LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
331. Jaya Sempurna 64. Informasi Kerajaan Kutai dan perguruan Tapak Geni.


__ADS_3

"Paman Lamsijam ini tugas ku, diamlah paman di sini" setelah berkata Shun Land melesat ke atas dan turun perlahan di depan mereka berlima. Suara menggema ke seluruh penjuru terdengar jelas.


"Berikan suatu alasan kepada ku agar aku mengampuni mu dan membiarkan kalian hidup bicaralah cepat aku bukan orang tipe penyabar".


Suara Shun Land mengetarkan hati mereka semua sementara Lamsijam hanya menatap penuh ketakjuban akan tuan yang memiliki ilmu tinggi tapi tidak terlihat oleh siapapun.


Pendekar Bangau putih Ki Sarwana gemetar tapi di paksanya bibir nya untuk bicara, "tuan pendekar ampuni aku saya mempunyai banyak harta semua akan ku berikan pada tuan pendekar dan beberapa hadis cantik di markas semuanya saya persembahkan pada tuan".


Mata Shun Land tajam bagaikan mata malaikat kematian menatap tajam ke arah Pendekar Bangau putih Ki Sarwana. Tetapi terdengar suara Pendekar Cakar elang yang berbeda dari Bangau putih Ki Sarwana.


"Tuan saya mempunyai informasi penting tentang daratan luas Sula dan daratan luas Nusa kencana". Pendekar Bangau putih berhenti merasa ragu-ragu dalam pemikiran pendekar Cakar elang Ki Maliwa, Ki Sarwana menawarkan kekayaan tetapi pendekar di depannya tidak tertarik dirinya mencoba menawarkan informasi dengan harapan informasi ini berharga.


"Baik aku akan mendengarkan informasi mu setelah memberikan hadiah pada ke empat rekanmu ini". Shun Land menjawab ucapan Si Cakar elang Ki Maliwa setelah itu tubuhnya bagaikan menghilang gerakan Shun Land ini tidak bisa di ikuti penglihatan si Cakar elang Ki Maliwa.


Si Cakar elang Ki Maliwa menoleh ke kiri dan kanan terlihat ke empat sahabatnya tubuhnya sudah terbelah menjadi dua tetapi tidak ada darah yang menetes sedangkan sosok yang melakukannya tidak kelihatan.

__ADS_1


Si Cakar elang melirik kasana kemarin mencari pembunuh berdarah dingin ini tiba-tiba terdengar suara di salah satu sudut halaman depan markas di sana sosok pembunuh berdarah dingin sedang duduk santai.


"Kau turunlah dan kuburan kan mayat teman-teman mu, paman Lamsijam tolong cepat pergi ke markas kelompok Bangau putih, lepaskan semua tawaran wanitanya dan bagikan harga Bangau putih pada mereka dengan rata bunuh semua anak buah bangau putih tanpa terkecuali". Shun Land berkata seperti pelan tetapi hampir seluruh area itu mendengarnya.


Lamsijam segera mengunakan ilmu meringankan tubuhnya berlari bagaikan bayangan menuju markas besar Bangau putih Ki Sarwana. Si Cakar elang Ki Maliwa dengan seluruh tenaganya dengan cepat mengubur 4 mayat sahabatnya sambil di hantui rasa takut sampai ke ubun-ubun.


Baru kali ini dalam hidup si Cakar elang Ki Maliwa menemui pendekar yang ilmu olah Kanuragannya melebihi gurunya Ki Braja Geni dan kejamnya tidak terbayangkan membunuh tanpa berkedip, dalam setengah tarikan nafas membunuh 4 pendekar kelas menengah sangat mengerikan.


"Kau duduklah mendekat ceritakan semua informasi tentang daratan luas Sula dan daratan luas Nusa kencana jangan ada yang di sembunyikan". Shun Land melihat Si Cakar elang Ki Maliwa selesai menguburkan 4 mayat menyuruh segera menyampaikan informasi itu, Shun Land sengaja menyuruh Lamsijam mengejar anak buah Si Bangau putih Ki Sarwana agar tidak mendengar informasi ini agar tidak mencurigai dirinya dan menerka-nerka jati dirinya.


