LEGENDA RAJAWALI API

LEGENDA RAJAWALI API
220. Pertarungan menggegerkan dunia persilatan 6.


__ADS_3

Tubuh Shun land di selimuti api bagai manusia api merah menyala nyala pedang Naga Bergola bilahnya menghitam penuh kilatan putih menyala-nyala kebiruan tanda kekuatan Api Roh Naga Bergola hampir 70% di salurkan ke pedang Naga Bergola.


Jurus ke empat dari kitab Tarian Rajawali Api di peragakan Shun Land dengan hati-hati dari pelan sampai menjadi seperti banyangkan api.


Udara di sekitar mengering rumput taman istana layu dan mengering.


"Seumur hidup ku baru menyaksikan kekuatan besar yang bisa menghancurkan sebuah bukit besar terpampang di depan mataku Aku bukan apa-apa nya di bandingkan dengan nya".


Satu sosok bicara pelan sambil berdecak di kejauhan dari keempat rekannya, mereka sama-sama menyaksikan pertarungan yang langka seribu tahun sekalipun belum tentu ada.


"Itulah keturunan ku yang ke empat benar-benar orang terpilih yang memiliki tubuh empat lintang kelima pancer, kelebihannya di luar nalar seperti menentang kehendak Alam, tapi ini membuktikan bahwa Sang maha Pencipta mempunyai kekuatan yang tanpa batas kita bisa menyaksikan kekuatan itu melalui anak itu".


Terdengar suara di belakang empat orang yang menyaksikan Pertarungan itu.


Ke empatnya menoleh ke sumber suara itu terlihat leluhur Ki Bagus Atma, leluhur Ki Srengga berdiri dengan tenang menyaksikan pertarungan itu mereka yakin Shun land dapat memenangkannya.


"Maafkan kami leluhur tidak mengetahui leluhur datang". Ki Aria Wirasaba berkata.


Ternyata mereka adalah Rombongan Ki Aria Natanagara.


Tidak jauh dari sana Putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru menyaksikan Pertarungan itu dengan berdebar-debar, bagai mana pun Shun Land adalah orang pertama mengisi hati putri Dian Prameswari dwibuana sebelum di tergantikan oleh pangeran Makkamaru.


Jantung Mara Deva berdebar kencang debarannya melebihi saat bertarung dengan Raja agung Jatiraga gurunya.


Walau pun penuh dengan kekhawatiran Mara Depa menyiapkan jurus terakhir dari kitab Naga Kahyangan.


Jurus Naga melindungi Bumi tahap Akhir dari tiga tahap jurus tersebut di keluarkan Mara Deva untuk mengahadapi serangan Shun land.


Shun Land meluncur bagai badai besar yang bersayap api menerjang ke arah Mata Deva.


"Ini waktunya Api Hitam" Junjungan Pancasiksa berteriak bersamaan itu tubuhnya bagai berpindah tempat meraih pinggang Mara Deva lalu menghilang dari tempat itu.


Begitu pun dengan Naga Api Hitam lenyap bagai di telan bumi.


Padahal dalam hal ini Pancasiksa mengerahkan ilmu saipi angin yang sudah pada tahap sukar di ukur gerakan ini bagai berpindah tempat dalam sekejap.


Junjungan Pancasiksa yang sudah mendalami ilmu saipi angin sampai tingkat Raja agung Jatiraga miliki menyelamatkan Murid satu-satunya dari kehancuran jurus ke empat kitab Tarian Rajawali Api tahap 2.


Serangan Shun Land mengenai tumpukan puing-puing bangunan istana Sundapura meledak menghamburkan puing-puing itu.


Tidak sampai di situ serangan Shun Land terus kebawah membuat cekungan pada tanah yang dalam.


Serangan yang membentur tanah membuat getaran sangat dahsyat sampai jauh.

__ADS_1


Leluhur Ki Bagus Atma meloncat ke depan Ki Aria Wirasaba dan tiga lainnya melindungi mereka dengan tameng tenaga dalam hingga mereka selamat dari imbas serangan Shun Land.


Berbeda dengan putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru keduanya terlempar beberapa tombak walau mereka telah melindungi tubuh mereka dengan tenaga dalam.


Berbeda dengan putri Serindang bulan yang berada di tepian hutan hingga tidak terkena efek serangan Shun land kekuatan penuh.


Setelah ledakan itu putri Serindang bulan melesat ke arah pertarungan khawatir keadaan Shun Land.


Sang Legenda Rajawali Api sangat tidak menyangka Pancasiksa akan lari dari arena pertarungan bagai pengecut sejati.


Sang legenda Rajawali api sangat marah melihat Pancasiksa lari sambil menyelamatkan Mara Deva.


Naga bumi Sabui walau mempunyai kesabaran yang lebih tetap saja amarahnya keluar melihat ke tidak Satriaan nya Naga Api Hitam yang lari dari pertarungan.


