LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
360. Jaya Sempurna 93. Akhir Laku Ritual Topongrame.


__ADS_3

Shun Land melayang dengan kecepatan tinggi dirinya penasaran dengan pegunungan yang di tunjuk oleh leluhur Pangeran Cakrawala Shun Land pun ingin menceritakan cerita kelahirannya kepada Sahabatnya Sang Legenda Rajawali Api.


Shun Land melayang di atas gunung Gora di amati dengan teliti penggunaan itu tidak terlihat jelas karena rembulan hanya menampakkan diri setengah badan. Shun Land mengamati suatu lereng gunung itu seperti ada cahaya keemasan walau pun terlihat dari atas sangat kecil.


Shun Land perlahan turun mendekati sinar keemasan itu semakin dekat semakin jelas sinar itu berasal dari sebuah batu lempeng yang di apit kedua pohon beringin besar di kanan kirinya, batu itu sebesar satu Depa persegi.


Shun Land tambah penasaran turun lebih rendah sekarang terlihat jelas sinar itu berasal dari batu tersebut, dengan perlahan Shun Land menginjakkan kakinya atas batu tersebut, begitu menempel kedua telapak kakinya ingatannya seperti di tarik terhampar jelas di benaknya harimau besar Lodaya sahabatnya tetapi kejadian itu hanya sesaat.


Shun Land mengamati lagi dari dekat tetapi tidak ada keanehan yang lain hanya batu berwarna hitam kelam yang mengeluarkan sinar kemilau kekuningan timbul dalam hati Shun Land niat duduk bermeditasi di batu itu untuk mencari pentunjuk lokasi di bangunnya istana Galuh Sindula.


Tanpa ragu-ragu Shun Land duduk di atas batu itu dan mulai memejamkan matanya dalam kesempatan ini Shun Land memulai meditasinya dari tahap awal seperti waktu awal belajar bermeditasi tahap demi tahap di lalui hingga sampai pada puncak meditasinya.


Shun Land sudah larut dalam meditasinya ke tahap yang paling dalam hingga melupakan segala hal dan yang ada hanya dia dan sang maha Pencipta.


Shun Land sudah melupakan berapa lama dia melakukan meditasi jiwanya rasanya rohnya hanya mengingat Sang Maha Pencipta.


Hari berlalu dengan cepat di malam ketiga sang sahabat sejati Rajawali Api datang dan duduk bertengger di belakang tubuh Shun Land sayapnya menutupi seluruh tubuh Shun Land.


Shun Land sendiri tidak merasakan kehadiran Sang Legenda Rajawali Api yang menjaga raganya, Minggu berlalu dan bulan pun datang silih berganti.

__ADS_1


Tiga bulan sudah Shun Land larut dalam meditasinya, Dewi Lasmini dan rombongan sangat khawatir akan keadaan suaminya begitu juga dengan pengikut pengikutnya.


Tetapi rasa kekhawatiran itu hilang setelah mendapatkan nasehat dari Nyai Gora Sindula yang menjelaskan bahwa Shun Land sedang menjalankan perjalan Batiniahnya menuju sang maha Pencipta.


Atas saran nyai Gora Sindula Dewi Lasmini dan rombongan menunggu di pegunungan Mahameru karena setelah sebulan Shun Land tidak kunjung datang akhirnya mereka membangun beberapa rumah untuk tempat tinggal, penduduk di sekitar situ pun ikut bergabung tinggal di sana membangun rumah dalam jangka waktu dua bulan telah berdiri beberapa puluh rumah dan menjadi sebuah pedukuhan kecil oleh pangeran Sanjaya triloka di beri nama pedukuhan Meru.


Setahun telah berlalu Shun Land larut dalam meditasinya di temani sang sahabat Rajawali Api yang sangat setia tidak sejengkal pun kakinya berpindah. Hingga di suatu malam batin Shun Land di penuhi suara yang sangat berwibawa dan penuh ketegasan suara itu suara yang sangat di rindukan Shun Land suara yang selalu hadir di batinnya ketika dirinya sedang menghadapi masalah yang tidak ada jalan keluarnya.


