
"Tuan Raja Taksaka apakah tuan tahu siapa murid dari Sanghyang tunggal". Shun Land bertanya lebih lanjut. Raja manusia purba raksasa Taksaka tidak langsung menjawab alisnya mengkerut kebawah mencoba mengingat-ingat akhirnya menjawab dengan tegas.
"Aku ingat murid satu-satunya sanghyang tunggal dia sangat pintar di berbagai hal dan berbagai ilmu, Beliau sangat menguasai 3 jenis ilmu 1. Ilmu kebatinan 2. Ilmu olah Kanuragan. 3. Ilmu tingkah laku dan amal perbuatan. Dari ketiga jenis ilmu yang di milikinya dia dia di beri nama oleh Sanghyang tunggal dengan Nama Sanghyang Triloka. Tri artinya tiga dan loka alam. Makna yang lebih luasnya. Sanghyang Triloka memiliki ilmu kebatinan ini adalah alam atas sebab mengarah ke alam roh, alam jiwa, alam pemikiran.
Sanghyang Triloka memiliki ilmu olah Kanuragan yang tinggi, ini adalah alam tengah karena tubuh manusia bisa berada di tengah-tengah dua alam alam atas dan alam bahah.
Sanghyang Triloka memiliki ilmu tingkah laku dan amal perbuatan. Ini adalah alam bawah. Karena tingkat laku dan perbuatan manusia bisa menjadi yang paling bawah lebih dari pada hewan.
Semoga jawaban ini bisa memuaskan hati Nak Jaya Sempurna". Raja manusia purba raksasa menjawab dengan panjang lebar. Shun Land benar-benar merasa beruntung pantas saja hati kecilnya ingin sekali melintasi jalan alas Purwa ini ternyata di sini dia mendapatkan cerita tentang peradaban yang lalu bahwa sampai ke akar-akarnya.
Di saat tidak ada yang bicara dari pintu keluar seorang gadis raksasa walaupun badanya sangat besar wajah dan dan postur tubuhnya sangat cantik dan mengemaskan selain itu kulitnya juga kuning Langsat pada waktu itu pakaian manusia purba raksasa hanya terbuat dari kulit binatang, dan yang di pakai gadis ini bawahan hanya menutupi di bawah perut sampai di paha atas dan pakaian atasnya hanya menutupi gunung kembarnya.
__ADS_1
Gadis Itu membawa kendi dan gelas di taruh nya di depan raja manusia purba raksasa Taksaka. Sambil sedeku gadis ini menuangkan air ke gelas yang ada dan menyodorkan ke depan Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka. Sebelum pergi gadis ini berkata.
"Ayah di minum selagi hangat dan tawari tamunya untuk meminumnya". Sang gadis berdiri sambil melirik kearah Shun Land dan tersenyum manis di balas oleh Shun Land dengan senyuman persahabatan.
"Nak Jaya pangeran Sanjaya silahkan di minum, ooh iya tadi itu anak saya ibunya sedang tidur jadi dia yang membuatkan air hangat". Raja manusia purba raksasa Taksaka mempersilahkan Shun Land dan memperkenalkan anak perempuannya.
Shun Land mengangkat gelas yang paling kecil menurut mereka dengan kedua tangannya dan meminum air hangat yang ternyata manis.
Setelah minum Shun Land pun tidak malu-malu terus bertanya. "Tuan raja Taksaka apa hubungannya tuan raja Taksaka dengan keluarga bangsawan Wajak Leluhur Birawa dan ini anaknya".
Sebelum raja manusia purba raksasa Taksaka menjawab ada suara menggema di batin Shun Land. "Saya mengetahui siapa nak Jaya Sempurna sebenarnya dan sedang apa ? hingga sampai kemari, Sebenarnya nak Jaya juga ingin bertanya apa hubungannya nak Jaya dengan saya dan semua rakyat manusia raksasa bawahan saya jawaban itu nanti tanyakan sendiri pada leluhur Birawa,....
,... ..saya juga ingin menyampaikan tradisi budaya kami yang taat dengan janji dan sumpah saya telah di kalahkan oleh nak Jaya, di sini mutlak nak Jaya memiliki hak untuk menjadi pimpinan kami, jadi andaikan perang besar terjadi kami semua akan keluar membantu Nak Jaya Sempurna sebagai bukti kami memegang teguh janji dan sumpah leluhur kami, siapa yang mengalahkan kami dia pemimpin kami dan kami mematuhi segala peraturannya, nak Jaya jangan ragu untuk meminta bantuan pada kami".
Raja manusia purba raksasa Taksaka lalu menjawab pertanyaan lisan Shun Land dengan lisannya. "Masalah hubungan saya dengan leluhur Birawa Nanti Nak Jaya Sempurna tanyakan pada leluhur Birawa saja atau pada pangeran Sanjaya triloka ini".