Shun land yang telah mengeluarkan kekuatannya di batas kemampuannya, tubuhnya meluncur ke bawah walau pun masih bisa mendarat dengan selamat dia kehabisan tenaga dalamnya.


Sebuah tubuh melesat kearah Shun land meraih tubuh shun land yang akan terjatuh.


Shun land menatap wajah putri Serindang bulan dan berkata.


"Kau sangat ceroboh membahayakan diri mu masuk ke arena pertarungan tanpa ku perintah".


"Aku akan menukar nyawaku dengan keselamatan paduka". Putri Serindang bulan menjawab dengan tegas.


Tanpa banyak bicara Sang Rajawali Api dan Naga Bumi Sabui meluncur ke arah pelabuhan.


Tapi sayang sesampainya di sana Armada laut Naga hitam telah menyerah dengan tanda mengibarkan bendera putih.


Hanya 3 kapal yang telah pergi jauh ketengah samudra.


Sang Legenda Rajawali Api dan Naga Bumi Sabui mengejar ketiga kapal tersebut, tidak butuh waktu lama keduanya sampai dan menghadang jalur kapal tersebut.


Tiga kapal tersebut berhenti dan mengibarkan bendera putih, Naga bumi Sabui mendorong satu kapal ke arah pelabuhan kedua kapal lainnya mengikuti.


Sesampainya di pelabuhan di periksa pasukan kerajaan Tarumanagara tetapi keberadaan Kama Deva, Asvaghosa dan Deva Putta tidak di temukan.


Mereka bertiga menghilang bagai di telan bumi.


Melihat Shun Land duduk dengan lemas di bantu seorang gadis muda leluhur Ki Bagus Atma melesat cepat kearah Shun Land.


Ki Srengga pun bertindak Sama khawatir akan murid nya istimewanya.


Ke empat ketua perguruan dunia persilatan mengikuti Leluhur Ki Bagus Atma.

__ADS_1


Shun land yang sudah menguasai tubuhnya berdiri hendak menuju dermaga tetapi langkahnya terhenti karena di hadang leluhur Ki Bagus Atma dan Ki Srengga.


Setelah pertarungan selesai dan Armada laut Naga hitam menyerah pasukan kerajaan yang bersembunyi di tepi hutan dekat ibu kota Sundapura segera masuk ke dalam kota.


Mereka segera mengatur pasukan musuh yang menyerah yang jumlahnya sangat banyak.


Pasukan khusus senyap bertindak cepat memberi tahukan para pengungsi yang berada di luar kota.


Para pengungsi bersorak gembira ketika kabar kemenangan raja mereka melawan Raja kejahatan, mereka segera menuju kota mereka.


Leluhur Ki Bagus Atma serta yang lainnya ikut membantu mengatur keadaan.


Putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru memimpin pasukan membereskan kota yang hancur untuk di jadikan tempat tinggal untuk sementara.


Shun Land berada di bangunan penginapan kembang tanjung milik Dewi Kamalia yang masih utuh diantara bangunan lain hancur.


Shun land bersemedi untuk memulihkan kondisi tubuhnya di jaga putri Serindang bulan yang selalu setia.


Setelah pertarungan selesai dan Armada laut Naga hitam menyerah pasukan kerajaan yang bersembunyi di tepi hutan dekat ibu kota Sundapura segera masuk ke dalam kota.


Mereka segera mengatur pasukan musuh yang menyerah yang jumlahnya sangat banyak.


Pasukan khusus senyap bertindak cepat memberi tahukan para pengungsi yang berada di luar kota.


Para pengungsi bersorak gembira ketika kabar kemenangan raja mereka melawan Raja kejahatan, mereka segera menuju kota mereka.


Leluhur Ki Bagus Atma serta yang lainnya ikut membantu mengatur keadaan.


Putri Dian Prameswari dwibuana dan pangeran Makkamaru memimpin pasukan membereskan kota yang hancur untuk di jadikan tempat tinggal untuk sementara.


Shun Land berada di bangunan penginapan kembang tanjung milik Dewi Kamalia yang masih utuh diantara bangunan lain hancur.


Shun land bersemedi untuk memulihkan kondisi tubuhnya di jaga putri Serindang bulan yang selalu setia.


Para penduduk yang mengungsi memasuki kota dengan senang hati walau pun kota mereka hancur berkeping-keping tidak membuat hati mereka gundah.


Mereka berpikir bangunan bisa di bangun tetapi kemerdekaan mereka lebih berharga dari apapun.


Andai Raja mereka kalah dalam pertarungan kemungkinan besar mereka akan menjadi budak, itulah yang ada di benak mereka.


Para pasukan musuh yang telah menyerah di kerahkan untuk membantu membereskan keadaan kota.


_______________*****_______________

__ADS_1


__ADS_2