"Tuan pendekar saya mendapatkan informasi dari pedagang yang kebetulan sedaerah dengan saya dari Morowali daratan Sula tepatnya dari kebangsawanan Tau Taa warna, katanya 'Sekarang ini perguruan Tapak Geni Ki Braja Geni telah maju pesat menjadi satu perguruan besar setelah ada seseorang yang menyokong keuangannya dan ilmu Olah Kanuragannya, Tapak Geni menjadi salah satu perguruan besar yang mempunyai cabang hampir di seluruh daratan Sula, selain itu perguruan juga sangat dekat dengan keluarga istana Martadipura Kutai Martadipura dan perguruan Tapak Geni menjadi salah satu kekuatan kerajaan Kutai Martadipura ini terjadi karena sang Raja Shan land merangkul perguruan itu". Ki Maliwa Si Cakar elang mengakhiri ceritanya.


"Bagus informasi mu cukup menggerakkan hati ku untuk tidak membunuh mu tetapi aku tidak bisa membiarkan diri mu merugikan orang lain lagi dengan ilmu olah Kanuragan mu, terlihat sangat jelas di matamu kau susah berubah menjadi baik maka kau akan ku musnahkan ilmu olah Kanuragan mu setelah itu jadilah petani yang baik harta mu tidak akan aku rampas jadikan itu modal bertani untuk membeli tanah dan mengolahnya di suatu saat ku lihat kau merugikan lagi orang lain aku tidak akan mengampuni mu". Setelah itu Shun Land tau-tau sudah berdiri di depan Ki Maliwa si Cakar elang dan menempelkan telapak tangannya di punggungnya.


Shun Land mengalirkan kekuatan api abadinya keseluruhan titik Meridian dan aliran pembuluh darah, terdengar suara ledakan-ledakan kecil di tubuh Ki Maliwa si Cakar elang ledakan kecil itu menandai berakhirnya nama pendekar Cakar elang di dunia persilatan.

__ADS_1


Setelah itu tubuh Ki Maliwa si Cakar elang ambruk dan tak sadarkan diri ilmu Kanuragannya telah hilang karena dia sudah tidak lagi bisa menghimpun tenaga dalam yang tersisa hanya gerakan gerakan jurus di ingatannya.


Lamsijam datang kehadapan Shun Land dengan membawa empat peti koin emas dengan ukuran sedang dan meletakkan di hadapan Shun Land.


"Paman Lamsijam kenapa paman bawa kesini kotak koin emasnya tidak di bagikan kepada para tawanan". Shun Land bicara dengan mengerutkan dahinya atas tindakan Lamsijam. Dengan cepat Lamsijam menjawab dengan tenang.


"Tuan Jaya sesampainya saya di markas Bangau putih Ki Sarwana di sana ada 8 anak buahnya Ki Sarwana dan hanya ada empat gadis dalam tawanan, pertama saya lumpuhkan dulu 8 anak buahnya Ki Sarwana dan membebaskan 4 gadis yang sebenarnya 4 gadis itu untuk persembahan Raja tengkorak untuk memperpanjang kecantikan.


Saya harus mengambil keputusan yang sulit karena empat gadis ini harus di antarkan ke keluarganya yang berjauhan,.....


,..... Akhirnya saya membuat keputusan dengan mengunakan mata batin saya dari 8 anak buah Ki Maliwa terlihat ada 3 anak muda yang memang bergabung atas paksaan keadaan hanya ingin bertahan hidup ketiga pemuda itu saya biarkan hidup asal mereka mengantarkan ke 4 gadis itu ke keluarganya dan tidak berbuat kejahatan lagi. Di dalam markas ada 7 peti koin emas saya rasa bila saya berikan semuanya akan membawa petaka pada para gadis dan ke tiga pemuda itu jadi saya memberikan 2 peti di bagia rata ke 4 gadis itu dan satu peti lagi separuh untuk ke tiga pemuda dan separuhnya untuk di bagikan ketika di perjalanan, maaf kan saya tuan tidak melaksanakan sesuai perintah tuan agar membunuh semua sisa anak buah Ki Sarwana di Bangau putih, saya tidak tega ketiga pemuda itu seperti saya pada waktu sebelum bertemu tuan, mau keluar tidak bisa di lanjutkan bertentangan dengan hati nurani". Lamsijam mengakhiri bicaranya sambil tertunduk.


Shun Land hatinya sangat bangga keputusan untuk menerima Lamsijam sebagai bagian keluarganya tidak salah Lamsijam telah bisa membuka mata batinnya karena di tempa kehidupan yang sangat pahit tapi jiwa dan hatinya tidak berubah akan kebenaran.


******************

__ADS_1


__ADS_2