
"Sudah kebiasaan meninggalkan tiba-tiba" Asur Pati ngedumel.
"Mereka sudah pergi pangeran" sang Rajawali api, memberi tahu melalui telepati batinnya.
"Aku sudah tau" pangeran Shun Land menjawab.
"Paman Antaka, apakah paman pernah, bentrok langsung dengan mereka, yang menyebut utusan dari Tuhan"
Pangeran Shun Land mengganti Topik pembicaraan, setelah kedua penguping itu pergi.
"Pangeran saya pernah bertarung dengan mereka, ketika itu saya ingin memusnahkan kedua kaki tangan mereka, tetapi di gagalkan Niraya Sura, salah satu tetua dari kelompok itu, ilmunya sangat tinggi, saya hampir kehilangan nyawa, apa bila tidak di selamatkan kakang Ki Bajul pakel, yang datang tepat waktu"
Antaka pendekar syair kematian, tidak menutupi kekalahannya saat bertarung dengan Niraya Sura, setelah mengambil nafas, Antaka Melanjutkan bicaranya
"Pangeran saya mohon izin setelah acara sidang pengadilan pangeran Khal Shugal, ingin mengunjungi padepokan Danum kehidupan, saya ingin mempelajari jurus syair kehidupan sebagai pasangan jurus syair kematian"
Antaka pendekar syair kematian, mendapatkan jurus syair kematian dari gurunya Ki Srengga, menurut Ki Srengga, jurus syair kematian mempunyai, jurus pasangan yaitu jurus syair kehidupan, tetapi dia tidak memilikinya, adik seperguruannya yang menguasainya, Nyai Kunti Devanti
Jaman dahulu mereka, Ki Srengga dan Nyai Kunti Devanti satu perguruan, tetapi guru mereka memberi tugas berbeda wilayah.
Ki Srengga di tugaskan untuk mengamalkan ilmunya di daratan luas Dwipa, sedangkan nyai Kunti Devanti di beri tugas mengamalkan ilmunya di daratan luas Kalimantan (Nusa-kencana)
#nama Kalimantan menurut Jayabaya, maka penulis menyematkan nama Nusa kencana, menjadi nama ibu kota kerajaan Kutai khal#
Pangeran Shun Land mendengar ini mengiyakan permintaan Antaka pendekar syair kematian, seraya berkata.
"Menurut paman Antaka, seberapa tinggi ilmu olah Kanuragan, Niraya Sura menurut paman, yang pernah bertarung langsung"
Pangeran Shun Land, bertanya menyelidik kekuatan lawan sebagai tolak ukur kekuatannya apa bila bentrok langsung.
"Menurut saya, tenaga dalamnya sekitar sepuluh ribu lingkaran, malah lebih, pangeran pada waktu itu, saya memiliki tenaga dalam enam ribuan lingkaran lebih, tetapi melawan Niraya Sura, tidak ada apa-apanya, pangeran harus hati-hati bila harus berhadapan langsung dengannya"
Antaka memberikan keterangan menurut analisanya.
Pangeran Shun Land termenung mengukur kekuatan dirinya sendiri, pangeran Shun Land sekarang ini, hanya memiliki enam ribu lingkaran lebih, tenaga dalamnya, bila di gabungkan dengan kekuatan api abadinya sekitar sembilan ribu lingkaran, ini tidak cukup kuat untuk menghadapi Niraya Sura.
Pangeran Shun Land dalam hatinya, bergumam.
"Aku harus Segera meningkatkan tenaga dalam ku, dan meningkatkan kekuatan api abadi ku, aku harus kembali ke tempat Naga bumi Sabui, di sana ada sumber murni panas api, yang lebih padat"
__ADS_1
"Memang benar kau harus bermeditasi dekat sumur lahar itu, aku pun ingin menyerap hawa murni panas api itu, untuk segera memulihkan kekuatan api ku....
"semoga saja ingatanku cepat kembali, hingga bisa membantu mu, ketika kau berhadapan lawan yang lebih tinggi ilmu Kanuragannya" ternyata sang Rajawali api bisa mendengar suara batin pangeran shun Land.
"Memang itu harus, sudah tubuh kecil kekuatan api mu, kaya damar petani, eeh ingatan eror, kalau tidak segera memulihkan, kekuatan mu, memang layak kau di sebut burung emprit kurapan hahaha"
Terdengar di batin pangeran shun Land dan sang Rajawali api, suara naga Sabui yang menertawakan sang Rajawali api.
Sang Rajawali api, hanya diam menahan amarah, di dalam hati paling dalamnya membenarkan ucapan naga bumi Sabui.
