
Tapi Bodil di bentak dengan keras. "Diam kau ikuti aku". Bodil dan ketiga lainnya mengikuti langkah ketua mereka yang keluar dari rumah makan tersebut.
Sesampainya di kapal Bodil kembali bertanya. "Tolong ketua apa yang terjadi di sana ?". Dia sangat penasaran tidak biasanya ketua mereka terlihat ketakutan.
Sebelum menjawab pertanyaan Ki Tarpa menarik nafas dalam-dalam, "dia itu utusan kakang Sarpa kita harus menunggu kakang Sarpa di pelabuhan Tarumanagara ini, kalian sangat sembrono apa kalian tidak bisa merasakan betapa tingginya ilmu anak muda itu".
Bodil dan ketiga temannya diam Bodil yang bertipe nyeleneh tetep bertanya lagi "apa ketua yakin bahwa kita tidak di bodohi pemuda itu".
Ki Tarpa melirik dengan pandangan yang sangat kesal "kalau kau tidak percaya kau datangi pemuda itu lagi, sekarang kita tunggu kakang Sarpa di sini".
"Kalau kalian ingin makan dan hiburan silahkan turun dari kapal bawa uang kalian jangan berbuat keributan, Nyanya turunkan bendera bajak laut kita". Ki Tarpa melanjutkan bicara di akhiri dengan memerintah Nyanya anak buahnya.
Ki Bajul pakel merasakan aura api yang sangat pamiliar, dia pun tidak banyak bicara kembali lagi ke lantai atas.
Pemilik Rumah makan segera menghampiri pangeran Shun land lalu berterima kasih.
"Terima kasih tuan pendekar muda kalau tidak ada tuan pendekar, kami mendapatkan kerugian tidak sedikit, terakhir mereka kesini 4 bulan yang lalu hampir seluruh kekayaan kami dan penghuni pelabuhan ini di rampok mereka, pihak keamanan pelabuhan di buat tidak berdaya, mereka berilmu tinggi".
Pemilik Rumah makan bicara panjang lebar. Lalau meneruskan bicaranya.
"Tuan pendekar silahkan pesan apa yang tuan inginkan, tuan dan Rombongan tidak akan di pinta bayar".
"Terima kasih nyonya, boleh saya bertanya sesuatu pada nyonya, tapi saya ingin ruangan ruangan privasi". Pangeran Shun land bertanya.
"Silahkan tuan mari ikut saya". Pemilik Rumah makan mempersilahkan pangeran Shun land untuk mengikutinya ke ruang pribadinya.
Pemilik Rumah makan ini usianya sekitar 40an tahun tapi wajah dan tubuhnya masih terlihat seperti 25an tahun, paras wajahnya sangat menggoda kaum Adam cara berpakaiannya mempertontonkan lekuk tubuh indahnya, mungkin ini salah satu strategi untuk menggaet para pelanggan yang notabene para pelaut yang jarang bertemu lawan jenis.
Sudah jadi lumrah dari jaman dahulu kala di mana ada pelabuhan besar dan kecil terdapat rumah rumah hiburan yang menjajakan pelayan plus-plus.
Setelah berada di ruang pribadi pemilik rumah makan, pangeran Shun land di persilahkan duduk tidak lama pelayan datang membawa minuman dan buah-buahan.
Mereka duduk berhadapan di halangi meja kecil berbentuk Opal, "silahkan tuan apa yang akan tuan tanyakan pada saya". Pemilik Rumah makan memulai bicara.
__ADS_1
"Begini Nyonya saya sedang mencari seorang pemilik rumah makan yang bernama Dewi Kamalia anggota kelompok pendekar Dewi kematian, ada sesuatu yang harus saya sampaikan". Pangeran Shun land tidak banyak bahasa basi, langsung ke pokok masalah.
Mendengar pertanyaan pangeran Shun land pemilik rumah makan tidak langsung menjawab tapi dia menatap pangeran Shun land dengan teliti tapi hatinya berkata "orang ini tidak ada ciri-ciri orang jahat".
"Bolehkah saya tahu titipan dari siapa yang akan di sampaikan Ke Dewi Kamalia". Pemilik Rumah makan bertanya balik.
"Saya di beri pesan oleh Dewi kematian Bibi lerna di daratan luas Kalimantan". Pangeran Shun land menjawab apa adanya.
Pangeran Shun land menebak orang yang di hadapannya ada hubungan dengan Dewi lerna, maka dia langsung menyebut nama Dewi Lerna tidak ada ruginya.
Pemilik Rumah makan hati-hati tidak langsung percaya "bolehkah saya lihat tanda bahwa tuan benar-benar membawa pesan dari Dwi kematian Dewi lerna".
