wajah dan tubuh istrinya terlebih melihat kulit putih bersih seakan bersinar terkena sinar mentari.
Kaki jenjang terlihat sampai ke lutut dengan kemulusan alami membuat hasrat kelelakian para pria bergejolak, tidak beda dengan Shun Land yang hanya manusia biasa cuma mempunyai kelebihan dibandingkan yang lain.
Melihat kondisi sang istri berperawakan tinggi semampai yang setelah badannya pulih yang dulu kurus kering sekarang menjadi padat berisi hasrat birahinya bergelora.
__ADS_1
Shun Land lalu bangkit dari duduknya menghampiri Lasmini yang sedang asiiik bermain air pegunungan yang bening dan dingin menyegarkan.
Lasmini yang mengetahui suaminya memperhatikan sengaja menarik pakaian bawahannya sedikit keatas hingga pertengahan paha. Bibir Lasmini tersenyum kecil melihat sang suami berdiri dan berjalan mendekati.
Sedikit banyak Lasmini belajar kepada bi Marni ibunya sendiri tentang bagai mana cara menarik perhatian lelaki dari cara berbicara sampai ke tengah permain tempat tidur.
Shun Land sampai dan berdiri di samping Lasmini yang duduk asik memainkan kaki putih mulus ke air berpura-pura tidak mengetahui Shun Land datang berdiri dekat memperhatikannya.
Setelah beberapa saat Lasmini menoleh dan berpura-pura kaget. "Eeeh ada kakang". Lasmini berkata sambil menurunkan pakaian bawahnya lalu menjulurkan tangannya ingin di bantu berdiri.
Shun Land meraih kedua tangannya.
"Aduuuh....!!!".
Teriak Lasmini berpura-pura terpeleset sambil menarik tangan Shun Land hingga mereka berdua terjatuh ke dalam sungai yang tidak begitu dalam.
Shun Land secara spontan tangan kirinya meraih pinggang Lasmini sehingga badan mereka melekat satu sama lain. Tangan kanan masih memegang tangan kirinya lalu Shun Land dengan sekali hentakan memutar tubuhnya hingga terjatuh dengan posisi Lasmini di atas.
Tangan Lasmini memeluk dengan wajah sedikit berpaling tak ayal lagi pipi lembut bak sutera menempel di wajah Shun Land sekilas terlihat seperti Shun Land yang mencium dengan mesra.
Mereka berdua mandi bersama Lasmini wajah sumringah kebahagiaan menyeruak masuk kedalam hatinya terasa damai dan sejuk sesejuk air sungai pegunungan.
Lasmini mengalungkan kedua tangannya di leher Shun Land badan mereka berhimpitan kedua tangan Shun Land melingkar di pinggang. Mata saling bertatapan entah siapa yang mendahului kedua bibir sudah saling berpaut dengan mesra.
"Maaf Kakang Lasmini ingin pertama kali menyatukan badan tanpa penghalang dengan kakang di kamar yang indah penuh dengan bunga wangi di atas tempat tidur". Lasmini menarik wajahnya lalu menunduk.
Wajah Shun Land memerah karena sudah terbawa suasana.
"Maaf Kakang terbawa suasana habis kau sangat cantik dan kelembutan kulit mu menggoda kakang sampai mabuk kepayang". Shun Land berkata sambil mencolek hidung Lasmini lalu kepalanya bergaya seperti orang mabuk.
Mereka berdua tertawa bahagia, tetapi di relung hati yang paling dalam Shun Land terbayang saat mandi bersama di danau hijau bersama sang belahan jiwa putri May lien.
__ADS_1
Mereka berdua mengakhiri mandi bersama di lanjutkan membuka bekal yang telah di siapkan bi Marni untuk makan di perjalanan mereka.
Shun Land melanjutkan perjalanan menyusuri jalan setapak di tengah hutan hingga sore menjelang. "Terpaksa kita akan bermalam di tengah hutan maafkan karena neng mengikuti saya membuat hidup terlunta-lunta". Shun Land sedikit menyesal mengijinkan Lasmini bersamanya.
Setelah menemukan tempat yang cocok untuk bermalam mereka berdua berhenti Shun Land menyiapkan alas tidur dari dedaunan sedangkan Lasmini berupaya mengumpulkan ranting pohon di sekitar untuk di jadikan api unggun.
Malam berlalu di kejauhan terdengar suara burung besar melengking Shun Land segera duduk dari berbaringnya mendengar suara teriakan yang mirip suara sahabat sejatinya sang Rajawali Api.
Burung-burung kecil berterbangan menjauh hewan darat besar kecil berlari ketakutan insting mereka mendesak untuk menghindar adanya bahaya dari sekitar situh.
Dari atas terdengar suara dahan yang patah di terjang sesuatu yang besar. Di antara ranting yang kering banyak yang terbakar.
Kepala burung besar muncul dan mendarat di dekat Shun Land sedang duduk menengadahkan kepalanya ke atas.
Sang legenda Rajawali Api matanya berkaca-kaca melihat sang tuan tidur beralaskan dedaunan dan bertap dahan pohon yang rindang di tengah hutan.
Seorang raja besar yang sakti mandraguna rela mengorbankan segalanya bahkan tahta kerajaan bila di rebut dia tidak akan melepaskan demi suatu tujuan ingin mencapai keteguhan jiwa dan keikhlasan hati mengabaikan diri pada sang maha Pencipta.
Shun Land berjalan mendekati sang sahabat. "Eeeh mengapa kau terlihat sedih bukannya gembira sahabat mu ini telah lulus salah satu ujiannya".
Sang legenda Rajawali Api menundukkan kepalanya hingga wajahnya tepat di hadapan Shun Land.
Tangan Shun Land menyentuh wajah sang sahabat dan mengusap sesuatu yang basah di bawah matanya. "Terimakasih kau telah mengunjungi ku, lihat seorang wanita rela mengorbankan segalanya demi hanya ingin hidup bersama ku,....
,....dia menerima ku apa adanya bahkan bila aku seorang pengemis dia masih rela berkorban nyawanya untuk ku aku pun tidak tahu bahwa ini adalah suatu berkah atau suatu ujian untuk ku". Shun Land berkata sambil menunjuk ke arah Lasmini yang tergeletak tidur beralaskan dedaunan.
Sang legenda Rajawali Api tidak berkata apa-apa dia hanya menggesekkan sebelah wajahnya di wajahsang sahabat.
Sementara itu Lasmini yang berpura-pura tidur membuka matanya sedikit melihat apa yang terjadi. Jantungnya berdetak kencang melihat ada burung sangat besar bersama sang suaminya.
"Apakah suami ku pendekar Rajawali Api yang sangat terkenal itu, andai iya berarti suami ku itu Raja besar Kerajaan Tarumanegara yang menghilang sejak setahun yang lalu, tapi apa maksudnya dia menyembunyikan diri dan menyamar menjadi orang biasa".
__ADS_1
----------&&&&---------