
Mereka berdua turun dari punggung sang Legenda Rajawali Api, pangeran Makkamaru langsung berlari ke sana kemari untuk mencari keluarga sambil memanggil nama ibu, bapaknya serta kedua adiknya. Walaupun pangeran Makkamaru berteriak dengan tenaga dalamnya tetap saja tidak terdengar oleh putri Ambo Dale dan pangeran Isogi, karena arah angin berhembus ke selatan hingga suara teriakan pangeran Makkamaru terbawa ke arah selatan.
Pangeran Isogi melihat sang kakak berlari mengejar sang Legenda Rajawali Api sambil berteriak mengejarnya sambil membawa tombak berburunya.
Akhirnya putri Ambo Dale merasa kelelahan dan berhenti berlari pangeran Isogi datang dan berdiri di samping putri Ambo Dale yang sedang mengatur nafas.
Putri Ambo Dale yang kesal karena tidak bisa mengejar Sang Legenda Rajawali Api segera merampas tombak kayu di tangan pangeran Isogi, dengan seluruh tenaga dalamnya putri Ambo Dale melemparkan tombak tersebut dengan kesal ke udara bekas terbangnya Sang Legenda Rajawali Api.
Tombak kayu yang ringan meluncur cepat di udara ke arah barat.
Shun Land duduk menghadap ke pantai lalu pangeran Makkamaru yang kecapean duduk di sampingnya menghadap Shun Land menghadap ke timur.
Sebelum pinggul pangeran Makkamaru menyentuh pasir pantai sebuah tombak melayang ke arah dada pangeran Makkamaru. Dengan sigap pangeran Makkamaru menangkap tombak itu sambil berteriak kesal, kemarahan pangeran Makkamaru makin memuncak sudah tidak menemukan keluarganya malah ada yang menyerang dengan sembunyi-sembunyi.
"Keluar kau bang*** tunjukan dirimu kalau benar seorang pendekar kecuali kau seorang pengecut". Teriak pangeran Makkamaru. Tetapi tidak ada jawaban apa-apa hanya suara angin lalu.
Shun Land mengerutkan keningnya karena ada serangan tetapi tidak aura apa-apa yang di rasakannya. Shun Land mengeluarkan Sumpit Naga Air Basuki lalu menempelkan ujung Sumpit Naga Air Basuki sambil berkata di dalam batinnya kepada roh Naga Basuki.
"Aku ingin bantuan mu cari orang yang menyerang dengan tombak kayu tapi jangan kau bunuh cukup kau ketahui saja dan laporkan padaku".
__ADS_1
"Baik tuan Jaya Sempurna saya akan laksanakan". Suara Roh Naga Basuki terdengar, bersamaan berakhirnya suara Roh Naga Basuki Shun Land meniup Sumpit Naga Air Basuki. Dari ujung Sumpit Naga Air Basuki keluar bayangan seekor Naga hijau melesat ke arah timur.
Pangeran Makkamaru melihat ini menjadi penasaran senjata apa yang di pegang oleh Shun Land lalu bertanya dengan nada sopan sambil menunduk melihat sumpit Naga air Basuki yang di pegang Shun Land.
"Sang prabu Jaya Sempurna pusaka apa lagi yang di pegang Sang prabu dari warnanya berbeda dengan sumpit Raja neraka yang di berikan Sang prabu pada anak angkat kakak Boma Wisanggeni". Dari nadanya terlihat sekali pangeran Makkamaru sangat penasaran begitu banyak pusaka yang di milik Shun Land.
"Ini adalah Sumpit Naga Air Basuki, pusaka ini aku dapatkan dari pemberian leluhurnya Kebangsawanan Wajak istri kakang sendiri 0utri Dian Prameswari dwibuana yaitu leluhur pangeran Cakrawala, di dalamnya ada Roh Naga air Basuki yang aku perintahkan untuk mencari siapa yang menyerang kita pakai tombak". Shun Land menjawab tidak ada yang di tutupinya.
Sementara itu putri Ambo Dale duduk dengan mata yang berkaca-kaca karena sedih harus terdampar di pulau yang tidak berpenghuni, putri Ambo Dale dan pangeran Isogi sudah berkeliling ke seluruh penjuru pulau Maduara tetapi tidak menemukan satu orang pun di pulau tersebut.