Pemilik Rumah makan tidak sembrono dia takut orang yang di hadapannya hanya mengunakan Nama Dewi kematian Dewi lerna demi keuntungannya sendiri.
Pangeran mengambil tanda pengenal yang terbuat dari perak, sebenarnya tanda pengenal ini buatan kelompok Niraya Sura buat seluruh pengikut pentingnya.
Melihat tanda pengenal ini pemilik rumah makan segera mengambil tanda pengenalnya lalu menjejerkan memastikan tanda pengenal itu asli atau palsu.
Setelah melihat dengan teliti pemilik Rumah makan berkata dengan tegas, "kalau tuan percaya saya adalah Dewi Kamalia kakak kandung Dewi Lerna".
Pangeran Shun land mengeluarkan gulungan kain dan memberikan kepada Dewi Amalia.
"Ini ada titipan dari Bibi Dewi lerna untuk bibi Kamalia".
Dewi Kamalia menerima gulungan itu lalu membuka dan membaca isinya.
Setelah selesai membaca Dewi Kamalia berdiri dan mendekati pangeran Shun land lalu tiba-tiba berlutut dan bersujud seraya berkata "saya haturkan hormat dan sembah bakti pada paduka raja Shun land, maaf saya telah lancang tidak langsung mempercayai paduka".
Mendapatkan perlakuan seperti itu sontak pangeran Shun land berdiri dan meraih lengan atas Dewi Kamalia untuk berdiri.
"Bangunlah bibi Amalia bersikap lah biasa panggil aku dengan nama Satria Nusa kencana".
Pangeran Shun land menceritakan semuanya tujuannya datang ke daratan Dwiva, Dewi Kamalia yang di beri pesan oleh sang adik kandung satu-satunya tidak banyak berpikir dia langsung menyatakan ikrar janji sumpah darah untuk setia kepada pangeran Shun land dan kerajaan Kutai khal.
__ADS_1
"Maaf paduka untuk saat ini saya akan membantu paduka dengan sembunyi-sembunyi karena kami masih di bawah pengawasan Ki Niraya Sura, untuk informasi Maasiak nanti kami akan mencari tahu dan mengabarkan langsung pada paduka". Dewi Kamalia berkata dengan sungguh-sungguh.
"Tidak apa-apa bibi Kamalia, tapi tolong bila di depan umum bibi Kamalia panggil saya Satria Nusa kencana".
Pangeran Shun land dan Dewi Kamalia keluar menuju lantai dua ke meja rombongan Boma dan yang lainnya.
"Bibi Kamalia kenalkan Ini ketua Rombongan kami pangeran Boma dari daratan luas kerajaan Kutai khal". Pangeran Shun land memperkenalkan Boma dan yang lainnya.
Ki Bajul pakel semakin bingung di buatnya saat menghadapi para perompak laut dia yakin pemuda itu ketua rombongan dan dia berkesimpulan pemuda itu manusia terpilih, tetapi pemuda itu menunjuk pemuda gemuk sebagai pimpinan.
Ki Bajul pakel berkata dalam hatinya, "aku harus bertanya langsung bila ada kesempatan".
Pangeran Shun land duduk kembali bergabung dengan Boma dan yang lainnya.
Dewi Kamalia memanggil pelayan-pelayan terbaiknya untuk melayani pangeran Shun land dan rombongan.
Pangeran Shun land bicara yang di tujukan pada Nahkoda Lemo-lemo. "Paman Lemo-lemo setelah makan keluarkan semua ikan untuk persediaan makan kita serahkan pada nyonya Dewi Kamalia, sisakan secukupnya, untuk sementara ini paman beserta kru yang lainya menunggu di sini, menanti kedatangan paman Sarpa dengan rombongannya, pangeran Makkamaru apa kita langsung berangkat apa kita menginap disini dulu". Pangeran Shun land meminta pendapat pangeran Makkamaru.
"Menurut saya kita menginap di sini dulu sambil memastikan bajak laut Karimun hitam tidak berbuat ulah, sebelum paman Sarpa datang". Pangeran Makkamaru memberikan pendapat.
"Bagaimana Ketua Boma keputusannya". Pangeran Shun land berpura-pura meminta keputusan.
"Baiklah saya putuskan kita menginap di sini dulu". Boma menjawab di sela-sela mengunyah makanan.
Melihat ini Ki Bajul pakel bertambah bimbang apa pemuda tampan apa pemuda gendut orang yang harus di jemput.
...****************...
Like dan supportnya serta komentar kalian benar-benar membantu pertumbuhan tulisan ini.
jangan lupa jaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan istirahat cukup.
SALAM NUSANTARA
__ADS_1
SALAM GARUDA PERKASA