"Cucu ku bangunlah istana di lokasi ini, jadikan batu ini menjadi tempat kursi singgasana, jika istana sudah jadi kursi singgasana Keprabon akan datang dengan sendirinya sesungguhnya kursi singgasana Keprabon itu di buat oleh leluhur mu Sanghyang Wenang ayah Ratu Sunda, bangunlah dari meditasi mu, begitu bangun begitu selesai laku Ritual Topongrame mu".


"Terima kasih eyang guru" Shun Land menjawab. Setelah itu Shun Land membuka matanya perlahan yang terlihat bulu merah menyala mengelilinginya.


"Hai hai pemuda pea bukannya berterima kasih tubuh mu aku jaga malah menyalahkan ku, bagai mana aku memberi tahu kedatangan ku kau sedang mati suri" sang Legenda Rajawali Api bicara bersungut-sungut.


"Hai bukan aku saja yang menunggu tubuh mu kau lihat di depanmu, Naga bau tanah kita pergi pemuda tak tahu berterima kasih".


Sang legenda Rajawali Api melanjutkan bicara.


"Kau ini seperti biasa berlaga seperti pahlawan hanya menunggu tubuh ku semalam saya seperti menunggu berbulan bulan saja". Shun Land menjawab dengan wajah datar.

__ADS_1


Sang Legenda Rajawali Api tidak menjawab tetapi matanya merah menyala penuh kegeraman. "Jangan memandang ku begitu, Naga Bumi Sabui berapa lama aku bermeditasi". Shun Land penasaran karena dirinya merasa dalam bermeditasi hanya semalam.


"Tuan Shun Land bermeditasi selama 15 bulan". Naga Bumi Sabui menjawab. Shun Land meloncat kaget ke punggung sang Legenda Rajawali Api.


"Celaka aku akan habis di depan istriku yang satu ini, kau jangan marah antarkan aku ke gunung Mahameru, Naga Bumi Sabui tolong jaga batu itu untuk ku". Shun Land bicara terburu-buru. Tetapi sang sahabat Rajawali Api tidak bergerak diam saja.


"Bila kau tidak mau mengantar tidak apa-apa tetapi aku juga tidak akan mengantar mu ke orang besar tinggi yang mengurus mu sejak kau di lahirkan dahulu". Shun Land berkata santai tahu bahwa sang Legenda Rajawali Api sedang merajuk.


"Kau jangan membodohi ku beliau telah tiada mana ada orang bisa bertahan sejak jaman ras manusia purba raksasa". Sang Legenda Rajawali Api memalingkan wajahnya.


"Aku tidak pernah berbohong padamu nanti kau bisa bertanya pada Naga Bergola yang menemaniku bertemu dengannya, kejar aku bila bisa mengejar ku akan ku pertemuan kau dengan nya". Shun Land memberikan jawaban yang menyakinkan dan melesat ke udara dengan cepat.


Sang Legenda Rajawali Api mengejar dengan cepat sayapnya sampai ada percikan api, Naga bumi Sabui menggelengkan kepala melihat kedua sahabatnya itu, lalu melangkah ke atas batu itu dan tidur.


Sang Legenda Rajawali Api terbang di bawah Shun Land, Shun Land segera turun ke punggung sang sahabat lalu duduk dan berkata. "Setelah aku menemui istri ku yang paling galak kita akan menemui orang yang sangat penting bagi mu".


Sanga legenda Rajawali Api tidak menjawab dia mempercepat terbangnya agar cepat sampai ke puncak gunung Mahameru.


Tiada butuh waktu lama sampai lah Sang Legenda Rajawali Api di atas puncak gunung Mahameru tapi tidak ada apa-apa sang Legenda Rajawali Api berkeliling dan menemukan pedukuhan kecil di kaki gunung Mahameru sang Legenda Rajawali Api yang peka terhadap aura air segera merasakan aura mustika air panca warna di dalam tubuh Dewi Lasmini segera turun dan mendarat di halaman rumah yang paling besar.

__ADS_1


****************


__ADS_2