Raja manusia purba raksasa Taksaka menunjuk pada pangeran Sanjaya triloka dan langsung di timpali oleh pangeran Sanjaya triloka. "Tuan Jaya nanti saya akan ceritakan silsilah pertalian keluarga leluhur ayah Birawa dan leluhur tuan raja Taksaka".
Shun Land mengiyakan. "Baik pangeran Sanjaya nanti bila ada waktu senggang pangeran Sanjaya ceritakan pada saya, satu lagi tuan raja Taksaka tolong berilah petunjuk jalan agar rombongan saya cepat sampai di lembah begawan Solo Sangiran".
"Itu mudah nanti Wibisana, Maruta, Uriba dan Atikaya mengantar Nak Jaya Sempurna dan rombongan sampai di lembah begawan Solo Sangiran". Raja manusia purba raksasa Taksaka menjawab dengan ringan.
Hari sudah mulai pagi terlihat di ufuk timur Pajar mulai melihatkan warnanya ayam jantan pun dengan gesit segera memperdengarkan lantunan nyanyian pagi. Shun Land berpamitan karena hari menjelang pagi.
__ADS_1
"Tuan raja Taksaka saya mohon pamit, semua yang ada di sini saya memohon maaf bila kedatangan saya mengganggu kalian semua, hari mulai pagi saya takut teman-teman saya mencari saya dan pangeran Sanjaya, salam untuk semuanya semoga di masa depan kita berjumpa kembali".
Semuanya berdiri mengantar kepergian Shun Land dan pangeran Sanjaya triloka. Tinggallah raja manusia purba raksasa Taksaka dan rakyatnya. "Kalian berempat harus menunjukkan jalan pada rombongan Nak Jaya besok pagi, satu hal lagi untuk kalian semuanya contohlah Nak Jaya Sempurna walaupun ilmunya setinggi langit tapi tindak tanduk, sikap dan tutur sapanya seperti orang yang tidak berilmu dia sangat rendah hati".
Semua yang ada di sana mengiyakan. Akhirnya semuanya bubar yang tersisa hanya Maruta, Uriba, Atikaya dan wibisana mereka berempat yang mempunyai tugas untuk mengantar Shun Land dan rombongan menuju lembah begawan Solo Sangiran.
Setelah sampai Shun Land langsung masuk ke dalam tenda begitu masuk Shun Land langsung melihat Lasmini yang menatap tajam matanya bagaikan burung hantu yang akan menerkam mangsa. "Dari mana ? Bila jawaban kakak Shun Land tidak masuk akal akan ada sangsi 3 perkara, 1.tidak mendapatkan jatah di layani makan dan minum, 2.tidur tidak boleh di dalam tenda atau kamar, dan yang 3. Tidak boleh Menyentuh ku, cepat duduk di sini dan ceritakan". Lasmini tegas setelah bicara menepuk tempat tidur di depannya.
Shun Land menurut lalu menjawab dengan santai, "kakang tidak kemana-mana, kakang dan pangeran Sanjaya triloka berjaga dari atas pohon kakang takut ada ular besar dan hewan melata lainnya masuk ke tenda tenda kita terutama tenda istri ku yang sangat cantik dan". Shun Land tidak melanjutkan bicaranya.
Tentu saja membuat Lasmini penasaran dan menyangka Shun Land akan mengatakan dan rewel. "Mengapa tidak di teruskan dan apa". Shun Land sebenarnya akan berkata dan galak kaya singa tapi segera berhenti karena tidak ingin masalahnya bertambah runyam.
"Dan Dewi Lasmini yang selalu membuat kakang selalu kangen ingin berduaan selalu Itu yang ingin kakang katakan tetapi sang Dewi Lasmini memotong duluan". Lasmini mendengar Shun Land menyebut Dewi hatinya berbunga-bunga lalu berkata terlihat rona wajahnya memerah.
"Kakang memang Lasmini pantas di panggil Dewi padahal Lasmini bukan keturunan bangsawan".
Dalam hati Shun Land tertawa. "Selamat aku dari malapetaka dunia". Shun Land bergumam dalam hati lalu menjawab dengan menyakinkan. "Mengapa tidak pantas kau ini tidak kalah cantik dengan para putri kerajaan buktinya kau dengan putri Sanja istri pangeran Sanjaya triloka kau lebih cantik menurut kakang, Kau pantas di sebut Dewi".
"Kalau begitu mulai sekarang namaku di tambah dengan nama depan Dewi kakang setuju". Lasmini bertanya dengan menatap tajam Shun Land.
Shun Land langsung menjawab cepat. "Jelas setuju nanti besok kakang umumkan kepada seluruh rombongan bahwa kau bernama Juragan dagang utusan keadilan Dewi Lasmini".
Mendengar ini Lasmini merasa puas rasa jengkelnya lenyap seketika seperti api di siram air. "Baik lah Lasmini akan keluar menyiapkan makan pagi karena sepertinya hari sudah mulai terang". Lasmini bangun dari duduknya langsung melangkah keluar.
__ADS_1