"Adik entah harus berapa lama kita harus berada di sini, tadi itu tunggangan sang prabu Shun Land Sang Legenda Rajawali Api kakak yakin sang prabu ada di atas punggungnya dan satu-satunya harapan kita bisa keluar dari pulau ini tetapi sayang sang prabu tidak mendengarkan teriakan kakak mungkin terlalu tinggi dan angin membawa suara kakak ke arah yang berbeda". Putri Ambo Dale berkata dengan Isak tangis yang di tahan.
Ras bangsa Naga memang mempunyai kekuatan melebihi manusia biasa dan umur yang panjang juga memiliki kesetiaan yang melebihi manusia tetapi mereka juga memiliki keterbatasan dalam berpikir tidak seperti manusia yang memiliki kecerdasan nomor satu di muka bumi ini.
Akhirnya Roh Naga Air Basuki kembali ke tuannya sesampainya di hadapan Shun Land lalu melaporkan apa yang di lihat dan di dengarnya. "Sang prabu di dalam hutan sekitar 300san depa ada dua orang pemuda dan pemudi salah satunya menyebut nama sang prabu dengan nama terdahulu sang prabu Shun Land sambil menangis".
Setelah bicara Roh Naga Air Basuki mesuk kembali ke Sumpit Naga Air yang berada di tangan kanan Shun Land. Shun Land lalu melirik ke pangeran Makkamaru yang tertunduk sedih tidak menemukan ibu dan ayahnya serta kedua adiknya.
"Pangeran Makkamaru jangan bersedih sepertinya sebentar lagi kita akan menemukan kedua adik pangeran". Shun Land berkata sambil menepuk bahu kiri pangeran Makkamaru.
__ADS_1
Pangeran Makkamaru menatap tajam Shun Land dan berkata. "Yang benar sang Prabu cepat kita berangkat mencarinya". Pangeran Makkamaru sangat tidak sabar.
"Tenang pangeran kita tidak perlu mencarinya kita duduk saja di sini biar yang mencari dan menjemput Sang Garuda burung suka pamer itu". Shun Land menjawab lalu menunjuk ke arah Sang Legenda Rajawali Api yang duduk tenang memandang laut yang tenang.
"Dasar raja mata jereng tidak boleh ada yang santai menikmati indahnya pantai dan laut huuuh". Suara Sang Legenda Rajawali Api menggerutu di batin Shun Land.
"Sudah jangan banyak bicara kau yang tahu posisinya karena penglihatan Naga Air Basuki sudah di kirimkan padamu, dan kalau aku yang menjemputnya nanti kau menuduh ku tebar pesona ke gadis-gadis cantik, kau ini kan sangat iri bila aku di kejar-kejar wanita cantik ini kesempatan mu untuk tebar pesona pada putri Ambo Dale". Shun Land menjawab sekenanya saja.
Sang Legenda Rajawali Api yang sudah mengetahui posisi putri Ambo Dale dan pangeran Isogi tidak bisa menjawab ucapan Shun Land langsung terbang kearah posisi putri Ambo Dale dan pangeran Isogi.
Sang legenda Rajawali Api setelah berada di atas posisi putri Ambo Dale dan pangeran Isogi langsung mengepakkan sayapnya mengeluarkan kekuatan apinya untuk membakar dahan pohon besar yang menutupi jalan untuk hinggap.
Putri Ambo Dale dan pangeran Isogi mendongak ke atas dan langsung Meloncat ke arah yang agak jauh melihat dahan dahan yang terbakar. Bersamaan dengan itu sang Legenda Rajawali Api turun dan hinggap di hadapan putri Ambo Dale dan pangeran Isogi.
Mata putri Ambo Dale melotot seakan tidak percaya apa yang di lihatnya hatinya kaget dan senang juga was-was takut sang burung besar dengan kekuatan api menyerangnya.
Sang Legenda Rajawali Api mengerti apa yang di rasakan oleh putri Ambo Dale lalu memutar tubuhnya menjadi menyamping, kakinya melipat hingga tubuhnya menjadi rendah dan kepalanya mengisyaratkan untuk putri Ambo Dale dan pangeran Isogi untuk naik ke punggungnya.
Pertama putri Ambo Dale ragu-ragu tetapi melihat mata sang Legenda Rajawali Api yang menatap sendu akhirnya keraguannya hilang dengan cepat langsung meloncat ke punggung sang Legenda Rajawali Api.
__ADS_1
______*****_____