"Hai naga bumi bau tanah kematian, kau keterlaluan, aku ini raja di udara di negri ini, kau sebut burung emprit, ooh nasib ku ini sangat tragis, setelah ribuan tahun, tersegel baru saja bebas, sudah bertemu naga bau tanah tukang tidur"
Membalas suara naga bumi Sabui, mendengar Suara bertengkar, naga bumi Sabui dan sang Rajawali api, yang bagaikan kucing dan anj***, membuat berisik alam batinnya.
"Sudah diam semua, bikin berisik saja" pangeran Shun Land, melerai keduanya, kalau tidak demikian akan terus berlanjut bisa sampai 7 hari 7 malam.
Tian agan dan yu asri haring berpamitan duluan.
"Pangeran saya dan adik yu asri haring mohon izin mendahului untuk beristirahat"
Pangeran Shun Land hanya menganggukkan kepala.
Antaka pendekar syair kematian dan pangeran Shun Land pun, meninggalkan tempat Latihan para prajurit.
Di salah satu kamar pribadi di kediaman megah juragan pasar tuan Upiak arai.
Kamar itu sangat luas hingga ada beberapa tempat tidur mewah dan meja besar beserta kursi mewahnya,
Kamar itu di sediakan oleh tuan Upiak arai, untuk tamu khusus, sekaligus atasan dan penyuplai dana modal, usaha dagang tuan Upiak arai.
Di kamar itu ada tetua Niraya Sura, ada tiga Dewi kematian, dan tiga pelayan perempuan yang muda-muda dan **** ****.
Pakaian tiga Dewi kematian atau pun tiga pelayan itu, sangat minim, hingga lekuk tubuh mereka sangat tergambar di benak laki-laki mesum.
Mereka sedang menenggak minum minum, dengan riang gembira.
Pintu kamar yang mirip sebuah Puri kecil terbuka, murka dewa dan asur Pati, datang dengan wajah sedikit gembira karena, mendapat informasi yang sangat penting.
"Duduk lah adik murka dewa, adik asur Pati, jangan terburu-buru, minum lah dulu, dan sapa dulu tiga bidadari, yang baru saja bergabung dengan kita.....
__ADS_1
"mereka bergabung ingin memperbaiki nasib, di sini tempat yang pas, segala keinginan kalian akan terpenuhi....
"memiliki barang mewah dan menjamin kehidupan keluarga kalian di kampung, bukan lagi hanya dalam lamunan.....
Di sini tempat ini, yang tidak mungkin kalian raih, bisa kalian kalian raih dengan mudah"
Tetua Niraya Sura memberikan ucapan penyemangat kepada tiga pelayan yang baru bergabung.
Padahal itu ucapan, yang membuat penyesalan sepanjang hidup mereka, di kemudian hari, atas keputusan ketiga pelayanan itu.
Murka dewa tertawa penuh kegembiraan. Seraya berujar.
"Sini bocah ayu, kalian mendatangi tempat yang tepat, lihat ketiga kakak kalian yang telah lebih dulu mendahului kalian, hidup mereka penuh kesenangan dan bergelimang harta benda tak terhitung"
Murka dewa berkata sambil mengedipkan mata kepala ketiga Dewi kematian.
Dewi Lerna sebagai ketua mendekati salah satu tiga pelayan itu, tangan merangkul pinggang pelayanan itu.
"Kalian akan memiliki seperti yang aku miliki, asal kalian patuh dan setia kepada kami, aku yakinkan kehidupan kalian, akan berubah seperti para bangsawan di kerajaan...
"katakan pada mereka yang menghina mu, bahwa kalian lebih baik dari mereka....
"tunjukan perhiasan yang kami beri, pakailah pakaian yang mewah, bangun rumah yang bagus, biar mereka tau, kau bukan gadis kampungan lagi"
Dewi lerna memberi semangat kepada ketiga gadis pelayan yang baru bergabung itu.
Pelayanan itu mengangguk dengan malu-malu.
Dua Dewi kematian lainnya menyodorkan minuman, ke kedua pelayan lainnya.
"Minumlah biasakan kalian, kebiasaan kami setelah biasa kalian akan merasakan kesenangan dunia yang sulit untuk di banyangkan"
Satu di antara kedua dari kedua Dewi kematian memberi petunjuk.
"Ceritakan apa yang kalian dapatkan dari pengintaian kalian" tetua Niraya Sura menanyakan kepada murka dewa dan asur Pati, sambil menenggak guci yang dia pegang.
...****************...
semoga hari ini bisa up lebih banyak
__ADS_1
mengganti kemarin yang ada halangan
jangan lupa like and komennya, 🙏🙏🙏