
Sementara di kamar penginapan Shun Land bersama sang istri Lasmini.
"Neng Lasmini mengapa neng memakai pakaian begitu terbuka". Akhirnya Shun Land buka suara sambil menatap wajah Lasmini.
"Apa salah seorang istri memakai pakaian yang terbuka di depan suaminya, atau karena Lasmini kurang cantik dan tubuh Lasmini yang jelek kakang bertanya begitu, memang dari awal kakang menikahi saya karena terpaksa, kakang tidak mencintai Lasmini yang kurus penyakitan, kalau tahu begini Lasmini lebih senang mati karena keracunan tidak usah kakang tolong".
Mulut Lasmini nyerocos lalu membantingkan tubuhnya tengkurap dengan terisak kecil.
Shun Land hanya melongo dirinya hanya bertanya satu kalimat tetapi jawabannya sangat panjang dan membuat Lasmini menangis.
Shun Land mendekati Lasmini dan membelai rambutnya sambil berkata. "Maafkan kakang bila pertanyaan kakang membuat neng tersinggung, tapi terus terang kakang senang melihat neng Lasmini berbuat demikian untuk kakang, percayalah neng sangat cantik tubuh neng pun sangat indah, kakang akan berusaha untuk belajar mencintai neng, yang telah rela berkorban mendampingi kakang bagaimana pun keadaan kakang". Ucapan Shun Land untuk menghibur istri barunya.
Lasmini yang sebenarnya hanya bersandiwara tersenyum kecil mendengar ucapan sang suami tercintanya, dalam hati Lasmini tidak akan melepaskan suaminya dalam genggamannya walau nyawa taruhannya, Lasmini merasa bangga selain gagah dan tampan suaminya seorang pendekar pilih tanding.
Lasmini membalikan badanya lalu menindih kakinya di atas paha Shun Land sedangkan badannya menempel lekat ke badan sampai Shun Land, dengan tatapan sayu Lasmini memandang wajah Shun Land, tatapan itu penuh kepasrahan apapun akan menerima perlakuan Shun Land.
Shun Land mendekatkan wajahnya lalu mengecup kening Lasmini dan bibirnya mendarat lama di bibir Lasmini yang sudah terlihat pasrah.
Lasmini membalas kecupan Shun Land dengan sepenuh perasaannya hari Lasmini bahagia bagai di siram madu dan bermandikan susu.
Shun Land memandang wajah Lasmini penuh kasih sayang lalu berkata pelan. "Apa neng sudah yakin ingin melakukan hubungan suami istri sekarang".
Lasmini yang sudah terbuai oleh birahi membalas tatapan Shun Land lalu menganggukkan kepala sambil mendekatkan bibirnya yang merah merona ke wajah Shun Land.
Dua pasang bibir berlainan jenis saling paut dengan mesra dan penuh hasrat. Malam itu di habiskan Shun Land dan Lasmini memadu cinta menyalurkan hasratnya kasih sayang di antara mereka. (Adegan selanjutnya penulis pasrahkan ke pembaca jarinya kraaam)
Keduanya menikmati malam indah di saksikan rembulan yang menyinari pedukuhan Rawagempol.
-----------------
Di perguruan Gajah Mungkur Mara Deva tersenyum mendengar ucapan leluhur Ki Bagus Atma yang menolak permintaannya.
"Maafkan menantu ini jika berbuat lancang". Tubuh Mara Deva menghilang tahu-tahu sudah melayang sambil membawa sang ratu Shi khal dalam genggamannya.
"Maafkan menantu ini berbuat kasar cepat serahkan atau cucu mu menjadi serpihan daging dan darah, bila kau menyerahkan Pusaka tombak Trisula aku akan melepaskan nya".
__ADS_1
Mara Deva mengeluarkan semua aura kekuatannya jangankan yang lainya leluhur Ki Bagus Atma yang paling tinggi tenaga dalamnya dadanya terasa sesak.
Memang kekutan Mara Deva yang sudah mencapai 150 ribu lingkaran tenaga dalam sudah tidak ada tandingannya kecuali Shun Land, sedangkan leluhur Ki Bagus Atma hanya mencapai 70.ribuan lingkaran tenaga dalam jelas bukan tandingannya Mara Deva.
Leluhur Ki Bagus Atma berpikir sejenak lalu menjawab "baik aku akan menyerahkan Pusaka tombak Trisula asal kau berjanji melepas cucuku".
"Baik aku berjanji melepaskan cucu mu ini cepat kau serahkan pusaka itu". Mara Deva menyanggupi permintaan leluhur Ki Bagus Atma.
"Leluhur jangan serahkan pusaka itu nyawaku tidak ada artinya di bandingkan pusaka Tombak Trisula warisan sang Raja agung Jatiraga" sang ratu Shi khal berkata terbata-bata karena lehernya di pegang Mara Deva.
Jhasun sang suami hatinya bagai teriris sembilu dia tidak bisa melindungi sang istri tercinta harga dirinya sebagai seorang suami bagai di injak-injak sampai hancur.
Leluhur Ki Bagus Atma memejamkan matanya batinnya memberikan perintah ke roh pusaka Tombak Trisula untuk keluar dan mau di bawa oleh Mara Deva tindakan ini dilakukan leluhur Ki Bagus Atma demi sang cucu dia tidak ingin kejadian masa lalu kehilangan anaknya terulang kembali.
Dengungan terdengar dari pintu kediaman leluhur Ki Bagus Atma sebuah tombak meluncur dan berdiri di hadapan Mara Deva.
Tombak itu mengeluarkan sinar putih jika di lihat dari dekat sebenarnya tombak itu berwarna hitam karena terbuat dari batu bintang yang jatuh dari langit, batu tersebut terbelah jadi dua dan Sanghyang Triloka menjadikan batu bintang itu untuk membuat dua Pusaka 1. Pusaka Tombak Trisula dan pedang Naga Bergola yang di pegang Shun Land.
Hanya pedang Naga Bergola mempunyai kelebihan mempunyai gagang dan warangka dari tulang hewan mitologi Naga Bergola dan di dalamnya juga bersemayam roh Naga Bergola dan kekuatannya.
Perbedaannya Roh Naga Bergola mempunyai sifat yang stabil sedangkan Roh Banaspati sifatnya tidak stabil, leluhur Raja agung Jatiraga pun tidak bisa menaklukkan roh Banaspati sepenuhnya.
Roh Banaspati memang menurut pada pemiliknya tapi di balik itu tersembunyi keganasan yang sukar untuk tundukkan dan semua sifat-sifat selalu mendorong ke arah perbuatan kemurkaan sang maha Pencipta.
Mara Deva dengan tangan kanannya meraih Pusaka tombak Trisula dan tangan kirinya melemparkan sang ratu Shi khal ke hadapan leluhur Ki Bagus Atma.
"Aku sudah menepati janji melepaskan cucu mertua ku yang baik hati, tetapi aku juga ingin mencoba kekuatan pusaka Tombak Trisula ini, aku takut jangan-jangan pusaka yang mertua berikan ini palsu". Mara Deva berkata dengan wajah dingin.
Keinginan Mara Deva untuk memusnahkan keturunan murni leluhur Raja agung Jatiraga tidak pernah padam Tombak pusaka di angkat ke atas perlahan sinar putih pusaka berubah menjadi merah ke hitaman.
Leluhur Ki Bagus Atma segera berkata "semuanya berlindung pergi dari sini cepat biar menantu durhaka ini kau yang menghadapinya".
Mara Deva tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan leluhur Ki Bagus Atma, Mara Deva sudah berniat untuk memusnahkan keturunan murni leluhur Ki Bagus Atma tidak akan melepaskan satu pun.
Dengan kekuatan Batinnya Mara Deva memerintahkan Naga Api Hitam untuk menghabisi semua yang ada di perguruan Gajah Mungkur.
__ADS_1
Beberapa murid yang melesat menjauh tiba-tiba di serang kobaran api dari mulut Naga Api Hitam tak ayal mereka semua terbakar habis tak tersisa menjadi abu.
Ratu Shi khal, Jhasun, Leluhur Khalma Jaya dan istrinya semua berdiri tercengang melihat para murid-murid di bantai oleh Naga Api Hitam hanya Ki Sadewa yang bisa menyelamatkan diri.
Naga Api Hitam kembali lagi meluncur ke arah ratu Shi khal menyerang dengan semburan Api Hitamnya, melihat ini Ki Sadewa yang mempunyai kekuatan hampir menyamai leluhur Ki Bagus Atma melesat untuk melindungi keluarga sang guru dengan seluruh kekuatan tenaga dalamnya menjadi tameng.
Tapi sayang tameng tenaga dalam Ki Sadewa hanya bertahan beberapa detik selanjutnya api hitam melaju tanpa hambatan menerjang tubuh Ki Sadewa lalu menghantam sang ratu Shi khal, Sang suami Jhasun, dan leluhur Khalma Jaya beserta istri. Semuanya tidak ada yang mampu menyelamatkan diri hancur menjadi abu dan hilang di tiup angin.
Malam itu bulan menyaksikan pembantaian keluarga Shun Land tak tersisa.
Leluhur Ki Bagus Atma hanya bisa mengutuk perbuatan Mara Deva hatinya menangis darah menyaksikan keturunannya di bantai.
Dengan perasaan hancur leluhur Ki Bagus Atma segera mengeluarkan seluruh kekuatannya menyerang Mara Deva.
Mara Deva tidak segera menyerang ingin menyaksikan keputusasaan leluhur Ki Bagus Atma atas kematian keturunannya tanpa bisa menolong.
"Hahahaha maaf mertuaku itu bukan aku yang melakukannya tapi kalau mertua ingin membalas serang aku dengan seluruh kekuatan mu". Mara Deva memperolok leluhur Ki Bagus Atma.
Leluhur Ki Bagus Atma tidak menjawab air mata mengalir tanpa terasa walau pun berusaha menahannya.
Kekuatan meledak dari tubuh leluhur Ki Bagus Atma dengan kedua telapak tangan di depan dada menyerang Mara Deva. Tubuh leluhur Ki Bagus Atma meluncur sangat cepat menerjang ke arah Mara Deva.
Dari kedua tangan leluhur Ki Bagus Atma keluar angin puyuh bercampur air bergemuruh dahsyat.
Mara Deva melihat serangan seperti ini tertawa lantas mengayunkan pusaka Tombak Trisula ke depan menghalau serangan leluhur Ki Bagus Atma.
Gelombang api kehitaman keluar dari ketiga mata tombak pusaka Trisula melaju dan bertabrakan dengan serangan leluhur Ki Bagus Atma. Karena berbeda kekuatan yang jauh gelombang angin puyuh di sertai air leluhur Ki Bagus Atma tidak mampu menahan laju gelombang api kehitaman hingga api hitam itu menghantam tubuh leluhur Ki Bagus Atma hanya beberapa detik tubuh leluhur Ki Bagus Atma menjadi abu hilang di bawa angin di malam kelam itu.
Mara Deva memerintahkan Naga Api Hitam untuk menghancurkan seluruh tempat itu dia tidak ingin ada jejak sedikitpun tersisa.
Dengan perasaan senang dan puas Mara Deva kembali ke daratan luas Sula meluncur dengan sangat cepat di atas punggung Naga Api Hitam.
Pada saat yang sama Shun Land tertidur pulas setelah cape memadu cinta dengan istri barunya Lasmini.
----------&&&&---------
__ADS_1